Kedatangan Mertua

Pukul 19.00 saat mobil Mutia memasuki pekarangan rumahnya, namun ada yang berbeda dari biasanya, di depan halaman rumahnya ada mobil hitam terparkir di depan. Lalu saat Mutia sampai di teras rumahnya nampak Wanita yang sudah menua menghambur ke pelukannya.

Ibu Haris datang ke Jogja khusus untuk menemui menantunya saat mengetahui cerita saat Intan berkunjung dengan adik-adiknya. Oma Nani Menangis sesenggukan sambil menciumi kening Mutia penuh dengan rasa bersalah dan kasian.

"Ya Allah Nak... Maafkan Mama yang tidak bisa mendidik Haris dengan benar... Maafkan..." Isak Oma Nani semakin mengeras.

"Mama dan Papa tidak pernah mengajarinya untuk menjadi laki-laki kurang ajar dan tidak bertanggung jawab seperti itu..." Kata Oma Nani lagi.

"Kurang apa dirimu ini... sudah Cantik... Sabar... Shalihah... pintar menjaga harta suami... pintar juga membantu suami bekerja..." Kata Oma Nani sembari memukul-mukul dadanya yang terasa sesak.

"Maafkan Mama ya Nak.... Maafkan Mama dan Papa... " Katanya sambil menarik tangan Mutia kedalam genggamannya.

Mutia terharu dengan perlakuan mertuanya yang begitu menyayanginya seperti anaknya sendiri, sayang sekali Haris tidak mewarisi karakter baik milik kedua orang tuanya.

Sudut mata Mutia berair namun segera Mutia menghapusnya, Bibir Mutia mengulas senyum meski hatinya saat ini meraung-raung ingin mengeluh pada kedua orang tua itu yang sudah dia anggap seperti orang tuanya sendiri, karena dirinya yang sudah yatim piatu sejak lama.

"Masuk yuk Ma... Pasti Mama capek, biar Mutia siapkan Kamar untuk Mama... " Kata Mutia lalu membuka pintu Rumahnya dan menggandeng masuk mertuanya.

Lalu Mobil Kantor yang mengantar Oma pun pergi keluar dari halaman rumah Mutia. Karena yang mengantar Oma Nani supir kantor yang di minta Opa langsung untuk menjemput Oma di bandara dan juga untuk mengantar Mamanya menemui Mutia.

Mutia menyiapkan Kamar Tamu lalu menyiapkan. Makanan di dapur karena tadi dirinya tidak masak banyak, tidak tau kalau Omanya akan berkunjung menemuinya.

Sembari menunggu Opor ayam kesukaan Mertuanya matang, Mutia membuatkan juz Alpukat yang juga di sukai Mertuanya.

Mutia menyajikan Juz alpukat, lalu membawanya ke hadapan Oma Nani yang tengah bertelepon dengan Opa Hadi, sepertinya mengabarkan kalau sudah bertemu dengan dirinya.

"Ini Ma... Silahkan di minum..." Kata Mutia sembari meletakan di meja.

" Terimakasih Sayang... Kamu selalu tau apa yang Mama suka..." Puji Oma Nani lalu mengambil Juz untuk di minumnya, sepertinya sangat kehausan.

Mutia pamit undur diri untuk kembali ke dapur dan menyelesaikan masakannya. Setelah semua makanan matang, Mutia menyajikan dan menata semua makanan di atas meja makan. Setelah itu Mutia pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.

Mutia duduk di Ranjang kamarnya, Matanya tiba-tiba berkaca-kaca, namun segera dia usap kasar untuk membuatnya tersadar bahwa semuanya sudah tidak baik-baik saja.

Langkah Mutia gontai menuju Kamar mandi, Mutia berendam Air hangat sembari memejamkan matanya. Lalu mengenakan handuknya, kemudian setelah hatinya sudah mulai tenang dan kembali stabil, Mutia bangkit dan berdiri sembari mengaca di cermin kamar mandinya.

"Aku harus baik-baik saja, Aku harus menunjukan bahwa Aku layak untuk di hargai, Aku harus lebih baik lagi dari pada saat bersama Mas Haris. Tubuh ini harus lebih sehat dan baik dari pada sebelum bersama Mas Haris... Dan Kedatangan Oma semoga tidak mengubah pendirian ku untuk berpisah dengan Mas Haris... "Kata Mutia sambil menatap pantulan dirinya yang berada di cermin.

****

Mau bunganya dong... Untuk menghibur Mutia,

Kasih Kopi juga boleh supaya hangat dan makin semangat.☺️☺️...🙏🙏🙏

Yuk pencet bintang limannya...🤗🙏🙏🙏

Dukung Mutia agar lebih semangat... 🥰🥰🥰

tinggalkan jejak dengan like, komen dan vote, juga tekan Favoritnya bagi yang belum...🙏😍😍😍

Terimakasih tak terhingga untuk pembaca semua...🙏❤️❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Neulis Saja

Neulis Saja

yg merasakan kan kamu jadi keputusan ada di kamu Mutia ambil keputusan yg membuat kamu lebih baik kedepannya. kan kamu sdh memberi kesempatan padanya tapi ternyata kesempatan itu di sia2kan dan akhirnya mengulang kesalahan yg sama for that reason, make the right decision okay?

