Hallo semuanya! Terimakasih banyak ya udah mau klik & baca novel ini, semoga kalian suka! Happy reading❤️🌼
°°°°°°°°°°
Tok... Tokk... Tokk...
"I-iyaaaa tunggu," ucap Amanda, lalu ia mengalungkan sling bagnya dan berlari menuju pintu
"Hallo Amanda," ucap Kelvin saat Amanda sudah membuka pintu
"Hehehe hallo Pak Kelvin," ucap Amanda
Kelvin menghela nafasnya, "Saya lupa Nda, tadi jam 5 saya udah mau ke kamar kamu untuk ajak jalan, tapi saya lupa kalau sunset di sini jam 7 malam," ucapnya
"Saya juga lupa Pak tadi, kenapa jam 6 sore masih terang benderang," ucap Amanda diakhiri dengan tawanya
"Tapi sekarang udah siap, kan?" tanya Kelvin
"Udah kok Pak, ayo kita jalan," saut Amanda
"Oke."
Amanda pun mengunci pintu kamarnya, lalu mereka berjalan mengelilingi pantai. Saat sudah di tepi pantai, Amanda dan Kelvin melihat Devian juga yang sedang berjalan dengan pacarnya. Kelvin sendiri sangat tidak peduli akan hal itu, apa lagi setelah kejadian tadi pagi saat Devian membentak Amanda. Namun bagaimana dengan Amanda? Ia sendiri malah memperhatikan 2 sejoli itu secara diam-diam.
"Pegangin terus pacarnya, awas kabur," ucap Amanda dalam hati
Tiba-tiba saja, Amanda melihat kalau Olivia sedang menerima telfon dari orang di seberang sana, Amanda sangat aneh akan hal itu, mengapa? Karena Olivia berbicara sambil mengigit kuku di jarinya, ia juga berjalan bolak-balik, seperti sedang ada yang di khawatirkan. Sementara Devian sendiri terlihat sangat kesal, ia menendang-nendang pasir pantai yang sedang ia injak.
Rasa ingin tahu Amanda semakin kuat, ia pun mengajak Kelvin untuk duduk di pinggir pantai agar ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya dengan Olivia setelah menutup telfonnya itu. Memang, jarak antara mereka tidaklah dekat, namun Amanda tetap bisa memperhatikannya dengan jelas.
"Hmm.. Pak Kelvin, duduk dulu yaa," ucap Amanda lalu duduk di bangku yang ada di pinggir pantai
"Kamu capek? Gak mau jalan sedikit dulu aja? Soalnya sedikit lagi kita sampe loh di toko es krimnya," tanya Kelvin
"Kaki saya sakit Pak, kram. Jadi jalannya susah," jawab Amanda berbohong
"Kram? Yang mana? Sini saya bantu," ucap Kelvin, ia pun segera berlutut di depan Amanda sambil memijit-mijit kaki Amanda dengan pelan. Amanda sendiri menghiraukan Kelvin karena ia sedang fokus dengan Devian dan Olivia
Setelah Olivia selesai mengobrol dengan orang di seberang sana melalui telfon, ia langsung menggenggam kedua tangan Devian, ia seperti memohon dengan Devian.
***
"Sayang, aku harus ke Paris sekarang, ini cita-cita aku dari kecil, aku gak bisa lewatin dan ngebiarin ini semua hilang gitu aja," ucap Olivia
"Sayang, aku mohon sama kamu, tunda sampe besok ya? Ada yang mau aku kasih ke kamu dulu," pinta Devian
"Gak bisa sayang, aku harus berangkat sekarang. Tolong ngertiin aku ya," ucap Olivia
"Kamu minta aku untuk ngertiin kamu? Laf, kita pacaran udah 6 tahun, dan selama itu juga aku udah ngertiin kamu. Kamu yang gak pernah ngertiin aku," ucap Devian, air matanya sudah mengalir
"Tapi kamu tau sendiri, kan? Cita-cita aku dari kecil itu mau jadi model professional, dan ini kesempatan aku, mungkin aja ini kesempatan terakhir aku, jadi aku gak mau ngelewatinnya gitu aja," ucap Olivia
"Laf, please, tunggu sampe besok yaa?" pinta Devian lagi
Olivia menggelengkan kepalanya, "Gak bisa sayang, aku harus tanda tangan kontrak sama agency itu secepatnya, kalo ngga aku bakalan di eliminasi begitu aja," ucapnya
Devian melepaskan tangan Olivia dengan kasar, lalu ia berjalan menjauh dari Olivia dan mengacak-acak rambutnya dengan kasar, "Kamu gak sayang aku Laf," ucapnya
"No, aku sayang kamu, i really love you. Kamu gak boleh mikir gitu," ucap Olivia
"Ya udah terserah kamu, aku gak bisa maksain kehendak aku sendiri dan ngerusak mimpi-mimpi kamu buat jadi model professional. Aku udah pasrah sama semuanya, kalo kamu mau pergi sekarang ke Paris, it's oke. Aku bakal tunggu kamu, lagi."
