Bab XI - Cambukan Siluman

"Jadi kau hewan spiritual anakku?" Tanya Yang Qiujiu dengan ekspresi yang tak seperti sebelumnya. Dia merasa lebih lega setelah mendengar pengakuan dari Yi Changyin. Antara percaya dan tidak percaya, dia kesampingkan terlebih dahulu.

"Benar, selir." Jawab Yi Changyin penuh hormat.

"Lalu di mana anakku?" Tanya Yang Qiujiu lagi.

"Aku disini, ibu.."

Yang Qiujiu tertegun mendengar suara yang memanggilnya 'ibu' itu. Apakah dia sedang mimpi? Apakah telinganya bermasalah? Yang Qiujiu menoleh ke arah sumber suara, dia mengenali orang itu. Dia adalah putranya, tapi suara itu?

"Ibu, mengapa kau diam begitu? Tidakkah kau senang dengan kembalinya suara anakmu?" Ujar Xuan Chen terdengar begitu puitis. Membuat Yi Changyin tersenyum menahan tawanya yang hampir meledak.

Sedangkan Kasim Hu itu, sudah tidak mampu menyembunyikan rasa terkejutnya. Pertama muncul seorang gadis yang mengaku sebagai Dewi. Sekarang? pangeran ketujuh yang terbuang dan terasingkan itu sudah ada peningkatan. Ancaman.. ini adalah ancaman kecil yang nantinya bakal membesar dan menghancurkan.

"Xuan Chen.. kau?" Yang Qiujiu tidak tahu harus berkata apa-apa lagi. Dia tidak tahu harus senang atau menangis. Semua yang dia lihat, yang dia dengar saat ini bagaikan berada di alam mimpi. Suara merdu dan asing itu bagaikan hawa dingin yang membekukan seluruh tubuhnya. Setelah sekian lama, akhirnya langit memberikan anugrah ini kepadanya. Mimpi apa dia semalam?

"Selir Yang, kakak ketujuh bisa berbicara lagi. Semua itu.. berkat dia." Ujar Xuan Rong menimpali.

Mendengar hal itu, Yang Qiujiu langsung bersujud pada Yi Changyin. Tapi gadis itu segera mencegahnya. Sebenarnya bukan ini yang dia inginkan. Untuk apa semua orang bersujud kepadanya? Yi Changyin datang ke tempat ini hanya ingin membereskan orang-orang dengan cara yang halus. Jika mereka bertindak di luar batasan, Yi Changyin akan membuat tempat ini rata menjadi tanah. Dia tidak pernah mengharapkan semua orang bersujud di bawah kakinya.

"Selir, aku sudah menjalin kontrak sehidup semati dengan anakmu. Wajar saja jika aku menyembuhkannya. Lagi pula, aku sama sekali tidak mengharapkan imbalan apapun dari kalian." Ujar Yi Changyin dengan tulus. Yang Qiujiu bisa melihatnya dari mata gadis itu, sama sekali tidak ada kebohongan atau semua yang di katakannya adalah kepalsuan.

Yang Qiujiu tidak bisa menahan kebahagiaan yang meledak-ledak itu. Sampai-sampai matanya mengeluarkan air pertanda kebahagiaan. Dia tidak pernah menyangka, kesabarannya selama ini di bayar dengan kesembuhan putranya. Sepertinya.. gadis ini benar-benar dari alam langit. Tempat yang mungkin sebagian manusia menganggapnya mustahil.

"Sudahlah.. kaisar sudah menunggu. Sebaiknya kita pergi ke dalam." Ujar Yang Qiujiu mengajak semua orang. Wajahnya masih di selimuti dengan cahaya kebahagiaan.

Mereka semua memasuki istana utama kekaisaran Xuan. Hari ini adalah khusus pertemuan bagi keluarga inti kekaisaran. Bagi para istri, hanya permaisuri dan selir yang memiliki anak yang dapat hadir. Mereka semua sudah berkumpul, menunggu satu-satunya orang yang mereka jadikan sebagai santapan pemuas amarah.

