Bab XVII - Kemarahan Yi Wang

Jika orang lain merasa seram dengan aura dingin yang di keluarkan Xuan Chen, maka lain halnya dengan Yi Changyin. Hatinya terasa menghangatkan setelah pria itu mengakui dirinya adalah gadisnya. Oh langit, mimpi apa dia semalam?

Tapi tetap saja dia merasa heran. Kenapa Xuan Chen bisa berubah seperti ini? Rasanya dia merasakan aura iblis di dalam tubuhnya. Aneh.

Xuan Ye dan Xuan Hua bersembunyi di balik pohon. Sepertinya dia tidak mau berimbas karena perubahan Xuan Chen yang jauh lebih kuat. Entah dari mana pria itu mendapatkannya. Mereka berdua hanya bisa membulatkan mata dan mulutnya, menunggu lalat masuk.

Mata Xuan Chen semakin dingin, dia naik beberapa meter di atas permukaan tanah. Kedua tangannya yang menyilang di atas dada, seperti mencengkram udara kosong. Keluarlah aura hitam yang begitu menekan para prajurit itu untuk terdiam.

Saat energi spiritual hitam itu sudah terkumpul banyak di lengannya, Xuan Chen melemparkan semuanya ke arah belasan prajurit yang tersisa itu. Yang terkena, tubuhnya seperti terbakar oleh api hitam. Mereka hangus begitu saja.

Bahkan yang berusaha menahan pun sia-sia. Mereka semua termasuk mayat-mayat yang lain habis terbakar oleh sesuatu yang aneh. Hanya abu hitam saja yang tersisa. Bisa-bisanya Xuan Chen berubah menjadi mengerikan!

"Xuan Chen.. apa yang terjadi padamu?" Tanya Yi Changyin dengan lembut.

Sosok Xuan Chen yang asing itu membalikkan tubuhnya, menatap Yi Changyin yang terluka parah itu. Penampilannya begitu berantakan.

"Siapa kau?" Pertanyaan itu begitu dingin. Tidak, lebih tepatnya begitu menusuk. Bukankah tadi Xuan Chen yang asing itu mengakui kalau dia adalah gadisnya?! Ada yang tidak beres!

"Xuan Chen, aku Yi Changyin.. Yi Changyin.. Aku adalah rubah ekor sembilan milikmu." Jelas Yi Changyin dengan cemas. Dia takut kalau Xuan Chen yang dia kenal tidak akan kembali lagi untuk selamanya.

Yi Changyin.. ketika getaran yang menyebutkan suatu nama itu menyentuh gendang telinganya, Xuan Chen seperti kembali sadar walaupun hanya setengah. Nama gadis itu seperti berpengaruh besar pada jiwanya.

"Yi Changyin?" Gumamnya bingung.

"Uh!"

Tiba-tiba Xuan Chen memegangi kepalanya, rasa pening terasa menusuk-nusuk sarafnya. Tatapan dingin dan wajah asing itu segera luntur. Bayangan sayap emas di belakang punggungnya menghilang. Pria itu terjatuh ke tanah dengan seteguk darah dia muntahkan.

Yi Changyin segera menghampiri Xuan Chen, meletakkan kepala pria itu di dalam pelukannya. Xuan Chen masih terpejam dengan kedua alisnya yang di rajut.

"Apa yang terjadi?" Tanyanya terdengar ambigu.

"Apakah kau tidak mengingat apapun?" Tanya Yi Changyin dengan lembut. Namun, dia merasa ada yang aneh dengan hari ini. Sepertinya dia harus mencari tahu!

Xuan Chen menggeleng lemah. "Aku tidak tahu. Changyin.. Sebenarnya.. apa yang terjadi?" Katanya dengan nada yang lemah. "Mengapa aku tiba-tiba merasa kelelahan?"

Xuan Chen tidak mengingat apapun dengan kejadian aneh yang terjadi pada dirinya. Yi Changyin tidak perlu khawatir, setidaknya Xuan Chen baik-baik saja.

