Viola menopang dagunya selama perjalanan. Pikirannya menerawang jauh tentang kehidupan pemilik tubuh aslinya. Banyak yang tidak menyukainya selama berada di kediaman Duke Erland. Hanya istri pertama Duke Erland, Brisa dan Kakaknya yang sangat baik padanya.
"Nyonya apa ada sesuatu. Maafkan saya yang tidak bisa menjaga Nyonya dengan baik." sesal Flora, pelayan setianya itu.
Viola hanya melirik lalu kembali ke raut wajah semula. Hanya datar dan dingin. Ia tidak ingin panjang lebar menjelaskannya, percuma saja. Ujung-ujungnya dia akan dianggap gila.
"Maafkan saya nyonya. Andai saja waktu itu saya yang mengambilkan bunga itu. Tentunya nyonya tidak akan terjatuh." ujar Flora menangis tersedu-sedu seraya menghapus air matanya. Ia menunduk merasakan penyesalan amat dalam.
Viola memejamkan matanya, kepalanya ia sandarkan ke sandaran kursi. Otaknya sudah puyeng memikirkan jalan hidupnya dan sekarang dia harus mendengarkan tangisan Flora.
"Aku tidak memikirkan masalah sakitnya tapi aku memikirkan bagaimana ke adaan ibu." kilah Viola berbohong. Meskipun mulutnya berbohong, tetapi tidak bisa di pungkiri. Saat ini hatinya memang sangat merindukannya.
Flora semakin menangis, ia juga merasakan merindukan majikannya itu. Ia tau betul saat majikannya tidak di perlakukan adil. Setiap harinya dia harus melihat sang majikan yang selalu meneteskan air matanya. Melihat ke arah suami istri yang saling menyayangi.
Aku yakin, Nyonya pasti kembali lalu membawa Duchess batinnya geram.
"Nyonya bersabarlah, saya yakin Nyonya Lilliana pasti membawa Nyonya pergi." ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sesedih mungkin, Viola mengangguki perkataannya.
Beberapa saat kemudian, kereta itu berhenti di depan sebuah bangunan 'Muara Kasih'.
"Mari Nyonya, kita harus segera memeriksa luka nyonya." ujar Flora menjulurkan tangannya, mempersilahkan Viola berjalan lebih dulu.
Viola tak banyak bicara, dia hanya mengikuti Flora dan Dokter itu. Selang beberapa saat, perban itu melekat di kepala Viola.
"Bagaimana? apa masih sakit?" tanya laki-laki itu. Viola hanya berderhem, ia tidak ingin mengeluarkan suaranya.
"Maaf Dokter kami permisi," ujarnya setelah melihat Viola mulai menjauh.
Sebenarnya ada apa dengan Nyonya kenapa tidak bicara dan hanya di balas dengan tatalan dingin.
Beberapa saat kemudian, kereta itu memasuki sebuah halaman yang luas. Lalu berhenti di depan sebuah kediaman yang berlantai dua. Viola melihat sekeliling kediaman itu, kolam ikan di samping halaman itu dengan di hiasi tanaman mawar merah. Tak jauh dari kolam itu, ada sebuah kursi putih dan meja. Sepertinya tempat itu adalah taman depan.
Viola melihat ke arah bangunan yang menjulang tinggi, bercar putih serta tanaman bunga ber pot yang menggantung di tembok. Viola akui, kediaman itu luas, bersih, dan nyaman. Rumput hijau kecil yang tumbuh di halaman itu terawat.
"Mari Nyonya." ujar Flora sambil menyodorkan tangannya, mempersilahkan.
Viola menghentikan langkahnya, saat ia melihat sebuah kamar. Ya, kamar itu, kamar yang di khususkan pernikahan Duke Cristin dengan kakaknya Abella. Ingatan itu kembali lagi, dimana Duke Cristin menyuruh Viola agar tidak memasuki kamar itu. Bahkan Duke Kristin menyuruh Viola tidur di kamar lain.
Hah
Viola tersenyum sinis lalu melanjutkan langkah kakinya. Sesampainya di kamar. Viola melihat sekeliling kamar itu, tindakan Viola tak luput dari penglihatan Flora. Hingga Flora pun merasa aneh. Viola hari ini begitu asing baginya, tapi ia menepis semua pikirannya. Wajahnya sama, tetap Viola majikannya.
"Nyonya saya akan menyiapkan air untuk nyonya. Setelah itu nyonya harus istirahat." ujarnya.
"Enak saja dia istirahat," ujar seseorang dengan nada tajam.
Viola menoleh, melihat wanita yang tak muda lagi seraya tersenyum sinis ke arahnya. Viola mencoba mengingat siapa orang di depannya. Ia tersenyum sinis, bibi Abella yang sangat membenci Viola.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Risna Murni
nyimak
2024-11-20
0
Sandisalbiah
musuh pertama yg harus segera di bungkam.. ayo Vio.. tujukan taring mu..
2024-02-03
0
Wanda Wanda i
ya ampun baru awal part ah dah nyesek bacanya
2023-02-13
0