Yi Changyin kembali ke wilayah klan rubah ekor sembilan bersama Shen Lan. Setelah keberhasilannya di gua api spiritual, Yi Changyin menjadi sangat percaya diri untuk melawan Feng Chao dan Yi Xuemei. Dengan modal tingkat kultivasinya yang sudah menjadi Dewi, itu pasti akan berhasil walaupun hanya bisa menekan Yi Xuemei. Setidaknya, Yi Changyin sudah berusaha selama seratus tahun.
Namun setelah mencapai gerbang keluarganya, Yi Changyin berkata santai pada si bunga roh itu. "Shen Lan.. kau tahu apa keinginanku?"
"Tidak tahu." Jawab Shen Lan datar. Walaupun menjengkelkan, tapi Yi Changyin tetap sabar karena telah terbiasa.
"Aku ingin mencari seseorang yang di dalam mimpi itu. Jika dia seorang dewa tertinggi atau manusia, aku ingin menjalin kontrak dengannya." Ujar Yi Changyin dengan yakin. Bahkan senyuman percaya diri terpampang jelas tanpa beban di wajahnya.
Shen Lan menghentikan langkahnya. "Ini.."
Yi Changyin menatap Shen Lan dengan heran. Tapi tak terasa mereka sudah hampir sampai di paviliun yang Yi Changyin tempati. "Apa?"
"Kau berasal dari keluarga terhormat, itu sangat tabu untuk di lakukan atau.. kau akan mendapat ujian langit." Ujar Shen Lan menasihati. Walaupun sebenarnya kata-kata itu harus dengan ekspresi yang marah, tapi Shen Lan tidak berekspresi sama sekali.
"Shen Lan, aku ingin hidup bebas. Aku juga tidak mau menikah dengan orang asing. Lalu.."
"Selamat nona.."
"Selamat nona.."
Dua orang pelayan yang lewat itu entah angin di mana memberi selamat pada Yi Changyin. Apakah karena terobosannya selama seratus tahun? Tidak mungkin, Yi Changyin sudah menekan auranya. Siapapun tidak akan bisa melihat seberapa tingkat kultivasinya. Ada yang mencurigakan!
Yi Changyin menyondongkan badannya ke arah Shen Lan. "Apakah kau tahu apa yang terjadi di sini?" Tanyanya dengan bingung.
Shen Lan mengangkat kedua sisi pundaknya. "Tidak tahu."
Yi Changyin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, semakin lama hatinya semakin merasakan firasat buruk. Tapi, lebih baik dia kembali ke kamarnya dulu, mengistirahatkan badan dan makan yang banyak. Sudah memutuskan, dari pada memusingkan prasangka, lebih baik pergi ke kamarnya.
Tapi saat hendak memasuki gerbang, Yi Changyin melihat sosok Qin Ruyi yang berjalan ke arahnya juga. Awalnya Qin Ruyi tidak menyadari keberadaan Yi Changyin, tapi karena sudah dekat dia menyadarinya. Qin Ruyi tak bisa menahan senyumannya lagi.
"Yin'er!" Serunya.
"Ibu!!" Seru Yi Changyin sambil berlari dan memeluk ibunya dengan erat.
"Kau pergi sangat lama, ibu sangat merindukanmu." Terdapat getaran di setiap katanya. Kentara dia benar-benar bersedih selama seratus tahun kebelakang. Yi Changyin selalu bersama ibunya setiap saat, bahkan ketika berkultivasi.
Sekarang Yi Changyin sudah dewasa, Qin Ruyi harus bisa melepasnya kealam luar yang luas. Mengingat keinginannya untuk melihat sang anak tumbuh menjadi Dewi tertinggi. Memikirkan hal itu Qin Ruyi sedikit merasa sesak hingga dia pun semakin mempererat pelukan hangatnya. Sepertinya dia benar-benar tidak rela jika di tinggal pergi putri semata wayangnya.
"Ibu.. setelah ini harus pergi lagi." Ujar Yi Changyin walaupun terasa berat untuk mengatakannya. Dia tidak mau melihat ibunya bersedih hanya karena keinginannya untuk berkelana. Tapi tidak dengan memberi tahu tujuannya untuk menemui seseorang yang ada dalam mimpi.
Yi Changyin sedikit tak yakin, tapi hatinya sudah bertekad bulat. Dia harus menemukan pria itu! Yi Changyin sudah benar-benar menganggap pria itu nyata dan hidup di muka bumi ini.