"Sudahlah.. istirahatlah.." Ujar Yi Changyin sambil memeluk kepala Xuan Chen.

Raut wajah gadis itu menunjukkan kesedihan. Dia pernah menjadi sosok asing, Xuan Chen juga pernah. Apakah mereka benar-benar bukan Xuan Chen ataupun Yi Changyin? Yang tidak saling mengenal?

"Changyin.." Panggil Xuan Chen lemah.

"Aku disini.."

Masih dengan mata terpejam, tubuh pria itu bergerak tanpa di duga-duga. Xuan Chen meletakkannya dagunya di bahu Yi Changyin, kedua tangannya berpangku di belakang punggung gadis itu. Seketika Yi Changyin membeku.

"Jangan tinggalkan aku sendirian lagi." Ujarnya dengan nada yang penuh harap.

Yi Changyin mengerti maksudnya. Pria itu di kurung dalam rumah dan membiarkan dirinya bertarung melawan pria-pria asing itu. Alasan Yi Changyin banyak, tentunya itu yang terbaik bagi Xuan Chen. Tapi pria lemah itu berhati kesatria, dia selalu ingin melindungi orang-orang tercintanya sebisa mungkin.

"Aku hanya tidak ingin kau terluka." Jawab Yi Changyin lirih sambil membalas pelukannya.

"Sesekali aku ingin melindungimu. Apakah tidak boleh?"

"Kau adalah tuanku, aku adalah bawahanmu. Akulah yang seharusnya melindungimu."

Xuan Chen tersenyum. "Kapan aku pernah menganggapmu sebagai bawahan?"

Yi Changyin terisak, dia mengeratkan pelukannya. Dia tidak mau menjawab. Entah dia harus bersedih atau menangis.

"Satu hal yang aku sesali adalah membuatmu tertekan di bawah jalinan kontrak. Jika ada cara yang aman, sebaiknya kita memutuskannya lebih cepat.."

Yi Changyin menggeleng cepat. "Tidak.. aku tidak menyesalinya sama sekali." Katanya dengan suara parau. "Jangan putuskan kontrak ini sampai aku menjadi Dewi tertinggi. Yaa? Kumohon.." Gadis itu terdengar menangis, membuat rasa tak tega di hati Xuan Chen.

"Aku takut jika..."

"Aku akan menerima apapun resikonya." Potong Yi Changyin dengan yakin. Sepertinya gadis itu benar-benar sudah membulatkan tekadnya.

Lagipula Xuan Chen tidak mau meninggalkan atau di tinggalkan gadis itu. Menjalin kontrak adalah jalan terbaik bagi keduanya jika ingin terus bersama. Tapi akankah langit menerimanya?

Di balik pepohonan, dua orang memperhatikan mereka. Satu orang melihatnya dengan emosi yang menggebu-gebu. Siapa lagi kalau bukan Wen Yuexin dan Xueqi, pelayannya.

Wen Yuexin sangat iri dengan pencapaian gadis itu yang begitu cepat. Bahkan dia yang bersama Xuan Chen selama bertahun-tahun bisa terkalahkan. Semua ini tentunya gara-gara Xuan Ye yang mengancam Xuan Chen terlebih dahulu, lalu di larang oleh selir agung dan permaisuri. Jika bukan karena Wen Yuexin hidup bergantung pada mereka, dia pasti akan melawan sesuka hati.

Semua orang bisa melihat, seseorang turun dari atas. Dia adalah Yi Xuemei yang tampak gentir melihat keadaan sekitar yang begitu kacau. Baru saja di tinggal sebentar, kediaman ini sudah seperti terkena bencana alam. Wen Yuexin tersenyum misterius melihat kedatangan gadis itu. Sebenarnya apa yang di rencanakannya?

"Apa yang terjadi?" Tanya Yi Xuemei dengan jantung yang berdegup kencang, dia mulai berjongkok di depan meteka. Melihat Yi Changyin yang berantakan penuh luka dan Xuan Chen yang terlihat lemah, membuat gadis itu merasakan firasat yang lebih buruk lagi.

