08

Zhang Xifeng menatap tajam kearah Jendral Huang di depannya dengan tangan memegang erat tangan mungil Mei Ling disinya yang tampak bosan dan menguap berkali-kali.

Huang Xiaofan telah diusir pergi oleh Huang Suyin karna telah menggumamkan sesuatu yang membuat sekujur tubuhnya menggigil kedinginan sampai ujung rambut.

Di dalam ruangan itu suasana tampak sunyi. Hanya ada empat orang. Huang Suyin yang duduk berhadapan dengan Zhang Xifeng dan Ye Mei Ling. Sedangkan di samping tempat lain berada Huang Yue yang terduduk diam menatap lekat pada tangan yang tengah berpegangan erat.

Pikiran gadis itu nampak kacau akibat kata-kata yang di ucapkan oleh Jendral Zhang tadi di dengarnya di depan pintu. Jendral Zhang menyukai seorang lelaki? Huang Yue menghela nafas pelan, mencoba memahami pengakuannya. Namun tidak perduli berapa kali ia berfikir. Semua hal yang ia fikirkan sangat tidak dapat ia terima. Benarkah itu? Benarkah Jendral Zhang menyukai lelaki? Dan lelaki itu adalah pria kecil disisinya yang ia genggam erat?

"Aku hanya menginginkan 1 mobil dengan beberapa bahan makanan untuk perjalanan ini. Tidak ada yang lain"

Zhang Xifeng bersuara dingin memecahkan keheningan di dalam ruangan tersebut. Huang Suyin yang duduk di seberang menghela nafas pelan. Tidak perduli bagaimana ia mencoba untuk menghentikan pria di hadapannya untuk tidak pergi. Tetap saja pada akhirnya pria itu pasti akan pergi.

Wajah pria paruh baya itu melirik ke arah sudut tempat putrinya terduduk diam. Ia tampak lebih tua 10 tahun melihat putrinya yang terlihat sedih menatap pria di hadapannya. Tidak perduli apa pria itu tidak pernah melihat ke arah putrinya dan menjawab perasaan sepihaknya.

"Berhati-hatilah di jalan! Aku sudah menyiapkan semua yang kau butuhkan di kamp depan. Jangan lupa sampaikan salamku pada ayahmu!"

Pada akhinya Huang Suyin hanya dapat mengantarkan Zhang Xifeng pergi tanpa dapat berkata apapun lagi.

----

Zszzttt. . . .

Sebuah Petir Biru hitam pekat meledak menghancurkan tempat di sekitarnya rata dengan abu tanpa meninggalkan jejak apapun, membuat Zombie yang tadinya mendekat telah berhamburan pergi.

BAM. . .

Petir Biru Kehitaman pekat sekali lagi jatuh menghancurkan seluruh Zombie yang telah berhamburan rata menjadi debu.

Ye Mei Ling menatap takjub pada pemandangan di hadapannya! Bagaimana Jendral iblis disisinya bisa begitu kuat hingga melampaui akal sehat. Dan lagi gadis itu dapat merasakan pihak lain tengah menerobos memasuki tahap Dua.

'Zhang Xifeng! Mengapa sepertinya Tuhan sangat menyukaimu hingga memberi bakat yang mengerikan.?'

Ye Mei Ling mendesah pelan, sangat disayangkan semua Zombie yang terbunuh telah menjadi abu yang tidak tersisa. Ia bahkan tidak melihat adanya satu kristal yang utuh di otak Zombie.

"Zhang Xifeng! Bisakah kau menjadi lebih kejam?"

Ye Mei Ling mengutuk pria di sampingnya dengan mata melotot tajam!

"Tentu! Mau sekejam apa kau ingin aku menjadi?"

Zhang Xifeng menjawab dengan alis yang berkedut ringan. Setelah keluar dari kamp dia telah meminta bocah cilik itu untuk teleport, ia sangat berhasil! Mereka telah berteleport ribuan kilometer jauhnya dan sekarang berada di pinggiran kota N. Hanya saja tempatnya berteleport adalah lautan Zombie. Membuatnya ingin meremas bocah cilik itu dan melemparkannya pada Zombie di hadapannya!

