Permohonan Haris

Setelah membereskan dapur Mutia ingin beristirahat ke kamarnya, lampu kamar masih mati saat Mutia masuk.

Mutia melepas jilbabnya dan ingin mengganti pakaiannya di dalam kamar, tidak ada ruang ganti seperti di Rumah Utama mereka. Mutia menyalakan lampu lalu memilih baju tidur di lemarinya.

Mutia menanggalkan satu persatu pakaiannya lalu mengganti dengan yang baru, Mutia menuju meja rias lalu memakai pelembab untuk kulitnya, menyisir rambutnya dan mengikatnya ke atas agar tidak gerah.

Sembari bersenandung Mutia berbalik ingin ke ranjangnya dan betapa terkejutnya saat menoleh ke ranjang yang biasanya dia tempati.

"Aaaaah... Astaghfirullah.... Ke... kenapa... Ka kamu... bisa... di... sini....???" Mutia gugup dan terkejut saat melihat Haris berbaring di tempat tidurnya dengan santai dan memeluk gulingnya.

"Kapan Mas Haris masuk???" Tanya Mutia saat sudah menguasai dirinya.

"Sudah dari tadi, kamu aja yang Ndak lihat..." Kata Haris sambil memejamkan matanya.

Mutia langsung memerah wajahnya karena malu membayangkan jika Haris melihat dirinya sedari tadi. "Maaf Mas... Tolong pulanglah..."Kata Mutia berusaha sabar menghadapi Haris.

Haris justru memejamkan matanya seolah-olah sudah tertidur tidak mengindahkan permohonan Mutia padanya. Dia tidak ingin pulang jika perlu dirinya ikut tinggal di sini bersama Mutia dan anak-anaknya.

"Aku tau Mas Haris belum tidur... "Kata Mutia.

"Aku rindu panggilan Ayah keluar dari bibir manis mu Bun..."Jawab Haris masih memejamkan mata, sejujurnya dia tengah memendam hasrat saat memandang Mutia berganti tadi, namun dirinya tau diri bila dirinya tidak pantas meminta di saat seperti ini.

Mutia memandang Haris tidak percaya, bisa-bisanya Haris berkata seperti itu di saat hubungannya sedang seperti ini. Mutia pun memutuskan untuk pergi ke kamar Intan saja, namun baru saja langkah kakinya berjalan satu langkah, tangannya di tarik oleh Haris hingga terduduk di ranjang.

"Bunda Mau kemana???" Tanya Haris memandang Mutia penuh dengan harapan.

"Kalau Mas Haris ingin tidur di sini, Aku ingin tidur di tempat Kakak saja..."Kata Mutia lalu berdiri namun dirinya ditahan oleh Haris.

Haris duduk bersimpuh di bawah dan memeluk pinggang Mutia dari bawah. Wajahnya mendongak memandang Mutia yang tengah berdiri.

"Jangan seperti ini..."Kata Mutia lalu duduk kembali.

"Jangan membuat semuanya menjadi rumit Mas... Ayo kita berpisah baik-baik..." Kata Mutia melepas tangan Haris dari pinggangnya.

Haris memegang tangan Mutia lalu mengecupnya berkali-kali sambil berurai air mata penuh dengan penyesalan, sudah terlalu dalam dia menyakiti Mutia namun dirinya masih belum bisa merelakan bila rumah tangganya dengan Mutia hancur.

"Maafkan Aku Bun... Aku sudah melukaimu terlalu dalam..."Kata Haris sambil menggenggam tangan Mutia yang dingin.

"Maafkan Aku atas semua keserakahan yang membuat kita semua jadi seperti ini..." Kata Haris lagi.

Mutia membisu lidahnya Kelu, dia sudah lelah membuang air matanya dengan perasaan sedih selama ini. Mungkin juga air matanya yang sudah habis tak mau keluar lagi.

"Maaf... " Kata Mutia akhirnya sambil menarik nafas menahan emosi di dalam dirinya.

"Kita bukan anak kecil lagi, anak-anak juga sudah mulai besar, Mari kita jalani hidup kita masing-masing. Aku sudah cukup bahagia seperti ini, ternyata sendiri tidak terlalu buruk. Kita tetap bisa membesarkan mereka bersama kelak biarkan mereka memilih ingin tinggal dimana, sudah tidak perlu kita bertengkar lagi. Mari kita berpisah secara baik-baik..."Kata Mutia sambil melepas tangan Haris.

"Bun... Seandainya aku melepas Kiara, apakah Bunda mau tetap mempertahankan rumah tangga kita ini?"Tanya Haris masih dengan bersimpuh.

Mutia terkejut dengan ungkapan Haris barusan, apakah sungguh Haris akan melepas Kiara demi dirinya dan anak-anaknya. Lalu langkah apa yang akan ditempuh dirinya setelah ini, haruskah dirinya memaafkan Haris dan melupakan kesalahannya kembali, Apakah Haris tidak akan mengulangi kembali jika di beri kesempatan. Pikiran Mutia penuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuatnya bingung dalam mengambil keputusan.

****

Yuk Bun... kasih semangat Mutia dengan like , komentar dan vote ya... jangan lupa favoritnya...🙏🤗🌷🌷🌷🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

G** Bp

G** Bp

sekarang aja bisa ngomong gitu tapi nanti pasti ada. Kiara Kiara yg lain...

