Bab XII - Ketika Di Cambuk

Shen Lan kembali kedalam kawasan klan rubah ekor sembilan. Kedatangannya sangat ia rahasiakan, hingga menggunakan pelindung spiritual yang membuat tubuhnya transparan. Bahkan auranya tidak akan bisa terdeteksi oleh siapapun.

Masih di dalam sana, Shen Lan berputar-putar mencari orang yang dapat di andalkan. Mendengar Yi Changyin akan di cambuk dengan artefak langka, membuatnya sedikit panik dan hendak mencari bantuan. Sepertinya, wajah datar Shen Lan akan segera musnah.

Melihat Qin Ruyi sedang berbincang dengan Yi Wang dan seorang tamu penting, membuat Shen Lan berdecak kesal. Awalnya dia berharap pada Yi Huanfu. Tapi pria itu malah masuk dan ikut berbicara dengan hangat yang mungkin tidak akan pernah berakhir. Ah sialnya!

Lagipula jika meminta bantuan Qin Ruyi, akan kurang dramatis. Jika leluhur atau paman yang lain.. maka tentang kontrak Yi Changyin dan Xuan Chen akan terbongkar sudah. Dan Yi Changyin akan berakhir di kurungan penjara klan rubah ekor sembilan yang paling dingin.

Dia perlu mencari orang yang gampang terhasut tapi tidak mau mempermalukan klannya. Gadis yang pintar membual dan membuat orang lain terpojok tapi sangat terpercaya. Di klan ini hanya ada satu, yaitu Yi Xuemei. Manamungkin harus gadis itu?!

Mau tak mau, Shen Lan harus memanfaatkan gadis itu untuk nonanya. Dia berjalan menyusuri kediaman keluarga Yi untuk mencari keberadaan Yi Xuemei. Ternyata gadis itu sedang bersantai di taman. Shen Lan berhenti, kemudian tersenyum penuh rencana. Dia kembali berjalan sambil melepaskan aura spiritual pelindung tubuhnya.

"Salam nona Xuemei.." Shen Lan membungkuk saat sudah berada di hadapan gadis itu.

Yi Xuemei mendelik. "Bukankah kau bunga roh milik Yi Changyin? Kenapa kau pulang? Sedangkan dia saja belum muncul-muncul di tempat ini." Yi Xuemei terkekeh pelan. "Apakah dia sudah mati?"

Ingin sekali Shen Lan menarik bibir gadis sialan itu. Tapi Shen Lan harus bersabar, ingat.. dia masih membutuhkan gadis itu. Apapun yang terjadi, saat ini Yi Xuemei harus menjadi penyelamat Yi Changyin.

"Nona sudah selesai berkultivasi dan mencapai Dewi tahap awal level tiga." Mendengar hal itu sontak membuat Yi Xuemei menelan ludahnya sudah payah. Gadis yang di rundungnya itu telah melangkah lebih jauh darinya. Apakah dia akan kalah kali ini?

"Apa.. apa urusannya denganku?" Ujar Yi Xuemei dengan ketus, berusaha bersikap tak peduli. Sedangkan hatinya terus di liputi kecemasan. Bagaimanapun dia tahu, Shen Lan bukan pria yang suka berbohong walaupun sering di tuduh berbohong olehnya.

Yi Changyin mungkin tidak akan lolos dari Feng Chao, tapi tetap saja Yi Xuemei akan menjadi bahan gertakannya. Selain itu, Yi Changyin pasti akan mendapatkan dukungan dari leluhur dan para paman. Sungguh mimpi buruk. Pergi selama seratus tahun saja sudah naik begitu banyak. Bagaimana kalau dia kembali selama seribu atau ribuan tahun? Mungkin pulang-pulang sudah muncul sebagai Dewi tertinggi.

Shen Lan tersenyum samar, dia senang melihat Yi Xuemei tertekan seperti itu. Semakin terpancing, akan semakin mudah memanfaatkannya untuk menyelamatkan Yi Changyin. Sebagai bunga roh, dia tidak bisa menghadapi cambuk siluman. Tapi jika Yi Xuemei naik menjadi Dewi dan menyelamatkan Yi Changyin, itu sangat berguna.

"Tentu saja ada, bahkan nona Changyin menitipkan sesuatu untukmu." Jawab Shen Lan dengan serius.

