Bab IV - Pria Lumpuh

Yi Changyin dengan santai menunggu pesanan mi nya siap. Dia tidak tahu apa lagi yang harus di lakukan selain melamun. Tapi tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang berbeda di bawah kakinya. Dia pun segera melirik ke bawah, melihat pecahan kristal yang bersinar jernih dan terang.

Tanpa ragu, Yi Changyin langsung mengambilnya, menatap kristal itu dengan kagum. Tapi setelah di lihat lebih teliti, kristal itu hanya lah sebuah pecahan. Bentuknya sangat aneh dan tak beraturan. Tapi tetap saja, benda bening itu bersinar di bawah pantulan sinar mentari.

Jari telunjuk Yi Changyin bergerak menuju bagian kristal yang tajam. Tak sengaja tangannya tergores, hingga darah itu tergenang sebagian di atas kristal bening itu. Sementara Yi Changyin menatap jarinya yang sedikit menganga. Dia rasa, ini bukanlah masalah yang besar. Dewi rubah sepertinya, sangat mudah untuk merapatkan kembali lukanya yang kecil.

Tapi kristal itu menunjukkan pergerakan aneh, Yi Changyin menatapnya dengan heran, tapi tidak merasa waspada. Hati Yi Changyin tidak merasakan hal itu berbahaya bagi dirinya. Darah yang tadinya tergenang tiba-tiba menyelubungi kristal itu hingga warnanya berubah merah. Bagaimana ini bisa terjadi?

Secepat kilat, kristal itu masuk ke dalam dada bagian kirinya, hingga membuat Yi Changyin tersentak. Membuat pandangannya tiba-tiba menjadi gelap. Saat kembali terang, dia tidak melihat kedai-kedai berjejer ataupun orang-orang yang berlalu lalang.

Saat itu dia hanya melihat seorang anak kecil berpakaian putih berlari menghampiri sebuah topeng kecil. Topeng perak itu tampak mengkilap dengan bentuk melengkung aneh di ujungnya. Aura putih menyelubungi topeng itu, hingga semua orang bisa tahu kalau topeng itu bukan topeng biasa.

Gadis kecil itu mengambilnya tanpa ragu. Tanpa takut dia akan terluka atau memang sedang di kerjai. Lebih parahnya lagi, gadis kecil itu langsung memakainya. Setelah pas di wajahnya, cahaya putih menyelubungi wajah gadis itu, kemudian semakin bersinar, hingga memudar lalu menghilang.

Gadis itu masih terdiam dengan pikiran yang kosong. Entah apa yang terjadi padanya, Yi Changyin tidak tahu. Keadaan di sana terlihat samar. Kemudian gadis kecil berusaha melepaskan topengnya secara paksa, tapi ternyata tidak bisa. Bagaikan topeng itu sudah di menjadi bagian dari kulit tubuhnya.

Yi Changyin tidak tahu siapa itu, tiba-tiba saja muncul di pikirannya setelah kristal itu masuk ke dalam hatinya. Pemilik kedai mi lah yang menyadarkannya dari bayangan orang yang tidak di kenalinya itu.

Yi Changyin segera membuka matanya dengan terkejut. Lalu dia menoleh ke arah pemilik kedai itu yang sedang menatapnya bingung. Mungkin karena gadis itu memejamkan matanya terlalu lama, lalu tidak merespon saat di panggil.

"Nona maaf menganggumu, mi nya sudah siap." Ujar pemilik kedai sopan sambil meletakkan semangkuk mi di atas meja. Mungkin dia mengira Yi Changyin sedang menambah kekuatannya dengan cara berfokus dan memejamkan mata.

Yi Changyin yang masih linglung hanya mengangguk kikuk. "Yaa." Karena dia begitu lapar, Yi Changyin pun segera memakan mi nya dengan lahap. Shen Lan yang berada di dalam tidak bertanya apapun padanya mengenai tadi. Yi Changyin pun tidak mau untuk memberitahunya, jadi biarkan saja. Sepertinya Shen Lan sendiri tidak tahu apa yang terjadi di luar.

