Salah seorang pria menghampiri Yi Changyin. Wajahnya terlihat cemas ketika melihat luka parah di tangan gadis itu. Padahal Yi Changyin sendiri tidak terlalu memusingkannya. Saat itu pikiran Yi Changyin masih bergelut karena mendengar kalau pria lumpuh itu adalah seorang pengeran. Aneh, tidak ada satu kasim pun berada di sisinya. Apakah dia termasuk pada jajaran pangeran terbuang?
"Nona, kau tidak apa-apa?"
Yi Changyin tersenyum tanpa penderitaan. "Ini bukan masalah besar."
Pria itu tertegun, bagaimana mungkin luka seperti itu bukan masalah. "Sebaiknya kau ikut kami ke kediaman Kakak ketujuh dulu, adik kesepuluh akan mengobatimu."
Tiba-tiba seorang gadis datang pada mereka. "Ya, kau telah menyelamatkan kakak ketujuh." Kemudian gadis itu membungkuk. "Xuan Rong, memberi hormat pada nona yang telah menyelamatkan kakak."
Melihat hal itu, pria di samping gadis yang bernama Xuan Rong tersentak. Dia hampir lupa untuk mengucapkan rasa terimakasih, dia pun segera membungkuk. "Xuan Yao, memberi hormat pada nona yang menyelamatkan kakak ketujuh."
Sementara pria lumpuh itu hanya tersenyum di balik cadarnya. Bukan karena adik-adiknya, tapi karena Yi Changyin. Sementara gadis yang sedang bersamanya saat itu, wajahnya merasa sedikit tidak senang. Entah apa yang berada di pikirannya.
"Kalian... tidak perlu memberi hormat padaku." Ujar Yi Changyin gugup.
"Nona jangan begitu." Ujar Xuan Rong cemberut. "Katakan, apa Budi yang harus ku balas?"
"Yaa.. apa yang di katakan adik Rong benar. Nona, katakan saja." Sahut Xuan Yao seperti tak sabar menunggu apa yang diinginkan Yi Changyin.
Yi Changyin tersenyum lebar. Mungkin ini kesempatannya untuk mengenal pria itu lebih dalam. "Keinginanku hanya sederhana."
"Katakan!" Xuan Rong dan Xuan Yao berkata begitu antusias.
"Kedatanganku ke Nanjing, adalah untuk mencari seorang pria." Yi Changyin perlahan menghampiri pria lumpuh atau pangeran ketujuh itu dengan senyuman. "Aku mencurigai pria ini adalah orang yang ku cari." Yi Changyin menunjuk pria lumpuh yang di kenalnya sebagai pangeran ketujuh itu dengan kipasnya.
Entah kenapa dia merasa itu adalah pria yang di carinya. Awalnya dia berpikir akan mencari sampai ribuan tahun. Ternyata belum satu minggu pergi dari klan rubah, Yi Changyin akan dengan mudah menemukannya. Tapi, jangan senang dulu, Yi Changyin belum tahu bagaimana wajah yang berada di balik cadar. Hanya saja, kekuatan Dewi Rubah Yi Changyin bisa sedikit memprediksinya.
Pangeran ketujuh itu hanya terdiam menatap Yi Changyin. Baru kali ini ada orang asing yang tidak mengolok-oloknya. Terutama gadis muda seperti Yi Changyin. Kebanyakan dari mereka lebih memilh menjauhinya karena suatu kekurangan yang dia miliki, daripada harus mendapat olokan dari yang lainnya.
"Jadi, Pangeran Xuan Yao mohon jelaskan semua tentang dia tidak boleh terlewatkan. Juga.. aku ingin melihat wajahnya." Ujar Yi Changyin tanpa ragu.
"Bukankah itu terlalu lancang?!" Teriak gadis yang berada di belakang pangeran ketujuh. "Orang yang tidak di kenal, tiba-tiba ingin mengetahui semuanya termasuk wajahnya." Gadis itu memegangi tangan pangeran ketujuh tanpa ragu. "Itu sangat tidak sopan!"
Yi Changyin menatapnya dengan malas. Dalam hati, dia bisa menilai dia sebagai gadis yang murahan. Atau mungkin.. gadis itu punya perasaan pada pangeran ketujuh. Hingga buku daftar musuh di pikirannya sudah tercantum nama Yi Changyin.
Tapi hal tak terduga terjadi, pangeran ke tujuh itu menepis tangan si gadis. Xuan Yao dan Xuan Rong hanya tertawa kecil melihatnya. Sedangkan Yi Changyin merasa aneh, kenapa pria itu tidak mau berbicara?
