Zhang Xifeng mengerutkan dahinya erat, lelaki berwajah dingin itu memiliki ekspresi wajah yang sangat serius di wajahnya. Ia kini tengah berusaha mencari cara terbaik untuk melawan gelombang Zombie yang mendekat kearah kampnya dengan jumlah yang terus bertambah menjadi 7 ribu lebih.
Dari laporan Jiang Qin. Zombie itu awalnya ada 3 ribuan hanya saja seiring berjalannya waktu. Gelombang Zombie meratakan banyak kamp dalam perjalanan mereka dan membuat jumlah mereka bertambah banyak.
Zhang Xifeng menggertakkan giginya erat. Para Zombie itu juga memiliki seorang pemimpin Zombie tahap 3. Saat ini ia sendiri masih di di tahap 2 jauh dari tahap 3. Walaupun Zhang Xifeng telah mengumpulkan banyak inti kristal, ia tidak memiliki waktu untuk menyerapnya dan hanya menumpuknya saja di penyimpanan saat ini. Di masa depan nanti ia pasti akan membuat dirinya bertambah kuat secepat mungkin tanpa menunda lagi.
Banyak kekacauan terjadi di wilayah manusia tanpa kekuatan, mereka berlarian kesegala arah karna ketakutan. Namun, itu semua tidak berlangsung lama karna kerja stabil Mao Lu dan Wen Yan. Mereka juga mendapatkan bantuan dari paman Zhang.
Hanya saja banyak dari para manusia berkekuatan yang sangat egois dan mementingkan diri mereka sendiri! Mereka memilih lari dan meninggalkan kamp tanpa berkedip.
"Pastikan untuk mencatat dan mengingat para sampah yang telah kabur! Di masa depan, pastikan untuk menendang mereka saat datang pada kamp milik keluarga Zhang!"
"Baik!" Feng Yu menjawab perkataan dingin Zhang Xifeng dengan niat membunuh yang juga keluar dari tubuhnya.
----
Sementara itu di kediaman keluarga Zhang, Karena si Kembar ikut berperang melawan gelombang Zombie, dan juga bibi Qiao Li tengah sibuk untuk mengurus suaminya yang terluka. Maka Ye Mei Ling kini tengah berada dalam pengawasan Jendral Besar Zhang Jiangwu.
Gadis itu tidak pernah bertemu dengan kakek tua ini selama berada di keluarga Zhang. Ia hanya mendengar tentang kehebatannya namun tidak pernah memilki kesempatan untuk melihat, bahkan ujung hidungnya. Dan sekarang ia dapat melihatnya dari dekat, hal ini membuatnya sedikit gugup tanpa sadar.
Suasana ruangan itu cukup berat. Kakek Zhang tidak berbicara sedikitpun namun pandangam matanya tidak pernah lepas dari Mei Ling. Membuat sekujur tubuh gadis itu berkeringat deras. Sepertinya ia telah menemukan sumber masalah tentang sifat dingin dan mata tajam Jendral Iblis itu saat ini.
"Jadi kau adalah bocah yang aku dengar beberapa bulan ini!" Pria tua itu bersuara seraya mengelus jenggot putihnya ringan
"Sangat buruk! Begitu buruk! Lihatlah tangan ini! Apakah kau bahkan seorang pria? Kau hanya seperti seseorang yang terkena gizi buruk! Tidakkah Qiao Li memberimu makan! Apa Xiuhan tidak membawamu untuk berolah raga? Kenapa kau begitu lemah dan kurus seperti ranting yang akan patah? Aihhhhh.... Pria tua ini bahkan lebih kuat darimu!"
Mulut kecil Mei Ling mengaga lebar mendengar kakek Zhang disampingnya yang telah mengoceh tanpa henti. Sepertinya ia salah! Kakek ini bukan sumber sifat dingin Jendral Iblis. Dia hanya orang tua dengan banyak omong kosong -_-
"Kakek, aku masih dalam masa pertumbuhan!" Mei Ling mengelak
"Siapa yang memberimu ijin untuk memanggilku kakek?!"
"...."
"Jika kau ingin memanggilku kakek, maka setidaknya kau harus menikah dengan Xiumei! Namun aku tidak akan setuju pada bocah bau ingus yang lemah sepertimu! Panggil aku Kakek Jendral..haha"
"...."
"Ayah! Berhenti menggoda lelaki kecil ini! Bagaimana jika dia menangis?" Sebuah suara wanita yang lembut terdengar membuat tawa kakek Zhang terhenti. Pria tua itu hanya mendengus kesal dan tidak mengatakan apapun.