Jantung Yi Xuemei berdebar kencang, pelipisnya sedikit berkeringat. Wajahnya tampak pucat walaupun masih berusaha untuk di datarkan. 'Jangan-jangan dia.. memberiku kejutan yang mengerikan.'

Shen Lan menunjukkan telapak tangannya, kemudian keluarlah satu kotak kayu dan secarik kertas. Yi Xuemei yang berusaha acuh masih sempat-sempatnya melirik apa yang di keluarkan Shen Lan. Sampai pria itu menyodorkan batangnya, Yi Xuemei kembali bersikap acuh.

"Nona Xuemei, ini dari nona Changyin." Ujar Shen Lan dengan ramah.

"Mengapa harus aku? Mengapa tidak nyonya Qin? Apakah kau salah kirim?" Tanya Yi Xuemei acuh. "Jika benar itu untukku.. apa yang berada di dalamnya?"

"Nona akan tahu setelah membuka kotaknya." Jawab Shen Lan.

Yi Xuemei menyuruh Xiaolan, pelayan pribadinya untuk mengambil kotak itu. Saat kotak itu sudah berada di hadapannya, dia tampak ragu untuk membukanya. Bagaikan berburuk sangka kalau yang ada di dalamnya adalah kejahilan. Hal itu membuat Shen Lan semakin gemas karena terlalu lama. Ingin sekali dia meninju gadis di hadapannya.

Saat Shen Lan berkomat-kamit tidak jelas, Yi Xuemei meliriknya tajam. Seketika Shen Lan bersikap acuh dengan wajah datarnya. Tangan Yi Xuemei memukul meja, untuk mengambil surat itu terlebih dahulu.

'Meraih kertas dengan emosi.'' Pikir Shen Lan sambil menatap Yi Xuemei dengan datar. Tapi entah kenapa saat ini Shen Lan benar-benar kesal dan tidak sabaran.

Yi Xuemei mulai membuka lipatan surat itu dan mulai membacanya. 'Kakak Xuemei, aku harap kau menerima bunga api spiritual yang kusimpan di dalam kotak.' Sontak mata Yi Xuemei menatap kotak itu dengan mata yang berbinar. Lalu membukanya dengan tidak sabaran.

Shen Lan hanya tersenyum miring melihatnya. Yi Xuemei benar-benar telah terpancing ke dalam rencananya. Bunga api, siapa yang tidak ingin untuk memilikinya? Bunga langka yang hanya berada di gua api spiritual, tanaman itu tumbuh di tengah-tengah bara api. Tak heran jika warnanya merah menyala dengan aura-aura api mengelilinginya. Siapapun yang menggunakannya untuk menaikkan tingkat kultivasi, maka akan sangat berguna!

'Mengapa dia memberikan ini kepadaku?' Pikir Yi Xuemei. Tanpa pikir panjang lagi, Yi Xuemei melanjutkan membaca suratnya. 'Bunga ini dapat membantumu berkultivasi menjadi Dewi tahap awal level satu. Maaf adik tidak bisa memberikan yang lebih berharga pada kakak. Setidaknya ini pemberian terakhir dari adikmu.'

"Terakhir?" Gumam Yi Xuemei yang mulai merasakan firasat buruk.

Shen Lan kembali tersenyum tipis melihat targetnya memasuki jebakan. Entah apa tanggapan Yi Changyin nanti ketika mengetahui rencana konyolnya. Yaitu memalsukan kematian Yi Changyin pada Yi Xuemei. Parahnya lagi, Shen Lan saat ini sedang merasa kalau dia adalah makhluk terpintar didunia ini. Dasar!

Yi Xuemei menoleh pada Xiaolan, sepertinya pelayan itu memikirkan hal yang sama dengan majikannya. Kemudian Yi Xuemei menoleh pada Shen Lan dengan ekspresi yang cemas, jantungnya berdetak kencang. "Apa yang terjadi pada Yi Changyin?"

"Nona melarang ku untuk memberi tahu pada siapapun. Sebaiknya, nona Xuemei lanjutkan membacanya."

