09

Setelah berteleport beberapa kali kekuatan Ye Mei Ling menjadi lemah. Mau tidak mau mereka harus berhenti sejenak untuk beristirahat di suatu tempat yang aman. Untung saja ke duanya telah sampai di kota S. Hanya saja. Jaraknya dengan kamp keluarga Zhang masih tetap jauh.

Ye Mei Ling menghembuskan nafasnya lirih. Sudah 2 hari ini dia harus berteleportasi tanpa henti. Jendral iblis ini telah memperlakukannya lebih buruk dari pada seorang budak!

Dalam 2 hari terakhir ini Mereka hanya akan berhenti saat makan atau pun pergi ke kamar mandi. Dan setiap kali itu terjadi, ke 2 orang itu hanya akan saling berkelelahi dan melotot.

"Aku ingin tidur! Biarkan aku tidur! Jika kau tidak ingin tidur, maka lepaskan tanganku dan pergilah sesukamu sendiri. Aku hanya akan tidur sampai tubuhku sakit!"

Ye Mei Ling berteriak keras menatap kearah Zhang Xifeng disinya dengan pandangan tajam. Tubuh kecilnya berusaha sekeras mungkin untuk menyeret tangannya dari pria besar itu untuk bergegas kearah tempat tidur didepannya. Namun tidak perduli sekeras apa ia mencoba. Ye Mei Ling tidak dapat bergerak sedikitpun karna tubuhnya yang lebih kecil dari Zhang Xifeng.

Akhirnya gadis itu menyerah menyeret tubuhnya dan memilih berteleport kearah tempat tidur. Tubuh mungilnya terpantul di atas tempat tidur ringan dengan Zhang Xifeng yang terbawa disampingnya. Ia tidak lagi perduli apapun dan hanya menutup kelopak matanya yang lelah untuk tertidur.

Mata tajam Zhang Xifeng berkedut ringan menatap kearah bocah kecil yang telah tertidur disisinya. Sudut mulutnya naik tanpa sadar menampakkan senyuman menawan di bibir indahnya.

Sudah 2 hari ini ia bersama bocah mungil ini. Dan selama 2 hari terakhir ia juga telah menjadi terbiasa dengan sikapnya yang konyol dan aneh-aneh.

Bahkah sekarang saat bocah itu tertidur Zhang Xifeng hanya dapat menghela nafas panjang. Bocah ini pastinya akan bertingkah lagi dalam tidurnya. Ia pasti akan mendekat kearahnya, memeluk tubuhnya dan kembali menagis seraya berkeringat deras.

Ia mungkin memimpikan sesuatu yang sangat menakutkan. Sesuatu yang telah terjadi padanya akibat akhir dunia. Maka Zhang Xifeng hanya akan mentoleransi dan membiarkannya kali ini. Karna ia juga masih membutuhkan bocah ini.

---

"Itu adalah Zombie tingkat 2!"

Ye Mei Ling terkejut menatap sesosok Zombie di hadapannya yang tubuhnya besar dan tinggi mencapai 250cm dengan mata merah pekat, dan rasa haus darah yang sangat kuat.

"Bagaimana mungkin sudah ada Zombie tingkat 2? Ini masih 1 bulan lebih setelah kiamat?"

Zhang Xifeng melirik ringan kearah Mei Ling disisinya sejenak setelah mendengarnya berteriak ngeri melihat kearah Zombi di hadapan mereka. Setelah beberapa hari bersama bocah itu, entah mengapa Zhang Xifeng merasa pihak lain mengetahui banyak hal.

Pandangan matanya kembali menatap Zombie di hadapan mereka. Zombie itu memang terlihat lebih mengerikan dari semua Zombie yang pernah mereka temui. Ia juga merasakan Zombie ini lebih kuat dan berbahaya.

"Kita akan pergi!"

"Tidak! Aku ingin mencoba melawannya!"

Zhang Xifeng menolak tegas menggenggam sebuah pedang di tangan kanannya erat dengan tangan kiri memegang tangan mungil Mei Ling.

"Kalau begitu kau harus melepaskanku terlebih dahulu!"

Ye Mei Ling mengusulkan, namun bukannya kebebasan yang ia dapat malah tangan kekar Zhang Xifeng meraih pinggangnya erat kedalam pelukan tubuhnya dan mulai menyerang Zombie.

Ye Mei Ling "..."

Zhang Xifeng bergegas ke depan dan mengayunkan pedangnya dengan tubuh mungil Mei Ling yang di gendong erat seperti bayi. Gadis itu mengutuk keras merasa ingin menangis karna pria itu benar-benar tidak akan melepaskannya walau hanya sedetik.

ZINGG. . .

suara pedang tajam berbenturan dengan cakar Zombie mengakibatkan percikan api berhamburan. Zhang Xifeng meringis sedikit merasakan mati rasa di tangan kanannya. Ia mundur pelan menjaga jarak untuk menstabilkan tubuhnya. Mata tajamnya melirik kearah Mei Ling yang tidak bergerak ditangan kirinya. Ia merasa sedikit kesulitan bertarung dan membawa bocah ini. Namun ia tidak dapat melepaskannya, atau bocah itu akan menghilang dalam sekejap.

BANG. . .

