Bab II - Pergi

Yi Changyin kembali ke wilayah klan rubah ekor sembilan bersama Shen Lan. Setelah keberhasilannya di gua api spiritual, Yi Changyin menjadi sangat percaya diri untuk melawan Feng Chao dan Yi Xuemei. Dengan modal tingkat kultivasinya yang sudah menjadi Dewi, itu pasti akan berhasil walaupun hanya bisa menekan Yi Xuemei. Setidaknya, Yi Changyin sudah berusaha selama seratus tahun.

Namun setelah mencapai gerbang keluarganya, Yi Changyin berkata santai pada si bunga roh itu. "Shen Lan.. kau tahu apa keinginanku?"

"Tidak tahu." Jawab Shen Lan datar. Walaupun menjengkelkan, tapi Yi Changyin tetap sabar karena telah terbiasa.

"Aku ingin mencari seseorang yang di dalam mimpi itu. Jika dia seorang dewa tertinggi atau manusia, aku ingin menjalin kontrak dengannya." Ujar Yi Changyin dengan yakin. Bahkan senyuman percaya diri terpampang jelas tanpa beban di wajahnya.

Shen Lan menghentikan langkahnya. "Ini.."

Yi Changyin menatap Shen Lan dengan heran. Tapi tak terasa mereka sudah hampir sampai di paviliun yang Yi Changyin tempati. "Apa?"

"Kau berasal dari keluarga terhormat, itu sangat tabu untuk di lakukan atau.. kau akan mendapat ujian langit." Ujar Shen Lan menasihati. Walaupun sebenarnya kata-kata itu harus dengan ekspresi yang marah, tapi Shen Lan tidak berekspresi sama sekali.

"Shen Lan, aku ingin hidup bebas. Aku juga tidak mau menikah dengan orang asing. Lalu.."

"Selamat nona.."

"Selamat nona.."

Dua orang pelayan yang lewat itu entah angin di mana memberi selamat pada Yi Changyin. Apakah karena terobosannya selama seratus tahun? Tidak mungkin, Yi Changyin sudah menekan auranya. Siapapun tidak akan bisa melihat seberapa tingkat kultivasinya. Ada yang mencurigakan!

Yi Changyin menyondongkan badannya ke arah Shen Lan. "Apakah kau tahu apa yang terjadi di sini?" Tanyanya dengan bingung.

Shen Lan mengangkat kedua sisi pundaknya. "Tidak tahu."

Yi Changyin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, semakin lama hatinya semakin merasakan firasat buruk. Tapi, lebih baik dia kembali ke kamarnya dulu, mengistirahatkan badan dan makan yang banyak. Sudah memutuskan, dari pada memusingkan prasangka, lebih baik pergi ke kamarnya.

Tapi saat hendak memasuki gerbang, Yi Changyin melihat sosok Qin Ruyi yang berjalan ke arahnya juga. Awalnya Qin Ruyi tidak menyadari keberadaan Yi Changyin, tapi karena sudah dekat dia menyadarinya. Qin Ruyi tak bisa menahan senyumannya lagi.

"Yin'er!" Serunya.

"Ibu!!" Seru Yi Changyin sambil berlari dan memeluk ibunya dengan erat.

"Kau pergi sangat lama, ibu sangat merindukanmu." Terdapat getaran di setiap katanya. Kentara dia benar-benar bersedih selama seratus tahun kebelakang. Yi Changyin selalu bersama ibunya setiap saat, bahkan ketika berkultivasi.

Sekarang Yi Changyin sudah dewasa, Qin Ruyi harus bisa melepasnya kealam luar yang luas. Mengingat keinginannya untuk melihat sang anak tumbuh menjadi Dewi tertinggi. Memikirkan hal itu Qin Ruyi sedikit merasa sesak hingga dia pun semakin mempererat pelukan hangatnya. Sepertinya dia benar-benar tidak rela jika di tinggal pergi putri semata wayangnya.

"Ibu.. setelah ini harus pergi lagi." Ujar Yi Changyin walaupun terasa berat untuk mengatakannya. Dia tidak mau melihat ibunya bersedih hanya karena keinginannya untuk berkelana. Tapi tidak dengan memberi tahu tujuannya untuk menemui seseorang yang ada dalam mimpi.

Yi Changyin sedikit tak yakin, tapi hatinya sudah bertekad bulat. Dia harus menemukan pria itu! Yi Changyin sudah benar-benar menganggap pria itu nyata dan hidup di muka bumi ini.