Qin Ruyi melepas pelukannya, menatap Yi Changyin dalam. "Yin'er, walaupun hati ibu tidak rela, tapi ibu tidak akan melarangmu untuk pergi berkelana. Hanya saja.." Qin Ruyi tidak melanjutkan ucapannya, dia menunduk dengan sedih. Mungkin ucapannya kali ini akan sedikit menghancurkan kegigihan putrinya yang bahkan baru tertanam pada kepribadiannya.
"Hanya saja?" Tanya Yi Changyin penasaran.
"Ayahmu.." Qin Ruyi berkata sangat pelan, kentara benar kalau ini mungkin akan menghancurkan kegigihan putrinya. "Sedang bersama raja dan pangeran dari klan Naga. Mereka.. ingin menjodohkanmu dengannya."
Ekspresi Yi Changyin tidak terkejut, hanya saja dia berfikir sesuatu tentang pria itu. 'Mungkinkah pangeran dari klan Naga itu sama dengan pria yang di alam mimpi? Kalau sama.. bukankah aku tidak perlu bekerja keras mencarinya.' Yi Changyin tersenyum samar. 'Aku harus melihat wajahnya dulu, jika tidak sama.. apa susahnya untuk kabur?' Ingin Yi Changyin melebarkan senyumnya. Tapi takut diduga kalau dia senang dengan perjodohan ini. Susah tak susah, dia harus menahan hal itu.
"Sebaiknya kau pergi ke aula utama terlebih dahulu." Ujar Qin Ruyi menyadarkan Yi Changyin dari lamunannya. "Suka tidak suka.. aku ingin kau yang memutuskan." Qin Ruyi tersenyum. "Ibu akan selalu mendukung keputusanmu."
Mendengar hal itu membuat hati Yi Changyin menghangat. Betapa beruntungnya ia mendapatkan ibu yang baik dan perhatian seperti Qin Ruyi. Wanita itu begitu istimewa di hatinya, hingga Yi Changyin berharap agar bisa bersama sang ibu untuk selamanya. Tapi itu hanya mimpi belaka.
Hidup tak selalu harus seperti itu. Walaupun kita menginginkan yang seperti sekarang terus-menerus hingga selamanya, takdir tidak akan pernah memihak. Jika takdir ingin berbalik, maka kehidupan seseorang akan berbalik menjadi sedih ataupun senang. Tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tapi Yi Changyin berharap yang terbaik untuk ibunya.
"Baik.."
Qin Ruyi tersenyum, kemudian membawa putrinya menuju aula utama keluarga Yi. Tapi tak di sangka mereka berdua menangkap dua orang yang tengah berbisik-bisik di tempat yang sepi dan sempit. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting dan rahasia. Hal itu membuat Yi Changyin penasaran dan mendekat untuk menguping. Mau tak mau Qin Ruyi mengikuti putrinya, dia pun segera mematikan auranya untuk meminimalisir kewaspadaan seseorang di hadapannya.
Tampak seorang pria muda dan pria tua sedang berbincang dengan serius. Di lihat dari auranya, tingkat kultivasi pria muda sudah mencapai dewa tertinggi. Sedangkan yang lebih tua baru mencapai dewa tingkat kristal level tiga. Sepertinya pria yang lebih tua adalah pengikutnya. Tapi mereka berdua sama-sama kuat, Yi Changyin dan ibunya harus berwaspada jika sewaktu-waktu mereka menyadari keberadaan dirinya dan ibunya.
"Yang muda itu.. adalah pangeran yang akan di jodohkan denganmu." Ujar Qin Ruyi dengan suara yang pelan, bahkan hampir berbisik.
Yi Changyin menoleh ke arah ibunya dengan terkejut, kemudian dia meneliti wajah pria muda itu. Tidak! Ini jauh berbeda. Sepertinya Yi Changyin akan benar-benar kabur bersama Shen Lan kali ini. Mimpi nya untuk tidak perlu bekerja keras hancur lebur seketika.
Walaupun pangeran dari klan Naga itu tampan, tapi menurut Yi Changyin pria dalam mimpinya lah yang paling tampan. Sepertinya Yi Changyin sudah jatuh hati pada pria dalam mimpinya itu. Dia harus cepat-cepat menemukannya ada atau tidak! Bahkan di neraka sekalipun.
"Aku tidak menyukainya, aku akan kabur." Bisik Yi Changyin yang membuat ibunya terbelalak.
"Yang mulia, apakah kau sungguh ingin menikahi gadis rubah itu?" Tanya si pria tua itu. Sepertinya mereka baru tiba di tempat itu.
Saat itu pula Yi Changyin dan ibunya segera menajamkan Indra pendengarannya. Siapa tahu ini adalah informasi penting yang dapat berguna di masa depan.