Yi Changyin masih memeluk Xuan Chen, pria itu seperti sudah menempel padanya. "Sekelompok orang aneh datang menyerbu kami berdua. Aku tidak tahu siapa yang memerintahkan mereka. Tapi kekuatan mereka begitu aneh."

Ekspresi Yi Xuemei terlihat rumit. "Apa? Aneh bagaimana?"

Yi Changyin mulai menjelaskan semua yang terjadi beberapa waktu lalu. Tanpa di sadari, Wen Yuexin saat itu sudah beraksi secara diam-diam. Dia mengumpulkan energi spiritual dari awan di dalam genggaman tangannya.

Aura spiritualnya yang berwarna hijau. Ya, tingkat kultivasi Wen Yuexin berada di kristal level satu. Aura spiritual hijau itu menyatu dengan kepulan putih yang dia serap dari awan. Kekuatannya begitu besar, tapi tak bisa terdeteksi oleh tingkat Dewi tahap awal seperti Yi Changyin. Apalagi yang berada di bawahnya.

Tanpa di duga sebelumnya, cahaya putih menghampiri ketiganya dengan cepat. Yi Changyin dan Yi Xuemei tidak sempat menghindar ataupun menghadang. Ini sangat cepat! Hingga sosok ketiganya menghilang di udara kosong.

Mengeluarkan mantra sebanyak itu, membuat energi spiritualnya sedikit terkuras. Wen Yuexin segera memuntahkan seteguk darah segar. Tapi setidaknya dia berhasil dan tidak akan di marahi Permaisuri dan Selir agung.

"Junzhu.." Xueqi memanggil dengan khawatir.

"Tidak apa.. aku baik-baik saja." Dia tersenyum miring. "Setidaknya aku bisa menghancurkan hubungan kedua orang itu."

.......

.......

.......

Bruk!! Brukk!! Brukk!!

Tiga orang terjatuh di atas lantai kayu dengan wajah yang kesakitan. Mereka adalah Yi Changyin, Yi Xuemei dan Xuan Chen. Entah apa dan di bawa kemana cahaya aneh yang tidak diketahui asal usulnya itu.

Tapi saat Yi Xuemei menyapu keadaan sekitar, matanya terbelalak. "Mengapa kita bisa berada di kediaman Yi?!" Pekik gadis itu merasa terkejut.

Yi Changyin membelalakkan kedua matanya. "Gawat..."

Xuan Chen merasa bingung dengan apa yang terjadi. Tapi dia juga sedikit tahu, apa yang di katakan Yi Xuemei saat itu adalah kepalsuan. Pasalnya dia mendengar Yi Xuemei berkata tidak akan memberitahu hal ini pada ayah mereka. Itulah mengapa keduanya terlihat cemas. Ah sial! Bahkan Xuan Chen sendiri merasa takut.

"Yin'er!!" Tiba-tiba seseorang berteriak dari dalam. Ternyata mereka berada di depan pintu aura utama. Sungguh sial berkali-kali lipat. Sebenarnya siapa yang mengirim mereka kemari? Sungguh berani huh!

Wanita itu adalah Qin Ruyi, dia langsung memeluk Yi Changyin tanpa ragu.

"Ibu.." Gumam gadis itu.

Xuan Chen merasa malu, dia telah menjadi tuan Yi Changyin. Sekarang dia bertemu dengan ibunya. Sungguh memalukan.

Tiba-tiba orang berdatangan. Yi Wang, Yi Huanfu dan Feng Chao berserta beberapa pelayan. Jantung Yi Changyin dan Yi Xuemei semakin berpacu kencang, mereka saling melirik dalam kecemasan. Terutama saat melihat wajah Yi Wang, ayah mereka.

"Apa yang terjadi pada kalian?" Tanya Yi Wang terlihat cemas. Aih! Mungkin kecemasan ini akan segera di ganti dengan kemarahan sebentar lagi.

