Seseorang pria dengan pakaian putih bersinar bak seorang dewa berbalik. Memamerkan ketampanannya yang membuat gadis manapun langsung jatuh hati bahkan mimisan. Wajahnya bersinar membuat aura keagungannya terasa menyejukkan pikiran, di tambah pria itu perlahan tersenyum pada gadis di hadapannya.
"Kau adalah jodohku.. takkan terpisahkan." Ucap pria itu begitu lembut terdengar.
Sedikit menggelitik bagi si gadis hingga membuat pipinya merah merona. Dia tidak tahu harus berkata-kata lagi, seperti di bungkam dengan beberapa kata mengejutkan itu 'Kau adalah jodohku, takkan terpisahkan.'
Walaupun tidak ada jawaban, pria itu tetap memasang senyuman indahnya. Tak lama dia pun menghilang di ruang yang hampa menyisakan titik-titik putih bersinar yang di hasilkan olehnya.
Gadis yang memimpikan pria itu langsung terbangun dengan ekspresi wajah yang heran. Tidak tahu mengapa pria itu selalu datang di mimpinya. Apakah si tampan itu adalah jodohnya yang datang memberi pesan lewat mimpi? Gadis itu langsung menepis pikirannya, dia tidak mau berfikir yang tidak-tidak untuk saat ini.
Wajahnya masih terlihat ngantuk dengan jidatnya yang sedikit berkerut. Membuat tanda putih melengkung di keningnya itu sedikit berantakan. Wajahnya yang tirus dan putih sepertinya masih tidak butuh untuk diperlihatkan ke luar.
"Apakah kau memimpikan pria itu lagi?" Tanya seorang pria yang mengejutkan dirinya yang sedang mengantuk-ngantuk. Pria itu tengah duduk di atas meja tak jauh dengan tempat tidurnya.
Pria itu memakai Zhaoshan berwarna biru tua berbordir mawar dengan sulaman benang yang senada, hingga terlihat begitu elegan. Lalu pakaian silang dalamnya yang berwarna putih terang, yang membuatnya begitu mencolok. Wajahnya tampak datar bagaikan sang pencipta tidak sedikit memberikan satu pun ekspresi kepadanya. Rambutnya tergerai panjang halus dan wangi mawar menyelimuti lelaki itu.
"Shen Lan, Bisakah kau tidak memggangguku?" Protes gadis itu dengan wajah yang masih terlihat mengantuk. Yang ada di pikirannya kali ini hanyalah ingin tidur kembali.
"Yi Changyin, apakah kau ingin di hukum lagi oleh nyonya Feng?" Balas pria itu menakut-nakuti.
"Haiya!!" Yi Changyin berseru dengan malas. "Bukankah nama Shen Lan itu hanya cocok untuk anak perempuan?" Yi Changyin tertawa garing. "Ternyata Shen Lan yang ku kenal begitu feminim."
"Siapa bilang aku ini feminim?" Tanya Shen Lan tanpa ada ekspresi di wajahnya. Tidak marah, tersinggung ataupun senang. Pasalnya, Shen Lan itu berarti biru tua. Dan dia adalah sebuah tumbuhan roh yang di rawat baik oleh Yi Changyin. Bahkan Yi Changyin yang memberikan nama itu, mengapa sekarang dia malah mengejeknya?! Ah! Mungkin dia masih bermimpi.
"Aku sudah berumur enam belas ribu tahun, aku tidak mau lagi terus menerus di gunakan oleh dia untuk melampiaskan kekesalan." Tiba-tiba nada pembicaraan Yi Changyin berubah menjadi serius. "Aku berjanji akan melawannya sekarang."
"Dengan tingkat kultivasi mu yang hanya mencapai emas level tujuh?" Shen Lan mencemooh. "Nyonya Feng sudah mencapai Dewi tingkat emas level satu, kau yakin akan melawannya? Walaupun dibantu dengan ibumu yang hanya Dewi tingkat perak level satu, itu tidak akan membantu." Jawab Shen Lan. Namun jelas-jelas dia yang membuat semangat Yi Changyin menjadi menurun.
