Sepanjang perjalanan koridor di kediaman Duke Cristin. Ferland mengedarkan pandangannya. Matanya tidak pernah lepas dari setiap sudut kediaman Duke Cristin. Sesekali ia menanyakan keberadaan wanita yang ia cari.
Ferland menghentikan langkah kakinya, matanya melihat sesosok wanita di bawah pohon bersama dengan seorang wanita.
Ferland mempertajamkan matanya, dengan amarah yang menggebu-gebu di dadanya. Ia berjalan dengan langkah tergesa-gesa. Dan langsung menarik lengan wanita itu.
"Hey," pekik wanita itu saat lengannya di tarik secara kasar. Bahkan ia merasakan tangannya berdenyut kesakitan.
"Akhirnya aku menemukan," Ferland menatap tajam ke arah wanita itu.
Viola memutar bola matanya, ia menyunggingkan bibirnya. "Ada apa?" tanya Viola datar.
"Heh, wanita seperti mu sengaja membuat Duke Cristin dan Ayah keracunan. Ini semua gara-gara kamu yang memberikan makanan yang tidak sehat padanya."
Viola menarik lengannya, namun Ferland justru mempererat cengkramannya. "Lepas," pekik Viola.
"Aku tidak akan melepaskan mu, sebelum kamu menerima hukuman dari ku."
Viola menghembuskan nafas kasarnya, ia menggerakkan kaki kanannya lalu menendang ke arah junior Ferland. Dengan sigap Ferland menghindar ke samping.
"Cih, taktik murahan seperti mu tidak akan bisa mengelabui ku."
"Lepaskan, aku tidak bersalah." teriak Viola yang sudah di ambang batas kesabarannya.
"Cepat ikut aku, aku akan membuat mu menerima hukuman yang pantas." Bentak Ferland seraya menarik lengan Viola.
"Tuan, saya. mohon. Nyonya tidak bersalah." ujar Flora dengan menjatuhkan dirinya di depan Ferland. Ia bersimpuh di hadapannya. Tidak jarang Ferland melakukan ini pada Viola dan semoga kali ini ada yang membelanya. Semoga Duke Cristin atau Duke Arland mau menjelaskannya.
Ferland mengabaikan permohonan Flora yang sedang menangis dan bersujud di depannya. Ia tidak perduli, tetap dia lah yang patut di salahkan.
"Tuan tolong lepaskan nyonya." Lagi-lagi Flora memohon dengan air mata yang berlinang. Ia sangat kasian pada junjungannya di tuduh dengan perbuatan yang tidak pernah di lakukannya.
"Ferland." teriak seseorang yang tak terima lengan Viola di tarik secara kasar. Darahnya memanas, dadanya terasa sakit melihat lengan Viola memerah. "Lepaskan dia Ferland," Bentak seraya menatap tajam ke arah Ferland. Bola matanya memerah seketika. Saat Ferland keluar dari kamarnya, ia lekas turun dari ranjangnya mencegah Ferland yang ingin menghukum Viola.
"Kenapa Ayah malah membelanya? jelas-jelas dia yang salah Ayah. Seandainya dia tidak memberikan makanan yang beracun itu Ayah tidak akan sakit."
Niatnya mencari angin malam ingin menenangkan diri dan pikiran. Namun semuanya sirna seketika dengan kedatangan laki-laki di depannya. Karena
lengannya tak di lepas. Viola mengangkat tangannya. Lalu menggigit lengan Ferland. Alhasil, Ferland langsung melepaskan cengkramannya dan berteriak kesakitan.
"Dasar wanita bodoh, apa yang kau lakukan, hah." Ferland ingin menarik kembali lengan Viola. Dengan cepat, Duke Arland menghentikan tangan Ferland. "Cukup ! Ayah yang salah. Ayah yang memakan masakan Viola. Jika Viola ingin meracuni Ayah. Sudah pasti saat ini Ayah sudah mati."
"Dengarkan aku itu tidak meracuninya. Kesehatannya saja yang sudah menurun. Makan itu sakit, makan ini sakit." Gerutu Viola seraya mengelus pergelangan tangannya yang memerah. Lalu beranjak pergi. Namun di hentikan oleh perkataan Ferland.
"Diam ! ini semua gara-gara kamu. Ayah jangan membelanya. Dia sama Ibunya sama, sama-sama duri dalam hidup kita. Adi ku tidak akan pergi jika bukan karna dia."
"Diam ! aku memang duri dalam hidup kalian. Aku tidak pernah meminta diriku di lahirkan di keluarga kalian. Aku tidak pernah meminta darah ku tercampur dari keluarga kalian. Dan Ibu ku juga tidak meminta menikah dari keluarga kalian. Seharusnya kalian sadar, kami dua wanita Ibu dan Anak tidak pernah meminta memasuki keluarga kalian. Dan saat ini aku berdoa, semoga darah ku tidak sama dengan darah kalian, tidak tercampur dari darah kalian." Teriak Viola beriringan kilatan di langit. Air itu pun turun membasahi tubuh Viola. Matanya memerah tersimpan sejuta kebencian yang mendalam. Kedua laki-laki itu membeku.
Sama halnya dengan Duke Cristin yang sejak tadi menyimak pertengkaran itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 99 Episodes
Comments
Sandisalbiah
hem.. menyimak sampai kapan Viola harus merasakan sakit atas semua gunaan..
2024-02-03
3
Dyah Shinta
Adikku.
2022-12-04
0
rara
CK.ck. kalian akan menyesal bodoh
2021-11-05
0