"Karena di matamu aku lancang." Yi Changyin tersenyum, senyuman yang penuh permusuhan. Jika gadis itu ingin memusuhinya, maka Yi Changyin akan balas memusuhinya. Tidak perlu ambil pusing. "Jadi, aku akan meminta izin langsung pada pangeran ketujuh. Bagaimana?"
Gadis itu hanya cemberut. "Minta izin saja! Dia tidak akan mengizinkan wanita murahan seperti mu untuk mengetahui tentangnya!"
Yi Changyin tidak marah, senyuman manis masih terpajang di wajahnya. "Pangeran ketujuh, bolehkah aku mengetahui identitasmu melalui pangeran Yao?"
Pangeran ketujuh itu tampak tersenyum, kemudian mengangguk pelan pertanda menyutujui keinginan Yi Changyin. Gadis di sampingnya menghentakkan kaki dengan kasar, merasa kesal melihat ada gadis lain yang mendekati pangeran ketujuhnya.
"Wen Yuexin, nona ini sudah menyelamatkan kakak ketujuh." Ujar Xuan Rong. "Jadi.. dia ingin kita membalas Budi dengan menanyakan sesuatu tentang kakak ketujuh. Apa salahnya?"
"Bagaimana kalau dia orang jahat dan memiliki rencana buruk?!" Tukas Wen Yuexin.
"Eh! Jangan menilai orang terlebih dahulu." Sahut Xuan Yao tidak terima. "Lagi pula nona kelihatannya sangat baik."
"Kau?!" Wen Yuexin tidak melanjutkan kata-katanya lagi. 'Sudahlah! Lagi pula gadis itu tidak akan pernah jatuh cinta pada pangeran ketujuh! Gadis mana yang ingin bersama orang cacat? Dan itu hanya aku!'
"Sudahlah.." Yi Changyin menengahi. "Setelah aku memastikan kalau pangeran ketujuh ada orang yang ku cari. Aku masih ada satu permintaan dan apapun itu kalian harus menyetujuinya." Ujar Yi Changyin tak sungkan. "Tenang saja, apa yang ku inginkan tidak pernah merugikan orang lain."
"Baik!" Jawab Xuan Yao dan Xuan Rong secara bersamaan.
"Soal melihat wajah kakak, sebaiknya kita kembali ke rumahnya terlebih dahulu." Ujar Xuan Yao.
"Selama perjalanan, bolehkah pangeran mulai menceritakan semuanya?" Pinta Yi Changyin sekali lagi.
"Tentu saja. Nona sudah menyelamatkan kakak ketujuh, aku akan mengabulkan semua keinginan nona dan apapun yang nona tanyakan."
"Terimakasih."
"Tidak perlu.. ayo jalan!"
Mereka semua berjalan menuju kediaman pangeran ketujuh. Xuan Yao, Xuan Rong dan Yi Changyin berada jauh di belakang sembari menceritakan apaa yang Yi Changyin ingin tahu. Sementara Pangeran ketujuh dan Wen Yuexin memimpin jalan. Selama perjalanan, Xuan Yao menceritakan semuanya pada Yi Changyin. Akhirnya dia pun tahu semuanya.
Nama pangeran ketujuh adalah Xuan Chen, dia adalah pangeran yang terbilang paling tampan walaupun memiliki kekurangan. Sejak lahir dia tidak bisa bicara, atau lebih tepatnya tidak memiliki pita suara. Sedangkan ibunya hanyalah seorang Guiren yang memiliki status paling rendah di harem. Nama ibunya adalah Yang Qiujiu.
Guiren \= Selir terendah
Kaisar Xuan Zhen, adalah ayahnya. Sebenarnya kaisar Xuan Zhen sangat menyayangi anak ketujuhnya itu. Hanya saja, saat itu kekuasaan permaisuri begitu besar hingga ia tidak bisa melakukan apa-apa selain diam.
Kaisar Xuan Zhen memiliki sepuluh anak, empat di antaranya masih hidup dan sisanya sudah meninggal. Karena banyak pertikaian di antara keluarga dan peperangan, anak-anak kaisar Xuan Zhen banyak yang meninggalkan dunia. Mulai ada yang meninggal sejak dalam kandungan sampai sudah dewasa.
Anak kaisar Xuan Zhen yang masih hidup diantaranya adalah pangeran mahkota Xuan Ye dan pangeran ketiga Xuan Hua yang merupakan anak dari permaisuri. Pangeran ketujuh Xuan Chen putra dari selir Yang. Pangeran kesembilan Xuan Yao dari Selir De dan Putri bungsu Xuan Rong dari selir Xian.
*Selir De / Defei \= Selir yang berbudi luhur.
Selir Xian / Xianfei \= Selir mampu.
Defei (selir De) dan Xianfei (selir Xian) adalah gelar untuk selir utama. Karena author gak mau kebanyakan istilah, jadi manggilnya selir De sama selir Xian aja wkwk.