Lama termenung, akhirnya Yi Changyin memberikan jawaban yang tepat. "Aku masih berumur enam belas ribu tahun, wajar saja baru mencapai tingkat emas." Katanya dengan yakin.
"Apakah kau lupa nona muda Yi Xuemei saat berusia enam belas ribu tahun berapa tingkat kultivasinya? Ingat! Dia sudah mencapai kristal level satu, dan sekarang saat berusia dua puluh ribu tahun, dia sudah mencapai kristal level enam, sebentar lagi dia akan mencapai Dewi tahap awal." Jelas-jelas Shen Lan sedang membuat Yi Changyin agar tidak malas untuk berkultivasi lagi. Pasalnya, setelah gadis itu mencapai emas level tujuh, dia menjadi bermalas-malasan.
Tingkat kultivasi sangatlah banyak. Di mulai dari Perunggu, perak, emas, kristal, Dewa/Dewi tahap awal, Dewa/Dewi tingkat perunggu, Dewa/Dewi tingkat perak, Dewa/Dewi tingkat emas, Dewa/Dewi tingkat kristal dan terakhir adalah Dewa/Dewi tertinggi. Semua tingkatan memiliki tujuh level, terkecuali Dewa/Dewi tertinggi yang sudah menjadi tingkatan puncak. Khusus untuk makhluk fana, setelah mencapai level tujuh kristal, akan memasuki tahapan bintang terlebih dahulu sebelum naik ke Dewa/Dewi.
Jarang para makhluk abadi yang bisa mencapai tingkat Dewa/Dewi tertinggi, apalagi manusia fana. Atau mereka harus berkultivasi selama beratus ribu tahun tanpa henti. bahkan yang paling lambat bisa mencapai satu juta tahun. Tiap naik satu tingkat, kesulitannya pun akan di tambah satu tingkat. Tapi setiap naik tingkat, kekuatan mereka akan di tambah kurang lebih sebanyak lima kali lipat.
Cara terlambat untuk berkultivasi adalah bertapa dengan tenang sesuai elemen masing-masing tanpa gangguan. Jika ingin sedikit cepat, gunakannya tumbuhan spiritual atau bisa bertarung menggunakan tenaga dalam. Jika ingin lumayan cepat, bertapa di tempat yang berlawanan dengan elemen masing-masing. Misal untuk Yi Changyin yang memiliki elemen es dan air, maka akan lebih cocok jika dia berkultivasi di atas api spiritual dengan menyerap intinya.
Ya, selain itu bisa juga menggunakan tanaman spiritual atau inti roh hewan roh atau ilahi.
Sekarang Yi Changyin sangat bermalas-malasan untuk berkultivasi, alhasil dia akan lebih sulit untuk mencapai tingkat selanjutnya. Tentu saja Shen Lan tidak mau temannya menjadi seperti pribadi yang malas. Walaupun dia hanya tumbuhan yang tidak memiliki hati dan perasaan, Shen Lan harus berutang Budi seumur hidup pada Yi Changyin.
"Baiklah.. sekarang kita pergi ke tempat api spiritual."
Shen Lan mengangkat pandangannya seketika, tapi ekspresi wajahnya tidak begitu terkejut. Bukankah Yi Changyin begitu cepat untuk menanggapinya? Tapi bagus, dia tidak perlu berceramah empat ribu kata lagi.
.......
.......
.......
Sebuah tempat gelap dengan penerangan yang minim. Gua itu hanya di terangi oleh batuan lava yang menyala dan terlihat begitu panas. Mungkin siapapun yang menyentuhnya akan langsung terbakar lalu menggosong. Di tengah-tengah tempat aneh itu, terdapat singgasana berwarna hitam yang di penuhi dengan aura iblis.
Beberapa orang berjubah hitam duduk dengan hormat di depan singgasana kosong itu. Sepertinya.. seseorang akan segera datang kesana.
