Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh

"BUNUH MEREKA BERDUA!!"

Bagaikan suara pengontrol otomatis, orang-orang berbaju hitam gelap dan bercadar itu maju menyerbu keduanya. Tatapan Yi Changyin menjadi beringas, bisa-bisanya mereka menyerang di saat waktunya bersantai ria.

Yi Changyin berputar bak angin topan mengelilingi Xuan Chen dengan kipasnya yang mengeluarkan gelombang energi spiritual. Seketika orang-orang itu ambruk karena tekanan kipasnya. Baru saja Xuan Chen mengambil kesempatan untuk mengeluarkan pedang spiritualnya, buru-buru Yi Changyin memindahkan Xuan Chen kedalam rumah, menguncinya dengan aura spiritual yang tak dapat di buka oleh siapapun. Sebenarnya Yi Changyin juga heran mengapa dia mempunyai kemampuan mengunci seperti ini. Ya.. semenjak kemasukan kristal aneh itu.

Xuan Chen terbelalak melihat tingkah Yi Changyin. Dia ingin membantu, mana mungkin Yi Changyin mengalahkan mereka semua sendirian! Bahkan luka dalam cambukan siluman itu belum sembuh sepenuhnya!

Shen Lan sedang mengunjungi alam langit, Yi Xuemei sedang pergi ke kediamannya untuk meminta izin. Yi Changyin pasti tidak akan bisa. Dia harus mencari cara untuk keluar. Tapi dia sangat tidak berdaya untuk melawan kekuatan besar gadis itu.

Aneh, gelombang spiritual sudah menjatuhkan mereka semua. Bak tak pernah di lukai, kelompok hitam itu bangkit kembali dan langsung menghunuskan pedang tajam mengkilapnya ke arah Yi Changyin.

Cepat-cepat gadis itu memutar badannya dan terbang satu meter di atas kepala mereka. Awalnya ini adalah tipu daya untuk membuat pedang mereka saling menusuk satu sama lain, tapi ternyata salah. Mereka telah berhenti tepat sebelum saling menusuk, kemudian menatap tajam Yi Changyin yang berada di atasnya.

Yi Changyin sempat tertegun sebelum akhirnya dia mengerutkan kening, memikirkan cara yang tepat untuk melawan mereka yang begitu aneh.

Tanpa di duga, sepuluh orang di antara mereka menyusul Yi Changyin keatas, gadis itu terkejut melihatnya. Sepuluh orang itu mengelilingi Yi Changyin dengan tatapan yang membunuh. Tapi aneh, mereka belum saja menyerang. Seperti sedang mempermainkan gadis itu.

Yi Changyin segera mengubah kipasnya menjadi pedang tajam yang ramping dan mengkilap. Dia segera memasang jurus jika sewaktu-waktu mereka menyerangnya. Dia tidak mau buang-buang tenaga jika harus menyerang terlebih dahulu.

Tanpa di duga, ratusan orang di bawahnya menyuntikkan energi spiritual berwarna hitam ke arah sepuluh orang yang mengepung Yi Changyin dari atas.

Aura spiritual itu masih terpasang, tapi sepuluh orang itu sudah bersiap menyerang Yi Changyin.

Sepuluh pedang dengan cepat hampir mendarat ke atas ubun-ubun Yi Changyin, tapi gadis itu segera menghadangnya dengan pedang dari kipas Yin Zhenjie itu. Tekanan itu sangat kuat, mungkin berkat bantuan dari teman-temannya yang berada di bawah sana.

Xuan Chen yang melihat hal itu terbelalak, dia semakin bersemangat untuk membuka kunci terkuat yang pernah di pasang Yi Changyin. Ini sangat menyulitkan!

Wajah Yi Changyin terlihat tertekan, dia benar-benar kewalahan ketika di hadang oleh keluatan besar ini. Walaupun dia sudah mencapai Dewi tahap awal, tapi jika kekuatan mereka di gabungkan, akan lebih kuat walaupun setara dengan kekuatan manusia.

Tiba-tiba wajah terkekan itu berubah menjadi dingin, sekelebat warna matanya menjadi biru cerah seperti langit di siang hari, namun kembali lagi menjadi hitam. Setelah itu badannya sama sekali tidak merasakan tekanan apapun.

Dengan cekatan, dia segera menendang kepunyaan salah satu pria itu hingga pertahanan goyah. Pedangnya ia dorong ke atas hingga kesepuluh orang itu terpental, terutama pria yang di ia tendang tadi. Area bawahnya seperti tersengat berjuta-juta lebah. Dia pun tergelatak ke tanah tak berdaya.

