18

1 bulan yang lalu Ye Mei Ling pergi dari Kota S menuju Kota T. Dan dalam perjalanannya ia menemukan sebuah tempat yang dikiranya aman dan nyaman. Maka dari itu ia memutuskan untuk tinggal di tempat itu dan menghilang kedalam ruang angkasanya.

Tapi siapa yang bisa membayangkan tempat itu kini hanya menjadi puing-puing bangunan dengan darah merah menggenang di setiap sudut.

Ye Mei Ling memandang sekitar tempatnya berdiri dengan waspada. Ia mengeluarkan pedangnya dari ruang angkasanya dan memegang erat di tangan kanannya.

Sebenarnya ia bisa saja berteleport pergi jauh dari tempat ini. Hanya saja ia ingin melihat seberapa jauh kekuatannya berkembang. Namun, ia benar-benar berharap lawannya bukanlah hibrida! Apalagi hibrida kuat di hadapannya. Dan lagi ada 4 dari mereka.-_-

Mei Ling hanya bisa menggertakkan giginya dan menggenggam erat pedang di tangannya. Jika situasi tidak mendukung dirinya. Maka ia hanya dapat kabur! Jadi tidak ada yang perlu di takutkan.

"Ruang Angkasa!" Bao Zhai berseru lirih menatap ke arah Mei Ling dengan mata berbinar cerah.

"Dia sangat cantik!" Gao Feng menelan air ludahnya menatap Mei Ling dengan pandangan hewan buas

"Dia tidak Cantik! Aku lebih cantik darinya! Bos Bao Zhai tidak akan menyukainya kan?" Ai Lan berteriak marah dengan mata melotot kearah Me Ling

"Dagingnya pasti enak!" Li Qiu menimpali

"..." Ye Mei Ling terdiam menatap kosong pada 4 Hibrida yang tengah bedebat.

"Tunggu! Apa? Siapa katamu? Bao Zhai? HAAHHHH??????...." Gadis itu melotot dengan mulut menganga lebih lebar dari sebelumnya setelah mendengar nama Bao Zhai yang di ucapkan oleh Ai Lan

"Bos Zhai apakah kau mengenalnya? Kenapa reaksinya berlebihan seperti itu.?" Ai Lan melihat kearah Bao Zhai berdiri penuh pertanyaan.

"Aku tidak mengenalnya!" Jawab Bao Zhai datar seraya menggelengkan kepalanya pelan.

Ye Mei Ling ingin menangis menatap kearah Hibrida yang bernama Bao Zhai di hadapannya. Tentu saja Hibrida itu tidak akan mengenalnya. Mei Ling juga bahkan tidak mengenal pria itu.

Dalam kehidupan sebelumnya Mei Ling hanya mendengar namanya. The Brutal King Hibrida Bao Zhai! Ia tidak tau, apakah Bao Zhai di hadapannya adalah Bao Zhai yang itu atau bukan. Karena setaunya. Raja Bao Zhai berada di kota Z. Jadi kenapa ia berada di kota T sekarang?

Mei Ling juga tidak berani menyangkal bahwa itu bukanlah Raja Hibrida, karena kekuatan Hibrida bernama Bao Zhai ini lebih kuat dari 3 lainnya. Walau pun ia belum menjadi Raja Hibrida.

Jadi kenapa keberuntungannya begitu buruk? Pertama ia bertemu Jendral Iblis! Dan sekarang yang ke 2 ia bertemu dengan The Brutal King Hibrida? 😭

"Aku ingin menangkapnya Hidup-hidup!" Bao Zhai berseru tegas menatap para Hibrida di sisinya

"Itu akan sulit!" Li Qiu mengerutkan kening mendengar pernyataan Bosnya Gao Feng juga demikian

"..." Ai Lan hanya Diam cemberut

"Jika tidak berhasil kita hanya akan membunuhnya!" Bao Zhai kembali menegaskan

"Ai Lan bergerak kekiri untuk mengunci kekuatan Ruangannya! Gao Feng mengikuti dan menyerang dari belakang. Li Qiu bergerak kekanan denganku!"

"Baik!"

Para Hibrida mulai bergerak beriringan untuk mengelilingi Mei Ling sebagai pusatnya.

Ye Mei Ling mengeluarkan pedang ke 2 dari ruang angkasanya dan memegang di tangan sebelah kirinya. Ia juga mempererat genggaman pedang di tangan kanannya. Ia memiliki firasat buruk saat Bao Zhai menyebut nama mereka satu persatu.

Kelompok ini benar-benar kelompok yang sebenarnya. Dalam kehidupan Mei Ling yang sebelumnya. Raja Hibrida memiliki 4 bidak perang terpercaya. Ai Lan si Dewi Keputusasaan, Li Qiu si Rakus, Gao Feng Nafsu Membara, Yu Dong si Penjagal. Kelompok ini benar-benar kelompok yang sebenarnya hanya Yu Dong yang hilang.