"Itu.. kami.."

"Apa yang terjadi?" Feng Chao mendesak putrinya.

"Kami di serang oleh sekelompok aneh saat bersama manusia itu, lalu entah kekuatan apa hingga membawa kami kemari" Jelas Yi Xuemei agak berbohong.

"Siapa yang berani menyerang anakku?!" Seru Feng Chao berapi-api.

"Anakku, mengapa energi spiritualmu begitu sedikit lemah dan terluka separah ini?" Tanya Qin Ruyi cemas.

"Itu benar, kemari.. ayah akan memeriksa denyut nadimu." Ujar Yi Wang sambil berjongkok di hadapan Yi Changyin.

Gadis itu segera menyembunyikan tangannya. "Tidak perlu, aku baik-baik saja. Ayah.." Yi Changyin memaksakan senyumannya.

Yi Wang terkekeh pelan. "Memangnya kenapa?" Pria itu menarik tangan kiri putrinya. "Jangan pernah ragukan ilmu medis ayahmu." Dengan senang hati, Yi Wang memeriksa denyut nadi Yi Changyin.

Wajah gadis itu di banjiri keringat dingin, dia tau sebentar lagi ayahnya akan mengetahui hal memalukan apa yang dia lakukan. Dia melirik Xuan Chen sekilas selagi ayahnya meneliti denyut nadi Yi Changyin yang agak aneh. Pria itu hanya menggeleng pelan, memberi isyarat untuk tidak terlalu cemas.

Tidak cemas bagaimana! Yi Wang pasti akan tahu yang sebenarnya sekarang!

Benar saja, raut wajah pria yang hampir tua itu berubah menjadi dingin. Yi Changyin semakin gemetaran mengeluarkan keringat dingin. Masih dengan wajah yang dingin, dia meraih tangan kiri Xuan Chen. Raut wajahnya semakin tidak enak di lihat. Bahkan Yi Xuemei pun ikut gemetaran.

Yi Wang tidak berkata-kata lagi, pria itu mendirikan badannya. Wajahnya masih terlihat dingin dan tidak menyenangkan. Dia segera mengibaskan tangannya, seketika satu keluarga itu berada di ruangan tertutup yang sedikit tidak asing.

Sekelilingnya hanya tembok berlumut tanpa pintu. Bahkan hanya ada satu lubang angin yang kecil. Siapapun yang hidup di sana, lama kelamaan pasti akan mati kehabisan nafas. Tentu Yi Changyin tahu kalau tempat ini adalah ruangan kedap suara milik klan rubah ekor sembilan. Biasanya ini adalah tempat bagi pemimpin memarahi atau menghukum mereka setelah melakukan hal yang memalukan.

Plak!!

Tanpa berbicara, Yi Wang menampar pipi kanan Yi Changyin hingga terpental jauh ke arah Xuan Chen. Semua orang terkejut terutama Qin Ruyi dan Xuan Chen. Feng Chao yang melihat hal ini hanya tersenyum miring, dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Changyin.. kau baik-baik saja?" Bisik Xuan Chen terdengar hangat. Dia meletakkan Yi Changyin di dalam pelukannya. Semua orang hanya terdiam. Terutama Yi Wang yang sedang di selubungi emosi, apalagi saat pria asing itu menyentuh putrinya.

"Tuan, ada apa ini?" Tanya Qin Ruyi cemas.

"Anakmu melakukan hal yang memalukan, itu saja." Sahut Feng Chao sarkartis.

Melihat pria itu Qin Ruyi bisa menebak apa yang terjadi. Bukan, Qin Ruyi bukan mengira kalau putrinya kehilangan kesucian, tapi melakukan hubungan kontrak!

Qin Ruyi menutup mulutnya terkejut. "Jangan bilang.."

"Tuan Yi, aku yang salah.. aku.."

"Diam!" Potong Yi Wang berteriak. "Sudah cukup kau mempermalukan klan kami. Sekarang masih berani menyentuh putriku?!"