.......

.......

.......

Hologram kristal milik raja iblis memiliki pergerakan aneh. Baru saja dia dan Ratunya membicarakan hal itu, tiba-tiba saja ada sesuatu yang bergerak. Dan itu adalah milik Bai Suyue!

"Apa yang terjadi?" Tanya Aoyi Jinqi dengan heran sekaligus terkejut.

"Sepertinya.."

Ucapan Raja iblis terhenti saat melihat salah satu pecahan itu dengan cepat menyatu pada kristal yang bersinar terang. Tentu saja membuat keduanya terbelalak kaget. Kini dalam hologram, pecahan kristal milik Bai Suyue tinggal enam.

"Ini.." Aoyi Jinqi masih terkejut dengan apa yang terjadi. Hologram buatan suaminya benar-benar bekerja!

"Salah satu pecahan kristal itu telah menemui jiwanya yang asli." Ujar raja iblis dengan raut wajahnya yang terkejut dan tidak luntur dalam waktu yang lama.

"Raja, mungkin aku bisa membantumu untuk menemukan reinkarnasi Bai Suyue." Ujar Aoyi Jinqi yang membuat raja iblis tercengang. Baru kali ini sang Ratu menawarkan hal yang semacam itu.

"Apa yang kau katakan?"

"Raja tenang saja. Aku memiliki kemampuan untuk menyamar seperti kultivator alam fana, bahkan dewa atau dewi tertinggi pun tidak akan ada yang menyadari jati diriku." Jelas Aoyi Jinqi berusaha meyakinkan Raja iblis. "Lagipula aku akan aman di bawah perlindungan sihir dan beberapa penjaga bayangan kerajaan iblis."

Raja iblis menghela nafas. "Baiklah, aku tidak akan melarang mu. Jaga dirimu baik-baik." Tidak ada alasan untuk melarangnya. Lagi pula sang Ratu melakukan hal ini untuk kebaikannya.

Aoyi Jinqi tersenyum senang. "Terimakasih raja." Walaupun dia tidak keberatan terkurung di alam iblis, tapi Aoyi Jinqi ingin sekali merasakan dunia luar. Maka dari itu, dia memanfaatkan kesempatan ini untuk bepergian.

.......

.......

.......

Yi Changyin masih lahap memakan mi nya. Tapi tetap saja, dia menggunakan etika saat memakan. Bagaimanapun putri seorang pemimpin tidak boleh menjadi gadis dengan etika yang liar.

Tiba-tiba kedua bola matanya tertancap pada seseorang di sebrang jalan. Pria itu berpakaian warna coklat muda dengan cadar putihnya. Seluruh rambutnya di gelung dengan ikat rambut biasa. Tapi yang membuat Yi Changyin menarik perhatian adalah.. dia memakai kursi roda.

'Apakah pria itu lumpuh?' Pikir Yi Changyin heran. Karena terlalu lama memperhatikannya, Yi Changyin bahkan lupa dengan mi nya yang hampir dingin. Tiba-tiba matanya bergerak sedikit, masih di sebrang jalan, mungkin tempat yang akan pria lumpuh itu lewati.

Di sana tampak satu pria berbadan kekar dan beberapa yang berbadan gemuk, sedang memperhatikan pria lumpuh itu dengan tatapan mengejek. Firasat Yi Changyin menjadi buruk, entah kenapa dia ada rasa ingin menolong pria itu jika akan terjadi sesuatu.

Sadar mi nya terabaikan, Yi Changyin segera menghabiskannya dengan cepat. Tak peduli beberapa orang meliriknya karena heran. Yi Changyin segera minum air yang sudah di suguhkan di tempatnya setelah menghabiskan makanannya. Saat mendesak, dia memang selalu melupakan etika.

"Pak kedai!" Panggilnya.

