Bayangan Mutia

Alunan musik romantis mengiringi tarian dua insan yang tengah bersatu dalam raga penuh ambisi dan nafsu dunia. Membungkus halal dalam awalan yang menciderai ikatan janji suci dari hati yang lain hingga terluka, membungkus nafsu seolah cinta yang nyatanya hanya semu.

Keringat bercucuran mengalir dari semua kulit yang bersentuhan, deru nafas yang memburu berlomba mencapai ke ujung nirwana, sembari memejamkan mata Haris membayangkan yang sedang berada di atasnya adalah Mutia.

Suara-suara aneh yang mengiringi tariannya Dia bayangkan jika itu adalah suara Mutia yang amat dia rindukan. Sapuan dua baris merah merona yang lembab menyapu dirinya juga dia bayangkan dari sentuhan Mutia.

Jari-jari lentik yang melukis di kulitnya juga dia bayangkan dari jari-jari putih lentik dan halus milik Mutia.

Haris sengaja melakukan semua bayangan itu untuk memunculkan hasratnya yang tidak tersalurkan kepada wanita yang halal dia sentuh namun tak mungkin mau di sentuh lagi setelah apa yang dia lakukan.

Hanya dengan membayangkan Mutia dia bisa sebahagia ini, hanya dengan membayangkan Mutia dia bisa merasakan begitu indah seperti di nirwana.

"*ahhhhh Bundaaaa...."

Bahkan saat sudah berada di langit-langit nirwana nama Mutia terlanjur dia teriakan, dirinya tak ingat tubuh siapa yang sesungguhnya tengah berjuang hingga kelelahan di sebelahnya itu.

Kiara marah, dia menepi ke sisi ranjang dan membelakangi Haris suami barunya itu. Dia marah saat bersamanya Haris bisa meneriakkan panggilan kususnya terhadap istri pertamanya itu.

Haris pun tersadar telah melukai hati Kiara, dirinya membalik tubuh Kiara yang membelakangi dirinya itu.

"Maafkan aku Kiara... "Kata Haris saat memandang wajah dan tubuh yang berada di sisinya itu. Wajah dan tubuh yang sempat mengalihkan dunianya sesaat hingga menghancurkan semua kebahagiaan Rumah tangganya .

Entah Haris bingung dengan dirinya, kenapa sekarang meski Kiara tanpa sehelai benang Bun hasrat pada dirinya tidak muncul. Hanya dengan menghadirkan wajah Mutia baru hasrat itu bisa muncul.

Kiara berkaca-kaca lalu memukul dada bidang suaminya dan terisak.

"Kamu Jahat Mas...."

"Kamu berubah...."

"Kamu sudah tidak pernah lagi memanggilku sayang...."

"Dan... tadi... bisa-bisanya menyebut Mbak Mutia di saat seperti tadi...???

"Kamu gila Mas..."

"Kamu pikir hatiku tidak sakittttt???"

Kiara terus memukul Haris dengan terus menangis meluapkan perasaannya yang terasa sakit.

"Maaf... "Kata Haris menerima semua amarah Kiara membiarkan Kiara puas dengan mengeluarkan emosinya.

"Apa lebihnya Mbak Mutia di banding Aku Mas??? Hah??? Tubuh terbungkus itu apa bagusnya??? paling juga banyak korengnya kan!!" Amarah Kiara yang kelewatan.

Plakkkk

Tamparan keras mendarat di pipi mulus Kiara dari tangan Haris secara tiba-tiba. Haris reflek tidak terima saat Kiara mengata-ngatai Mutia seperti tadi, Hanya Haris yang tau betapa baik dan sempurnanya tubuh istri pertamanya yang terjaga itu.

"Kamu... Kamu nampar Aku Mas... Hanya demi si bungkus permen itu Kamu tega sama Aku????" Kata Kiara di iringi Isak tangis sembari memegang pipinya yang merah membentuk bekas tangan Haris.

"Ma... Maaf... "Kata Haris menyesal karena tidak bisa menahan tangannya.

"Jadi seperti ini wujud aslimu Mas??? Kamu ternyata suka main tangan..." Kata Kiara sambil membenahi pakaiannya sembari menahan rasa perih dan panas di pipi juga hatinya.

"Maaf... Aku khilaf..."Kata Haris sembari menyentuh bekas tamparanya pada pipi Kiara yang langsung di tepis oleh Kiara.

****

Ibarat kita pergi ke taman, belum tentu taman berikutnya yang kita datangi akan lebih indah dan baik di banding taman pertama. Kuncinya rasa syukur dan berpuas diri dengan apa yang sudah di miliki, memaksimalkan rasa syukur dengan merawat dan menghargai yang tengah bersama kita. 🤗

Kenikmatan seperti apapun sehebat apapun tidak akan terasa nikmat tanpa di syukuri. Semoga kita selalu bersyukur dengan pasangan kita masing-masing. Menjadi pasangan yang baik yang selalu memandang satu-satunya yang indah hanya pada diri pasangannya, menutup matanya dari yang tidak boleh dinikmati....🤲🌷

Yuk... jejak para pembaca... bintang lima yang ku rindu, koment dan vote yang di nanti...

Dukung terus karya Author ya...

Lempar bunganya dong, hati juga mau bangetttt🤩🤩🤩

Terpopuler

Comments

Ria Paramitha

Ria Paramitha

kunci nya bersyukur saat di beri nikmat dan bersabar saat di beri ujian..

