Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin

Jiang Jinwei membantingkan tubuhnya ke atas bantalan kursi. Wajahnya memerah di selubungi emosi karena kejadian di lapangan tadi itu. Mereka orang-orang alam langit telah berhasil membuatnya malu di depan banyak dayang-dayang dan Kasim yang berkedudukan lebih rendah darinya.

Emosi di hatinya begitu menggebu-gebu, hingga melihat barang saja seperti melihat wajah Yi Changyin dan Yi Xuemei yang tengah menertawakannya. Jiang Jinwei menjadi menggila, dia berdiri dan melemparkan barang-barang mahal dan berharga miliknya. Matanya sudah tertutup dengan gelapnya emosi di hati.

Sampai dia akan melemparkan satu kendi porselen yang terlihat mahal, Xuan Ye, Han Qiangshu dan Wen Yuexin datang mencegahnya.

"Ibu hentikan!" Tegur Yuan Ye sambil menahan kendi itu di tangan ibunya. "Ini adalah benda berharga di kekaisaran, jika ayah tahu.."

Bukannya sadar, Jiang Jinwei malah semakin menggila. Dia meletakkan kendi porselen itu di tempatnya. "Memangnya kenapa kalau berharga?! Di istana ini yang paling berharga adalah diriku!! Berani-beraninya kedua siluman itu menghancurkannya sampai berkeping-keping!!" Teriaknya bertubi-tubi.

"Sudahlah permaisuri, kita pikirkan cara menghadapinya.." Ujar Han Qiangshu berusaha menenangkan rekannya.

Wen Yuexin diam-diam tersenyum. Dia sangat senang Yi Changyin sudah ditargetkan oleh permaisuri. Setahu dia, siapapun tidak akan lolos dari wanita itu. Kekuasaannya begitu besar, tidak ada yang berani membantah. Gadis itu telah merasa beruntung karena menjadi anak angkat selir agung yang merupakan rekan dari permaisuri.

"Permaisuri, aku tidak yakin apa yang di katakan orang yang bernama Yi Xuemei itu benar." Ujar Wen Yuexin sambil duduk di kursi sebelah.

"Maksudmu?" Tanya Jiang Jinwei mulai merasa tertarik.

Wen Yuexin tersenyum. "Alam langit sangat tertutup, kita tidak tahu apa yang di katakannya adalah kebenaran."

Jiang Jinwei termenung. Apa yang di katakan Wen Yuexin itu benar. Dia bahkan tidak tahu alam langit itu seperti apa. Kata-kata yang di lontarkan Yi Xuemei, tidak akan sepenuhnya membuktikan kalau itu benar.

"Apa yang di katakan Xin'er benar.." Ujar Han Qiangshu. "Yi Changyin dan Yi Xuemei adalah seorang putri kerajaan. Ayahnya memimpin klan rubah ekor sembilan. Paling di hormati oleh alam langit, manamungkin ada peraturan yang membolehkan gadis terhormat itu di perbudak oleh manusia." Jelasnya panjang lebar.

"Selir agung benar." Sahut Xuan Ye. "Jika kita membuat Raja Rubah tahu.. maka keduanya tidak akan terhindarkan dari hukuman berat. Dengan begitu.. kita bisa menyingkirkan ketiganya sekaligus. Yi Xuemei juga terlibat dalam hal ini, ada bukti kalau dia lah yang mengatakan semua kebohongan itu."

Menyingkirkan ketiganya, artinya Xuan Chen pun harus ikut tersingkirkan. Tentu saja Wen Yuexin tidak setuju dengan usulan seperti ini. "Tapi.."

"Xin'er!" Potong Selir agung seakan tahu apa yang mengganjal di hati gadis itu. "Kau tidak boleh terbutakan oleh cinta pria cacat itu. Kau pikir saja, jika kau menikah dengannya... Apa yang akan di dapatkan? Kau mau mempermalukan ibumu dan permaisuri?"

"Aku.."

"Sudahlah!" Jiang Jinwei tersenyum miring. "Kita pikirkan saja rencana untuk menghadapi mereka."

Mereka semua termenung dalam lamunannya, memikirkan cara ampuh untuk membuat mereka diketahui oleh sang Raja rubah. Hanya Han Qiangshu, yang saat itu tiba-tiba berbinar karena mungkin telah menemukan sesuatu yang dapat di gunakan.

"Aku ada rencana.."

.......

.......

.......

Yi Changyin berdiri dari duduknya, menatap kedua orang yang sedang bertatap padu di depannya. Walaupun badannya penuh luka, tapi wajah Yi Changyin sama sekali tidak menunjukkan kalau dia itu sedang terluka.