Pedang Zhang Xifeng kembali berbenturan keras, membuatnya terhuyung mundur berkali-kali. Pertarungan semakin memanas dengan seluruh tubuh Zombie memiliki luka berdarah akibat pedang Zhang Xifeng. Namun, Jendral iblis juga tidak dalam kondisi baik. Walaupun ia tidak terluka secara fisik, seluruh tubuhnya memiliki retak dan memar akibat kekuatan Zombie yang lebih besar. Pedang di tanganya juga mulai berongga di setiap tempat.

Merasa bahwa ia tidak dapat lagi mengulur pertarungan Zhang Xifeng mulai mengumpulkan petir di pedangnya dan menebas kembali Zombie raksasa di hadapannya.

Zszzrrttt BLAIRR. . . .

"Tch"

Zhang Xifeng berdecak kesal menatap petirnya yang meleset dan hanya menghanguskan sebagian tubuh Zombie.

ROARR. .. .

Zombie itu berteriak marah karena sebagian tubuhnya hangus terkena petir. Rasa haus darahnya semakin kuat. Kaki besarnya yang berbau busuk melompat kearah Zhang Xifeng dan Ye Mei Ling berada dengan lebih ganas.

BANGG. . .

Tubuh Zombie jatuh di tempat mereka berada meninggalkan jejak rusak parah dibawahnya. Mata tajam Zhang Xifeng mentap dingin kearahnya. Ia berlari mendekat meluncurkan serangan petir untuk menjepit Zombie agar tidak bergerak.

Setelah semakin dekat Zhang Xifeng mengangkat Tubuh kecil Mei Ling untuk memutar dan menendang kearah Zombie tepat di wajahnya. Zombie itu terjatuh kesamping dan membentur tanah.

Zhang Xifeng tidak berhenti bergerak, tubuhnya kembali terangkat untuk menendang Zombie di tanah membuat Zombie menjadi tidak seimbang. Melihat sebuah kesempatan, Tangan kanannya terangkat menarik pedang berbalut petir hitam itu menari ringan diudara menghasilkan suara tajam yang indah, ia menebas kepala Zombie menjadi 2.

'Bugh'.. Tubuh Zombie itu runtuh ketanah dengan kepala hancur terbelah 2 menampakkan cairan otak hitam berbau busuk berhamburan.

Ye Mei Ling menghembuskan nasaf lega. Ia begitu gugup selama pertempuran dan tidak berani bersuara sedikitpun, takut kalau-kalau ia akan mengganggu konsentrasi pria itu. Jadi ia hanya terdiam dan membiarkan pria itu mengangkat, memutar dan melakukan banyak hal aneh lainnya. -_-

Mei Ling tidak bisa tidak menghela nafas kagum menatap kearah Zhang Xifeng yang kini hanya menampakan wajah datar melihat kearah Zombie. Seolah pertempuran yang baru saja terjadi sama sekali tidak berarti apapun untuknya. Tampaknya sebutan Jendral iblis memang sangatlah cocok dengan pria ini.

"Ahh....."

Mei ling kembali tersadar dari pikiran anehnya. Ia menatap kearah otak Zombie yang berceceran di hadapannya. Gadis itu menunduk dan menyodok otak berbau busuk dihadapannya hingga menampakkan sebuah kilauan hitam kebiruan yang berkilau. Tangan mungilnya menggapai kilauan hitam kebiruan berbentuk kristal itu dan memasukkannya dengan ringan ke sakunya tanpa menyadari tatapan tajam pria disisinya.

"Bisakah kau menjelaskan tindakanmu!"

Suara tajam berdering di telinga Me Ling layaknya sebuah alarm kematian. Membuat gadis itu tersadar dan mangalihkan wajahnya yang memucat dengan keringat dingin didahi kearah Zhang Xifeng disisinya.

"...."

"Itu adalah kristal Zombie. Dapat meningkatkan kekuatan para manusia berkekuatan dengan menyerapnya!"

Me Ling bersuara lirih dengan pandangan menatap kearah lain ketakutan.

"Apa lagi yang kau tau?"

Zhang Xifeng kembali bersuara dengan nada yang lebih dingin dan haus darah menatap kearah Mei Ling yang telah ketakutan dengan keringat deras didahinya.

"Itu..ituu.. aku..aku.. aku akan memberi tahumu jika kau melepaskanku!"

Walaupun sekarang Mei Ling dalam keadaan takut parah pada pria disisinya ini. Ia tetap harus mencari peluang agar dapat terbebas darinya. Lagi pula gadis itu merasa bahwa tidak perlu untuk menjawab setiap perkataannya.

Rasa haus darah dalam tubuh Zhang Xifeng semakin tebal mendengar jawaban bocah di hadapannya. Ia merajut alis indahnya dan mendesah kemudian, membuat semua aura membunuhnya menghilang dalam sekejap.

"Karena aku yang membunuh Zombie itu! Maka kristal ini milikku!" Ucapnya kemudian seraya mengambil kembali kristal yang berada di saku Mei Ling, dan membuat gadis itu hanya menggertakkan gigi keras.

-end of chapter

Terpopuler

Comments

im3ld4

im3ld4

Hahahah lanjut ya kak.. jan sampe brenti.. trnslt nya bagus

2021-08-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!