Orang-orang yang menyalurkan energi hitam itu pun memuntahkan seteguk darah. Merasakan sakit pada organ dalamnya setelah mendapatkan serangan balik.

Yi Changyin segera menikam salah satu pria yang didepannya hingga mati. Di susul dengan dua orang lainnya yang menyerang Yi Changyin. Anehnya, sisanya itu tidak ikut menyerang. Tapi malah sibuk menyalurkan energi pada si penyerang.

Yi Changyin menghadang pedang yang hendak menikamnya, kaki kirinya menendang area bawah pria yang akan menyerangnya hingga jatuh itu. Huh, mungkin hal seperti ini akan menjadi jurus andalan Yi Changyin untuk mengalahkan musuh laki-laki.

Pria itu memutar pedangnya hingga tangan Yi Changyin mengikutinya secara paksa. Saat terlepas dari tekanan, pria itu mengarahkan pedangnya ke leher Yi Changyin, tapi dengan cepat gadis itu menghindar kebelakang.

Pertarungan keduanya pun berlangsung sengit. Semakin lama, dorongan yang di berikan itu semakin kuat. Pengaruh dari penyuntikam energi spiritual itu sangat besar. Strategi macam apa ini?! Siapa yang memerintahkan mereka?

Yi Changyin terus menerus di pukul mundur, dia sangat kewalahan menghadapi tenaga dalam pria itu yang kuat. Sehingga luka-luka goresan di tubuhnya pun tak bisa terhindarkan. Jangankan membunuh, diberi kesempatan menyerangpun tidak bisa.

Gadis itu harus memikirkan cara lain!

Kali Yi Changyin bergerak sedikit menjauh, masih mengambang di udara kosong. Kemudian Yi Changyin mengepalkan tinjunya mengeluarkan aura spiritualnya yang berwarna jingga terang.

Tepat sebelum pria itu menyerang, Yi Changyin menembakkan aura spiritualnya yang perlahan membentuk panah kecil dan mematikkan. Panah kecil itu menghujani beberapa orang yang menyalurkan energi hingga tewas. Ini cukup efektif untuk melemahkan pertahanan mereka.

Di saat yang bersamaan, pria yang bertugas membunuh Yi Changyin itu bergerak cepat dengan pedang yang dia hunuskan dengan lurus. Yi Changyin menghindar kebelakang. Sudut bibirnya terangkat, menandakan dia sudah menemukan suatu ide untuk untuk mengalahkan pasukan busuk ini.

Yi Changyin mencengkram erat tangan pria yang memegang pedang itu. Menusukkan pedang rampingnya ke dada kiri pria itu hingga muntah darah. Tampak di balik cadarnya yang basah itu. Kakinya segera mendorong pria itu hingga jatuh ke tanah, mati.

Tak berhenti sampai di situ, serangan lain datang ke arah Yi Changyin satu persatu. Kali ini Yi Changyin menjadi penyerang. Orang-orang yang menyalurkan energi berkurang, menjadikan kesempatan itu untuk menghabisi mereka semua.

Tangan kanan Yi Changyin sibuk membunuh seseorang yang menyerangnya secara beruntun. Tangan kirinya sibuk mengeluarkan panah spiritual yang tajam dan mematikan itu.

Xuan Chen yang berada di dalam terus-menerus menyuntikkan energi spiritual nya demi membuka kunci segel yang kuat itu. Tapi itu sia-sia, hanya seteguk darah yang dia keluarkan, bukan kekuatan yang besar. Jika dia terus menerus memaksa segel itu untuk terbuka, maka energi spiritual nya akan terkuras habis. Jika keluar pun hanya akan menjadi beban Yi Changyin.

Apa yang harus dia lakukan? Dia hanya bisa menyesal karena hidup menjadi seorang pengecut.

.......

.......

.......

Jika keadaan di kediaman Xuan Chen begitu ricuh dengan pertarungan berdarah, maka Shen Lan yang berada di alam langit dengan santainya mencari buku yang di cari. Keadaan perpustakaan alam langit itu begitu tentram, bahkan bisa berpengaruh pada hati siapapun yang datang kesana.