Xuan Chen melirik Yi Changyin yang berada di pelukannya. Deru nafas gadis itu sangat lemah, dia tidak tega untuk membiarkannya begitu saja.

"Tuan, jangan hukum lagi, dia sedang一"

"CUKUP!!" Yi Wang mengeluarkan gelombang spiritual, melemparkan Xuan Chen hingga badannya berakhir bersentuhan dengan tembok berlumut itu. Seluruh badannya langsung di belenggu oleh energi spiritual yang kuat, hingga tidak bisa bergerak sejengkal pun.

Yi Changyin yang menyadari sesuatu pergi secara paksa, dia membuka matanya. Badannya merangkak, hendak menghampiri pria yang sedang kesakitan itu. "Xuan Chen.. kau.. baik-baik.. saja?" Ucap gadis itu dengan kata yang terputus-putus.

"Yi Changyin! Aku tidak mengizinkanmu menghampirinya!"

Yi Wang terlihat sangat marah, dia turut melemparkan Yi Changyin pada sisi lain. Dekat dengan Yi Xuemei. Sekarang gadis itu berhati baik pada adiknya, tak ragu dia menghampiri Yi Changyin walau ada mata ibunya di sana.

"Adik.." Yi Xuemei meletakkan Yi Changyin ke dalam pelukannya.

"Xuemei! Kemari! Jangan berdekatan dengan gadis busuk itu!" Maki Feng Chao. Dia tidak terima Yi Xuemei berdekatan dengan gadis itu. Tentu saja semua orang terkejut karena Yi Xuemei bersikap lembut pada adiknya itu.

"Tidak! Ayah, adikku tidak bersalah. Xuan Chen juga tidak bersalah!" Yi Xuemei membela adikknya yang membuat Feng Chao melotot.

"Kau一?!"

"Xuemei! Apakah kau pikir mempermalukan alam langit tidak mempermalukan alam langit?!" Tegur Yi Wang berapi-api. Bahkan dia mengeluarkan auranya sebagai Dewa tertinggi dan membuat semua orang tertekan.

Yi Xuemei menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Yi Wang yang mengeluarkan aura mengintimidasi itu. "Ayah.. aku bisa jelaskan apa yang terjadi. Mohon dengarkan penjelasanku."

"Xuemei! Mengapa kau menjadi berpihak pada gadis busuk itu?!" Teriak Feng Chao tidak terima.

"Ibu, Yi Changyin adalah adikku. Apakah tidak pantas aku memihak padanya? Apa yang di lakukannya ini bukan kesalahan!!"

Yi Xuemei mengetahui alasan Yi Changyin, karena itulah dia tidak marah atau apapun itu. Gadis itu memiliki alasan baik walaupun banyak orang yang menentangnya.

"Xuemei! Apapun alasanmu, kesalahan Yi Changyin kali ini tidak bisa di toleransi. Dia bukan putri dari kalangan warga biasa. Semua Dewa dan Dewi menghormati klan dan keluarga kita. Jika mereka tahu salah satu keturunannya melakukan hal yang memalukan, apakah kau pikir ayah masih punya muka jika berhadapan dengan mereka nanti?!!"

"Aku.."

"Sudahlah! Aku akan mengurung manusia ini di penjara dingin. Untuk Yi Changyin, aku akan mengurungmu di kamar selama mungkin!"

Mendengar hal itu, kesadaran Yi Changyin langsung terbangun. "Ayah! Penjara dingin tidak cocok untuk manusia biasa. Kau tidak boleh seperti itu pada Xuan Chen. Kumohon.." Yi Changyin terisak, dia tak ada malunya untuk memohon.

"Aku tidak apa-apa.." Ujar Xuan Chen lirih.

Gadis itu menoleh ke arah Xuan Chen dengan sendu. Mengapa akan terjadi hal seperti ini? Dia tak pernah bisa menyangka.

"Jaga dirimu.. aku akan baik-baik saja."