"Oh, kau benar." Mungkin dengan membaca kelanjutannya Yi Xuemei dapat mendapatkan petunjuk penting. 'Kakak, sebenarnya aku sangat menyayangimu. Walaupun kau selalu merundung adik, tapi adik tidak pernah punya dendam kepadamu. Oh ya, kakak ingat? Ketika sepupumu di klan Phoenix yang mengirimkan makanan beracun kepadaku? Sebenarnya saat itu aku menguping pembicaraan mereka. He Qing sangat nakal! Sebenarnya dia berniat meracunimu, tapi aku dengan cepat menukar makananmu dengan milikku. Saat itu, aku sangat rela keracunan demi kakak. Sudahlah.. mungkin hanya ini yang bisa ku sampaikan. Sampai bertemu nanti, atau di kehidupan selanjutnya. Salam hangat adikmu, Yi Changyin.'

Setelah membaca surat itu Yi Xuemei memukul meja dengan keras, membuat Xiaolan dan Shen Lan tersentak. "Shen Lan! Katakan apa yang terjadi!" Perubahan ekspresinya begitu besar. Seperti kebencian Yi Xuemei pada adiknya hilang di telan kekhawatiran.

Di tempat lain dan di waktu yang bersamaan, kaisar Xuan Zhen mengeluarkan aura spiritual di tangannya. Setelah terkumpul banyak, kemudian dia arahkan pada dinding dalam ruangan yang kosong. Dinding itu di penuhi dengan lukisan abstrak yang berwarna warni. Jika menatapnya terlalu lama, mungkin akan terasa pusing.

Aura spiritual di tangan sang kaisar membuat pergerakan di dinding tembok lukisan itu. Tengah-tengahnya membelah dua yang berbentuk zig-zag. Tembok itu semakin terbuka lebar, seiring menunjukkan ruang gelap yang di penuhi aura aneh. Juga bintik-bintik putih bersinar yang beterbangan tak tentu arah.

Setelah terbuka sepenuhnya, kaisar Xuan Zhen kembali mengalirkan energi spiritual ke dalamnya. Tangannya bergetar, menunjukkan kalau dia tengah menarik sesuatu yang berada di dalam. Benda itu seperti berat dan di penuhi dengan beban aura yang menyeramkan.

Keluarlah sebuah cambuk panjang dengan motif sisik naga. Berwarna putih tulang dengan kilatan-kilatan kecil yang menyelubunginya. Ujung cambuk atau pegangannya di lapisi dengan emas berbentuk kepala naga. Kristal yang menjadi bagian matanya berwarna merah dan bersinar bak naga hidup yang sebenarnya.

Konon katanya, cambuk itu adalah seekor naga yang mengabdi pada alam langit untuk membasmi siluman. Karena ketika cambukan ketujuh, dan membuktikan target adalah siluman, maka otomatis cambuk itu akan melilitnya dengan keras sampai mati. Tidak akan ada yang bisa lolos meskipun sosok itu adalah siluman terkuat di dunia.

Di keluarkannya cambuk itu memiliki efek yang kuat. Bahkan bisa terasa sampai ke alam langit. Warna awan di siang hari berubah menjadi keemasan bak pemandangan di sore hari. Shen Lan yang menyadari hal itu di tempat klan rubah tentu saja terbelalak.

"Gawat!!" Seru Shen Lan sambil terbang dan pergi entah kemana. Yi Xuemei yang ingin menghentikannya pun tidak bisa.

Yi Xuemei bukan orang bodoh, dia dapat mengenali aura yang terpantul di gumpalan awan itu. "Ini cambukan siluman." Gumam Yi Xuemei dengan ekspresi yang rumit.

Xiaolan menghampiri nonanya dengan langkah yang pelan. Wajahnya di liputi kecemasan. "Nona jangan-jangan..."

"Kau benar!" Sahut Yi Xuemei berseru. "Changyin memberiku bunga api sebagai tanda pemberian terakhir, dan sekarang dia berada di alam fana. Manusia di sana sebagian besar selalu mengira rubah itu siluman yang jahat. Ada kemungkinan, Yi Changyin di tangkap oleh kaisar daratan timur dan menghukumnya dengan cambukan." Kekhawatiran di hatinya semakin mencuat, hingga tak ragu dia menggigit ujung kukunya. "Yi Changyin bukan siluman, jika dia di cambuk sampai tujuh kali, dia akan mati!!"