Keluarga selir Yang hanya keluarga pejabat kecil pengadilan. Berbeda dengan keluarga permaisuri yang merupakan Mentri kiri kekaisaran Xuan. Tak bisa di pungkiri kalau permaisuri selalu leluasa merundung selir Yang di istana harem. Terutama saat selir Yang melahirkan bayi yang tidak memiliki pita suara. Hal itu menjadi santapan bulat bagi permaisuri dan selir agung. Keduanya masih satu kubu di Harem, menjadikan dua orang yang paling di takuti dan menjadi mimpi buruk bagi selir Yang atau Yang Qiujiu.
Selir Agung / Guifei \= Selir yang mempunyai kedudukan tertinggi setelah permaisuri.
Begitupun dengan Xuan Ye dan Xuan Hua. Mereka kerap kali menggunakan Xuan Chen sebagai pelampiasan emosinya. Hari-hari Xuan Chen dan ibunya di istana sangatlah buruk, sama hal nya dengan tinggal di sebuah neraka. Bahkan pangeran mahkota dan pangeran ketiga melarang Xuan Chen untuk berkultivasi.
Suatu hari selir agung mengadopsi seorang gadis cantik terlantar di luar ibukota, namanya Wen Yuexin. Karena kultivasi gadis itu tinggi, selir agung menjadikannya sebagai anak angkat dan di beli gelar Junzhu. Terlebih saat itu selir agung belum memiliki anak satupun. Sangat wajar jika ia mengadopsi seorang putri cantik.
Junzhu \= Gelar putri kekaisaran China tingkat 2 setelah Gongzhu (anak kaisar). Biasanya gelar ini di peruntukan untuk seorang putri kekaisaran yang bukan anak kandung kaisar.
Tahun berlalu, Wen Yuexin tumbuh menjadi gadis tercantik di ibukota. Bahkan Xuan Rong kalah telak olehnya. Kecantikannya, membuat pangeran mahkota Xuan Ye jatuh hati. Tapi saat mengetahui kalau Wen Yuexin jatuh cinta pada Xuan Chen, pria itu menjadi menggila.
Kebencian terus tumbuh di hatinya seiring Wen Yuexin semakin mencuri-curi perhatian Xuan Chen. Padahal Xuan Chen saat itu tidak peduli dengannya. Tapi pangeran mahkota malah menganggap masalah ini sebaliknya.
Melihat Xuan Chen bagaikan melihat hama di taman bunga yang harus di basmi secepat mungkin. Pada saat itu, penyiksaan hidup pada Xuan Chen bukan main-main. Hari itu Xuan Ye memancing Xuan Chen agar memasuki kamar permaisuri. Saat kejadian itu, hanya Xuan Yao dan Xuan Rong yang mengetahui kebenarannya. Tapi mereka harus tutup mulut lantaran Xuan Ye mengancam mereka untuk mencelakai selir De, selir Xian dan selir Yang.
Entah kekuatan apa yang dia gunakan, Xuan Ye telah menyegel kemampuan Xuan Chen untuk berjalan. Sungguh kejam dan tak berperasaan! Bagaikan tulang-tulang nya telah di ambil keluar secara paksa, Xuan Chen harus menahan sakit yang luar biasa, juga harus memakai kursi roda yang mungkin untuk selamanya. Dan sampai sekarang, tidak ada yang tahu bagaimana cara memecahkan segel yang berada di tulang Xuan Chen itu.
Rencananya bukan sampai di situ saja. Dengan berani dia membakar kamar permaisuri lalu kabur dengan tanpa jejak. Berakhir dengan Xuan Chen yang di tuduh karena terakhir kali terlihat. Karena Xuan Chen adalah anak yang kurang, juga kini kakinya tidak baik, kaisar Xuan Zhen hanya bisa mengasingkan putranya ke pinggiran kota. Dan masalah ini, selain Xuan Ye dan Xuan Chen, hanya Xuan Yao dan Xuan Rong yang mengetahuinya. Walaupun harus tutup mulut.
Bahkan ketika di asingkan, Xuan Ye dan Xuan Hua tak henti-hentinya merundung Xuan Chen. Tak jarang Xuan Chen harus tidur di luar atau di lantai, karena Xuan Ye dengan sengaja membuat Xuan Chen jatuh dari kursi rodanya. Dia tidak bisa berjalan, bagaimana harus beranjak ke atas kasur? Terpaksa dia harus tidur di selimuti kedinginan yang menusuk-nusuk.