Semua orang di ruangan itu memiliki aura iblis yang kuat. Tidak salah lagi kalau mereka adalah orang-orang terkuat dari alam iblis yang sedang menunggu rajanya.
"Setelah bertapa selama enam belas ribu tahun, aku baru mendengar ras peri telah musnah. Benarkah itu?" Suara itu menggema di dalam ruangan, diiringi dengan kepulan asap hitam bercampur merah muncul di atas bantalan singgasana. Hingga kepulan itu berubah menjadi sosok yang memiliki aura iblis lebih kuat dari yang lainnya.
Jubahnya di penuhi dengan kabut-kabut hitam kemerahan. Wajahnya tertutup topeng hitam yang begitu menyeramkan. Ada tanduk runcing tumbuh di jidatnya. Tidak salah lagi kalau dia adalah sang raja iblis, musuh terbesar dari alam langit.
"Salam hormat kepada raja iblis yang agung." Semua orang bersujud memberi hormat.
Kemudian salah satu dari mereka mengangkat kepalanya, untuk menjawab pertanyaan sang raja iblis. "Jawab yang mulia, ras peri putih dan hitam benar-benar musnah. Ketika penyelidikan, kami menemukan topeng milik kedua pemimpin di kedua kubu itu di jurang danau penghancur jiwa. Tidak pungkiri lagi kalau mereka masuk ke dalam danau itu setelah cahaya aneh yang meledak di sela-sela tubuh mereka." Jelas pria itu dengan suara serak. Jelas kalau dia sudah lanjut usia.
"Dimana pedang sakti mereka berdua?" Tanya sang raja iblis. Dari suaranya, tak bisa dipungkiri kalau pria itu memiliki wajah yang masih muda dan juga tampan.
"Raja, alam langit yang mengambilnya dan di segel di suatu tempat." Jawab pria tua itu lagi.
Raja iblis mendengus. "Alam langit itu sungguh serakah!" Makinya. "Terus selidiki apa yang sebenarnya terjadi. Siapa yang menciptakan ledakan itu dan dimana kedua pedangnya di sembunyikan. Juga temukan jiwa mereka berdua yang mungkin sudah bereinkarnasi."
"Baik, raja agung." Suara para iblis itu menggema seraya menjawab perintah sang raja mereka yang begitu misterius.
Sejauh ini, belum ada yang tahu wajah dari si raja, mereka hanya bisa mendengar suaranya yang seperti orang tampan. Seperti rumor kebanyakan di mana-mana.
.......
.......
.......
"Ayah apakah kau tahu?" Seorang pria berbicara di depan berbagai makanan yang terhampar di atas meja itu. Beberapa orang langsung mengalihkan pandangan kepadanya. Semua orang bisa mengenalnya kalau dia adalah Yi Huanfu, tuan muda pertama keluarga Yi.
"Kejadian tentang ras peri yang punah enam belas ribu tahun lalu baru ramai di bicarakan di alam fana." Kemudian dia terkekeh pelan. "Mereka ketinggalan."
Yi Changyin hanya melirik sekilas, dia masih fokus dengan makanannya sendiri. Siang itu adalah waktu makan bersama inti keluarga Yi. Hanya terdapat Yi Wang, Feng Chao, Qin Ruyi dan ketiga anaknya.
Yi Wang hanya terkekeh mendengar ucapan putra pertamanya. Terkadang mereka terlihat begitu harmonis. Tapi berbeda suasana jika Yi Xuemei mulai merundung Yi Changyin.
"Ayah, mengapa aku tidak pernah mendengar hal ini?" Tanya Yi Changyin yang akhirnya membuka suara setelah menelan makanannya.
"Karena kau begitu bodoh untuk mempelajari sejarah." Sahut Yi Xuemei mencaci adiknya.