2024-12-01

1

TATI PUTRISOLO

TATI PUTRISOLO

sekali selingkuh akan diulang lg... jd tdk ada maaf utk orang yg hobi selingkuh lbh baik hidup sendiri dan anak drpd ada laki tp tukang selingkuh

2025-01-24

0

fsf

fsf

aku suka Mutia perempuan yg kuat dan sabar kelak suatu saat pasti akan mendapatkan kebahagiaan

2024-12-27

0

lihat semua
Episodes
1 Prahara Subuh
2 Penyakit lama
3 Meja Makan
4 Hadiah pahit
5 Amukan Sulung
6 Sesal selalu di akhir
7 Hati yang terluka
8 Serakah
9 Terkunci
10 Pagi
11 Pergi
12 Kehilangan
13 Penyesalan
14 Bertemu
15 Permohonan Haris
16 Tidak bisa
17 Pagi
18 Kedatangan Mertua
19 Bayangan Mutia
20 Permohonan Mertua
21 Kecewa lagi
22 Mengikhlaskan
23 Badai Malam
24 Rumah Sakit
25 Anak-anak pulang
26 Pulang
27 Berjumpa anak-anak
28 Buka puasa pertama
29 Kedatangan Kiara
30 Surat gugatan
31 Amukan Kiara
32 Malam
33 Menengok Kiara
34 Permohonan terakhir
35 Hari pertama dan terakhir
36 Talak
37 Sidang
38 Move on
39 Memenuhi undangan
40 Belanja
41 Malam takbir
42 Di pendopo
43 3 Hari kemudian.
44 Malam indah
45 Undangan
46 Perkelahian
47 Menuju Akad
48 Harapan kosong
49 Rasa yang berbeda
50 Pagi berdua
51 Ujian Atau Karma
52 Apartemen
53 Pertemuan tak terduga
54 Intan
55 Arsya
56 Malam di pendopo
57 Rasa yang hilang
58 Pagi yang hangat
59 Menjadi Kita
60 Berpisah
61 Takdir kah?
62 Pengharapan
63 Kesedihan Mutia
64 Pagi
65 Ini Nyata
66 Sudah seperti Prangko
67 Di kantor
68 Ruang Haris
69 Kumat
70 Intan
71 Menengok Haris
72 cemburu
73 Kiara
74 Kau Cantik Malam ini
75 Haris pingsan
76 Rumah Utama Arsya
77 Sesa
78 USG
79 Proktektifnya Arsya
80 Perkara Biru Atau Hijau
81 Kesepian Haris
82 Raga kosong
83 Lumuran Dosa
84 Sensitifnya Bumil
85 Kontraksi
86 Lahiran
87 Baby Zayn
88 Cerita Pagi hari
89 Kedatangan Haris
90 Lima tahun kemudian
91 pengumuman
92 pengumuman
93 Pengumuman Novel Intan
94 Curahan hati author
95 Pengumuman novel dari Anak Bunda Mutia
96 pengumuman
97 pengumuman zia
98 Pengumuman Zea
99 pengumuman
100 Pengumuman
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prahara Subuh
2
Penyakit lama
3
Meja Makan
4
Hadiah pahit
5
Amukan Sulung
6
Sesal selalu di akhir
7
Hati yang terluka
8
Serakah
9
Terkunci
10
Pagi
11
Pergi
12
Kehilangan
13
Penyesalan
14
Bertemu
15
Permohonan Haris
16
Tidak bisa
17
Pagi
18
Kedatangan Mertua
19
Bayangan Mutia
20
Permohonan Mertua
21
Kecewa lagi
22
Mengikhlaskan
23
Badai Malam
24
Rumah Sakit
25
Anak-anak pulang
26
Pulang
27
Berjumpa anak-anak
28
Buka puasa pertama
29
Kedatangan Kiara
30
Surat gugatan
31
Amukan Kiara
32
Malam
33
Menengok Kiara
34
Permohonan terakhir
35
Hari pertama dan terakhir
36
Talak
37
Sidang
38
Move on
39
Memenuhi undangan
40
Belanja
41
Malam takbir
42
Di pendopo
43
3 Hari kemudian.
44
Malam indah
45
Undangan
46
Perkelahian
47
Menuju Akad
48
Harapan kosong
49
Rasa yang berbeda
50
Pagi berdua
51
Ujian Atau Karma
52
Apartemen
53
Pertemuan tak terduga
54
Intan
55
Arsya
56
Malam di pendopo
57
Rasa yang hilang
58
Pagi yang hangat
59
Menjadi Kita
60
Berpisah
61
Takdir kah?
62
Pengharapan
63
Kesedihan Mutia
64
Pagi
65
Ini Nyata
66
Sudah seperti Prangko
67
Di kantor
68
Ruang Haris
69
Kumat
70
Intan
71
Menengok Haris
72
cemburu
73
Kiara
74
Kau Cantik Malam ini
75
Haris pingsan
76
Rumah Utama Arsya
77
Sesa
78
USG
79
Proktektifnya Arsya
80
Perkara Biru Atau Hijau
81
Kesepian Haris
82
Raga kosong
83
Lumuran Dosa
84
Sensitifnya Bumil
85
Kontraksi
86
Lahiran
87
Baby Zayn
88
Cerita Pagi hari
89
Kedatangan Haris
90
Lima tahun kemudian
91
pengumuman
92
pengumuman
93
Pengumuman Novel Intan
94
Curahan hati author
95
Pengumuman novel dari Anak Bunda Mutia
96
pengumuman
97
pengumuman zia
98
Pengumuman Zea
99
pengumuman
100
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!