Xuan Yao dan Xuan Rong terbilang sering mengunjungi Xuan Chen yang sebagai kakaknya. Jika tidak ada pangeran mahkota, mereka berdua akan berkunjung tiga kali sehari. Membawa makanan dan membereskan keperluan lainnya. Kadang, Wen Yuexin ikut secara sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan sang selir agung. Cintanya pada Xuan Chen tidak pernah di restui oleh orang tua maupun langit.
"Mengapa.. mengapa aku harus mendengarkan cerita menyedihkan ini?" Ujar Yi Changyin lirih. Dia menyeka ujung matanya yang sedikit basah. Mengapa manusia tidak bersikap manusiawi? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Xuan Yao menghela nafas panjang. Dia juga merasa sedih dengan apa yang terjadi pada kakaknya. Seolah dunia ini hanya untuk orang-orang yang sempurna dan memiliki kekuatan. Seolah orang-orang seperti Xuan Chen adalah semut kecil yang gampang di injak kapan saja dan sesuka hati.
"Kehidupan ini.." Xuan Yao tersenyum tipis. "Tidak adil."
"Aku selalu mengeluh, dengan apa yang di lakukan ibu tiriku. Tapi, setelah mendengar perjalanan hidup pangeran ketujuh, sakit hatiku tidak seberapa."
"Nona.. aku sangat berharap suatu hari nanti kakak Chen dapat menjadi orang terkuat, agar bisa mengalahkan mereka yang pernah merendahkannya." Ujar Xuan Rong dengan lirih.
"Andai dia pria yang ku cari, maka aku akan membuat pangeran ketujuh seperti apa yang kalian inginkan." Ujar Yi Changyin, membuat Xuan Yao dan Xuan Rong tercengang.
"Apakah nona bisa?" Tanya Xuan Yao.
Yi Changyin terkekeh pelan. "Bisa tidak bisa, jika dia pria yang ku cari.. maka aku akan melakukannya sebisa mungkin."
"Nona.. sebenarnya siapa kau? Mengapa.. aku tidak pernah bisa mengenalimu sejauh mungkin. Melihat tingkat kultivasi pun tidak bisa." Ucap Xuan Rong mulai bertanya tentang identitas Yi Changyin.
Gadis itu hanya tersenyum. "Berharap saja kalau pangeran ketujuh adalah orang yang ku cari." Katanya yang membuat Xuan Rong cemberut dan Xuan Yao memasang wajah masam. 'Mungkin jika dia bukan orang yang ku cari, aku akan tetap membantu kalian walaupun tak sepenuhnya.'
.......
.......
.......
Aoyi Jinqi sudah berada di alam fana. Kini dia akan mengemban tugasnya untuk mencari keberadaan raga Bai Suyue. Walaupun dia tidak yakin kalau raga itu ada di alam fana, tapi setidaknya dia harus mencari terlebih dahulu.
Pakaian wanita itu masih gelap dan di penuhi dengan aura iblis. Walaupun tidak ada yang menyadari keberadaannya karena dia berdiri di tempat ketinggian yang sepi. Melihat pemandangan para manusia yang berlalu lalang melakukan aktivitas masing-masing. Keadaan di kota itu begitu terlihat sibuk.
Aoyi Jinqi tersenyum manis. "Berpenampilan seperti ini.. sepertinya hanya akan menimbulkan masalah." Sudut matanya bergerak, melihat bangunan istana megah alam fana. "Orang-orang istana itu pasti tidak akan melepaskanku."
Aoyi Jinqi memutar badannya, penampilannya berubah drastis. Pakaian hitamnya berubah menjadi biru muda segar yang begitu indah di pakai. Wajahnya yang khas ratu iblis berubah menjadi seorang gadis lugu seolah dari aliran kultivator. Putih, bersih dan bercahaya.
Aoyi Jinqi mulai berjalan memasuki ibukota. Tak sedikit orang yang melirik penampilan anggunnya. Sosoknya yang berubah, begitu menarik perhatian. Bahkan banyak para tuan muda yang meliriknya dengan kagum sekaligus terpesona.
Sementara Aoyi Jinqi sendiri tidak memperdulikannya. 'Aku harus mencari Bai Suyue segera! Tidak ada waktu untuk mereka yang tertarik padaku.' Pikirnya sambil tersenyum tipis.
.......
.......
.......
Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen😉 Jangan lupa juga buat rate dan vote❤️❤️ Thanks for reading 😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 157 Episodes
Comments
Alana Alisha 🌻
Hai kak, aku mampir, ni udah bab ke 5.. mantap, suka sama cerita nya...
kalau berkenan yuuk mampir juga di karyaku yang berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana)", Terima kasih 🥰
2021-05-08
1
Flo🌹
ceritanya seru. untuk sementara sampai di sini dulu bacanya. aku udah like like ya..
2021-04-05
1
👑Meylani Putri Putti
mampir kk3 like. saling dukung y
2021-03-21
1