"Nona, mungkin jika kau menyerap tanaman itu, bisa meningkatkan kultivasi menjadi Dewi. Ku dengar, hanya tingkat kultivasi Dewi lah yang dapat melawannya. Tapi, nona Changyin tidak mungkin lolos karena dia pasti di borgol oleh pengikat siluman." Jelas Xiaolan panjang lebar.

Mata Yi Xuemei memicing, dia memikirkan kembali apa yang di katakan Xiaolan. Tapi yang di katakannya itu adalah kebenaran. Yi Changyin disana tidak mungkin bisa melawan orang-orang licik itu. Jadi ada kemungkinan gadis itu di tangkap dalam keadaan yang tidak sadar. Begitulah pikir Yi Xuemei.

Akhirnya Yi Xuemei menyalakan aura spiritual di ujung jarinya. Setelah cukup besar, Yi Xuemei menyuntikkannya pada bunga api itu. Seketika kekuatan spiritual dari bunga api mengalir terbalik pada Yi Xuemei, memberikan kekuasaan untuk mengisi dantiannya dan melakukan terobosan. Bagaimanapun dia harus menyelamatkan adiknya. Sekedar balas budi karena telah memberinya bunga api dan tidak ingin mempermalukan klan rubah ekor sembilannya. Bayangkan saja jika Yi Changyin mati di tangan manusia, itu merupakan penghinaan besar.

.......

.......

.......

Aoyi Jinqi mendongkak ke arah langit, melihat awan-awan di siang hari yang berubah menjadi oranye layaknya sore hari. Awalnya dia merasa heran, tapi setelah di pikir-pikir sepertinya dia mengenal sesuatu.

"Cambukan siluman?" Gumamnya. "Sepertinya.. ini adalah kesempatan yang baik." Aoyi Jinqi menarik sudut bibirnya, kemudian melangkah pergi dari tempat dia berdiri.

Aoyi Jinqi memasuki aula utama kekaisaran tanpa di ketahui oleh siapapun. Dia mengubah pakaiannya seperti kebanyakan seragam dayang istana. Setelah itu, dia pun bergabung dengan kerumunan para dayang yang sedang ramai berbisik itu.

Pemandangan yang pertama kali dia lihat adalah seorang gadis cantik yang di borgol di tengah-tengah lapangan. Aoyi Jinqi dapat mengenali rantai yang memborgol gadis itu. Tidak salah lagi itu adalah pengikat siluman. Bahkan yang lebih kuat pun tidak bisa lepas dari ikatannya.

Saat melihat gadis itu, dia tahu gadis itu adalah orang alam langit yang di fitnah. Auranya menunjukkan kalau dia baru mencapai Dewi tahap awal level tiga. Mata silumannya pun dapat melihat sembilan ekor yang berada di bokongnya.

'Dewi rubah ekor sembilan yang di fitnah?' Wanita itu tersenyum miring. 'Bisa-bisanya manusia-manusia bodoh ini menganggapnya sebagai siluman.'

Raut wajah Yi Changyin saat itu tampak santai, posisinya sedang bersila lotus dan tangan yang menopang dagunya. Beberapa saat lagi dia akan di cambuk oleh senjata langka, bisa-bisanya masih bersikap tenang!

Sementara Xuan Chen saat itu sedang di tahan oleh kedua adiknya. Pria itu berkali-kali hendak kabur dan menyelamatkan rubah kesayangannya. Sebenarnya dia ketengah-tengah lapangan pun tiada gunanya.

Yi Changyin melirik Xuan Chen yang sedang di tahan oleh kedua adiknya itu. Pria itu itu seperti cacing kepanasan di atas kursi rodanya, bergerak terus menerus membuat kedua adiknya kewalahan karena berusaha mempertahankan segel mereka.

Yi Changyin memberi senyuman pada Xuan Chen, seketika pria itu langsung membeku. 'Yang mulia jangan khawatir.. Shen Lan akan datang memberi bantuan.' Sebenarnya saat di aula utama kekaisaran, Yi Changyin menyadari Shen Lan berteriak di dalam sana. Dia juga merasakan kepergian Shen Lan yang entah kemana. Tapi Yi Changyin yakin dia sedang mencari-cari sesuatu untuk menyelamatkannya.

'Aku harap kau baik-baik saja..' Sahut Xuan Chen menjawab melalui kata hatinya.