"Aku tidak berbicara padamu." Ujar Yi Changyin dengan ketus yang membuat Feng Chao dan Xuemei melotot. Shen Lan yang berada di cincin ruang Yi Changyin hanya bergumam tanpa ekspresi, "Ternyata ucapannya lagi tadi itu benar."
Dari enam belas ribu tahun kebelakang, Yi Changyin tidak pernah melawan Yi Xuemei ataupun Feng Chao. Tapi kali ini? Yi Changyin jelas-jelas menjawabnya dengan nada yang ketus pula.
"Beraninya kau?!"
"Kau ini seorang kakak, sangat tidak pantas memaki adiknya." Potong Yi Changyin dengan berani. Dia tidak peduli jika Feng Chao akan mengancamnya dengan hukuman cambuk atau apapun itu, karena dia akan segera pergi untuk berkultivasi.
"Siapa bilang aku ini kakakmu?!" Balas Xuemei tidak terima. Yi Wang yang melihatnya hal itu hanya tertunduk murung. Tidak ada lagi yang harus dia lakukan. Pengaruh Feng Chao yang dari klan Phoenix sangat menekannya.
"Baiklah, jika kau bukan kakakku maka jangan pernah mencampuri urusanku lagi."
"Kau?!"
"Yin'er.." Cegah Qin Ruyi berusaha membatasi emosi putrinya.
"Changyin, kau tidak pantas bersikap seperti ini, dari mana kau belajar? Apakah dari ibumu?" Saat itu Feng Chao mulai angkat suara sambil mengeluarkan auranya, berusaha membuat Yi Changyin tertekan.
Tapi Shen Lan telah melindungi Yi Changyin, hingga gadis tak merasakan apapun dari pengaruh Feng Chao. Ekspresinya begitu datar di lihat, membuat Feng Chao semakin di selimuti emosi. Manamungkin aura Phoenix yang begitu kuat tidak bisa mempengaruhi gadis yang hanya berada di tingkatan emas level tujuh?!
"Sudahlah kau tidak perlu mencampuri urusanku lagi!" Sergahnya sambil berdiri.
"Kau?!" Sejujurnya Feng Chao pun merasa terkejut dengan sikap Yi Changyin saat ini. Apakah dia sedang cari mati?
"Ayah, ibu. Hari ini aku pamit untuk pergi berkultivasi sampai menjadi Dewi tahap awal." Ucapnya sambil membungkuk seraya memberi salam penghormatan.
Tapi, dia malah mendapat tawaan dari Xuemei. "Menjadi Dewi? Kau sedang bermimpi? Orang bodoh sepertimu?" Ejeknya di sela-sela tertawa.
"Kau lihat saja nanti! Ingat, jangan pernah meremehkan ku lagi setelah kembali!" Ujarnya dengan serius sambil pergi meninggalkan ruangan.
"Yin'er!" Saat itu Qin Ruyi berusaha menghentikannya. Tapi sepertinya Yi Changyin tidak bisa di hentikan lagi.
"Sudahlah adik, biarkan dia pergi seratus ribu sampai sejuta tahun lagi." Ujar Feng Chao dengan senyuman mengejeknya. Begitu pula dengan Yi Xuemei. Tapi tidak dengan Yi Huanfu, dia benar-benar tidak pernah berminat untuk merundung adik bungsunya itu.
"Aku tidak tahu apakah dia bisa melewati makhluk yang berjaga di sana." Tambah Feng Chao dengan yakin kalau Yi Changyin akan kembali dengan tangisan cengengnya.
Mau tak mau Qin Ruyi harus duduk kembali, dia hanya bisa bersedih dari hari ke hari. Kesombongan orang dari klan Phoenix membuatnya terus tersudut setiap hari. Tapi jika putrinya hendak pergi berkultivasi, dia tidak bisa menghentikannya. Bagaimanapun dia sangat menunggu-nunggu kalau putrinya menjadi seorang Dewi yang kuat bahkan melebihi Feng Chao.
.......
.......
.......