Shen Lan terus menerus mendengus saat meletakkan buku yang bukan dia cari ke tempat asalnya. Walaupun keadaannya begitu nyaman, tapi Shen Lan merasa kesal. Dari pagi sampai siang, entah sudah berapa jam dia berdiam di situ mencari sesuatu. Dan dia tidak tahu apa yang terjadi pada majikannya saat itu.

Tanpa menyerah, Shen Lan kembali mengambil salah satu buku di sana. Wajahnya terlihat jelek karena tahu hal itu tidak akan ada. Shen Lan membuka setiap lembaran dengan kasar.

Kesal! Sangat kesal! Dia tidak menemukan apapun di sana. "Sungguh tidak berguna!" Gerutunya sambil melemparkan buku itu ke bawah.

Tangan seorang gadis yang tembus pandang mengambil buku yang Shen Lan lemparkan. Wajah gadis itu begitu berseri dan mirip seseorang. Aneh, sekujur tubuhnya berwarna emas dan hampir tembus pandang, hanya lekukan tubuh dan pakaiannya saja yang terlihat. Seperti seorang hantu emas yang bergentayangan di alam langit. Kemudian dia naik ke atas mensejajarkan tingginya dengan Shen Lan.

"Tuan Dewa, kau tidak boleh terlalu emosi." Ujar gadis itu lembut sambil meletakkan buku ke tempat asalnya.

Shen Lan menoleh, dia tertegun. Wajah itu seperti... "Xuan Rong?"

Gadis itu menatap Shen Lan dengan heran. "Siapa Xuan Rong?"

"Kau adalah Xuan Rong, mengapa kau berada di sini? Mengapa tubuhmu berubah menjadi emas? Dan.. tembus pandang?" Tanya Shen Lan secara beruntun.

Gadis tembus pandang itu terkekeh "Aku bukan orang, dewa ataupun makhluk apapun."

Ucapannya begitu konyol, membuat wajah Shen Lan mengkerut karena bingung. "Apakah kau bercanda?"

"Jiwa Dewi, mau lari kemana kau?!" Kecam seorang wanita tiba-tiba datang kesana.

Wanita muda itu tampak suci dan terbang beralas teratai merah muda yang melayang membawa kemana dia ingin pergi. Gadis tembus pandang itu merasa terintimidasi dengan kedatangannya, dia sembunyi di balik punggung Shen Lan.

"Jiwa Dewi?" Gumam Shen Lan mengingat ucapan wanita itu lagi.

"Jiwa Dewi, beberapa puluh tahun lagi kau akan melakukan pengembangan jiwa selama seribu tahun. Masih berani untuk kabur?" Tegurnya seperti seorang ibu yang sedang memarahi anaknya.

Shen Lan hanya terdiam dan menyimak.

Gadis tembus pandang itu keluar dari persembunyiannya, wajahnya pucat dan tidak mau menatap wanita suci di hadapannya.

"Bersabarlah sedikit, setelah seribu tahun.. kau akan segera menjadi Dewi." Kali ini nada bicaranya terdengar lembut. Seperti wanita suci itu tidak mau terlalu lama mengintimidasinya.

"Baik.."

Wanita suci itu tersenyum tipis, telapak tangannya membawa sekuntum bunga teratai yang di penuhi dengan aura putih. Gadis tembus pandang itu melebur, raganya memasuki teratai itu secara perlahan.

"Maaf membuat dewa kecil terganggu." Ujar Wanita suci itu dengan hormat pada Shen Lan.

"Tidak apa.." Jawab Shen Lan tak acuh.

Wanita itu membungkuk sebelum akhirnya pergi dengan teratai melayangnya. Tiba-tiba Shen Lan teringat akan wajah gadis tembus pandang itu yang mirip dengan Xuan Rong.

"Ah Dewi, tunggu.." Cegah Shen Lan.

Wanita suci itu berbalik sambil tersenyum. "Ada yang bisa ku bantu?"

"Apa maksudmu tadi? Jiwa Dewi? Apa itu?" Tanya Shen Lan.

Dengan senang hati, wanita itu menjelaskan. "Dia akan gadis yang akan segera lahir setelah pengembangan jiwa. Ini begitu istimewa, bahkan Dewi kehidupan sendiri yang membuat jiwanya. Setelah berpuluh-puluh tahun, baru dia akan melakukan pengembangan jiwa dengan salah satu roh yang akan bereinkarnasi."

"Begitu ya.." Gumam Shen Lan. "Sudahlah, maaf mengganggu anda, Dewi.."

"Tidak masalah. Kalau begitu.. hamba pamit dulu."

"Baik."