Qin Ruyi melepas pelukannya, menatap Yi Changyin dalam. "Yin'er, walaupun hati ibu tidak rela, tapi ibu tidak akan melarangmu untuk pergi berkelana. Hanya saja.." Qin Ruyi tidak melanjutkan ucapannya, dia menunduk dengan sedih. Mungkin ucapannya kali ini akan sedikit menghancurkan kegigihan putrinya yang bahkan baru tertanam pada kepribadiannya.

"Hanya saja?" Tanya Yi Changyin penasaran.

"Ayahmu.." Qin Ruyi berkata sangat pelan, kentara benar kalau ini mungkin akan menghancurkan kegigihan putrinya. "Sedang bersama raja dan pangeran dari klan Naga. Mereka.. ingin menjodohkanmu dengannya."

Ekspresi Yi Changyin tidak terkejut, hanya saja dia berfikir sesuatu tentang pria itu. 'Mungkinkah pangeran dari klan Naga itu sama dengan pria yang di alam mimpi? Kalau sama.. bukankah aku tidak perlu bekerja keras mencarinya.' Yi Changyin tersenyum samar. 'Aku harus melihat wajahnya dulu, jika tidak sama.. apa susahnya untuk kabur?' Ingin Yi Changyin melebarkan senyumnya. Tapi takut diduga kalau dia senang dengan perjodohan ini. Susah tak susah, dia harus menahan hal itu.

"Sebaiknya kau pergi ke aula utama terlebih dahulu." Ujar Qin Ruyi menyadarkan Yi Changyin dari lamunannya. "Suka tidak suka.. aku ingin kau yang memutuskan." Qin Ruyi tersenyum. "Ibu akan selalu mendukung keputusanmu."

Mendengar hal itu membuat hati Yi Changyin menghangat. Betapa beruntungnya ia mendapatkan ibu yang baik dan perhatian seperti Qin Ruyi. Wanita itu begitu istimewa di hatinya, hingga Yi Changyin berharap agar bisa bersama sang ibu untuk selamanya. Tapi itu hanya mimpi belaka.

Hidup tak selalu harus seperti itu. Walaupun kita menginginkan yang seperti sekarang terus-menerus hingga selamanya, takdir tidak akan pernah memihak. Jika takdir ingin berbalik, maka kehidupan seseorang akan berbalik menjadi sedih ataupun senang. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi Yi Changyin berharap yang terbaik untuk ibunya.

"Baik.."

Qin Ruyi tersenyum, kemudian membawa putrinya menuju aula utama keluarga Yi. Tapi tak di sangka mereka berdua menangkap dua orang yang tengah berbisik-bisik di tempat yang sepi dan sempit. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting dan rahasia. Hal itu membuat Yi Changyin penasaran dan mendekat untuk menguping. Mau tak mau Qin Ruyi mengikuti putrinya, dia pun segera mematikan auranya untuk meminimalisir kewaspadaan seseorang di hadapannya.

Tampak seorang pria muda dan pria tua sedang berbincang dengan serius. Di lihat dari auranya, tingkat kultivasi pria muda sudah mencapai dewa tertinggi. Sedangkan yang lebih tua baru mencapai dewa tingkat kristal level tiga. Sepertinya pria yang lebih tua adalah pengikutnya. Tapi mereka berdua sama-sama kuat, Yi Changyin dan ibunya harus berwaspada jika sewaktu-waktu mereka menyadari keberadaan dirinya dan ibunya.

"Yang muda itu.. adalah pangeran yang akan di jodohkan denganmu." Ujar Qin Ruyi dengan suara yang pelan, bahkan hampir berbisik.

Yi Changyin menoleh ke arah ibunya dengan terkejut, kemudian dia meneliti wajah pria muda itu. Tidak! Ini jauh berbeda. Sepertinya Yi Changyin akan benar-benar kabur bersama Shen Lan kali ini. Mimpi nya untuk tidak perlu bekerja keras hancur lebur seketika.

Walaupun pangeran dari klan Naga itu tampan, tapi menurut Yi Changyin pria dalam mimpinya lah yang paling tampan. Sepertinya Yi Changyin sudah jatuh hati pada pria dalam mimpinya itu. Dia harus cepat-cepat menemukannya ada atau tidak! Bahkan di neraka sekalipun.

"Aku tidak menyukainya, aku akan kabur." Bisik Yi Changyin yang membuat ibunya terbelalak.

"Yang mulia, apakah kau sungguh ingin menikahi gadis rubah itu?" Tanya si pria tua itu. Sepertinya mereka baru tiba di tempat itu.

Saat itu pula Yi Changyin dan ibunya segera menajamkan Indra pendengarannya. Siapa tahu ini adalah informasi penting yang dapat berguna di masa depan.

