19 April 2020
Hari ini adalah hari pertama setelah kiamat tiba. Seluruh Dunia telah menjadi kacau. Di setiap sudut daerah atau tempat tertentu terdengar suara ratapan memilukan di iringi dengan suara kunyahan daging mentah. Darah merah segar bercampur dengan usus dan materi otak putih berceceran di setiap tempat. Menjadikan pemandangan di setiap tempat seperti mimpi buruk yang tiada akhir.
BANGG. . . .
Di distrik kota N terdengar suara tembakan keras di iringi jatuhnya tiap zombie dengan otak dan darah hitam berbau busuk berceceran. Zhang Xifeng memegang senapan ditangannya dengan ringan menjatuhkan setiap zombie yang menghambat jalannya. Meninggalkan jejak berdarah di belakang tubuhnya yang melaju tanpa henti.
Baru 1 minggu ia berada di kota N. Sebelum dirinya bisa mengungkapkan misteri pencurian. Ia di kejutkan oleh pemandangan di depan matanya yang telah tertidur sesaat akibat terjadinya fenomena Hujan Hitam.
Mata tajam Zhang Xifeng berkedut menatap sesosok pria gemuk dengan wajah hancur memiliki belatung disekitar dahinya yang sedang mengunyah bola mata gadis kecil yang terbaring dengan darah merah yang menggenang di sekitarnya. Dan di samping pria gemuk itu terdapat wanita paruh baya dengan perut terkoyak menampakkan ususnya yang berceceran juga tengah menyantap otak putih berhamburan milik gadis kecil yang terbaring.
Mata pria itu semakin dingin oleh pemandangan di hadapannya. Tanpa berfikir 2 kali Zhang Xifeng hanya menarik pelatuknya dan membunuh mereka tanpa ampun. Ke dua orang itu pasti orang tua yang telah berubah menjadi Zombie dan memakan anak mereka sendiri! Kotoran! Mereka lebih buruk dari apapun!
Zhang Xifeng terus melangkahkan kakinya dan membunuh siapa pun yang mencoba merangkak ke arahnya. Entah itu manusia yang ketakutan atau pun mahluk aneh berbau busuk. Ia hanya akan menembak dan menebas segalanya dengan niat membunuh yang kuat. Siapa yang mencoba menyentuhnya akan mati! Itulah fikirnya.
Mata tajam Zhang Xifeng menatap pemandangan tragis di depannya sesaat setelah keluar dari apartemen tempatnya menginap. Itu adalah pemandangan yang dapat membuat hati siapa pun bergetar ngilu!
Kalian dapat melihat kebakaran dimanapun berada. Seseorang berbau busuk terlihat memakan manusia atau mengejar manusia normal yang berlarian. Ada juga seekor anjing yang tengah menyantap perut seorang wanita yang masih sadarkan diri merangkak di jalanan meminta tolong.
Di pinggiran jalan raya ada seorang bocah kecil yang tengah menangis keras dan akhirnya mati tertabrak oleh mobil yang limbung membuat tubuhnya hancur berceceran. Ini adalah pemandangan yang paling mengerikan dari apapun yang pernah ia lihat!
Mata indah Zhang Xifeng membeku sekilas dengan kejutan sebelum kembali fokus. Ia bergegas menuju kedalam mobil miliknya dan meninggalkan tempatnya saat ini untuk kembali ke kota S. Jika ini seperti yang ia fikirkan. Maka Dunia saat ini telah menjadi kacau. Lebih kacau dari mimpi buruk! Ia tidak terlalu perduli tentang Dunia ini atau apapun. Hanya saja ia sangat khawatir dengan keluarganya di kota S. Jadi bagaimana pun caranya ia harus kembali secepat mungkin.
"Jendral.. Jendral Zhang! Tung..gu.u.. tunggu aku..!?"
Sebuah suara nyaring menghentikan laju mobil Zhang Xifeng membuat mobilnya berdecit keras terdengar dari ban mobilnya yang terhenti seketika. Mata indah Zhang Xifeng mengerjap menatap sosok yang menghentikan mobilnya di depan. Itu adalah Li Wei! Bawahannya selama di kota N. Niat membunuh merembes keluar dari tubuh Zhang Xifeng yang gagah. Beraninya dia menghentikanku?
"Itu. . Itu. .u. . Aku. . Aku tidak. . Aku tidak tahu apa yang terjadi i. . Dan aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. .karena Jendral Zhang adalah orang di atasku. . Jadi. .i aku kira aku akan mengikutimu dan menjalankan perintah. ." Li Wei tergagap lirih menundukkan wajahnya takut dengan keringat yang membasahi punggungnya. Sudah 1 minggu ia bersamanya tapi tetap saja ia tidak terbiasa. Apalagi saat ini niat membunuh pihak lain sangat kuat. Membuat kakinya lemas seperti jelly.
"Apakah kau terinfeksi? Tergigit atau tergores?"
"Akhh. . .tidak. . Aku tidak!" Li Wei menjawab tegas pada pertanyaan dingin Zbang Xifeng yang tengah menatapnya dengan niat membunuh yang lebih kuat.