Wanita suci itu pergi, meninggalkan Shen Lan yang sedang bergelut dengan pikirannya. Satu-satunya yang mengganjal adalah.. mengapa wajahnya begitu mirip dengan Xuan Rong?!

.......

.......

.......

Gelombang spiritual meledak dari tubuh mungil Yi Changyin. Entah apa yang terjadi, tiba-tiba gadis itu melewati sebuah terobosan. Sekarang inti aura spiritualnya berubah menjadi ungu muda terang, dia sudah mencapai Dewi tahap awal level empat!

Gelombang itu mengakibatkan para pasukan hitam itu terkapar di atas tanah. Tubuhnya seperti sudah tak berdaya ketika mendapat serangan yang melukai organ vitalnya. Tapi yang menjengkelkan mereka masih hidup!

Aura di sekitarnya menjadi sedikit tenang. Artinya kekuatan spiritual mereka sudah habis karena telah banyak terbuang-buang. Sungguh kasihan. Ketika Yi Changyin mencapai terobosan level, entah kenapa energi spiritual mereka seperti terkuras habis.

Yi Changyin turun di tengah-tengah manusia yang terkapar di atas tanah itu. Mereka masih hidup, hanya saja menjadi lemah layaknya manusia biasa. Entah dari mana mereka mendapatkan kekuata yang sebesar itu. Aneh pula.

Walaupun tubuh Yi Changyin penuh dengan luka berdarah, dia seperti tak merasakan sakit apapun. Dia masih harus membereskan mereka semua. Gadis penuh luka itu tidak mau Xuan Chen keluar dari rumahnya sebelum mereka semua habis.

"Sekarang kita akhiri pertempuran ini dengan adil!" Seru Yi Changyin yang membuat pria yang tadinya ratusan, tinggal menjadi dua puluh orang lagi itu berdiri dengan susah payah.

Mereka hanya sedikit lemah karena energinya terserap, tapi tenaga dalam mereka seperti tak akan pernah ada habisnya. Para pria berbaju hitam itu lantas menyerang Yi Changyin secara bersamaan. Tanpa belas kasihan pada seorang gadis yang tengah terluka parah luar dalam itu.

Xuan Chen yang berada di dalam semakin tidak sabar. Dia terus berusaha membuka pintu itu walau hasilnya nihil. Dia sangat marah, terutama saat melihat pedang-pedang tajam itu menggores kulit Yi Changyin yang sehalus giok. Sungguh perusak! Xuan Chen dapat melihatnya lewat jendela.

Jauh di sebrang pertempuran puluhan orang melawan satu itu, dua sosok berdiri di atas kuda dengan santainya. Bak sedang menonton pertunjukan aksi saling membunuh di sebuah pentas seni.

Xuan Chen melihat mereka, dia jelas-jelas mengenalnya. Pria itu adalah Xuan Ye dan Xuan Hua. Tidak salah lagi kalau dia lah yang memerintahkan pasukan aneh ini untuk menyerangnya dan Yi Changyin.

Amarah pria itu mengebu. Saat itu dia berani menggoda Yi Changyin. Lalu ibunya mencambuk gadis itu hingga terluka parah. Sekarang membawa pasukan aneh hingga menambah lukanya. Dia benar-benar emosi. Kemarahannya itu menimbulkan gerakan tak biasa di dalam tubuhnya.

Tiba-tiba saja kilat matanya berubah menjadi dingin, aura berwarna hitam muncul di sudut matanya, berkibar seperti terbawa angin. Matanya menjadi merah menyala, terutama saat melihat gadis itu sudah terpojokkan oleh para pria biadab.

Di sana Yi Changyin melakukan kecerobohan. Dia sudah lelah. Luka lamanya belum sembuh, sekarang di tambah luka yang baru. Dia benar-benar sudah terpojokkan. Rasa sakit mungkin bisa di tahan olehnya, tapi tubuh Yi Changyin benar-benar tidak bisa menolaknya.

Kemarin saat di cambuk, ada kekuatan aneh yang membantunya. Lalu kenapa sekarang tidak ada?! Ah sungguh menyebalkan. Pemandangan seperti itu membuat Xuan Ye dan Xuan Hua tersenyum dari kejauhan.

Ini mungkin akhir hidupnya, pedang tajam itu di angkat tinggi dan siap untuk membunuh. Yi Changyin sudah tidak berdaya, bahkan membuka mata pun dia sangat lemah.

.......

.......

.......