2024-11-19

1

Indah Lestari

Indah Lestari

penyakit slingkuh tak kan pernah bilang, klaupun d kasih kesempatan suatu saat dia akan mengulangi lagi

2024-11-15

0

Tri Saswito

Tri Saswito

jadi males bacnya sebel sma haris yg dia lakukan bukan penyesalan tpi ke egoisan

2025-01-13

0

lihat semua
Episodes
1 Prahara Subuh
2 Penyakit lama
3 Meja Makan
4 Hadiah pahit
5 Amukan Sulung
6 Sesal selalu di akhir
7 Hati yang terluka
8 Serakah
9 Terkunci
10 Pagi
11 Pergi
12 Kehilangan
13 Penyesalan
14 Bertemu
15 Permohonan Haris
16 Tidak bisa
17 Pagi
18 Kedatangan Mertua
19 Bayangan Mutia
20 Permohonan Mertua
21 Kecewa lagi
22 Mengikhlaskan
23 Badai Malam
24 Rumah Sakit
25 Anak-anak pulang
26 Pulang
27 Berjumpa anak-anak
28 Buka puasa pertama
29 Kedatangan Kiara
30 Surat gugatan
31 Amukan Kiara
32 Malam
33 Menengok Kiara
34 Permohonan terakhir
35 Hari pertama dan terakhir
36 Talak
37 Sidang
38 Move on
39 Memenuhi undangan
40 Belanja
41 Malam takbir
42 Di pendopo
43 3 Hari kemudian.
44 Malam indah
45 Undangan
46 Perkelahian
47 Menuju Akad
48 Harapan kosong
49 Rasa yang berbeda
50 Pagi berdua
51 Ujian Atau Karma
52 Apartemen
53 Pertemuan tak terduga
54 Intan
55 Arsya
56 Malam di pendopo
57 Rasa yang hilang
58 Pagi yang hangat
59 Menjadi Kita
60 Berpisah
61 Takdir kah?
62 Pengharapan
63 Kesedihan Mutia
64 Pagi
65 Ini Nyata
66 Sudah seperti Prangko
67 Di kantor
68 Ruang Haris
69 Kumat
70 Intan
71 Menengok Haris
72 cemburu
73 Kiara
74 Kau Cantik Malam ini
75 Haris pingsan
76 Rumah Utama Arsya
77 Sesa
78 USG
79 Proktektifnya Arsya
80 Perkara Biru Atau Hijau
81 Kesepian Haris
82 Raga kosong
83 Lumuran Dosa
84 Sensitifnya Bumil
85 Kontraksi
86 Lahiran
87 Baby Zayn
88 Cerita Pagi hari
89 Kedatangan Haris
90 Lima tahun kemudian
91 pengumuman
92 pengumuman
93 Pengumuman Novel Intan
94 Curahan hati author
95 Pengumuman novel dari Anak Bunda Mutia
96 pengumuman
97 pengumuman zia
98 Pengumuman Zea
99 pengumuman
100 Pengumuman
Episodes

Updated 100 Episodes

1
Prahara Subuh
2
Penyakit lama
3
Meja Makan
4
Hadiah pahit
5
Amukan Sulung
6
Sesal selalu di akhir
7
Hati yang terluka
8
Serakah
9
Terkunci
10
Pagi
11
Pergi
12
Kehilangan
13
Penyesalan
14
Bertemu
15
Permohonan Haris
16
Tidak bisa
17
Pagi
18
Kedatangan Mertua
19
Bayangan Mutia
20
Permohonan Mertua
21
Kecewa lagi
22
Mengikhlaskan
23
Badai Malam
24
Rumah Sakit
25
Anak-anak pulang
26
Pulang
27
Berjumpa anak-anak
28
Buka puasa pertama
29
Kedatangan Kiara
30
Surat gugatan
31
Amukan Kiara
32
Malam
33
Menengok Kiara
34
Permohonan terakhir
35
Hari pertama dan terakhir
36
Talak
37
Sidang
38
Move on
39
Memenuhi undangan
40
Belanja
41
Malam takbir
42
Di pendopo
43
3 Hari kemudian.
44
Malam indah
45
Undangan
46
Perkelahian
47
Menuju Akad
48
Harapan kosong
49
Rasa yang berbeda
50
Pagi berdua
51
Ujian Atau Karma
52
Apartemen
53
Pertemuan tak terduga
54
Intan
55
Arsya
56
Malam di pendopo
57
Rasa yang hilang
58
Pagi yang hangat
59
Menjadi Kita
60
Berpisah
61
Takdir kah?
62
Pengharapan
63
Kesedihan Mutia
64
Pagi
65
Ini Nyata
66
Sudah seperti Prangko
67
Di kantor
68
Ruang Haris
69
Kumat
70
Intan
71
Menengok Haris
72
cemburu
73
Kiara
74
Kau Cantik Malam ini
75
Haris pingsan
76
Rumah Utama Arsya
77
Sesa
78
USG
79
Proktektifnya Arsya
80
Perkara Biru Atau Hijau
81
Kesepian Haris
82
Raga kosong
83
Lumuran Dosa
84
Sensitifnya Bumil
85
Kontraksi
86
Lahiran
87
Baby Zayn
88
Cerita Pagi hari
89
Kedatangan Haris
90
Lima tahun kemudian
91
pengumuman
92
pengumuman
93
Pengumuman Novel Intan
94
Curahan hati author
95
Pengumuman novel dari Anak Bunda Mutia
96
pengumuman
97
pengumuman zia
98
Pengumuman Zea
99
pengumuman
100
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!