Amarah Duchess Eliana

"Hentikan ! apa yang kalian lakukan pada Viola." Teriak seorang wanita, ia berjalan menghampiri mereka dengan geram. Sejak dulu Viola sudah di anggap putrinya sendiri. Ketika putrinya memilih pergi ia tidak menyalahkan Viola. Justru ia menambah kasih sayangnya pada Viola. Ia takut Viola juga akan pergi meninggalkannya.

Semua orang mengarah pada suara itu, Viola yang sudah seperti harimau kelaparan ia memalingkan wajahnya ke arah semak-semak.

"Viola sayang, kamu tidak apa-apa," wanita itu menarik dagu Viola ke arahnya. Ia bisa melihat mata Viola memerah artinya ia menahan kemarahannya.

"Ferland, Ibu sudah katakan. Adik mu pergi bukan karna Viola. Bukan Viola yang menyuruhnya pergi," Bentak Duchess Eliana, istri Duke Arland.

"Apa kalian memang tidak bisa melihat? dari dulu aku diam hanya menasehati kalian setiap waktu, berharap hati kalian terbuka. Sudah cukup kalian menghina Ibunya sampai Viola tidak merasakan kasih sayang Ibu kandungnya. Jika Viola memilih, dia juga tidak menginginkan seperti ini sama halnya dengan Ibu Viola, Lillian."

"Sudah berapa kali Ibu katakan jangan menyalahkannya,"

"Kita semua tidak bisa mengelaknya Ibu, kesalahannya memang berasal dari dia."

Viola menatap tajam ke arah Ferland, padahal Duchess Eliana sudah menjelaskannya beberapa kali. Menurut ingatannya, wanita di depannya tidak pernah berhenti menasehati Duke Arland dan Ferland. Bahkan dia lah yang selalu memperlakukan Ibunya dengan baik.

"Biarkan saja, di mata mereka aku lah yang salah dan terimakasih telah membelaku, menyayangi ku selama ini. Untuk selanjutnya jangan melakukan ini. Aku tidak ingin di katakan duri dalam rumah tangga kalian. Tunggulah beberapa hari lagi. Aku pastikan menemukan keberadaan kakak." ujar Viola berlalu pergi, melewati Duchess Eliana dan Duke Cristin begitu saja.

Ada rasa tidak enak di hati Duke Cristin melihatnya dan mendengarkannya, ia ingin marah. Namun yang di katakan oleh Ferland memang benar adanya. Karena dia lah Abella memilih meninggalkannya. Berharap dia bisa menikah dengan sang adik. Duke Cristin menepis semua rasa ibanya, ia tidak boleh goyah dalam urusan Abella.

prank

Pecahan kaca itu berserakah di lantai. Darah segar keluar dari tangan kanannya. Sepertinya ia tidak bisa menunggu lama tinggal di rumah ini. Bisa-bisa dirinya mendadak gila dan stroke.

"Aku harus secepatnya pergi dari sini. Akan aku buktikan, jika diriku tidak pernah menginginkan pernikahan ini. Akan aku buktikan, aku bisa hidup tanpa keluarga Duke. Akan aku bawa Abella ke rumah ini dan menjadikannya Duchess. Tunggi saja Duke Arland dan Duke Cristin." Ucap Viola seraya meninju cermin itu kembali.

Flora sedari tadi menjerit, berteriak saat Viola meninju kaca di depannya. Bayangan wajahnya hancur bersamaan darah segar yang keluar dari tanganya itu.

Flora pun langsung keluar kamar, ia mencari obat untuk sang majikannya.

"Nyonya biar saya yang melakukannya," ujar Flora sambil terisak.

Viola duduk di tepi ranjangnya, ia menyodorkan tangan kirinya, membiarkan Flora mengobatinya. Setiap kali Flora meneteskan air obat, air matanya terus mengalir. Ia meringis kesakitan saat air itu menyatu dengan darah sang majikan. Sudah pasti rasnya sakit dan perih.

"Apa nyonya merindukan Nyonya Lilliana?" tanya Flora.