Yi Changyin dan Shen Lan pergi dari kediaman keluarga Yi mereka, melakukan perjalanan menuju gua tempat api spiritual itu berada. Perjalanan mereka tidak begitu jauh, jika menaiki kereta kuda akan sampai setelah satu hari perjalanan.
Tapi, kereta kuda hanya mampu berhenti di depan jembatan kabut yang terkenal dengan jurangnya yang dalam tak terhingga. Bahkan kabarnya banyak makhluk mengerikan yang sering kali muncul untuk menghadang siapa saja yang melewati tempatnya.
Tapi kali ini Yi Changyin datang dengan perlindungan. Seribu tahu yang lalu, bunga itu menjadi lebih kuat hingga dapat melindunginya dengan baik. Jangankan untuk melawan kekuatan Feng Chao, melewati jembatan kabut itu pun mereka melewatimya dengan aman.
Sampailah dia di mulut gua tempat api spiritual berada. Aura yang penuh dengan kekuatan itu sudah terasa bahkan beberapa meter di tempatnya. Yi Changyin tersenyum puas ketika merasakannya, dia tidak pernah merasakan sesuatu yang sekuat ini. Akan bagus jika di gunakan untuk terobosan beruntun.
"Kau masuklah ke dalam, baluti dulu tubuhmu dengan aura spiritual dari elemen air, lalu gunakan api itu dengan baik. Aku akan membuat formasi di mulut gua yang bertahan selama seratus tahun" Ujar Shen Lan seraya memberikan bantuan.
Yi Changyin mengangguk mantap. Kemudian aura spiritual mengalir di tangannya, pola rumit ia gunakan hingga seluruh tubuhnya di baluti dengan aura spiritual yang ada unsur elemen airnya. Dengan serius, Yi Changyin mulai memasuki gua yang semakin mendekat, panas semakin menyengat terasa.
Saat itu pula, Shen Lan mulai menggambar formasi di udara kosong. Membuat goresan emas yang dipenuhi dengan aura suci itu. Formasi Lukisan Hanzi di dorong ke mulut gua, sedikit meledak dan menciptakan angin besar. Tidak akan ada seorangpun yang bisa memasukinya dengan mudah.
"Akhirnya dia berkultivasi juga.." Gumam Shen Lan masih dengan wajah tanpa ekspresinya.
Kemudian Shen Lan menutup matanya, membentuk pola rumit di tangannya. Tak lama dia berubah menjadi partikel cahaya yang bergerak menuju mulut gua, kemudian berubah menjadi mawar biru tua yang indah. Kali ini dia hendak bertapa untuk menambah kekuatannya.
Sudah satu hari Yi Changyin bersila lotus di tengah-tengah api spiritual. Kerutan di dahinya menunjukkan keseriusan dalam menambah kekuatan. Panas yang menyengat dia tahan untuk tidak menjalar sampai membuatnya tidak fokus.
Aura-aura dari inti spiritual api terus mengalir ke dalam tubuhnya dengan deras. Hingga cahaya muncul di sela-sela tubuhnya, tak lama menjadi ledakan yang tak begitu keras. Dia sudah berhasil mencapai tingkatan kristal level satu!
Masih dengan mata terpejam, Yi Changyin menyunggingkan senyuman tipis. Dia merasa puas dengan kecapaian yang luar biasa. Biasanya untuk mencapai level satu kristal harus sampai satu sampai dua bulan bertapa.
Ah! Sepertinya dia harus pergi ke menara penyucian yang berada di alam langit. Mungkin hanya dalam kurun waktu seribu tahun dia sudah bisa mencapai Dewi tertinggi.
Tapi mungkin jika dia mengikuti ujian dengan level kesulitan tertinggi, tidak perlu seratus bahkan lima puluh tahun untuk mencapai tingkat Dewi tertinggi. Sepertinya dia harus mencoba lain kali.
Dalam jarak yang dekat sama jauh, dari dalam gua itu selalu terdengar ledakan yang menandakan terobosan. Shen Lan yang sepertinya sudah berhenti bermeditasi sedang berjongkok di pinggiran jurang roh itu.