"Ekhem!" Yi Changyin berdehem, membuat kedua orang itu tersentak kaget. Mereka sadar apa yang telah di perbuatnya beberapa detik yang lalu, tak bisa di pungkiri lagi kalau pipi mereka berdua mulai merona.

"Ah! Aku.. aku.." Kemudian Yi Xuemei menarik tangan adiknya. "Changyin ikut aku keluar.. ada hal penting yang harus di bicarakan." Ujarnya sambil tersenyum canggung. "Kalian.. kalian berbicara baik-baik saja. Changyin, ayo pergi." Tambahnya sambil membawa pergi Yi Changyin, hanya sekedar menyingkirkan kecanggungannya saja.

Setelah jauh dari pintu, Yi Xuemei menghentikan langkahnya. "Sebenarnya, memang ada hal penting yang harus ku bicarakan." Katanya buru-buru.

Yi Changyin tersenyum, ternyata ucapan kakaknya itu bukan main-main. "Apa yang perlu kakak katakan padaku?"

Yi Xuemei menenangkan deru nafasnya, kemudian dia tertunduk. "Pertama-tama.. Aku ingin meminta maaf mengenai sikapku enam belas ribu tahun kebelakang. Aku.. aku.."

Yi Changyin meraih tangan Yi Xuemei, menghentikan gadis itu untuk berbicara. "Kakak, selama kau tidak melakukan hal yang membuatku teramat benci, aku akan memaafkanmu, apapun itu kesalahanmu selama enam belas ribu tahun itu."

Mata Yi Xuemei berkaca-kaca, dia sendiri merasakan haru ketika kata-kata itu menembus kekerasan hatinya. Gadis itu memeluk adiknya dengan hangat. Janji, Yi Xuemei janji akan menyayangi adiknya sampai kapanpun.

"Adik jangan khawatir. Soal ibuku.. kita pasti bisa menghadapinya." Ujar Yi Xuemei dengan serius. Dia tau, Feng Chao akan marah jika mengetahui dia berbaikan dengan Yi Changyin.

"Baik." Jawab Yi Changyin sambil mengangguk. 'Semua ini aku harus berterimakasih pada Shen Lan.' Mungkin jika tidak ada ide Shen Lan, Yi Changyin tidak akan pernah akur dengan kakaknya bahkan bisa sampai satu juta tahun.

"Oh ya! Ku dengar di daerah Zhongjian, akademi Tianjin sedang membuka pendaftaran. Itu hanya terjadi tiga tahun sekali.." Yi Xuemei melepaskan pelukannya, menatap Yi Changyin penuh harap. "Kita tidak bisa melewatkan kesempatan ini!"

*Daerah Zhongjian \= nama lain dari daratan tengah.

Mata Yi Changyin memincing. "Kakak sedang mengajakku untuk mendaftar di sana? Di akademi aneh itu?"

"Haiya! Changyin.. kita harus menjadi kuat. Kau ingin menjadi hewan kontraknya dan melindunginya, harus menjadi kuat terlebih dahulu. Tenang saja, hanya tiga tahun, Xuan Chen pasti akan melepasmu. Ini semua juga demi kebaikannya dan dirimu. Pasti dia setuju." Jelas Yi Xuemei sedang merayu Yi Changyin.

Yi Changyin berfikir sejenak. Daratan tengah adalah tempat terbaik untuk berkultivasi. Mungkin ini bukan tawaran yang buruk dari kakaknya. Yi Changyin tersenyum. "Baik!"

Siapa yang tidak kenal dengan daratan tengah, bahkan alam langit pun sedikit mengaguminya. Daratan tengah miliki nama lain, yaitu daerah Zhongjian. Daratan itu adalah yang terluas dari lima daratan di alam fana. Tempat pusat perkembangan dan kemajuan peradaban manusia. Bisa di bilang, tempat paling maju dialam fana ini.

Pusatnya perdagangan dan perekonomian. Sumber daya alam di sana sangat melimpah. Biota lautnya sangat lengkap, bahkan tidak sama sekali tercemar. Saking luasnya, daratan tengah terbagi menjadi empat daerah yang masing-masing dikuasai oleh satu kekaisaran.

Selain itu, sumber spiritualnya sangat melimpah. Banyak hewan ilahi yang tinggal di sana. Keadaan alam yang seperti ini, menjadikan daratan tengah sebagai tempat orang-orang kuat berada. Bahkan ada yang sudah menjadi Dewa/Dewi walaupun masih bisa di hitung oleh dua tangan.