Shen Lan mengacak-acak rambutnya frustasi. Mencari satu buku atau gulungan di tempat seluas ini, sama saja dengan mencari jarum di tumpukan jerami. Dia pun tak yakin kalau apa yang dia cari tersimpan di tempat memusingkan ini.

"Tuan dewa.." Tiba-tiba suara gadis mengiang di telinganya. Sempat tertegun, akhirnya Shen Lan berakhir mengacuhkan suara itu karena sibuk membolak-balikan beberapa buku.

"Tuan dewa.." Suara itu kembali berbisik. Awalnya dia mengira itu hanyalah khayalannya saja. Tapi ketika yang kedua kalinya, Shen Lan merasa kalau suara itu nyata. Pria itu segera meletakkan buku itu dan berbalik ke belakang.

Betapa terkejutnya dia saat melihat seorang gadis bertubuh tembus pandang dengan kilauan emas di setiap sisinya. Wajah itu masih sama dengan sebelumnya. Yaitu wajah yang mirip dengan Xuan Rong.

"Kau lagi?!" Shen Lan terlihat jengkel.

Bibir gadis itu mengerut. "Tuan dewa jangan kesal padaku. Aku datang kemari untuk membantumu." Katanya dengan serius.

Shen Lan mendengus, dia kembali mengambil salah satu buku dan membolak-balikannya. "Kau tidak akan pernah tahu apa yang sedang aku cari."

"Kau ingin mencari sampai kapan? Untuk menelusuri semua yang ada di sini, butuh waktu seratus tahun. Apakah kau yakin?" Gadis itu tersenyum.

Shen Lan menaikkan pandangannya. Benar juga. Jika dia harus berdiam disini selama seratus tahun, Xuan Chen tidak akan mampu hidup sepanjang itu.

"Memangnya.. kau bisa membantuku?" Tanya Shen Lan masih sedikit acuh. Sebenarnya dia sangat berharap gadis itu membantunya.

"Kau mencari apa? Silahkan tanyakan."

"Aku sedang mencari mantra penyegel kaki dan cara membukanya."

Ekspresi wajah gadis tembus pandang itu terlihat rumit. "Di dunia ini mantra formasi seperti itu hanya ada satu. Dan itu telah di curi seseorang."

Shen Lan menjatuhkan rahangnya. Bukankah dia sudah melakukan hal yang sia-sia?!?! Jika hanya ada satu, maka barang berharga itu sudah di bakar oleh Xuan Ye?!

"Biar ku tebak, kau sedang mencarinya untuk memecahkan formasi yang mengunci kaki temanmu kan?"

Shen Lan mengangguk cepat. Dia berharap gadis itu mempunyai solusinya.

"Sebenarnya formasi itu bisa di teliti langsung di kakinya.."

Lagi-lagi Shen Lan merasa ingin menghancurkan semua benda yang berada di sampingnya.

"Tapi itu membutuhkan waktu yang lama." Gadis itu tampak berfikir, sebelum akhirnya berbinar karena telah menemukan sesuatu. "Tapi seingatku di sini ada satu buku yang bisa membuat seseorang berdiri saat kakinya di segel."

Niat hati Shen Lan yang ingin menghancurkan semua benda yang berada di sampingnya terurungkan. Wajahnya kembali menggambarkan secercah harapan.

"Benarkah?"

"Yaa! Ikut aku!" Ajak gadis tembus pandang itu antusias.

"Baik!"

.......

.......

.......

BRAKKK!!

Pintu rumah Xuan Chen terbuka paksa hingga hancur dan menimbulkan suara memekakkan telinga. Yi Changyin menjatuhkan rahangnya, dia tak percaya Xuan Chen bisa memecahkan kuncinya. Bak alat penghenti waktu, semua orang yang hendak menikam Yi Changyin berhenti seketika. Bahkan Xuan Ye yang berada di kejauhan terkejut melihatnya.

Dia Xuan Chen?

Auranya begitu berbeda dan mendominasi. Seperti seseorang yang kuat telah meminjam tubuh pria itu. Tatapannya begitu dingin dengan kilatan merah berdarah dalam bola matanya.

Pria itu maju melayangkan tubuhnya menuju semua orang. Saat itu pula, Yi Changyin dapat melihat samar sesuatu yang besar menempel pada punggung Xuan Chen.

'Itu..'

Sayap emas?!