Pria paruh baya itu segera menghampirinya dengan tergesa-gesa. "Nona?"

"Aku sudah selesai makan, ini bayarannya." Ujar Yi Changyin sambil menunjukan sebutir perak berharga di tangannya. Walaupun dia ingin menolong pria itu, tapi lebih baik membayar apa yang dia beli terlebih dahulu.

Pria paruh baya itu sedikit terkejut. "Nona.. uang ini terlalu besar."

"Ambil saja kembaliannya." Sahut Yi Changyin cepat, sebenarnya dia tidak mau berlama-lama di sana.

Pedagang mana yang akan menolak, pria paruh baya itu langsung menerimanya dengan senang. "Terimakasih nona, terimakasih."

Yi Changyin mengabaikannya, dia masih fokus dengan beberapa pria tegap dan gemuk itu menghampiri pria yang lumpuh. Dia ingin tahu terlebih dahulu apa yang terjadi. Siapa tahu mereka ada maksud baik atau mereka adalah teman baiknya. Kalau dia buru-buru bertindak, takutnya ada kesalahan pahaman dan malah membuat diri sendiri malu.

Tapi jika di rasakan, kutivasi antara pria lumpuh dengan beberapa pria di hadapannya jauh berbeda. Sepertinya beberapa pria berbadan tegap dan ada yang gemuk itu tingkat kultivasinya sekitar emas atau kristal. Jika yang lumpuh itu, Yi Changyin bisa merasakannya. Dia hanya mencapai.. perak level tiga?

'Mungkin dia jarang berkultivasi karena kondisi tubuhnya yang kurang.' Pikir Yi Changyin berusaha berfikiran yang baik.

Mereka sudah berhadapan. Dari sorotan mata pria yang lumpuh itu, dia begitu ketakutan. Kini Yi Changyin tahu, kalau memang mereka bukan orang yang baik. Tiba-tiba kerumunan muncul untuk melihat pria lumpuh yang sepertinya akan di permalukan itu. Mengapa para warga ini selalu penasaran seperti kucing? Bahkan tidak ada yang membantunya. Sepertinya, Yi Changyin yang harus turun membereskan semua ini.

'Shen Lan, kau ingat senjata pusaka ku yang tidak di pakai bertahun-tahun?' Tanya Yi Changyin pada Shen Lan yang berada di dalam sama. Raut wajahnya sedikit waspada ketika melihat kumpulan pria itu menertawakan si pria yang lumpuh.

'Sudah lama kau abaikan, apakah masih bisa menggunakannya?' Tanya Shen Lan di dalam sana. Ya, Yi Changyin memang memiliki senjata pusaka pemberian leluhur Yi Wutong. Namun dia tidak menggunakannya karena memang tidak di perlukan. Lagi pula Yi Changyin takut kalau Feng Chao akan merebut pusaka itu.

Senjata pusakanya adalah berupa kipas. Kipas lipat tak bernama berwarna merah muda dengan lukisan hutan persik yang cantik dan menawan. Pasti kalau Yi Xuemei melihatnya langsung berniat untuk merebutnya dari Yi Changyin. Dan itu tidak akan pernah terjadi.

Kipas itu adalah salah satu benda pusaka keluarga Yi. Saat itu Yi Wutong sendiri yang memberikannya secara rahasia pada Yi Changyin. Menekan aura suci nya agar tidak ada orang yang mengincarnya.

Kelihatannya memang cantik, berwarna merah muda dengan lukisan hutan persik di dalamnya. Tapi, kipas itu dapat berubah menjadi senjata apa saja yang di inginkan pemiliknya. Bahkan bisa menghadang pedang walaupun masih berbentuk kipas. Selain itu, jika di kibaskan dengan ilmu spiritual, maka akan menciptakan angin yang besar. Menghempaskan apa saja yang berada di depannya. Hebat bukan?