Keadaan alam yang paling beruntung itu pun menjadikan daratan tengah sebagai pusat pendidikan. Banyak akademi yang di pimpin oleh sekte-sekte ternama berdiri di sana. Salah satunya adalah Akademi Tianjin. Sangat populer sampai keluar daratan, tapi sangat aneh.

Akademi Tianjin didirikan oleh satu keluarga sederhana. Letaknya berada di puncak gunung yang juga bernama Tianjin. Puncak gunung itu sangat rata, mungkin luasnya adalah setengah daratan timur. Karena berada di tempat strategis nan tinggi, keadaan di sana sangat sejuk dan dapat melihat pemandangan daratan tengah dari atas.

Tempat-tempat indah sangat banyak, gua-gua yang memiliki energi spiritual melimpah tidaklah sedikit. Tak heran jika banyak nona atau tuan muda yang datang kesana untuk mendaftar. Entah itu untuk belajar dan berkultivasi, atau mungkin hanya untuk pamer dan mencari kesenangan.

Sayangnya dari kaki gunung ke puncak, bisa memakan waktu satu Minggu. Akan sangat sayang jika ada murid yang tidak diterima. Jadi mereka semua menggunakan sebuah kebijakan, tiga tahun sekali akan menjadi tempat ramai di kaki gunung Tianjin.

Setiap tiga tahun, akademi Tianjin ada kelulusan dan penerimaan murid baru. Murid yang diterima tidak banyak, hanya dua puluh orang. Mereka akan di tes dari segi kemampuan, tingkat kultivasi dan hewan kontraknya. Visi di sana adalah mengejar materi. Jadi jika ada murid yang terlambat akan sangat sia-sia. Mereka hanya di beri waktu tiga tahun! Berbeda dengan yang lainnya bukan? Sungguh menarik perhatian Yi Xuemei.

Semua ini akan sangat cocok dengan Yi Changyin dan Yi Xuemei yang sedang mengejar keterlambatan mereka. Tapi.. apakah harus Yi Changyin pergi meninggalkan Xuan Chen? Sepertinya didunia ini memang harus ada pengorbanan, baru bisa mencapai keberhasilan. Mungkin ini juga kesempatan mereka berdua untuk merasakan alam fana lebih lama.

.......

.......

.......

Xuan Ye menatap gulungan bambu di hadapannya. Huruf-huruf hanzi kuno terlukis rapi dan berjejer tanpa kesalahan, lalu di sampingnya terdapat gambar dengan pola yang rumit. Gulungan bambu itu di selimuti oleh aura spiritual yang tidak biasa. Semua orang bisa menebak kalau itu adalah gulungan mantra formasi.

Xuan Ye mengangkat tinggi gulungan tersebut, kemudian dia terkekeh pelan. "Dia sudah punya orang cerdik bukan? Harusnya.. benda ini tidak akan aman jika masih berada di tanganku."

Ujung gulungan itu dia letakkan tepat di tengah lidah api lilin, hingga menjalar kesebagian besar secara perlahan. "Dengan hilangnya gulungan berharga ini, kaki orang cacat itu tidak akan sembuh selamanya." Xuan Ye tertawa puas, dia melemparkan gulungan yang sudah terbakar itu ke dalam mangkuk abu.

Setiap catatan-catatan penting dan gambar pola-pola rumit yang penting, telah habis di lalap api. Xuan Ye merasa senang melihat semua itu. Ketika setiap selip bambunya mulai habis, senyumannya bertambah lebar.

Tiba-tiba ada seorang dayang yang datang membungkuk kepadanya. "Salam Pangeran mahkota, selir Jing sudah menunggu di kamar."

Mata Xuan Ye beralih ke arah pelayan itu dengan tatapan nakal. "Baik, suruh dia untuk memakai pengharum yang kemarin ku belikan, aku akan segera datang."

Pelayan itu menekuk lututnya sebelum akhirnya pergi. "Baik, pangeran mahkota."

Tak lama setelah pelayan itu pergi, Xuan Ye berdiri. Dia berjalan menuju luar ruangan untuk menemui selirnya itu. Wajahnya mengungkapkan kalau dia sangat tidak sabar untuk melahap selirnya.

Langkah Xuan Ye sudah tak terdengar di ruangan besar itu. Tiba-tiba sosok pria berpakaian biru tua muncul di udara kosong. Pria itu celingak-celinguk ke arah pintu seraya mencari-cari bahaya yang mungkin akan membuat keberadaannya terungkap.

Shen Lan menghela nafas sebelum akhirnya pergi menuju mangkuk yang terdapat bara api yang membakar sesuatu. Shen Lan mendecak kesal, barang yang dia targetkan sudah hampir hilang termakan oleh api.