'Kau tenang saja..'

Tepat setelah mengatakan hal itu, kaisar Xuan Zhen datang dengan beberapa abdi kepercayaannya. Permaisuri dan selir agung juga datang menyusul untuk menyaksikan penyiksaan sekaligus mempermalukan. Tapi Yi Changyin terlihat santai di tengah-tengah membuat Jiang Jinwei dan Han Qiangshu mendengus kesal.

Yi Changyin menatap cambukan siluman itu dengan datar. Seakan senjata itu tidak akan terpengaruh bagi tubuhnya. Dia tahu kekuatannya begitu kuat, tapi setelah merasakan empat belas cambukan petir, Yi Changyin seperti sudah kebal begitu saja. Dengan santai, dia pun menegakkan tubuhnya. Untuk apa dia takut? Toh tidak ada darah siluman di badannya.

"Kaisar, biar aku saja yang mencambuknya." Ujar sang permaisuri dengan percaya diri.

Tanpa pikir panjang, kaisar Xuan Zhen segera memberikan cambukan siluman itu pada istrinya. Jiang Jinwei menerima cambukan siluman itu dengan seringai di bibirnya. Dia mulai terbang ke belakang punggung Yi Changyin.

Jiang Jinwei melayangkan tubuhnya, mengarahkan cambuk putih dengan kilatan kuning itu kebelakang. Seluruh tenaga dalam dia keluarkan, supaya bisa memukul dengan tenaga yang lebih kuat. Jiang Jinwei mulai mengeraskan rahangnya, kemudian melayangkan cambukan itu keatas punggung Yi Changyin.

"Yin'er!!!" Itu adalah teriakan Xuan Chen.

Gadis itu hanya terdorong sedikit kedepan dan seteguk darah dia muntahkan, sepertinya orang yang di cambuk oleh cambukan biasa. Semua orang terbelalak melihatnya, bagaimana mungkin seseorang yang terkena cambuk akan seperti itu?! Biasanya mereka akan terpental sejauh mungkin dan langsung ambruk ke atas tanah. Tapi Yi Changyin kali ini hanya terdorong sedikit dan memuntahkan seteguk darah.

Yi Changyin juga merasa terkejut dengan apa yang terjadi. Awalnya dia mengira tubuhnya akan terpental jauh dan terjatuh kembali. Tapi kenyataan tak seperti yang dia bayangkan. Sebenarnya dia merasa sakit, tapi tubuhnya ini tidak merespon banyak. Sebenarnya apa yang melindunginya?

Jiang Jinwei semakin marah saat tidak melihat reaksi apapun dari Yi Changyin. Gadis itu seperti memiliki tulang dan kulit yang sekuat baja. Atau tulang-tulang gadis itu seperti menyatu di atas permukaan tanah. Dia sungguh tidak puas dengan hasil, akhirnya dia pun kembali melayangkan cambukannya, bersiap untuk menghantam tubuh gadis kecil itu.

Sebelum tercambuk, tiba-tiba kristal dari Aoyi Jinqi bergerak tak beraturan seperti akan meledak-ledak. Tak di sangka kristal itu melesat pergi ke arah Yi Changyin. Tentu saja Aoyi Jinqi terbelalak melihat apa yang terjadi. "Tidak mungkin.." Gumamnya.

Sama seperti sebelumnya, kristal itu masuk ke dalam dada kiri Yi Changyin. Kesadarannya menjadi buyar, pandangannya menjadi pindah ke tempat lain. Sehingga ketika cambukan itu mendarat, Yi Changyin bahkan tidak goyah dari duduknya sedikitpun. Hal itu membuat semua orang semakin ternganga sebenarnya terbuat dari apa rubah yang satu ini?!

.......

.......

.......

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen😉 Jangan lupa juga buat rate dan vote❤️❤️ Thanks for reading 😉

Terpopuler

Comments

Annisa lie

Annisa lie

lanjut

2021-03-12

1

꧁ ༒ ☬Syipa Queen of death☬ ༒ ꧂

꧁ ༒ ☬Syipa Queen of death☬ ༒ ꧂

👍👍👍👍👍👍

2021-03-12

2

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

Uwa.. Kak zulfa malah digantung lagi ಥ‿ಥ

2021-03-12

3

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!