"Aku hanya mendengar kalau nona itu memiliki kemampuan yang dapat menyembuhkan segala penyakit. Jadi aku akan menggunakannya untuk menyembuhkan calon istriku yang sebenarnya. Kita gunakan saja dia sampai mati, lalu palsukan penyebab kematiannya dan beri kabar klan Rubah ekor sembilan."
Mendengar hal itu Yi Changyin tampak syok. Rasa bingung dan marah bercampur aduk di hatinya. Dia bingung karena pria itu mengatakan kalau dia punya kemampuan untuk menyembuhkan segala penyakit. Tapi kenapa tidak ada yang memberitahunya?! Malah orang luar yang secara tidak langsung mengatakan hal itu. Ada yang tidak beres!
Lalu tentang skandal pria busuk berkedok tampan yang hanya akan memanfaatkannya, Yi Changyin menjadi geram. Bisa-bisanya ada pria seperti itu di dunia ini! Siapa yang tidak marah jika hanya dimanfaatkan lalu di buang saat tidak berguna?
Qin Ruyi yang mendengar hal ini turut sedih dan marah. Dia sedih karena di dunia ini ada saja orang yang ingin mencelakai putrinya. Hal itu tentu saja membuatnya sekaligus menjadi marah.
Aura Qi muncul di tubuh Yi Changyin, dia akan membuka auranya! Dengan cepat Qin Ruyi membawa pergi putrinya dengan berteleportasi. Dia tidak ingin keberadaannya di ungkap oleh pria biadab itu.
Mereka berdua kini sudah berada di kamar Yi Changyin, gadis itu masih di selubungi dengan emosi yang membara. Tapi sadar dia sudah berada di mana, tatapannya menjadi lembut kembali. Tapi tetap saja rasa kesal dan benci terus membekas di hatinya. Tapi ketenangannya membuat Qin Ruyi bernafas dengan lega. Tadinya dia mengira Yi Changyin akan mengamuk ke depan ayahnya. Untung saja itu hanya angan-angan belaka.
"Ibu.. aku tidak ingin berurusan dengannya lagi." Ujar Yi Changyin, getaran kebencian dapat terasa oleh ibunya.
"Tapi.."
"Ibu tenang saja." Yi Changyin memegangi kedua tangan Qin Ruyi. "Changyin mohon, ibu rahasiakan kepergianku kali ini. Para pelayan itu mungkin akan memberi tahu ayah mengenai kedatanganku, tapi tolong ibu tutup mulut untuk hal ini.
Qin Ruyi tersenyum. "Yin'er, ibu sudah bilang jalan apapun yang kau pilih ibu akan selalu mendukungmu."
"Aku sangat menyayangimu, ibu." Ujar Yi Changyin sambil memeluk ibunya hangat. "Maafkan aku yang harus meninggalkanmu lagi entah sampai kapan." Tak terasa air mata turun dari matanya, dia benar-benar merasa rapuh.
Begitupun dengan Qin Ruyi yang mulai menangis tersedu-sedu. Dia tak rela, tapi harus merelakannya. Ini demi kebaikan Yi Changyin sendiri. Tinggal di klan rubah, hanya akan membuat gadis itu tersiksa. "Jaga dirimu baik-baik, Yin'er." Lirih Qin Ruyi.
"Ibu kau tenang saja, aku memiliki Shen Lan. Juga.. tingkat kultivasiku yang sudah mencapai Dewi tahap awal."
Qin Ruyi langsung melepaskan pelukannya, dia menatap Yi Changyin dengan takjub. "Sungguh?" Dia sangat terkejut hanya dengan kurun waktu seratus tahun, Yi Changyin sudah melewati terobosan yang begitu banyak.
Yi Changyin mengangguk, membuat Qin Ruyi tak tahan lagi untuk menampilkan ekspresi bangganya. "Lambat laun.. aku akan memberitahu ayahmu." Ucapnya.
"Ya, setelah lewat dari tiga bulan, ibu baru boleh memberi tau ayah. Aku yakin dia tidak akan marah padamu." Kemudian Yu Changyin merogoh sesuatu di dalam lengan Hanfunya yang panjang. "Ibu, aku punya ini untukmu."
Sebuah lonceng emas dengan tali merah menggantung di tangan Yu Changyin. Lonceng itu di penuhi dengan aura mistis yang pekat. Entah di mana Yi Changyin mendapatkan benda semacam ini.
"Ini adalah lonceng pemanggil suara, Shen Lan yang memberikannya padaku." Ujar Yi Changyin. "Gunakan ini untuk berbincang denganku sesekali, aku juga punya satu." Tambahnya sambil menunjukkan satu buah lonceng yang sama di tangannya.