Saat hendak memasuki pintu, Yi Changyin terlebih dahulu mengubah dirinya menjadi seekor rubah. Seperti biasa, dia naik ke pangkuan Xuan Chen dan pura-pura tertidur. Bahkan setelah ekornya di sembunyikan, semua orang masih menatap Xuan Chen dengan keirian. Rubah putih didaerah timur ini terbilang sangat langka. Walaupun hanya sebatas binatang untuk di jadikan kontrak, tapi kekuatan mereka cukup besar.

Tentu saja bagi permaisuri dan selir agung mengira kalau itu adalah rubah putih, bukan rubah ekor sembilan. Jika mereka tahu, mungkin.. sesuatu yang besar akan terjadi secepat yang di kira.

Pemandangan yang pertama kali di lihat, adalah seorang pria memakai jubah hitam bersulam dengan motif naga. Rambut yang sedikit memutih itu di Gelung menggunakan jepit rambut pria yang terbuat dari emas murni. Di sampingnya, seorang wanita berpakaian merah bersulam Phoenix duduk dengan anggun. Wajahnya yang penuh riasan itu menggambarkan kesombongan dan penuh ambisi. Tidak salah lagi kalau dia adalah sang permaisuri.

Selain mereka, selir agung, selir De dan selir Xian turut hadir. Sebagai tanda kalau mereka sudah memiliki keturunan kaisar. Lain hal nya dengan sang selir agung, dia hanya mempunyai Wen Yuexin sebagai anak angkatnya. Sementara Xuan Ye dan Xuan Hua menatap Xuan Chen penuh permusuhan, terutama saat melihat rubah itu di bawa olehnya. Ingin sekali dia menghancurkan suasana.

"Xuan Rong memberi hormat pada ayah kaisar dan permaisuri." Xuan Rong membungkuk patuh di hadapan pria yang duduk di atas singgasana itu.

"Xuan Chen memberi hormat pada ayah kaisar dan permaisuri." Ucapan Penghormatan itu diulangi oleh suara asing yang tidak di kenali semua orang. Berasal dari mulut yang pangeran yang di kucilkan. Itu sungguh mengejutkan seisi ruangan!

Permaisuri dan selir agung saling melirik, dia tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi. Jantungnya berdetak sangat kencang, bagaikan bertemu dengan malaikat maut yang siap sedia untul mencabut nyawanya. Xuan Ye dan Xuan Hua terperangah kaget, ini adalah momen yang paling dia hindari. Apakah semua ini ulah rubah itu?!

Wen Yuexin dan Xuan Yao tentu saja berseri mendengarnya. Yang di harapkan mereka sejak saling kenal, akhirnya terwujud dalam waktu yang tiba-tiba. Kaisar Xuan Zhen berdiri dari duduknya. Dia juga sangat terkejut dengan hal itu. Mulutnya terkunci, lidahnya terasa kelu.

"Xuan Chen? Kau benar bisa bicara?" Tanya sang kaisar dengan ekspresi tidak percayanya. Walaupun dia pribadi yang mengasingkan Xuan Chen, tapi kaisar Xuan Zhen sangat menyayangi putranya. Hanya saja, dia tidak ingin menghancurkan satu dinastinya hanya karena menyinggung keluarga permaisuri. Hanya rasa kasih sayang dan rindu dari jauh yang dia pendam.

Saat itu Yang Qiujiu bertekuk lutut. Wajahnya terlihat ceria dari hari-hari biasanya yang penuh dengan kepahitan. "Jawab kaisar.. Chen'er.. benar-benar bisa berbicara. Semua itu.. semua itu.."

Sekarang kaisar tak mampu lagi menyembunyikan rasa gembiranya. Bagaimanapun dia seorang ayah, hatinya bukan seperti kaisar kejam yang selalu menginginkan kekuasaan. "Siapa? Siapa yang menyembuhkannya? Aku pasti akan memberi imbalan yang besar?" Tanyanya sangat tidak sabaran.

"Semua itu.. berkat rubah ini.." Ujar Yang Qiujiu yang membuat semua orang terkejut. Rubah itu sebenarnya siapa dia? Bahkan auranya tidak bisa terdeteksi. Belum tentu bisa mengubah dirinya menjadi manusia sekaligus menyembuhkan Xuan Chen.

"Rubah?" Gumam Kaisar Xuan Zhen sedikit tidak percaya.