'Aku susah mencapai Dewi tahap awal level satu, mana mungkin tidak bisa menggunakannya!' Gerutu Yi Changyin karena Shen Lan banyak bicara.

'Baiklah.. tunjukan telapak tanganmu, kipas itu akan muncul dengan sendirinya.' Shen Lan sudah tidak ingin berdebat lagi, dia segera menyetujui keinginan gadis itu.

Tanpa berfikir lagi, Yi Changyin pun segera merentangkan jari-jarinya, menunjukan telapak tangannya yang putih secara diam-diam. Perlahan kipas lipat putih berpadu dengan merah muda bunga persik muncul dengan sendirinya.

Yi Changyin segera mencengkram nya erat. Kemudian membentangkannya, menutupi sebagian wajah cantiknya. Saat itu pemandangan di depannya mulai memanas.

Pria bertubuh tegap itu menggulingkan kursi roda hingga pria lumpuh itu terjatuh. Sungguh tidak punya hati nurani! Semua pria berbadan tegap yang mengganggunya itu tertawa lepas, merasa puas dengan apa yang telah mereka lakukan.

Yi Changyin merasa geram, dia maju ke tengah yang membuat bisikan di antara kerumunan rakyat. Kebanyakan dari mereka mengatakan 'mengapa dia begitu berani?' Beberapa pria tegap yang kiranya berjumlah tujuh orang itu menghentikan tawanya, saat gadis cantik dengan pakaian putih menghampiri pria lumpuh.

"Tuan muda, kau tidak apa-apa?" Tanya Yi Changyin sambil memegangi tubuh pria itu, hendak membantunya duduk dengan benar.

Pria lumpuh bercadar itu mengangkat pandangannya, matanya dan mata Yi Changyin langsung bersatu padu saling memandang. Cukup lama mereka menatap. Jika di lihat dari matanya, pria itu masih sangat muda dan tampan, ah sayang sekali. Pria lumpuh itu merasa terpesona dengan kecantikan Yi Changyin, tapi sebaliknya Yi Changyin merasa terkejut setelah melihat bola mata itu lebih dalam.

'Tatapan mata itu.. seperti pria yang ada dalam mimpi..'

Yi Changyin tersadar kembali setelah beberapa bisikan memasuki telinganya hingga panas. Pria itu terlihat canggung setelah memberikan tatapannya pada Yi Changyin. Sedangkan wanita itu terlihat biasa-biasa saja. Aneh!

Tak peduli dengan bisikan orang-orang, Yi Changyin tersenyum kepada pria itu. Dari matanya saja, Yi Changyin sudah mengenal siapa dia. Kain itu begitu tipis, sehingga wajahnya terlihat agak jelas. Walaupun agak tidak yakin, tapi Yi Changyin harus memeriksanya dahulu. Nanti, saat dia membereskan bajingan-bajingan itu dulu.

Yi Changyin melingkarkan tangannya ke belakang pria itu, membuatnya menjadi berkeringat karena menahan canggung. Ah! Mungkin ini pertama kalinya dia dekat dengan seorang gadis. Yi Changyin dan pria itu menghilang di udara kosong, membuat semua orang terkejut.

Tak lama, keduanya kembali muncul dalam posisi yang berbeda. Pria itu sudah berada di kursi roda, Yi Changyin berada di sampingnya dengan tangan yang masih saja melingkar. Percayalah, rubah ekor sembilan mana yang tak pandai menggoda. Walaupun dia sendiri tak menyadari kalau hal itu sedang menggoda orang lain.

Pria itu masih membeku, setelah sekian lama akhirnya ada seseorang yang ingin menyelamatkannya dari pria-pria busuk itu. Tapi kali ini seorang gadis?! Saat itu Yi Changyin menegakkan tubuhnya, membentangkan kipas merah muda itu di depan dadanya.

"Tuan-tuan.. jika ingin menyentuh pria itu, hadapi aku dulu." Ujar Yi Changyin dengan ekspresi yang tenang.