Setelah berucap seperti itu, Devian langsung pergi meninggalkan Olivia begitu saja.
***
Amanda yang melihat kejadian itu pun sangat bingung, apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka?
"Ihh ada masalah apa ya si CEO galak itu? Sampe segitunya?" ucap Amanda dalam hati
"Nda, masih sakit gak?" tanya Kelvin
Amanda tidak meresponnya karena ia sedang sibuk dengsn fikirannya sendiri. Kelvin pun akhirnya bangun dari posisinya dan melambaikan tangan tepat di depan wajah Amanda.
"Ndaa, hallooo.."
Amanda tersadar, "I-iya Pak, apa?" tanyanya
"Kamu kok ngelamun sih? Hahaha mikirin apa?" tanyanya
"Nggg-ngga Pak gak mikirin apa-apa kok," jawabnya
"Kaki kamu masih sakit?" tanya Kelvin
"Ngga Pak udah enak," jawab Amanda, "Yuk jalan lagi," lanjutnya
Lalu mereka pun kembali berjalan untuk menuju ke toko es krim. Sesampainya di sana, mereka langsung memesan, lalu memakannya sambil duduk mengarah ke arah pantai. Mereka mengobrol tentang banyak hal sampai sunset tiba. Amanda sangat senang dengan pemandangan itu, karena seketika langit menjafi berwarna oranye, dan warna itu terpantulkan ke arah air yang ada di pantai.
"Bagus banget ya Pak sunset di sini. Cantik," ucap Amanda
"Iya, bagus dan cantik. Tapi dia masih kalah," ucap Kelvin
Amanda pun bingung dengan apa yang dimaksud oleh Kelvin, "Kalah? kalah sama siapa, Pak?" tanyanya
"Kalah sama kamu dong, soalnya kamu lebih cantik 1000 kali lipat," jawab Kelvin
"Ah si Bapak bisa aja," ucap Amanda sambil memukul punggung Kelvin dengan kencang
"Aaw! Waduh Nda, tenaga kamu gede juga ya?" tanya Kelvin diakhiri dengan tawanya
Amanda panik, "Ehhh Pak Kelvin, sakit ya? Maaf Pak saya gak sengaja, kekencengan ya mukulnya," ucapnya
"Gapapa, it's oke."
Mereka pun kembali menikmati sunset itu.
Setelah selesai, mereka langsung kembali menuju resort. Namun, sebelum kembali ke kamar, mereka akan makan malam bersama di restoran yang ada di resort itu karena memang sudah di sediakan.
Saat sedang makan, Amanda mendengar ada beberapa karyawan lain yang sedang mengobrol.
"Eh Pak Devian kayanya gak jadi ngelamar pacarnya deh."
"Loh iya? Kenapa? Kok bisa? Sayang banget."
"Tadi gue liat pacarnya pergi gitu bawa-bawa koper, tapi Pak Devian gak nganterin, dia gak ada malah. Terus setelah gue cari tau lagi, ternyata pacarnya itu harus ke Paris karena ada agency yang nawarin dia buat jadi model."
"Bu Olivia itu bukannya emang model ya?"
"Iya model, tapi kan belum seprofessional itu. Makanya nih dia seneng banget ditawarin sama agency yang ada di Paris itu, bisa jadi peluang besar buat karir dia."
Itulah kira-kira beberapa obrolan yang Amanda dengar. Dari sinilah Amanda sudah mengerti dengan apa yang sudah ia liat tadi.
"Kasian juga ya si CEO galak itu, dibalik sifatnya yang keras dan kejam, ternyata dia juga punya masalah dikehidupannya," ucap Amanda dalam hati
Setelah selesai makan malam, mereka semua melakukan "party". Ada berbagai macam alkohol yang disediakan, mereka semua bebas mau mengambil dan meminum yang mana.
Amanda sendiri dari tadi memperhatikan Devian yang sedang meminum alkohol itu. Awalnya Devian meminumnya dengan menggunakan gelas, namun tiba-tiba ia meneguk habis sisa alkohol yang terdapat di dalam botol.
"Waduhh, gak kembung apa ya itu?" gumam Amanda
°°°°°°°°°°
Alhamdulillah part 19 selesai! Terimakasih sudah mau baca sampai kalimat terakhir❤️ Aku juga mau minta tolong untuk like, comment, dan juga vote yah! Biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya❤️
...Facebook : Kinderjoy Estrin...
...Instagram : kinderjoy_estrin...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 318 Episodes
Comments
Aqiyu
kirain lihat Olive selingkuh ternyata ditinggal keparis.tapi sih lebih drama kalo Olive nya selingkuh sih✌🏻maaf Olive
2021-06-20
0
Aries_01
nahh setelah mabukk pak Devian unboxing Amanda dehh hee
2021-06-05
1
Elly Az
tragedi akan dimulai😂😂😂
2021-05-20
0