Tanpa menunggu lama lagi, dia segera menyuntikan energi spiritualnya pada api yang sibuk melahap bambu itu. Tak lama kemudian, api tersebut padam. Shen Lan mendengus kasar karena hanya sebagian yang dia dapatkan.

Setidaknya dia mendapat sedikit, mungkin semua saat dapat terbongkar keseluruhan. Dia yakin Yi Changyin bisa, dia sangat percaya pada nonanya.

Tidak mau membuat masalah, Shen Lan kembali menyalakan mangkuk itu dengan api. Di ganti dengan gulungan lain yang tentunya bisa mengelabui mata Xuan Ye jika suatu saat melihatnya.

Shen Lan kembali kerumah Xuan Chen dengan keberhasilan yang minim. Yi Changyin sudah menunggu di tengah-tengah halaman yang luas itu. Gelapnya malam, membuat rumput-rumput di sana terlihat hitam.

Wajah Yi Changyin menunjukan kecemasan menunggu kedatangan Shen Lan. Dia takut terjadi sesuatu padanya. Sampai Shen Lan muncul di hadapannya, Yi Changyin bisa bernafas lega.

"Kau sudah menemukannya?" Tanya Yi Changyin berbinar. Terdapat harapan di matanya. Semilir angin telah menerbangkan rambut yang menghiasi kening putihnya.

Shen Lan menghela nafas, kali ini dia mengecewakan Yi Changyin. Tapi ekspresi Shen Lan tidak bisa di mengerti oleh gadis itu, membuatnya sedikit bingung.

Shen Lan akhirnya menunjukkan gulungan yang sudah hangus sebagian. "Hanya ini yang ku dapatkan. Dia itu terlalu pintar. Sampai-sampai aku pulang hanya membawa ampasnya." Jelas Shen Lan tidak marah dan tidak terlihat senang.

Yi Changyin menghela nafas, wajahnya menunjukkan kekecewaan. "Kau tenang saja, mungkin masih ada yang lain."

Shen Lan tidak tega saat melihat ekspresi Yi Changyin yang penuh dengan aura sedih itu. Seakan harapan gadis itu pupus seketika di depan matanya.

"Changyin.. jika aku pergi ke alam langit, mungkin akan menemukan sesuatu." Ujar Shen Lan dengan suka rela.

Yi Changyin mendongkak, dia sangat terkejut dengan Shen Lan yang menawarkan dirinya. "Tapi.."

"Aku adalah masih orang akan langit, kau tenang saja." Potong Shen Lan, berusaha membuat gadis itu untuk tidak khawatir.

"Tapi, walaupun kau orang alam langit, jika menyelinap seperti itu.. akan sangat berbahaya." Yi Changyin memperingati, dia sangat cemas saat Shen Lan menawarkan diri untuk menyelinap.

"Mungkin aku bisa membantu." Sahut seorang wanita di belakang punggung Yi Changyin.

Semua orang menoleh, menatap Yi Xuemei yang tengah tersenyum kepada mereka dengan secercah harapan. "Bibiku menikah dengan salah satu pangeran alam langit.." Gadis itu tampak merogoh sesuatu dalam kantungnya. "Gunakan ini agar semua orang tidak akan mencurigaimu."

Itu adalah token kekerabatan klan Phoenix. Hanya seseorang yang memiliki keterikatan darah dengan klan Phoenix yang memilikinya. Dan hanya dari klan Phoenix yang merupakan kerabat Yi Xuemei dan alam langit. Walaupun keluarga ibu Yi Xuemei bukan keluarga raja, tapi setidaknya identitas bibinya akan sangat berguna.

Jika Shen Lan menggunakan token itu, maka dia tidak akan kesulitan dan tidak akan ada yang menyulitkannya. Siapa yang tidak mau? Saat itu pula Shen Lan langsung mengangguk. "Terimakasih, nona Xuemei."

"Tidak apa-apa.."

.......

.......

.......

PERHATIAN!!! setelah bab ini ada Penjelasan Kultivasi, Aura Spiritual, Ras, Empat Dunia, Binatang ilahi, Binatang / Tumbuhan Roh dan Inti Roh khusus buat novel ini wkwk. JANGAN DI LEWATKAN YA!!😉 bukan apa-apa, biar ngerti aja serba-serbi dunia buatan author 😂🤣

Jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen😉 Jangan lupa juga buat rate dan vote❤️❤️ Thanks for reading 😉

Terpopuler

Comments

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

Uwah.. Makasih crazy up nya kak,, jd terhura🤭😋😂

2021-03-14

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!