"Ya.. ibu akan menggunakannya dengan baik."
"Ibu hanya perlu memanggil namaku. Aku akan menjawab jika saat waktu senggang." Tambah Yi Changyin menjelaskan.
Qin Ruyi mengangguk. "Baik.. baik.." Wanita itu kembali memeluk putrinya. "Jaga dirimu baik-baik."
"Selamat tinggal ibu."
Tiga kata itu begitu menyakitkan bagi keduanya. Namun mereka harus mengikhlaskan segala yang telah di tentukan oleh takdir. Ini adalah takdirnya untuk Yi Changyin pergi mengenal dunia luas. Qin Ruyi hanya bisa menyetujuinya walaupun dengan hari yang berat.
Yi Changyin mulai melepaskan pelukan ibunya, pergi ke luar untuk memulai perjalanan. Segala sesuatu sudah ada di dalam cincin ruang yang dia punya sejak dahulu. Mungkin saat dalam perjalannya, Yi Changyin harus sedikit bekerja keras.
Shen Lan mulai muncul di udara kosong. Sebelum pergi, dia memberi hormat pada Qin Ruyi. Kemudian dia menyusul Yi Changyin yang sudah berjalan lebih dulu. Saat itu Yi Changyin menghentikan langkahnya, berbalik menatap sang ibu untuk terakhir kalinya.
Wanita itu tampak menangis tersedu-sedu melihat kepergian putrinya. Yi Changyin hanya bisa memberikan senyuman terakhir dengan air matanya yang juga turun. Kemudian Yi Changyin mulai menyilangkan kedua tangannya di dada, menghempaskan angin dan membawanya terbang.
Shen Lan melakukan hal yang sama. Qin Ruyi masih memperhatikan mereka dengan tangisan yang memilukan. Hingga Yi Changyin dan Shen Lan menghilang di udara kosong, badan Qin Ruyi menjadi ambruk ke lantai. Seakan tulang-tulang nya pun tak mampu untuk menahan kesedihan.
"Yin'er.."
.......
.......
.......
Di aula utama keluarga Yi, tampak dua orang pria memasuki ruangan besar tersebut. Kedua orang dari klan Naga itu tampak di hormati oleh paman-paman keluarga Yi untuk menyambut. Mereka adalah pangeran dari klan Naga, Long Chu dan penasihat kerajaan.
Kedatangan mereka di sambut dengan baik, karena memiliki maksud yang baik. Melamar sang nona muda bungsu, Yi Changyin. Yi Xuemei tentu saja sangat iri melihatnya. Bahkan saat pertama kali Long Chu datang, gadis itu mengira dia akan melamarnya. Tapi kenyataan berbanding terbalik dengan yang dia inginkan.
Pangeran yang bernama Long Chu sudah datang untuk kedua kalinya, dengan tujuan melihat sang tunangan. Tapi lagi-lagi di kabarkan kalau Yi Changyin belum pulang berkultivasi. Agak membuatnya jengkel, tapi sebagai pangeran yang berwibawa dia harus menahannya.
Tapi kali ini Yi Wang menyarankan agar Long Chu melihat luksinnya saja dan hal itu di setujui olehnya. Dan kali ini mereka sedang menunggu sang nyonya Qin untuk mengambil lukisan putrinya itu.
"Mengapa lama sekali!" Gerutu Feng Chao dengan suara yang pelan. Dia masih harus mempertahankan temperamen nya di depan sang pangeran.
Tak lama, Qin Ruyi datang dari luar. Seorang pelayan mengiringinya dari belakang. Tampak pelayan itu membawa gulungan kertas kanvas yang semua orang tahu kalau wajah Yi Changyin terlukis di sana.
"Langsung saja berikan pada pangeran." Ujar Yi Wang.
"Baik."
Qin Ruyi segera memerintahkan pelayan itu untuk memberikan gulungan kanvas pada pangeran Long Chu. Sedangkan ia bergegas menuju tempat duduknya sebagai seorang nyonya kedua.
Long Chu menerima gulungan itu dan segera membukanya. Tampak lukisan seorang gadis dengan pakaian putihnya yang tampak elegan. Wajahnya begitu cantik dan putih karena goresan tinta yang begitu handal. Dia tak pernah menyangka kalau Yi Changyin adalah seorang gadis cantik. 'Ternyata.. dia lebih cantik dari He Qing.'
...___________________________________________...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
YuliaVelove
Semangat Xiao
2021-05-17
0
Reva
like
2021-05-02
0
joanne
semangat thor
2021-04-26
2