Pria berbadan tegap itu tersenyum meremehkan. "Gadis cantik, dari pada bersama pria cacat itu.. lebih baik kau ikut dengan ku masuk ke keluarga Han sebagai menantu. Bagaimana?" Tanyanya yang jelas-jelas sedang menggoda Yi Changyin. Mereka pun tertawa sama-sama untuk merendahkan Yi Changyin. Heh! Berani-beraninya merendahkan seorang Dewi Rubah.

'Dia adalah Han Jishang, anak Mentri pangan Dinasti Xuan. Sekarang.. kau berada di Nanjing, ibukota dinasti Xuan.' Ujar Shen Lan di dalam sana.

Yi Changyin yang mendengarnya tersenyum miring. 'Jadi dia seorang tuan muda? Heh! pantas saja sangat sombong!'

"Kau berani merendahkan tuan muda yang ku lindungi?" Nada Yi Changyin masih tenang. "Sepertinya.. tuan muda Han ingin aku membuatmu seperti tuan muda yang ku lindungi."

"Kau?! Beraninya kau?!" Cerca Han Jishang tidak terima.

Yi Changyin tersenyum miring. "Ada apa? kau ingin melawanku?"

Han Jishang dan teman-temannya terdiam. Sebenarnya dia sangat waspada dengan keberadaan gadis berkipas merah muda itu. Kultivasinya tidak bisa terdeteksi, sangat berani dan misterius. Han Jishang benar-benar takut kalau wanita itu adalah orang-orang yang tidak bisa di ajak bermain.

"Kenapa tidak berbicara? Apakah.. kau ingin aku menyerang lebih dulu?" Tanya Yi Changyin sambil maju satu langkah. Hanya sekedar menakut-nakuti.

Han Jishang dan teman-temannya segera mundur dengan senjata yang siap menyerang. Masyarakat yang berkumpul segera mundur beberapa langkah, mereka takut terkena imbas jika sewaktu-waktu ada pertarungan.

Sedangkan Yi Changyin mulai mengeluarkan aura suci kipasnya, membuat beberapa orang terbelalak. Sekarang kipas itu di selubungi oleh aura spiritual merah muda yang begitu kental. Kipas itu dia dekatkan pada mulutnya, Kemudian Yi Changyin bergumam. "Kipas, kau begitu suci, kalau begitu.. mulai aku akan menamaimu Yin Zhenjie, yang telah melambangkan kesucian ku sebagai seorang Dewi."

Kemudian Yi Changyin kembali melangkahkan kakinya, tapi tangan lain menghentikannya dari belakang. Tarikan pria lumpuh itu begitu kuat membuat Yi Changyin tersungkur kebelakang, mengenai pria itu lagi. Tapi Yi Changyin menahan tangannya pada pegangan kursi roda itu. Tapi tetap saja jarak mereka begitu dekat!

"Ada apa?" Yi Changyin bertanya, berusaha untuk tetap tenang.

Pria itu menjawabnya dengan gelengan, mengartikan kalau Yi Changyin tidak boleh melawan Han Jishang. Tatapan pria itu begitu cemas seakan tidak mau Yi Changyin terkena bahaya. Yi Changyin mengerti, mungkin Han Jishang mudah di hadapi, tapi tidak dengan keluarganya.

"Kau tenang saja, aku tidak akan membunuh mereka." Ujar Yi Changyin yang membuat pria itu menatapnya ragu. "Jika benar kau orang yang ku cari, aku akan memberitahu siapa aku nanti." Tambahnya.

Setelah itu Yi Changyin menegakkan tubuhnya, tidak menunggu pria itu bersuara. Tapi saat tegak, tiba-tiba kaki Han Jishang menendang punggung Yi Changyin hingga kembali jatuh ke pelukan pria itu. Parahnya lagi, Yi Changyin tidak bisa menahan pada pegangan kursi roda hingga jatuh ke pelukannya dan bibir keduanya saling bersentuhan walaupun terhalang cadar.