Deg

Hati Alana tersentuh, rasa rindu itu terbayang sosok seorang Ibu yang tersenyum padanya menggenggam tangan kecilnya. Mungkin ia juga merasakan rindu itu karna jiwanya telah menyatu dengan pemilik tubuh itu.

Viola menghela nafas, ia menarik sudut bibirnya ke samping. Menguatkan bibir itu untuk tersenyum. "Aku merindukannya Flo, jangan di tanyakan hal itu. Aku ingin bertanya Flo, kenapa dia meninggalkan ku. Seharusnya dia membawa ku Flo." ujar Viola meneteskan air matanya, hatinya sakit mana kala ia harus mengingat kenangan itu.

"Aku ingin bertanya kenapa dia tidak membawa ku. Apa dia tidak menyayangi ku?"

tok

tok

tok

Suara ketukan itu membuat kedua orang itu menoleh ke arah pintu.

"Sayang, buka pintunya Viola. Kamu baik-baik saja kan di dalam. Ibu ingin berbicara dengan mu Nak."

Viola melihat ke arah tangannya yang sudah selesai di perban. "Pergilah, bilang padanya aku sudah tidur." ujar Viola menaikkan kakinya ke kasur empuknya, lalu menarik selimutnya ke atas badannya sampai ke dada. Membalikkan badannya membelakangi pintu itu.

"Baiklah, nyonya." ujarnya.

Terpopuler

Comments

Sandisalbiah

Sandisalbiah

yg bikin nyesek itu kenapa Vio harus di kelilingi laki² pecundang yg idiot...

2024-02-03

2

Zulvianti

Zulvianti

apakah saya sudah kebal dengan cerita sedih, biasanya ikut nyesek sampek susah napas, sekarang baca aja biasa aja

2022-03-02

1

suhashd^^

suhashd^^

ini cerita kakak yg buat ak nyesek dari cerita yang lainnya

2021-10-23

0

lihat semua
Episodes
1 Berpindah tubuh
2 Pertemuan pertama
3 tidak sudi
4 menolak
5 Membuat Kontrak
6 menyukainya bukan mencintainya
7 selagi hati ku masih baik
8 Amarah Ferland
9 pertengkaran dengan Ferland
10 Amarah Duchess Eliana
11 Keluarga Baron Armand dan Baroness Aurora
12 sosok yang hilang
13 jadilah seperti dulu
14 Terkejut
15 kemarahan yang mulia Duke
16 Cinta yang dulu sudah hilang
17 Jangan sampai mencintai ku
18 Bercerai
19 Ibu
20 Tidak ingin terlibat
21 Mengungkit
22 Terobati masih membekas
23 Dia
24 Akulah hanya pengganti
25 Sebuah Misteri
26 Dia lebih bahagia
27 Apa kamu masih mencintainya
28 Merawatnya
29 Apa yang kita lihat, belum tentu kenyataannya
30 khawatir
31 Membenci mu
32 Obat pencegah kehamilan
33 Tanpa sengaja
34 Lilli
35 Ferland
36 Dia masih milikku
37 Janji yang melukai
38 Hidup ini memiliki misteri
39 Keputusan ku
40 Sapu tangan
41 Jangan mempertanyakan perasaan
42 Perjanjian
43 Kesedihan Duke Cristin
44 Kepahitan Malam Pertama
45 Kedatangan Baroness Lilliana
46 Tidak Merestui
47 Suasana Bersama, sebuah kepahitan
48 Aku tidak merestui mu dengan ibu ku
49 Abella
50 Kembalinya Abella
51 Nona Abella
52 Mengurung
53 Kebenaran yang terungkap
54 Berbicaralah pada diri mu sendiri
55 Kepergian mu
56 Kesedihan Duke Arland
57 Usaha Ferland dan Duke Cristin
58 Siapa yang pantas
59 Terimalah Dia
60 Meyakinkan
61 Mengusirnya
62 Mengabaikannya
63 Beda Ibu
64 Memohon
65 Mengungkapkan
66 Kebenaran
67 Pergi
68 Harapan Abella pada Duke Cristin
69 Mendorong
70 Wanita ku
71 Di bawah sana
72 Ancaman Duke Cristin
73 Berpura-pura
74 Kamu istri ku
75 hanya miliknya seorang
76 posisi seperti ini
77 Baroness Lilliana
78 Rasa sayang Duke Cristin
79 Ancaman Duke Arland
80 Hubungan yang sudah putus
81 Berkelahi
82 Berusaha Mencintai
83 Kedatangan Lusia
84 Berpura-pura
85 Menjemput Baroness Lilliana
86 Sialan !
87 Pertemuan dengan Marquess Ramon
88 Lagi-lagi Viola
89 Malam Yang Indah
90 Kekesalan Abella
91 Perdebatan Viola dan Lusia
92 Hampir keguguran
93 Kepergian Viola
94 Kepergian Abella
95 Apa kita pantas menjadi orang tua?
96 END
97 Malam untuk Viola dan Duke Cristin
98 Ekstra Part
99 Cerita Baru "Benih Rahasia Kakak Tiri"
Episodes