"Ayah tidak percaya?" Sahut Xuan Chen, dia sepertinya sangat ingin melihat Yi Changyin di agung-agungkan di sini. "Dia menyembuhkannya di depan mata kepalaku sendiri." Tambahnya dengan serius.

"Menurut legenda.. rubah itu adalah siluman jahat yang suka menggoda." Tiba-tiba Jiang Jinwei, atau permaisuri kekaisaran Xuan angkat bicara. Jika dia sudah mengeluarkan suara, mungkin hanya salah bicaranya saja yang dapat menghentikannya.

Tentu saja Yi Changyin yang mendengar hal itu membuka sedikit matanya. Sangat aneh! Manusia fana seperti Jiang Jinwei, yang berada di tingkat kristal level dua berani-beraninya merendahkan alam langit. Manusia disini bagaikan tak percaya dengan orang-orang yang hidup di atas mereka. Tentu saja mereka merasa dirinya yang paling tinggi ketika mendapatkan kekuasaan di alam fana. Jika kaisar langit atau para Dijun sudah bertindak, mereka hanya bisa diam menunggu kehancuran.

*Dijun : Raja besar

"Bagaimana mungkin aku mempercayai siluman mengerikan ini. Dia pasti memberikan sihir jahat pada pangeran ketujuh. Apakah aku benar, selir agung?" Nada bicaranya sungguh menjengkelkan ketika masuk ke telinga Yi Changyin. Ingin sekali gadis itu menamparnya sampai babak belur.

Han Qiangshu, sang selir agung terkekeh pelan. "Permaisuri sangat benar. Jika mempercayai siluman, maka hidup kita akan dalam bahaya."

"Selir agung, Changyinku bukan siluman. Dia benar-benar berasal dari alam langit." Jawab Xuan Chen tidak terima jika Yi Changyin di sebut dengan embel-embel 'siluman'.

"Lancang!" Bentak Jiang Jinwei. "Mentang-mentang sudah bisa bersuara, melawan kami seenaknya?!" Wajahnya memerah seperti kepiting rebus, membuat Yi Changyin ingin menertawakannya sekeras mungkin.

"Permaisuri, kita tidak boleh merendahkan alam langit." Xuan Chen kembali berbicara. "Mereka lebih tinggi dan kuat dari kita. Jika menyinggungnya, daratan timur tidak akan selamat."

Jiang Jinwei menatap Xuan Chen tidak senang. Dia paling tidak suka jika ada orang yang menasihatinya walaupun itu benar. "Kau berani menasihatiku?"

"Hamba tidak berani.." Xuan Chen menunduk. "Tapi ini demi keselamatan daratan timur."

"Kau begitu mementingkan keselamatan daratan timur, berjalan saja tidak bisa!" Cela Han Qiangshu mengejutkan semua orang. Tapi tak satu orang pun yang marah ataupun memihak pada Xuan Chen. Mereka yang ingin melawan, hanya bisa menunduk dibawah tekanan permaisuri dan selir agung.

Yi Changyin yang melihat kejadian ini merasa geram, ingin sekali dia mengubah wujudnya sekarang juga. Tapi, ini masih belum waktunya. Dia tidak boleh terbawa emosi dan menyebabkan kekacauan yang merugikan diri sendiri dan Xuan Chen.

"Qiangshu.." Tegur kaisar dengan sabar.

"Kaisar kedatangan rubah itu begitu misterius." Jiang Jinwei mulai berbicara lagi. "Tidak ada yang tahu dari mana dia berasal. Bahkan aura binatang spiritual tidak terdeteksi. Aku takut siluman hanya akan membawa aura buruk pada istana. Lebih baik, kita gunakan cambuk siluman untuk membuktikannya." Sontak semua orang terkejut dengan saran dari permaisuri.

Cambuk siluman? Siapa yang tidak kenal? Itu adalah artefak kuno milik kekaisaran daratan timur. Karena daratan timur termasuk kecil dan hanya di pimpin oleh dinasti Xuan, maka artefak itu resmi milik kekaisaran Xuan.

Daerah daratan timur, atau sering di kenal dengan daratan Dongfang, adalah kawasan yang rentan akan siluman. Bahkan dirumorkan, ada pintu masuk menuju alam iblis di sana. Alam iblis tempat para iblis dan siluman, sangat cocok bukan jika mereka memiliki artefak tersebut?

