Kedua laki-laki itu saling pandang melihat wanita di depannya yang sedari tadi mengedarkan pandangannya ke segala arah. Wanita itu pun tersenyum kecut melihat sebuah lukisan. Bukan lukisan dirinya dengan Duke Cristin tetapi lukisan sang kakak dengan Duke Cristin.
Jadi dia selalu terang-terangan mengungkapkan cintanya di depan pemilik tubuh ini. Kasian sekali wanita ini batinnya.
Viola meletakkan sebuah kertas di depan Duke Cristin. "Bacalah." Viola memalingkan wajahnya kembali melihat setiap sudut ruangan itu.
Dengan teliti Duke Cristin membaca kertas itu sampai ia membulatkan matanya, setengah percaya atau tidak. Duke Cristin menatap wanita di depannya.
Brak
Hantaman keras itu membuat Viola tersentak sama halnya dengan Duke Arland yang juga terkejut. Ia penasaran isi surat itu.
"Apa maksud mu?"
Viola menarik kursi di depannya, kemudian ia duduk dengan santai.
"Begini, kita kan tidak memiliki hubungan atas nama cinta. Ya, betul Cinta. Setelah kakak kembali kita bisa bercerai secepat mungkin. Dan kita tidak perlu saling mengusik atau saling ikut campur dalam hubungan masing-masing." jelas Viola membuat Duke Cristin dan Duke Arland menarik nafas kasarnya.
Benar yang di katakan Viola, tapi tidak harus dengan sebuah perjanjian. Jika di lihat dari perjanjian itu. Poinnya juga menguntungkan dirinya. Lagi pula dia sudah menunggu saat-saat mereka bercerai.
"Lebih bagus lagi kita bisa bercerai sekarang. Ah iya, setelah kita bercerai kita langsung putuskan hubungan. Hidup ku tidak ada lagi terpaut dengan hidup Duke Cristin dan Duke Arland. Ya, bisa di katakan kita tidak saling mengenal."
"Viola." teriak Duke Arland. Entah karena apa? hatinya tidak terima perkataan Viola. Selama ini dia bisa menutup mata pada wanita di depannya. Tetapi sekarang, ia tidak bisa menutup mata. Bahkan hatinya sangat marah saat Viola mengatakan seperti itu, sepertu tertusuk pisau.
"Apa ada yang salah? aku hanya ingin bebas dari kalian. Apa kalian masih ingin menyiksa ku di sini? lagi pula cepat atau lambat, aku juga akan pergi dari sini."
"Viola, aku tidak pernah mengajarkan mu seperti ini." Bentak Duke Arland menatap tajam ke arahnya.
"Seharusnya kamu senang aku melakukannya. Sejak dulu kamu mengusir ku dari rumah mu itu, masih ingat? atau pura-pura tidak ingat." Viola berdiri, ia membalas tatapan tajam itu. "Aku tidak pernah berharap menjadi putri mu dan menjadi istrinya. Cinta?" Viola memalingkan wajahnya. Semenjak kematiannya, ia tidak percaya namanya cinta. "Aku memang dulu mencintainya, tapi sepertinya aku sadar. Aku dulu tidak mencintainya. Aku hanya menyukainya bukan mencintainya. Lagi pula dia kaya siapa yang tidak mau. Ternyata aku hanya mencintai laki-laki lain." Viola melirik Duke Cristin yang sudah tersulut emosi.
"Dan jangan berharap kamu bisa pergi. Abella pergi itu semua karna kamu Viola. Kamu yang menghancurkan hubungan kita."
Viola mematung, yang di katakan Duke Cristin ada benarnya juga. Ia memutar otaknya mencari cara agar tidak di salahkan.
"Benar, seandainya kamu tidak menyukainya. Putri kesayangan ku tidak akan pergi." Timpal Duke Arland yang semakin menyudutkan Viola. "Dan jangan pernah bermimpi kamu keluar dari masalah ini. Ini semua gara-gara kamu."
Viola tersenyum sinis, "Apa Ibu ku pernah mengatakan cinta pada mu. Heh, Ibu ku juga korban di sini. Gara-gara pernikahan politik itu. Ibu ku terjerat pada pernikahan mu itu. Tapi syukurlah, Ibu ku pergi dari lelaki seperti mu. Dan aku, hanya mengatakannya suka bukan mencintainya. Kakak saja yang tidak mengerti, tidak bisa membedakan mana suka dan mana cinta. Memangnya kalian pikir aku mencintai Duke Cristin, untung saja aku hanya menyukainya bukan mencintainya." Kilah Viola membuat kedua laki-laki di depannya bungkam.
"Aku hanya menyampaikan itu. Jangan khawatir aku juga akan mencari keberadaan Kakak. Dan setelah itu kalian bebas tanpa duri, tampa sampah. Tidak ada lagi yang akan mengusik keluarga kalian. Dan semoga kalian bahagia." Viola langsung pergi meninggalkan kedua orang itu. Muak dan muak dengan drama kehidupan wanita yang sekarang sudah di ambil alih olehnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Noni Noni
𝒂𝒌𝒖 𝒔𝒖𝒌𝒂 𝒃𝒂𝒄𝒂𝒏𝒚𝒂...
2024-05-17
0
Sandisalbiah
helehh.. jangan² kakak Vio pergi krn dia emang gak mencintai Duke Cristin ...tp si Duke yg bodoh jd mudanya di bodohi...
2024-02-03
1
Lina Lina
gak usah sok peduli kau pak tua bangke
2023-05-04
2