Pria itu membeku di tempat, sedangkan Han Jishang dan teman-temannya tertawa puas. Masih dalam posisi yang sama, ekspresi Yi Changyin berubah menjadi menyeramkan. Gadis itu kembali berdiri dengan kibasan kipasnya.

Gelombang spiritual dari kipas itu mengenai Han Jishang dan teman-temannya hingga terlempar kebelakang. Semua orang terbelalak, melihat kipas Yi Changyin yang menjatuhkan mereka dalam satu kibasan. Bahkan pria lumpuh itu tertegun melihatnya.

Walaupun kelihatan mereka hanya terjatuh biasa, tapi mereka terluka organ dalamnya. Bahkan sampai ada yang memuntahkan seteguk darah. Hal itu membuat semua orang menatap ngeri gadis itu. Kini mereka dalam hari berjanji tidak akan menyinggung gadis itu suatu hari nanti. Walaupun usia Yi Changyin begitu muda, mereka takut kalau gadis itu berasal dari alam abadi.

"Masih ingin menghinaku?" Ujar Yi Changyin dengan dingin.

Han Jishang sepertinya sudah tidak berani lagi, tapi salah satu temannya itu maju dengan pedang yang mengarah pada Yi Changyin. Gadis itu terbelalak melihat serangan yang tiba-tiba. Dengan cepat Yi Changyin mengubah kipasnya menjadi pedang. Tentu saja semua orang terkejut! Kecuali seseorang yang akan menyerangnya.

Yi Changyin menghadang pria itu dengan pedangnya. Dalam satu kali serangan, pedang Yi Changyin dapat memukul mundur satu orang. Tapi mereka maju bergiliran, hingga Yi Changyin terus menerus mengibaskan pedangnya.

Saat melawan yang terakhir, Yi Changyin melihat Han Jishang yang melesat cepat ke arah pria lumpuh itu. Han Jishang menodongkan pedangnya, tidak salah lagi kalau dia berniat membunuh! Yi Changyin dengan cepat menusuk pundak pria gemuk di hadapannya hingga terjatuh, kemudian berlari untuk mengejar Han Jishang.

Tepat beberapa inci sebelum mengenai kulit pria lumpuh itu, Yi Changyin menghentikannya. Menghentikan pedang itu dengan mencengkram erat pedang tajam itu dengan tangannya. Pria lumpuh itu terbelalak melihat gadis yang punya keberanian untuk melindunginya sampai terluka. Membuat hatinya merasa bersalah, bagaimana dia harus membalas Budi suatu hari nanti?

Tepat saat itu, dua orang gadis dan satu orang pria berlari menghampiri pria lumpuh itu, mereka melihat pemandangan seorang gadis yang menyelamatkan pria itu hingga terluka, sempat tertegun. Han Jishang menarik pedangnya dari tangan Yi Changyin hingga gadis itu menjerit, kemudian mereka kabur begitu saja.

"Pangeran, kau baik-baik saja?" Tanya salah satu gadis pada pria lumpuh itu.

Yi Changyin terbelalak mendengarnya, dia segera mengalihkan perhatiannya kepada pria lumpuh itu. 'Dia seorang pangeran?!'

.......

.......

.......

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen😉 Jangan lupa juga buat rate dan vote❤️❤️ Thanks for reading 😉*

Terpopuler

Comments

Si Bungsu

Si Bungsu

hai kak

5 like dulu ya kak

di tunggu feed back nya di novel ku kak 👋

2021-05-05

0

M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛⒋ⷨ͢⚤

M⃠Ꮶ͢ᮉ᳟Asti 𝆯⃟ ଓεᵉᶜ✿🌱🐛⒋ⷨ͢⚤

dah mampir + like

2021-04-25

1

Zie Azqie Kudo

Zie Azqie Kudo

5 like mendarat ..like lainnya nyusul yaaa

2021-03-21

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!