Dan lagi ia meminta Ai Lan untuk mengunci! Apakah itu kekuatan kuncian? Sial! Kekuatan Kuncian adalah salah satu kekuatan mutasi yang kuat. Saat kekuatan kuncian diaktifkan itu akan mengunci kekuatan musuh menjadi tidak dapat digunakan lagi. Mei Ling ceroboh! Ia tidak berharap salah satu dari mereka akan memiliki kekuatan seperti ini.

Tidak Heran Ai Lan mendapatkan julukan Dewi Keputusasaan.! Dengan kekuatannya saja ia dapat membungkam lawannya. Lalu ia hanya perlu menghancurkan lawan yang telah cacat kekuatan dengan fisik Hibrida yang jauh lebih kuat dari Zombie dan Mutan.

Ye Mei Ling ingin melarikan diri tapi sudah terlambat. Ai Lan mengangkat tangannya ke atas membuat sebuah cahaya putih transparan bersinar mengelilingi tubuh Mei Ling.

Gao Feng melepaskan Api merah menyala membakar sekeliling membuat lingkaran besar mengunci Mei Ling di tengah dengan hibrida di sekelilingnya.

BAMM. . .

Pedang di tangan Mei Ling berbenturan dengan tinju Li Qiu yang telah menerjang kearahnya. Mei Ling mundur 5 langkah akibat momentum kuat Li Qiu

"Bersekr?"

Ye Mei Ling bergumam lirih menatap kearah Li Qiu yang menyeringai menatapnya. Mei Ling menggenggam kedua pedangnya lebih erat dan mengigit bibirnya keras.

"Sial!"

Nyala api merah membara terbang kearah Mei Ling, gadis itu melangkah kekiri untuk menghindar, naas Li Qiu telah datang dengan tendangan untuk menghentikannya.

Tubuh Mei Ling berputar dengan sudut aneh. Kedua pedangnya membentuk sudut segi lima. 1 pedang menyambar tanah membuat dinding melawan api dan 1 pedang lagi menebas kearah tubuh Li Qiu yang datang.

Zrkkhkkrhkk

Suara tabrakan bergema membuat Mei Ling kembali terhuyung mundur 3 langkah. Gadis itu menstabilkan tubuhnya yang terengah. Mata indahnya menatap kearah pakaian Li Qiu yang robek akibat pedangnya. Namun, pria itu sama sekali tidak terluka.

Ini terlalu tidak adil. Mei Ling sendirian dan kini ia mengalami sedikit luka bakar di bawah pahanya. Mereka berempat. Walau hanya Li Qiu dan Gao Feng yang menyerang. Mei Ling harus tetap waspada pada Ai Lan dan Bao Zhai. Dan ia juga harus berkonsentrasi pada pertempuran.

"Tidak kah kalian merasa malu mengeroyokku seperti ini?"

Ye Mei Ling berteriak kearah Hibrida. Ia mencoba memulai percakapan untuk mengulur waktu memikirkan cara melarikan diri dari situasi ini.

"Kami bukan manusia! Kenapa harus malu!?" Gao Feng menyeringai lebar kearah Mei Ling.

"Berhenti bicara! Mari bertarung!"

"Tch!"

Mei Ling mendecakkan lidahnya kesal menatap kearah Li Qiu yang telah melaju sekali lagi untuk menerjangnya.

Wwwwhuzzzzssshhh. . .

Sebuah suara keras bergema menghentikan langkah Li Qiu. Pertempuran yang tadinya berisik kini menjadi sangat sunyi..

"Lihat!"

Ai Lan menunjuk kearah langit dengan jari telunjuknya. Semua mata turut menatap kerah yang ia tuju dengan wajah bengkok.

"KOTORANNNN.....!"

BOOOMMMMMM. . . . .

Ledakan keras menimpa tepat kearah pertempuran Mei Ling berlangsung. Tempat itu menjadi berantakan. Mei Ling bergegas melarikan diri dari sesuatu yang jatuh tepat ketempatnya bertempur. Para hibrida juga melakukan hal yang sama.

Sesaat kabut debu perlahan menghilang menampakkan pemandangan menakjubkan.

Sebuah lubang menganga lebar ratusan meter. Lubang itu hitam hangus dengan udara dingin di sekitarnya. Bangkai sebuah burung elang Raksasa terlihat hitam berbau gosong. Tepat di atas bangkai itu terlihat sosok tampan yang sangat menakjubkan. Ia berdiri tegap layaknya seorang Dewa Kematian.

"Zhang Xifeng?" Mei Ling berseru lirih dengan mata menatap takjub pada pemandangan dihadapannya.

-end of chapter

Terpopuler

Comments

im3ld4

im3ld4

Pancen Oyeeee

2021-08-19

1

Oi Min

Oi Min

Xifeng datang....

2021-01-08

1

Jannah Aisyah

Jannah Aisyah

Semangat thor
Ku selalu menunggu mu 😘😘😘

2020-03-11

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!