Bukankah dia terlihat seperti seseorang dalam bayangannya. Walaupun terlihat samar, Yi Changyin dapat mengenalinya. Inikah bakat terpendam Xuan Chen yang pernah di katakan Shen Lan saat itu? Sebenarnya siapa Xuan Chen yang sebenarnya?

Xuan Chen yang terasa asing itu mengeluarkan gelombang spiritual berwarna hitam. Sangat kuat dan seperti tembok yang menghantam dada semua orang hingga terjatuh. Ada yang menabrak pagar, pohon persik dan tanaman-tanaman yang di rawat Xuan Chen. Bahkan Xuan Ye dan Xuan Hua pun hampir terjatuh dari atas kudanya.

Sekarang, rumah kecil dan sederhana itu sudah hancur bak tertimpa bom. Terporak-porandakkan sudah!

Kumpulan pria hitam dan aneh itu masih belum menyerah. Mereka kembali berdiri walaupun dengan kondisi lemah, menghunuskan senjata pada Xuan Chen yang terasa asing itu.

"Siapa yang berani melukai gadisku?!" Kedengarannya sangat dingin dan menyeramkan, tapi begitu asing. Dia benar-benar sudah menjadi Xuan Chen yang lain!

.......

.......

.......

Jangan lupa like dan tanggapannya tentang bab ini di kolom komentar ya😉

Terpopuler

Comments

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

Nah.. 🤣🤣

2021-03-18

2

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

…𝕮ℓα𝕣α♡🦄🌈 (hiatus)

Kak zulfa gantung mulu.. ಥ‿ಥ

2021-03-16

2

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2 Bab I - Api Spiritual
3 Bab II - Pergi
4 Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5 Bab IV - Pria Lumpuh
6 Bab V - Xuan Chen
7 Bab VI - Kontrak
8 VISUAL TOKOH
9 Bab VII - Cambukan petir
10 Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11 Bab IX - Rela Demi Dia
12 Bab X - Berkunjung Ke Istana
13 Bab XI - Cambukan Siluman
14 Bab XII - Ketika Di Cambuk
15 Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16 Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17 Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18 Bab XV - Perpustakaan Langit
19 Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20 Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21 Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22 Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23 Bab XX - Rubah Kecil
24 Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25 Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26 Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27 Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28 Bab XXV - Cemburu?
29 Bab XXVI - Akademi Tianjin
30 Bab XXVII
31 Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32 Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33 Bab XXX
34 Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35 Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36 Bab XXXIII - Singa Roh Api
37 Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38 Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39 Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40 Bab XXXVII - Bodoh!
41 Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42 Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43 Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44 Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45 Bab XLII - Kekacauan
46 Bab XLIII - Batu Teleportasi
47 Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48 Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49 Bab XLVI - Kau Kekasihku
50 Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51 Bab XLVIII
52 Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53 Bab L - Bulan dan Bintang
54 Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55 Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56 Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57 Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58 Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59 Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60 Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61 Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62 Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63 Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64 Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65 Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66 Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67 Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68 Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69 Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70 Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71 Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72 Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73 Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74 Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75 Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76 Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77 Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78 Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79 Bab LXXVI - Untitled
80 Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81 Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82 Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83 Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84 Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85 Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86 Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87 Bab LXXXIV - Untitled
88 Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89 Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90 Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91 Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92 Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93 Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94 Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95 Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96 Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97 Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98 Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99 Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100 Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101 Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102 Bab XCIX - Berencana Pergi
103 Bab C - Adipati Zhaoyang
104 Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105 Bab CII - Wu Yun kembali?
106 Bab CIII - Bertemu Kembali
107 Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108 Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109 Bab CVI - Derita dari Langit
110 Bab CVII - Rencana Mereka
111 Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112 Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113 Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114 Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115 Bab CXII - Menuju Alam Baka
116 Bab CXIII - Rencana Kotor
117 Bab CXIV - Sialan!
118 Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119 Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120 Bab CXVII - Bertemu ayah
121 Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122 Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123 Bab CXX - Dikacaukan
124 Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125 Bab CXXII - Anak Kedua?
126 Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127 Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128 Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129 Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130 Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131 Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132 Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133 Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134 Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135 Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136 Bab CXXXIII - Perbincangan
137 Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138 Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139 Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140 Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141 Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142 Bab CXXXIX - Perang
143 Bab CXL - Masa Lalu
144 Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145 Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146 Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147 Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148 Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149 Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150 Bab CXLVII - Setelah pencarian
151 Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152 Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153 Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154 Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155 Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156 Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157 Dari Author ^_^
Episodes