BOMMM!!
Ledakan kembali terdengar. "Sepertinya, nona memiliki kekuatan tersembunyi yang bisa lebih mudah untuk melakukan terobosan. Sekarang dia sudah berada di tingkatan kristal level tujuh. Sedangkan sepuluh tahun lagi tepat seratus tahun dia berada di dalam, dan formasi akan terbuka dengan sendirinya." Shen Lan terus bergumam. "Akankah dia dapat menjadi Dewi dalam kurun waktu seratus tahun?"
Mencapai terobosan, bagi makhluk abadi sangatlah sulit. Berbeda jauh dengan manusia yang mungkin hanya membutuhkan beberapa tahun. Tapi walaupun tingkatkan makhluk abadi berada di bawah manusia, jika bertarung maka makhluk abadi lah yang akan menang.
Tapi jika manusia ingin menjadi Dewi, mereka harus mengikuti ujian menara penyucian di alam langit. Semakin tinggi level yang mereka pilih, semakin cepat pula melakukan terobosan. Tapi, di level satu saja tidak mudah untuk makhluk abadi untuk selamat, apalagi manusia fana.
Sepuluh tahun berlalu, kekuatan formasi milik Shen Lan semakin melemah. Jika melewati tengah malam, mungkin akan segera berakhir. Dia terus mengawasi di tengah-tengah musim dingin yang menyejukkan badannya di dekat api spiritual yang abadi itu. Shen Lan hanya sekuntum bunga, tapi dia adalah makhluk abadi. Tidak akan pernah layu sampai dia bosan untuk hidup.
Di dalam, aura Yi Changyin semakin kuat. Inti api spiritual semakin deras masuk ke dalam dantiannya. perlahan cahaya kuat muncul di sela-sela pori-pori tubuhnya. Pendiriannya menjadi goyah, dia sangat tidak tahan untuk mencapai terobosan besar kali ini.
Cahaya itu semakin lama semakin terang, membuat nafas Yi Changyin berderu sekencang kuda berlari. Cahaya itu semakin terang hingga menimbulkan ledakan yang besar.
BOMM!
Bahkan tanah di luar gua bergetar hingga membuat salju runtuh menutupi mulut gua. Shen Lan yang awalnya tidak berekspresi kini dia terbelalak.
"Nona.. berhasil menjadi Dewi?" Setelah mengatakan hal itu, dia menghela nafas dan ekspresinya kembali berubah datar.
Sementara di dalam, mata Yi Changyin sudah terbuka sambil mengamati penampilannya yang bersinar di tengah bara api yang menyala. Jantungnya berdetak kencang kentara ia berhasil melakukan suatu terobosan! Dan dia berhasil menjadi seorang Dewi tahap awal level satu!
"Aku berhasil.. aku berhasil!!" Seru nya dengan senang.
Yi Changyin segera melompat keluar, menyingkirkan es yang menghalangi jalannya. Pemandangan pertamanya di sambut oleh Shen Lan yang berwajah datar bak kolam air yang tak tersentuh itu.
Senyuman Yi Changyin menghilang. "Ku kira setelah seratus tahun kau akan bisa mempunyai ekspresi."
"Aku tidak mempunyai hati, tapi aku bisa terkejut dengan pencapaianmu." Ucap Shen Lan yang membuat Yi Changyin kembali mengangkat sudut bibirnya.
"Baiklah! Jangan lama-lama di sini." Kemudian senyumannya berubah menjadi mengerikan. "Aku harus membalas budi mereka berdua selama enam ribu belas tahun!"
...----------------...
Setelah membaca tinggalkan jejak dengan cara like dan komen. Jangan lupa beri dukungan dengan cara beri hadiah dan vote di laman karya🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
HANNAH
interesting
2021-07-08
0
YuliaVelove
Semangat 💪
2021-05-17
0
Reva
like like
2021-05-02
0