"Aku hanya mendengar kalau nona itu memiliki kemampuan yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Jadi aku akan menggunakannya untuk menyembuhkan calon istriku yang sebenarnya. Kita gunakan saja dia sampai mati, lalu palsukan penyebab kematiannya dan beri kabar klan Rubah ekor sembilan."

Mendengar hal itu Yi Changyin tampak syok. Rasa bingung dan marah bercampur aduk di hatinya. Dia bingung karena pria itu mengatakan kalau dia punya kemampuan untuk menyembuhkan segala penyakit. Tapi kenapa tidak ada yang memberitahunya?! Malah orang luar yang secara tidak langsung mengatakan hal itu. Ada yang tidak beres!

Lalu tentang skandal pria busuk berkedok tampan yang hanya akan memanfaatkannya, Yi Changyin menjadi geram. Bisa-bisanya ada pria seperti itu di dunia ini! Siapa yang tidak marah jika hanya dimanfaatkan lalu di buang saat tidak berguna?

Qin Ruyi yang mendengar hal ini turut sedih dan marah. Dia sedih karena di dunia ini ada saja orang yang ingin mencelakai putrinya. Hal itu tentu saja membuatnya sekaligus menjadi marah.

Aura Qi muncul di tubuh Yi Changyin, dia akan membuka auranya! Dengan cepat Qin Ruyi membawa pergi putrinya dengan berteleportasi. Dia tidak ingin keberadaannya di ungkap oleh pria biadab itu.

Mereka berdua kini sudah berada di kamar Yi Changyin, gadis itu masih di selubungi dengan emosi yang membara. Tapi sadar dia sudah berada di mana, tatapannya menjadi lembut kembali. Tapi tetap saja rasa kesal dan benci terus membekas di hatinya. Tapi ketenangannya membuat Qin Ruyi bernafas dengan lega. Tadinya dia mengira Yi Changyin akan mengamuk ke depan ayahnya. Untung saja itu hanya angan-angan belaka.

"Ibu.. aku tidak ingin berurusan dengannya lagi." Ujar Yi Changyin, getaran kebencian dapat terasa oleh ibunya.

"Tapi.."

"Ibu tenang saja." Yi Changyin memegangi kedua tangan Qin Ruyi. "Changyin mohon, ibu rahasiakan kepergianku kali ini. Para pelayan itu mungkin akan memberi tahu ayah mengenai kedatanganku, tapi tolong ibu tutup mulut untuk hal ini.

Qin Ruyi tersenyum. "Yin'er, ibu sudah bilang jalan apapun yang kau pilih ibu akan selalu mendukungmu."

"Aku sangat menyayangimu, ibu." Ujar Yi Changyin sambil memeluk ibunya hangat. "Maafkan aku yang harus meninggalkanmu lagi entah sampai kapan." Tak terasa air mata turun dari matanya, dia benar-benar merasa rapuh.

Begitupun dengan Qin Ruyi yang mulai menangis tersedu-sedu. Dia tak rela, tapi harus merelakannya. Ini demi kebaikan Yi Changyin sendiri. Tinggal di klan rubah, hanya akan membuat gadis itu tersiksa. "Jaga dirimu baik-baik, Yin'er." Lirih Qin Ruyi.

"Ibu kau tenang saja, aku memiliki Shen Lan. Juga.. tingkat kultivasiku yang sudah mencapai Dewi tahap awal."

Qin Ruyi langsung melepaskan pelukannya, dia menatap Yi Changyin dengan takjub. "Sungguh?" Dia sangat terkejut hanya dengan kurun waktu seratus tahun, Yi Changyin sudah melewati terobosan yang begitu banyak.

Yi Changyin mengangguk, membuat Qin Ruyi tak tahan lagi untuk menampilkan ekspresi bangganya. "Lambat laun.. aku akan memberitahu ayahmu." Ucapnya.

"Ya, setelah lewat dari tiga bulan, ibu baru boleh memberi tau ayah. Aku yakin dia tidak akan marah padamu." Kemudian Yu Changyin merogoh sesuatu di dalam lengan Hanfunya yang panjang. "Ibu, aku punya ini untukmu."

Sebuah lonceng emas dengan tali merah menggantung di tangan Yu Changyin. Lonceng itu di penuhi dengan aura mistis yang pekat. Entah di mana Yi Changyin mendapatkan benda semacam ini.

"Ini adalah lonceng pemanggil suara, Shen Lan yang memberikannya padaku." Ujar Yi Changyin. "Gunakan ini untuk berbincang denganku sesekali, aku juga punya satu." Tambahnya sambil menunjukkan satu buah lonceng yang sama di tangannya.