Jika ada hewan aneh atau semacamnya, mereka akan langsung di bawa ke pengadilan. Disana kaisar akan memerintahkan hewan atau manusia itu di hukum menggunakan cambuk siluman. Jika siluman yang menyamar terkena cambukan itu, maka wujud aslinya akan terbongkar. Itu tergantung dengan seberapa besar kekuatan siluman. Ada yang satu kali cambukan sudah berubah, ada yang sampai tujuh kali.

Jika jumlah cambukan sudah mencapai tujuh kali, maka hukuman itu harus di selesaikan berubah atau tidak. Sayangnya, jika manusia atau makhluk abadi yang di tuduh lalu di beri cambukan, dia hanya akan berakhir dengan kondisi cacat. Untuk meminimalisir hak tersebut, kaisar mengeluarkan sebuah kebijakan. Yaitu jangan menuduh sembarang orang sebagai siluman. Karena belum tentu benar, terlebih menuduh seseorang yang buruk-buruk itu sangatlah tidak baik.

Shen Lan yang berada di cincin ruang Yi Changyin, tentu saja mendengar apa yang di katakan Jiang Jinwei. Dia juga tahu mengenai rumor cambukan siluman. Tak di sangka, nonanya akan menjadi korban selanjutnya.

"Gawat! Aku harus mencari bantuan!" Gumamnya.

Shen Lan pergi dari cincin ruang Yi Changyin tanpa di ketahui semua orang. Cahaya biru tua nya melesat keluar dari istana dan menuju alam langit. Entah apa yang akan di lakukan bunga roh itu di sana.

"Ayah! Changyin adalah makhluk abadi dari alam langit, jika dia menerima cambukan itu.. hanya akan berakhir menjadi cacat. Xuan Chen tidak mau itu terjadi.. Ayah, mohon belas kasihnya." Xuan Chen memohon pada kaisar dengan cemas. Bagaimanapun dia tahu keganasan cambuk siluman itu. Sangat sayang jika Yi Changyin menjadi korban selanjutnya.

"Kaisar, ini demi keamanan kita bersama!" Han Qiangshu mendukung usulan permaisuri.

"Ayah, sepertinya itu bukan ide buruk." Tiba-tiba Xuan Ye menyahuti.

"Benar ayah, kalau rubah itu benar-benar siluman dan mencelakai pangeran ketujuh, apakah kau akan rela begitu saja?" Xuan Hua datang mendukung permaisuri. Mereka sudah mulai menyudutkan kaisar, memaksanya untuk menyiksa apa yang di lindungi oleh Xuan Chen.

"Baiklah, aku tidak bisa berkata-kata lagi. Lakukan sesuai perintah permaisuri." Akhirnya kaisar Xuan Zhen menyerah.

"Tapi ayah!"

"Ayah!" Xuan Rong bersujud. "Bagaimana kalau dia bukan siluman? Bukankah hanya akan menyakiti orang yang tak bersalah?"

"Siluman atau bukan, kita akan membuktikannya nanti." Ujar Jiang Jinwei dengan seringai di bibirnya. Sepertinya, wanita kejam itu sudah tak sabar untuk menyiksa orang.

"Tapi.." Xuan Rong pun tak bisa melanjutkan kata-katanya lagi. Walaupun dia punya seribu kata-kata, tapi untuk melawan permaisuri semuanya akan sia-sia dan berakhir dengan hukuman.

"Permaisuri! Xuan Chen mohon jangan lakukan hal ini!" Xuan Chen kembali memohon dengan sia-sia.

Jiang Jinwei tidak menanggapi permohonan Xuan Chen, menganggap itu hanya seekor nyamuk yang lewat di telinganya. "Kalian jangan banyak bicara." Jiang Jinwei berdiri dan mulai mengeluarkan aura spiritual di tangannya. "Xuan Chen.. BERIKAN RUBAH ITU PADAKU!!" Teriak Jiang Jinwei sambil meluncurkan aura spiritual nya untuk merebut Yi Changyin secara paksa.

FLAASS!!