Updated 157 Episodes

1
PROLOG - Pertarungan Seratus Tahun
2
Bab I - Api Spiritual
3
Bab II - Pergi
4
Bab III - Ras Peri dan Kristal Jiwa
5
Bab IV - Pria Lumpuh
6
Bab V - Xuan Chen
7
Bab VI - Kontrak
8
VISUAL TOKOH
9
Bab VII - Cambukan petir
10
Bab VIII - Ketika Pengganggu Datang
11
Bab IX - Rela Demi Dia
12
Bab X - Berkunjung Ke Istana
13
Bab XI - Cambukan Siluman
14
Bab XII - Ketika Di Cambuk
15
Bab XIII - Bantuan Yi Xuemei
16
Bab XIV - Wilayah Zhongjian dan Akademi Tianjin
17
Penjelasan Tingkat Kultivasi dan Beberapa Pembagian di Dunia milik Author:v
18
Bab XV - Perpustakaan Langit
19
Bab XVI - Serangan dari Orang-orang Aneh
20
Bab XVII - Kemarahan Yi Wang
21
Bab XVIII - Sesuatu yang Dibuat Baiyun Dijun
22
Bab XIX - Ramuan Penghilang Cinta
23
Bab XX - Rubah Kecil
24
Bab XXI - Rencana Gaoqing Dijun
25
Bab XXII - Feng'er dan Heilong
26
Bab XXIII - Ruang Dimensi Spiritual
27
Bab XXIV - Bertemu Wei Qiao
28
Bab XXV - Cemburu?
29
Bab XXVI - Akademi Tianjin
30
Bab XXVII
31
Bab XXVIII - Kalajengking Hitam
32
Bab XXIX - Haruskah aku memanggilmu kakak seperguruan?
33
Bab XXX
34
Bab XXXI - Sebenarnya siapa aku?
35
Bab XXXII - Pecahan Ingatan Lagi
36
Bab XXXIII - Singa Roh Api
37
Bab XXXIV - Jebakan Wei Qiao
38
Bab XXXV - Kesalahan Pahaman Berujung Kelaparan
39
Bab XXXVI - Rencana Memutar Balikan Akibat
40
Bab XXXVII - Bodoh!
41
Bab XXXVIII - Tetua Ling Zhao Tahu?
42
Bab XXXIX - Bersama Kakek Bulan
43
Bab XL - Yue Xingfei & Hua Mu Dan
44
Bab XLI - Bayangan yang Menyerang
45
Bab XLII - Kekacauan
46
Bab XLIII - Batu Teleportasi
47
Bab XLIV - Aku mencintaimu..
48
Bab XLV - Mimpi terburuk Sepanjang Masa
49
Bab XLVI - Kau Kekasihku
50
Bab XLVII - Aku mencintainya, jangan halangi aku..
51
Bab XLVIII
52
Bab XLIX - Nasihat Dewi Yuan Ji
53
Bab L - Bulan dan Bintang
54
Bab LI - Pesan Pangeran Ketujuh
55
Bab LII - Rencana Qi Zhongma
56
Bab LIII - Kecelakaan Tak Terduga
57
Bab LIV - Persyaratan Yi Xuemei
58
Bab LV - Rencana Qi Xiangma
59
Bab LVI - Rencana Qi Xiangma (2)
60
Bab LVII - Rencana Qi Xiangma (3)
61
Bab LVIII - Rencana Qi Xiangma (4)
62
Bab LIX - Hadiah Zhang Bixuan
63
Bab LX - Kembalinya Bai Suyue
64
Bab LXI - Bersama Xuan Chen
65
Bab LXII - Kebahagiaan yang Berakhir
66
Bab LXIII - Di Hutan Bambu...
67
Bab LXIV- Penyelamatan Sang Dewi Rubah
68
Bab LXV - Rencana Tersembunyi Yi Changyin
69
Bab LXVI - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (2)
70
Bab LXVII - Rencana Tersembunyi Yi Changyin (3)
71
Bab LXVIII - Balasan Untuk Wei Qiao
72
Bab LXIX - Akhir Untuk Sementara
73
Bab LXX - Kisah Phoenix dan Naga
74
Bab LXXI - Kisah Phoenix dan Naga (2)
75
Bab LXXII - Alam Peri yang Berubah
76
Bab LXXIII - Keindahan dan Kenikmatan Duniawi
77
Bab LXXIV - Awal Mula Gunung Tianjin
78
Bab LXXV - Usaha Membangunkan sang Pemimpi
79
Bab LXXVI - Untitled
80
Bab LXXVII - Tuduhan Lao Jun
81
Bab LXXVIII - Kemunculan Sesuatu
82
Bab LXXIX - Bangkit yang Kedua Kalinya