2025-01-14

0

Diajeng Lope

Diajeng Lope

kiara itulah resiko jdi ke 2 jdi jgn sok tersakiti deh gemes polll

2025-02-11

0

Dewi Kuraesin

Dewi Kuraesin

🌹🌹🌹🌹🌹

2025-01-29

0

lihat semua
Episodes
1 Prahara Subuh
2 Penyakit lama
3 Meja Makan
4 Hadiah pahit
5 Amukan Sulung
6 Sesal selalu di akhir
7 Hati yang terluka
8 Serakah
9 Terkunci
10 Pagi
11 Pergi
12 Kehilangan
13 Penyesalan
14 Bertemu
15 Permohonan Haris
16 Tidak bisa
17 Pagi
18 Kedatangan Mertua
19 Bayangan Mutia
20 Permohonan Mertua
21 Kecewa lagi
22 Mengikhlaskan
23 Badai Malam
24 Rumah Sakit
25 Anak-anak pulang
26 Pulang
27 Berjumpa anak-anak
28 Buka puasa pertama
29 Kedatangan Kiara
30 Surat gugatan
31 Amukan Kiara
32 Malam
33 Menengok Kiara
34 Permohonan terakhir
35 Hari pertama dan terakhir
36 Talak
37 Sidang
38 Move on
39 Memenuhi undangan
40 Belanja
41 Malam takbir
42 Di pendopo
43 3 Hari kemudian.
44 Malam indah
45 Undangan
46 Perkelahian
47 Menuju Akad
48 Harapan kosong
49 Rasa yang berbeda
50 Pagi berdua
51 Ujian Atau Karma
52 Apartemen
53 Pertemuan tak terduga
54 Intan
55 Arsya
56 Malam di pendopo
57 Rasa yang hilang
58 Pagi yang hangat
59 Menjadi Kita
60 Berpisah
61 Takdir kah?
62 Pengharapan
63 Kesedihan Mutia
64 Pagi
65 Ini Nyata
66 Sudah seperti Prangko
67 Di kantor
68 Ruang Haris
69 Kumat
70 Intan
71 Menengok Haris
72 cemburu
73 Kiara
74 Kau Cantik Malam ini
75 Haris pingsan
76 Rumah Utama Arsya
77 Sesa
78 USG
79 Proktektifnya Arsya
80 Perkara Biru Atau Hijau
81 Kesepian Haris
82 Raga kosong
83 Lumuran Dosa
84 Sensitifnya Bumil
85 Kontraksi
86 Lahiran
87 Baby Zayn
88 Cerita Pagi hari
89 Kedatangan Haris
90 Lima tahun kemudian
91 pengumuman
92 pengumuman
93 Pengumuman Novel Intan
94 Curahan hati author
95 Pengumuman novel dari Anak Bunda Mutia
96 pengumuman
97 pengumuman zia
98 Pengumuman Zea
99 pengumuman
100 Pengumuman
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prahara Subuh
2
Penyakit lama
3
Meja Makan
4
Hadiah pahit
5
Amukan Sulung
6
Sesal selalu di akhir
7
Hati yang terluka
8
Serakah
9
Terkunci
10
Pagi
11
Pergi
12
Kehilangan
13
Penyesalan
14
Bertemu
15
Permohonan Haris
16
Tidak bisa
17
Pagi
18
Kedatangan Mertua
19
Bayangan Mutia
20
Permohonan Mertua
21
Kecewa lagi
22
Mengikhlaskan
23
Badai Malam
24
Rumah Sakit
25
Anak-anak pulang
26
Pulang
27
Berjumpa anak-anak
28
Buka puasa pertama
29
Kedatangan Kiara
30
Surat gugatan
31
Amukan Kiara
32
Malam
33
Menengok Kiara
34
Permohonan terakhir
35
Hari pertama dan terakhir
36
Talak
37
Sidang
38
Move on
39
Memenuhi undangan
40
Belanja
41
Malam takbir
42
Di pendopo
43
3 Hari kemudian.
44
Malam indah
45
Undangan
46
Perkelahian
47
Menuju Akad
48
Harapan kosong
49
Rasa yang berbeda
50
Pagi berdua
51
Ujian Atau Karma
52
Apartemen
53
Pertemuan tak terduga
54
Intan
55
Arsya
56
Malam di pendopo
57
Rasa yang hilang
58
Pagi yang hangat
59
Menjadi Kita
60
Berpisah
61
Takdir kah?
62
Pengharapan
63
Kesedihan Mutia
64
Pagi
65
Ini Nyata
66
Sudah seperti Prangko
67
Di kantor
68
Ruang Haris
69
Kumat
70
Intan
71
Menengok Haris
72
cemburu
73
Kiara
74
Kau Cantik Malam ini
75
Haris pingsan
76
Rumah Utama Arsya
77
Sesa
78
USG
79
Proktektifnya Arsya
80
Perkara Biru Atau Hijau
81
Kesepian Haris
82
Raga kosong
83
Lumuran Dosa
84
Sensitifnya Bumil
85
Kontraksi
86
Lahiran
87
Baby Zayn
88
Cerita Pagi hari
89
Kedatangan Haris
90
Lima tahun kemudian
91
pengumuman
92
pengumuman
93
Pengumuman Novel Intan
94
Curahan hati author
95
Pengumuman novel dari Anak Bunda Mutia
96
pengumuman
97
pengumuman zia
98
Pengumuman Zea
99
pengumuman
100
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!