"Tidak!" Yi Changyin menekuk lututnya susah payah. "Ayah, jika Xuan Chen kepenjara dingin. Maka kirim aku juga!"

"Kau一?!" Yi Wang menunjuk Yi Changyin dengan emosi. "Sejak kapan kau bersikap lancang kepadaku!!"

Yi Changyin terdiam, entah kenapa suasana di sana berubah menjadi dingin. Yi Wang tidak melakukannya, Feng Chao juga tidak. Yi Xuemei dan Yi Huanfu juga tidak. Tidak mungkin untuk Qin Ruyi dan Xuan Chen. Maka orang yang mengeluarkan aura itu adalah.. Yi Changyin.

Gadis itu menegakkan tubuhnya, mengangkat kepalanya. Manik hitam itu menghilang, di gantikan dengan biru terang yang terlihat begitu dingin.

Tentu saja semua orang terkejut melihat hal itu. Yi Changyin bagaikan bukan seperti biasa yang mereka kenal. Mungkin wajahnya masih Yi Changyin, tapi terlihat begitu asing.

"Jangan mengganggu apa yang kulakukan.." Katanya dengan dingin. Bahkan tekanan Dewa tertinggi Yi Wang malah menyusut ketika berpapasan dengan aura yang di keluarkan Yi Changyin. "Semua yang ku lakukan adalah benar."

Yi Wang bisa melihat sesuatu di dahi Yi Changyin. Itu adalah tanda lahirnya yang terlihat samar. Tapi kali ini tampak jelas dan bukan seperti ekor Phoenix. Yi Wang mungkin sedikit mengenali tanda ini. "Ini.."

Bagaikan hanya menyampaikan sebuah pesan, mata biru dingin dan asing itu kembali menghilang. Manik itu kembali berubah hitam sebelum akhirnya Yi Changyin jatuh ke tanah dengan badan yang lemas.

.......

.......

.......

Shen Lan tiba di depan halaman rumah Xuan Chen. Pria itu menganga saat melihat keadaannya begitu kacau. Lingkungan bunga Persik yang rapi dan indah kini berantakan. Semua tanaman-tanaman Xuan Chen rata dengan tanah bagaikan terinjak.

Semua benda yang berada di halaman depan berantakan. pintunya hilang entah kemana. Mungkin kepingan kayu di bawah itu adalah pintu rumah Xuan Chen yang telah di hancurkan. Juga ada abu-abu aneh seperti bekas pembakaran memenuhi halaman rumah itu. Keadaannya begitu kacau!

Shen Lan memfokuskan batinnya, dia sedang mencari apakah ada jejak Yi Changyin atau tidak. Matanya kembali terbuka. "Aneh, mereka masih baik-baik saja, tapi berada di tempat jauh."

Shen Lan menghela nafas, merasakan Yi Changyin masih baik-baik saja tapi entah di mana. Dia juga tidak tahu apa yang terjadi di sini. Walaupun dia sudah mendapatkan buku itu berkat bantuan jiwa Dewi yang menyerupai Xuan Rong, tapi dia tidak senang melihat kekacauan seperti ini.

Saat sedang memikirkan sesuatu, dia merasakan ada pergerakan di dekat sana, di tengah-tengah pepohonan yang berjejer rapi. Dengan hati-hati, dia mematikan auranya, pelan-pelan menuju kesana untuk melihat apa yang terjadi.

Setelah masuk lebih jauh, Shen Lan dapat melihat dua orang wanita di sana. Kedua mata pria serba biru tua itu membola. "Wen Yuexin?!"

.......

.......

.......

Jangan lupa like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉

Terpopuler

Comments

Reyhana Triha

Reyhana Triha

7u7

2021-04-15

1

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

Kak, bersedih ama menangis bukannya sama aja yak? :v

2021-03-18

2

🆃🅸🅺⸙ᵍᵏ📴

🆃🅸🅺⸙ᵍᵏ📴

bkin penasaran ini cerita

2021-03-17

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!