"Apakah kau Ye Ling?" Mata indah Mei Ling menatap kearah wanita yang bertanya kearahnya. Wanita itu cantik dan lembut terlihat seperti dengan bibi Qiao Li
"Namaku Rong Yan. Aku adalah istri Zhang Junda!" Rong Yan menjelaskan lembut
"Ayah! Bukankah keponakan Zhang memintamu melakukan sesuatu? Kenapa kau malah duduk santai disini? Jika ini tentang Ye Ling. Aku akan menjaganya!"
"Kau benar cucu hebatku sedang berjuang di garis depan. Dia memintaku untuk membantu hal di belakang. Maka aku serahkan bocah ini padamu!"
Kakek Zhang bergegas pergi setelah menyerahkan Mei Ling pada Rong Yan. Sedangkan Rong Yan hanya menghela nafas ringan melihat kearah ayahnya yang berlalu. Ayah mertuanya itu sangat sayang dan mengagumi cucunya Zhang Xifeng. Jadi apapun yang di minta oleh keponakannya itu pasti akan di lakukannya tanpa berkedip.
"Apakah bibi tidak panik dan takut pada gelombang Zombie yang akan terjadi di luar sana?" Ye Mei Ling bersuara dengan mata tetap tertuju kearah kepergian kakek Zhang.
"Aku tidak! Karena aku tahu keponakanku pasti dapat melakukan sesuatu untuk membuat semuanya menjadi lebih baik!"
"Kau benar!"
Mei Ling menjawab lirih dengan alis yang terajut erat. Jika ia tidak bereinkarnasi, ia pasti sudah mengutuk keras Rong Yan ini karena memiliki kepercayaan buta pada Zhang Xifeng.
Ye Mei Ling kembali mengingat beberapa hal dalam kehidupannya yang dulu. Di Kota S akan sering terjadi Gelombang Zombie. Namun, tidak peduli seberapa banyak dan seberapa kuat Zombie itu! Mereka tidak dapat menerobos kamp militer keluarga Zhang.
Saat itulah Twin of Destruction akan memulai namanya. Kekuatan dahsyatnya akan melenyapkan ribuan gelombang Zombie. Sedangkan Jendral Iblis akan membantai Semua pemimpin Zombie termasuk Raja Zombie dan Raja Hibrida musuh seluruh umat manusia di masa depan.
"Maaf nyonya Rong, nyonya Qiao Li berkata ia membutuhkan bantuanmu!"
Seorang prajurit membuyarkan pikiran Mei Ling. Gadis itu menatap Rong Yan yang mengangguk ringan dan menyeret tubuh Mei Ling bersamanya.
"Bibi Rong Yan adalah seorang perawat maka mungkin saja Bibi Qiao Li membutuhkanmu untuk sesuatu! Aku akan berada di luar untuk menunggu!" Mei Ling bersuara membujuk kearah Rong Yan yang tengah berjalan didepannya
"Kau bisa masuk bersamaku!"
"Ahh... tidak! Bibi maaf, tapi aku takut pada darah!" Mei Ling mencoba mencari aĺasan
"Kalau begitu kau bisa menutup matamu!"
"Tapi... tapi... itu...."
"Baiklah! Tapi aku akan mengikatmu di luar! Dengan begitu akan baik baik saja kan!" Rong Yan mengehala nafas ringan menatap kerah bocah di hadapannya yang terlihat pucat ketakutan. Ia hanya bisa mengalah.
Sesaat mereka sampai di kamar tempat Qiao Li dan Zhang JunQing berada. Rong Yan mengikat Mei Ling pada pintu dan memasuki ruangan. Tanpa mengetahui bahwa seseorang yang ia ikat di pintu telah menghilang ke udara tipis, Rong Yan hanya melangkah masuk melewati pintu.
"Yan yan kau disini!" Qiao Li bersuara lembut menatap kearah Rong Yan yang baru saja memasuki kamar dengan ekspresi bermasalah
'Bukankan bocah itu telah bersama dengan Xifeng dalam perjalanan kemari? Jadi kenapa takut pada darah?' Rong Yan tersadar dari kebodohannya. Langkah kakinya terhenti dan berputar cepat kerah pintu
"Yan yan.... ada apa....?"
"Qiao Li.. apa yang harus aku lakukan? Ye Ling melarikan diri!"
"..."
-end of chapter
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
im3ld4
Wkwkwkwkwkk kenanya juga bibinya
2021-08-19
1
Oi Min
Bibi...... Knp terlmbt mnyadarinya..... Tenang saja..... Mei ling psti kmbli..... Mungkin....
2021-01-08
1
Anjanisekarrr
haha lolos juga
2020-07-31
3