83
Bab LXXX - Bangkit yang Kedua Kalinya (2)
84
Bab LXXXI - Sesuatu yang tertanam
85
Bab LXXXII - Awal Mula Alam Peri
86
Bab LXXXIII - Awal Mula Alam Peri (2)
87
Bab LXXXIV - Untitled
88
Bab LXXXV - Qiao Jirong dan Kembalinya Alam Peri
89
Bab LXXXVI - Di Daerah Istana Bulan
90
Bab LXXXVII - Sesuatu Akan Terjadi
91
Bab LXXXVIII - Dia... Wu Yun?!
92
Bab LXXXIX - Ketika Racun Bereaksi
93
Bab XC - Pil Jamur Lingzhi
94
Bab XCI - Penjelasan si Hantu Wanita
95
Bab XCII - Upacara Penghormatan Terakhir
96
Bab XCIII - Di Atas Ayunan
97
Bab XCIV - Serangan Wanita itu
98
Bab XCV - Yi Changyin Jatuh Pingsan
99
Bab XCVI - Menjadi Putri Ketujuh
100
Bab XCVII - Rindu Ayah : 'Shui Jifeng'
101
Bab XCVIII - Mulai Sekarang
102
Bab XCIX - Berencana Pergi
103
Bab C - Adipati Zhaoyang
104
Bab CI - Mempermalukan Xuan Ye
105
Bab CII - Wu Yun kembali?
106
Bab CIII - Bertemu Kembali
107
Bab CIV - Mimpi di Tengah Badai
108
Bab CV - Merasa kehilangan sebelum membuat kenangan
109
Bab CVI - Derita dari Langit
110
Bab CVII - Rencana Mereka
111
Bab CVIII - Seribu Tahun Lalu, pernah menjadi masa lalu
112
Bab CIX - Hadiah Pernikahan
113
Bab CX - Pernikahan Kedua Kalinya
114
Bab CXI - Yi Changyin Pergi
115
Bab CXII - Menuju Alam Baka
116
Bab CXIII - Rencana Kotor
117
Bab CXIV - Sialan!
118
Bab CXV - Kemunculan Monster Alam Baka
119
Bab CXVI - Diselamatkan Dewi
120
Bab CXVII - Bertemu ayah
121
Bab CXVIII - Diguncang Sampai Karam
122
Bab CXIX - Kembali Memelukmu
123
Bab CXX - Dikacaukan
124
Bab CXXI - Keputusan Xuan Chen
125
Bab CXXII - Anak Kedua?
126
Bab CXXIII - Memecahkan Formasi
127
Bab CXXIV - Kembali Sepenuhnya
128
Bab CXXV - Tidak Seperti yang Dirumorkan
129
Bab CXXVI - Pengakuan Wei Qiao
130
Bab CXXVII - Takut Kehilangan
131
Bab CXXVIII - Di Halaman Belakang
132
Bab CXXIX - Racun Kembali Datang
133
Bab CXXX - Rencana Tersembunyi Xuan Chen
134
Bab CXXXI - Setelah Hukuman
135
Bab CXXXII - Kedatangan Wen Yuexin
136
Bab CXXXIII - Perbincangan
137
Bab CXXXIV - Yi Changyin marah
138
Bab CXXXV - Yi Changyin melahirkan
139
Bab CXXXVI - Xuan Sifeng & Xuan Sijiu
140
Bab CXXXVII - Mengunjungi klan Rubah ekor sembilan
141
Bab CXXXVIII - Kesedihan Xuan Rong
142
Bab CXXXIX - Perang
143
Bab CXL - Masa Lalu
144
Bab CXLI - Kehancuran hati yang sebenarnya
145
Bab CXLII - Yi Changyin bisa kembali
146
Bab CXLIII - Sebelum Mencari
147
Bab CXLIV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin
148
Bab CXLV - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (2)
149
Bab CXLVI - Mencari Potongan Jiwa Yi Changyin (3)
150
Bab CXLVII - Setelah pencarian
151
Bab CXLVIII - Menyatukan Potongan Jiwa Yi Changyin
152
Bab CXLIX - Jiwa Telah Memadat
153
Bab CL - Kebahagiaan yang Kembali
154
Bab CLI - Kebahagiaan yang Kembali (2)
155
Bab CLII - Ekstra Chapter 1 : Road To Ending
156
Bab CLIII - Ekstra Chapter 2 : ENDING
157
Dari Author ^_^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!