"Dari mana kamu?" perkataan itu membuat Viola membeku saat kakinya hendak ke menapaki tangga. Viola membalikkan badannya, ia tidak ingin bertengkar atau semacam apa pun. Karena hari ini moodnya sedang bagus dan tak ingin merusaknya.
"Aku datang dari Ibu kota," ujarnya.
Duke Cristin berdiri, ia menuju ke arah Viola yang tampak gugup.
"Ini sudah jam berapa, tapi kamu masih baru pulang." Duke Cristin mengatur nafasnya berkali-kali. Ia tidak mau memarahi Viola. Dia akan menasehati Viola secara lembut. Mengingat sikapnya yang bar-bar, memarahi Viola tidak akan membantunya. Justru akan memperburuk keadaan.
Viola merasa heran, tidak biasanya Duke Cristin tidak memarahinya. Biasanya dia akan mengeluarkan semua amarahnya, seakan ingin melahapnya hidup-hidup.
"Tumben tidak marah," gumam Viola tapi mampu di dengarkan oleh Duke Cristin.
Mendengar perkataan Viola, Duke Cristin membuang nafas kasarnya. "Percuma saja aku memarahi mu. Pasti ujung-ujungnya pertengkaran. Kamu sudah berubah Viola" Duke Cristin mengusap lembut pucuk kepala Viola. " Aku menunggu mu di ruang makan." ujar Duke Cristin berlalu pergi menuju ruang makan.
Viola meraba pucuk kepalanya, lalu menatap punggung itu. "Aneh sekali dia." ujarnya lagi.
Viola pun menaiki tangga, sesampainya di kamarnya. Viola langsung membersihkan diri, lalu turun menggunakan baju tidurnya menuju ruang makan.
"Nyonya, sepertinya Yang Mulia Duke mulai menyukai nyonya." ujar Mira membuat Viola berfikir sejenak.
"Tidak mungkin, hatinya hanya milik Abella. Jangan mengada-ngada," ujar Viola tak menerima pemikiran Mira begitu saja. Menurutnya, tidak mungkin Duke Cristin mau dengannya. Lagi pula ia tak akan ambil pusing. Dia hanya memikirkan kepergian, ia tidak sabar pergi dari rumah ini lalu berkeliling Dunia.
"Nyonya," ujar Flora melihat Viola senyam senyum sendiri.
"Ah, menggangu saja." ujar Viola kesal. Karena dirinya tengah membayangkan berada di hamparan rumput lepas seraya kembali melanjutkan langkah kakinya.
Sesampainya di ruang makan, Flora dan Viola membuka pintu. Viola menuju kursi yang di tarik oleh kepala pelayan. "Silahkan nyonya."ujarnya.
Duke Cristin melihat ke arah Viola yang duduk di sampingnya. Viola mengambil sayur dan udang yang tak jauh dari tempatnya. Duke Cristin mengambil daging panggang. Lalu memotongnya dan memberikannya ke atas piring Viola.
"Makanlah, kamu pasti lapar." Duke Cristin memberikan senyumannya. Ia kembali mengusap lembut surai hitam itu dengan lembut.
Viola tak memperdulikannya, ia mengambil sendok dan garpunya. Memakannya dengan lahap. Sebenarnya tadi ia sudah makan, namun melihat hidangan itu, ia kembali lapar.
"Makanlah yang banyak." Duke Cristin memotong kembali daging panggang itu dengan kecil-kecil.
"Jangan perhatian seperti itu, aku bukan anak kecil lagi." Viola menyodorkan makanan di sendok itu ke mulutnya seraya melirik ke arah Duke Cristin. Ia tidak suka di perhatikan seperti itu.
"Apa salah aku perhatian pada mu?" tanya Duke Cristin sambil menaruh beberapa daging panggang yang sudah di potong kecil-kecil.
"Salah, aku tidak ingin terlibat dengan hidup mu."
Duke Cristin menghentikan memotong daging panggang itu. "Aku suami mu, tidak salah jika kamu terlibat dalam hidup ku."
"Menjadi istri yang tak di anggap, menjadi istri yang di abaikan. Menurut ku itu sudah cukup. Tidak ada lagi yang perlu di bahas." ujar Viola tanpa melihat ke arahnya.
"Dan selamanya tidak akan berubah." sambungnya lagi, matanya membalas tatapan Duke Cristin.
Duke Cristin tidak mampu mengatakan apa-apa lagi. Viola yang sekarang seperti bunga mawar. Harum dan indah namun berduri. Ia menatap Viola dengan tatapan yang sulit di artikan. Ia penasaran kenapa Viola berubah dan apa penyebabnya. Dia harus menanyakannya pada Flora.
Duke Cristin bergegas pergi, ia tidak mempunyai selera lagi. Perkataan Viola selalu mengungkit kesalahan masa lalunya. Sesampainya di depan pintu. Duke Cristin melihat ke arah sang Kesatria.
"Panggil pelayan Flora, aku ingin berbicara padanya." perintah Duke Cristin dengan tegas.
"Baik Yang Mulia Duke."
Sang Kesatria itu pun mengangguk hormat, menjalankan perintah sang majikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Armyati
Duke gak sadar diri, ngapain nanya ke flora segala tanya az sama dirimu sendiri itu apa yg sdh kamu lakukan hingga dia berubah😏😏😏
2024-06-22
1
Lina Lina
berhentilah bersikap seperti suami yg baik duke.. memuakkan
2023-05-04
2
Susi Zz
buat yang marah"pertama saya sudah baca ulang karena tidak bosan dengan ceritanya kedua dari dulu emang si Duke udah cinta Ama si viola si Duke juga senang dengan pperjodohan yang ibunya minta tapi yang ibu nya jodohkan itu si abella bukan si viola alasan si Duke marah" sama viola karena ia tak ingin mempunyai rasa lagi Ama viola
2021-11-01
1