Updated 99 Episodes

1
Berpindah tubuh
2
Pertemuan pertama
3
tidak sudi
4
menolak
5
Membuat Kontrak
6
menyukainya bukan mencintainya
7
selagi hati ku masih baik
8
Amarah Ferland
9
pertengkaran dengan Ferland
10
Amarah Duchess Eliana
11
Keluarga Baron Armand dan Baroness Aurora
12
sosok yang hilang
13
jadilah seperti dulu
14
Terkejut
15
kemarahan yang mulia Duke
16
Cinta yang dulu sudah hilang
17
Jangan sampai mencintai ku
18
Bercerai
19
Ibu
20
Tidak ingin terlibat
21
Mengungkit
22
Terobati masih membekas
23
Dia
24
Akulah hanya pengganti
25
Sebuah Misteri
26
Dia lebih bahagia
27
Apa kamu masih mencintainya
28
Merawatnya
29
Apa yang kita lihat, belum tentu kenyataannya
30
khawatir
31
Membenci mu
32
Obat pencegah kehamilan
33
Tanpa sengaja
34
Lilli
35
Ferland
36
Dia masih milikku
37
Janji yang melukai
38
Hidup ini memiliki misteri
39
Keputusan ku
40
Sapu tangan
41
Jangan mempertanyakan perasaan
42
Perjanjian
43
Kesedihan Duke Cristin
44
Kepahitan Malam Pertama
45
Kedatangan Baroness Lilliana
46
Tidak Merestui
47
Suasana Bersama, sebuah kepahitan
48
Aku tidak merestui mu dengan ibu ku
49
Abella
50
Kembalinya Abella
51
Nona Abella
52
Mengurung
53
Kebenaran yang terungkap
54
Berbicaralah pada diri mu sendiri
55
Kepergian mu
56
Kesedihan Duke Arland
57
Usaha Ferland dan Duke Cristin
58
Siapa yang pantas
59
Terimalah Dia
60
Meyakinkan
61
Mengusirnya
62
Mengabaikannya
63
Beda Ibu
64
Memohon
65
Mengungkapkan
66
Kebenaran
67
Pergi
68
Harapan Abella pada Duke Cristin
69
Mendorong
70
Wanita ku
71
Di bawah sana
72
Ancaman Duke Cristin
73
Berpura-pura
74
Kamu istri ku
75
hanya miliknya seorang
76
posisi seperti ini
77
Baroness Lilliana
78
Rasa sayang Duke Cristin
79
Ancaman Duke Arland
80
Hubungan yang sudah putus
81
Berkelahi
82
Berusaha Mencintai
83
Kedatangan Lusia
84
Berpura-pura
85
Menjemput Baroness Lilliana
86
Sialan !
87
Pertemuan dengan Marquess Ramon
88
Lagi-lagi Viola
89
Malam Yang Indah
90
Kekesalan Abella
91
Perdebatan Viola dan Lusia
92
Hampir keguguran
93
Kepergian Viola
94
Kepergian Abella
95
Apa kita pantas menjadi orang tua?
96
END
97
Malam untuk Viola dan Duke Cristin
98
Ekstra Part
99
Cerita Baru "Benih Rahasia Kakak Tiri"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!