"Ya.. ibu akan menggunakannya dengan baik."

"Ibu hanya perlu memanggil namaku. Aku akan menjawab jika saat waktu senggang." Tambah Yi Changyin menjelaskan.

Qin Ruyi mengangguk. "Baik.. baik.." Wanita itu kembali memeluk putrinya. "Jaga dirimu baik-baik."

"Selamat tinggal ibu."

Tiga kata itu begitu menyakitkan bagi keduanya. Namun mereka harus mengikhlaskan segala yang telah di tentukan oleh takdir. Ini adalah takdirnya untuk Yi Changyin pergi mengenal dunia luas. Qin Ruyi hanya bisa menyetujuinya walaupun dengan hari yang berat.

Yi Changyin mulai melepaskan pelukan ibunya, pergi ke luar untuk memulai perjalanan. Segala sesuatu sudah ada di dalam cincin ruang yang dia punya sejak dahulu. Mungkin saat dalam perjalannya, Yi Changyin harus sedikit bekerja keras.

Shen Lan mulai muncul di udara kosong. Sebelum pergi, dia memberi hormat pada Qin Ruyi. Kemudian dia menyusul Yi Changyin yang sudah berjalan lebih dulu. Saat itu Yi Changyin menghentikan langkahnya, berbalik menatap sang ibu untuk terakhir kalinya.

Wanita itu tampak menangis tersedu-sedu melihat kepergian putrinya. Yi Changyin hanya bisa memberikan senyuman terakhir dengan air matanya yang juga turun. Kemudian Yi Changyin mulai menyilangkan kedua tangannya di dada, menghempaskan angin dan membawanya terbang.

Shen Lan melakukan hal yang sama. Qin Ruyi masih memperhatikan mereka dengan tangisan yang memilukan. Hingga Yi Changyin dan Shen Lan menghilang di udara kosong, badan Qin Ruyi menjadi ambruk ke lantai. Seakan tulang-tulang nya pun tak mampu untuk menahan kesedihan.

"Yin'er.."

.......

.......

.......

Di aula utama keluarga Yi, tampak dua orang pria memasuki ruangan besar tersebut. Kedua orang dari klan Naga itu tampak di hormati oleh paman-paman keluarga Yi untuk menyambut. Mereka adalah pangeran dari klan Naga, Long Chu dan penasihat kerajaan.

Kedatangan mereka di sambut dengan baik, karena memiliki maksud yang baik. Melamar sang nona muda bungsu, Yi Changyin. Yi Xuemei tentu saja sangat iri melihatnya. Bahkan saat pertama kali Long Chu datang, gadis itu mengira dia akan melamarnya. Tapi kenyataan berbanding terbalik dengan yang dia inginkan.

Pangeran yang bernama Long Chu sudah datang untuk kedua kalinya, dengan tujuan melihat sang tunangan. Tapi lagi-lagi di kabarkan kalau Yi Changyin belum pulang berkultivasi. Agak membuatnya jengkel, tapi sebagai pangeran yang berwibawa dia harus menahannya.

Tapi kali ini Yi Wang menyarankan agar Long Chu melihat luksinnya saja dan hal itu di setujui olehnya. Dan kali ini mereka sedang menunggu sang nyonya Qin untuk mengambil lukisan putrinya itu.

"Mengapa lama sekali!" Gerutu Feng Chao dengan suara yang pelan. Dia masih harus mempertahankan temperamen nya di depan sang pangeran.

Tak lama, Qin Ruyi datang dari luar. Seorang pelayan mengiringinya dari belakang. Tampak pelayan itu membawa gulungan kertas kanvas yang semua orang tahu kalau wajah Yi Changyin terlukis di sana.

"Langsung saja berikan pada pangeran." Ujar Yi Wang.

"Baik."

Qin Ruyi segera memerintahkan pelayan itu untuk memberikan gulungan kanvas pada pangeran Long Chu. Sedangkan ia bergegas menuju tempat duduknya sebagai seorang nyonya kedua.

Long Chu menerima gulungan itu dan segera membukanya. Tampak lukisan seorang gadis dengan pakaian putihnya yang tampak elegan. Wajahnya begitu cantik dan putih karena goresan tinta yang begitu handal. Dia tak pernah menyangka kalau Yi Changyin adalah seorang gadis cantik. 'Ternyata.. dia lebih cantik dari He Qing.'

...___________________________________________...

Terpopuler

Comments

YuliaVelove

YuliaVelove

Semangat Xiao

2021-05-17

0

Reva

Reva

like

2021-05-02

0

joanne

joanne

semangat thor

2021-04-26

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!