Tiba-tiba saja gelombang cahaya putih menghadang serangan aura spiritual milik Jiang Jinwei. Membuat semua orang terkejut sekaligus membuat Jiang Jinwei terbanting ke tempat duduknya. Kembalinya kekuatan spiritual secara paksa, membuatnya tak mampu menahan lagi.

Keterkejutan semua orang menambah, saat rubah dalam pangkuan Xuan Chen berubah menjadi gadis cantik dengan aura suci menyelubunginya. Sembilan ekor bergerak-gerak di belakang bokongnya bak tertiup angin. Senyuman dan tatapannya mengarah pada Jiang Jinwei.. begitu mengerikan!!

"Ada lagi yang menggangu tidurku?"

Permaisuri terbelalak melihat gadis itu. Tatapannya seperti sedang melihat hantu yang menggentayanginya di tengah kesunyian. Padahal gadis itu hanya mengeluarkan aura dewinya, tetap saja Jiang Jinwei begitu ketakutan sampai terpojok di kursinya.

"Dasar siluman!! Pergi!!" Teriaknya kalang kabut. Jiang Jinwei benar-benar takut saat melihat Yi Changyin. Selain itu, tidak ada yang bisa berkata-kata lagi.

"Masih mengataiku siluman?" Tanya Yi Changyin dengan dingin. Kemudian dia menyembunyikan kembali auranya, kesembilan ekornya dia sembunyikan kembali. Saat itu Jiang Jinwei kembali menjadi semakin tenang.

Semua orang dalam ruangan, kecuali beberapa orang tentu saja terkejut saat menyaksikan perubahan dari rubah putih itu. mereka tak menyangka kalau dia adalah gadis cantik rubah ekor sembilan. Kultivasinya sudah mencapai tingkat Dewi. Walaupun masih tahap awal, tapi hal itu sangat mengintimidasi Jiang Jinwei. Terlebih Yi Changyin memfokuskan tekanan itu pada si permaisuri.

"Kau siluman! Beraninya menakutiku! Siluman dari mana kamu?!" Tanya Jiang Jinwei dengan ketus. Tapi wajahnya masih bekeringat, jantungnya masih berpacu kencang. Menandakan dia masih takut dengan sosok Yi Changyin. Membuatnya ingin sekali cepat-cepat menghukum cambuk rubah ekor sembilan itu.

"Aku bukan siluman, aku hanya rubah alam langit yang ingin mencari seseorang untuk di jadikan tuan dan mempelajari tentang dunia yang luas. Mengapa kau begitu bersikeras menuduhku sebagai siluman. Kau.. mah menyinggung alam langit?" Ujar Yi Changyin dengan datar.

Saat Yi Changyin mengatakan tentang 'menyinggung alam langit', semua orang merasa ngeri. Bayangkan saja jika alam langit memiliki dendam pada daratan timur, habislah mereka semua.

"Siluman atau bukan! Kami tidak bisa membuktikannya! Siluman bisa saja meminjam aura Dewi milik orang lain." Jiang Jinwei tersenyum miring. "Kita akan membuktikannya dengan cambukan siluman." Tambahnya berusaha mengintimidasi Yi Changyin.

Tapi, gadis itu malah tersenyum kepadanya. "Baiklah, siapa takut."

"Changyin!!" Tegur Xuan Chen.

Yi Changyin menoleh ke arah Xuan Chen, gadis itu tersenyum begitu manis. "Yang mulia tenang saja.." Kemudian dia kembali berbalik, menatap Jiang Jinwei dengan tajam. "Aku bukan siluman, cambukan itu tidak akan bisa melukaiku."

.......

.......

.......

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen😉 Jangan lupa juga buat rate dan vote❤️❤️ Thanks for reading 😉

Terpopuler

Comments

👑Meylani Putri Putti

👑Meylani Putri Putti

5like mendarat thor, rate 5 dan favorite dukung juga novel ku# ketika takdir menyatukan aku dan mereka

2021-03-30

0

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

Baru bisa dibaca skrng, pdhl kmrn udh dibuka. Gegara sibuk sih,, ಥ‿ಥ

2021-03-12

1

Nur LloVve

Nur LloVve

Di tunggu feedback nya yah kak.Kalo udah feedback komen aja yah,ntar aku kasih vote karya kakak.
#I'm A Special Girl

2021-03-12

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!