'Aku benar-benar tidak terinfeksi! Tapi jika kau terus menatapku seperti itu, mungkin aku akan mati karna ketakutan dan menjadi Zombie!' Li Wei mengutuk keras dalam benaknya dan menundukkan wajahnya dalam-dalam dengan keringat dingin yang semakin tebal di dahinya. Sial! Jendral Zhang ini lebih mengerikan dari Zombie!
"Masuk !"
Suara dingin Zhang Xifeng terdengar kembali membuat Li Wei tersadar dan meluncur menuju mobil secepat mungkin membuka pintu dan duduk di sebelah kemudi tanpa menunda sedikit pun.
"Handphone tidak dapat di gunakan! Gunakan Jaringan Radio Militer untuk mencari tahu!"
Zhang Xifeng sekali lagi bersuara seraya fokus pada jalanan di depannya. Tanpa melihat ke arah Li Wei yang dengan sigap mengikuti perintahnya secepat kilat.
}》Dzt Drt Dzr Rtz》}
[ Mohon Perhatian! Mohon Perhatian! Disini adalah Komandan Resimen Politik 28 Bai Shi. Kota N saat ini berada dalam situasi darurat militer tingkat S. Semua penduduk yang selamat di harapkan untuk pergi ke wilayah timur kota N untuk perlidungan! Apa bila kalian menemukan manusia berbau busuk yang akan menyerang di harapkan untuk membunuh mereka dengan menghancurkan otaknya! Di harapkan untuk tidak tergigit atau pun tergores! Semoga selamat sampai tujuan! Sekali lagi....]
Suara dari radio didalam mobil terdengar berulang kali. Li wei yang mendengarnya hampir menjatuhkan rahangnya! Bagaimana tidak? Situasi darurat militer tingkat S tidak pernah terjadi! Karena itu artinya adalah situasi Bencana dan tidak dapat di kendalikan lagi oleh pihak militer itu sendiri atau pun pemerintahan.
Zhang Xifeng hanya mengencangkan tangannya dengan erat pada kemudi dan tidak menunjukkan ekspresi wajah apapun. Semua sama dengan apa yang ia perkirakan. Sekarang masalahnya adalah bagaimana ia dapat kembali ke kota S secepat mungkin. Dengan mengemudi dalam keadaan seperti ini ia hanya akan sampai dalam waktu 1 bulan! Dengan pesawat? Ia bahkan tidak yakin pesawat dapat mengudara saat ini! Satu-satunya hal yang ia fikirkan adalah helikopter. Jadi ia perlu bergegas ke markas militer daerah timur kota N dan meminjam helikopter untuk pulang! Zhang Xifeng menggertakkan giginya dengan keras dan menginjak gas secepat mungkin untuk tiba di distrik timur kota N.
BANGG. . .
Sesuatu jatuh tepat diatas mobil Zhang Xifeng. Membuat mobilnya limbung dan memutar keras sebelum berhenti setelah menabrak sebuah bangunan di sampingnya.
"F*ck Laozi! Beraninya kau Zombie jelek melakukan serangan menyelinap kepada kakek ini! "
Sebuah suara marah dengan bermacam kutukan terdengar di seberang bangunan tempat mobil Zhang Xifeng terhenti. Sesaat setelah suara itu, terlihat sesosok lelaki ramping yang terlihat berusia sekitar 13/14 tahun dengan topi di atas kepalanya dan masker di wajahnya. Ia membawa pedang di tangan kanannya sosok itu berjalan keluar dari gedung itu dan menuju mahkluk yang menabrak mobil Zhang Xifeng.
Sosok mungil itu mengabaikan mobil Zhang Xifeng dan Membungkukkan tubuh mungilnya untuk membedah otak Zombi di hadapannya!
BANG. . .
Zhang Xifeng menghancurkan pintu mobilnya dan berjalan ke arah sosok mungil yang mengabaikannya dengan niat membunuh yang kuat. Li Wei yang berada di sampingnya hanya menatap pemandangan di hadapannya dengan tidak berani bernafas. Lelaki kecil itu sudah mati! Itulah yang dia pikirkan.
"Ahh. . Apakah aku membuat kesalahan?!" Lelaki mungil itu menjerit ngeri melihat kearah Zhang Xifeng yang terlihat lebih mengerikan dari Zombie.
BANG. . .
Zhang Xifeng hanya menarik pelatuknya kearah lelaki mungil di hadapannya tanpa berkedip sedikitpun. Namun pelurunya hanya menangkap udara kosong. Sesosok mungil yang ia tembak, entah bagaimana tiba-tiba menghilang di udara tipis dan muncul beberapa meter jauhnya kemudian.
BANG. . BANG. . BANG. .
Zhang Xifeng hanya terus menembakkan pistol di tangannya tanpa terhenti sedikitpun. Namun sosok mungil itu hanya terus menghilang dan muncul kembali berulang kali.
Li Wei menatap kosong dengan mulut mengaga lebar pada pemandangan di hadapannya. Bagaimana itu terjadi?
"Hei bukankah kau tidak sopan? Kau mencoba membunuhku tanpa membiarkanku mencoba minta maaf.. oh sial pria ini berdarah dingin" lelaki mungil itu terus menghilang dan muncul kembali dengan terus mengutuk keras.
Drrzz Drzrtt Rzzt
-End of Chapter
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Matcha
mual😫 sumpah😖😖😖
2020-04-20
1