Ye Mei Ling mendengus keras mendengar jawaban sarkatisnya. Bagaiman ia bisa begitu menyebalkan.

"Baiklah. Berhenti bercanda!"

"Siapa yang bercanda?"

Zhang Xifeng menggosok hidungnya pelan menatap bocah mungil yang tengah melotot tajam kearahnya. Entah kenapa pria itu berfikir wajah kecilnya sangat lucu saat marah. Mata tajam Zhang Xifeng bergerak memindai sekitar tempatnya berdiri yang telah rata menjadi abu. Jari-jari tangannya menunjuk kearah suatu tempat sembari kembali bersuara.

"Aku ingin selanjutnya kau berteleport ke arah sana!" Perintahnya kemudian

Ye Mei Ling mendengus keras dengan mata melotot kearah Jendral Iblis disisinya. Karena pria kejam ini gadis itu sekarang merasa bahwa ia bukan lagi manusia namun sebuah kendaraan.

Sesaat kemudian ke dua sosok itu menghilang dan kembali muncul ribuan kilometer di depan. Mereka berada di atas sebuah bangunan yang sangat tinggi. Dengan ribuan Zombie siap untuk menangkap kapan pun mereka terjatuh.

"Akhhh. . . .!" Teriakan keras terdengar di samping tempat mereka berdiri

Zhang Xifeng menarik tubuh mungil Mei Ling untuk bersembunyi di belakang tubuh besarnya. Mata tajamnya menatap kearah asal suara dengan niat membunuh yang kuat.

"Jangan..! Jangan bunuh..! A..ku..aku manusia! Lihatlah kami semua manusia..!"

Mata tajam Zhang Xifeng berkedip ringan menatap pemandangan di hadapannya. Ada sekitar 9 orang secara total. 5 wanita 3 pria 1 anak perempuan kecil. Mereka terlihat sangat kurus dengan pakaian robek di semua tempat dan juga bau menyengat.

"Kami benar-benar manusia. Tolong jangan bunuh kami!" Seseorang wanita kembali bersuara menatap kearah Zhang Xifeng dengan ketakutan.

"Aku tidak akan membunuh selama kalian tidak mengganggu kami!"

"Ya ya.. kami tidak akan menggangu!" Wanita itu menganggukkan wajahnya berkali-kali hingga hampir menyentuh lantai setelah mendengar suara dingin Zhang Xifeng yang lebih mengerikan dari Zombie.

Zhang Xifeng mengalihkan pandangannya tidak perduli lagi dengan mereka. Begitu pula dengan Mei Ling disisinya. Selama seseorang tidak membuat masalah maka ia juga tidak terlalu perduli. Satu-satunya kesialan yang ia terima hanya Jendral iblis disisinya ini.

"Bukankah pakaian yang kau kenakan adalah pakaian militer?"

Seorang pria yang berada di kerumunan itu bersuara dengan mata memindai tubuh Zhang Xifeng.

"Bukankah tugas militer untuk membantu masyarakat? Dan lagi dengan kau yang tiba-tiba muncul seperti itu! Bukankah itu kekuatan teleportasi? Tidakkah kau akan menyelamatkan kami?"

Pria itu kembali bersuara di ikuti tatapan semua orang yang ikut menatap kearah Zhang Xifeng dan Ye Mei Ling berada. Mata mereka di penuhi dengan ketakutan, kekecewaan dan kebencian.

Mata Ye Mei Ling di penuhi tatapan membunuh. Ia sudah sering melihat hal seperti ini di kehidupan lalunya. Mereka hanya orang-orang egois yang hanya memanfaatkan apapun dan akan berusaha mencari kesalahannya setelah tidak di butuhkan.

"Karna kalian sudah tahu dan melihat bahwa kami memiliki kekuatan teleportasi! Maka kalian semua harus mati!"

Suara Mei Ling terdengar dingin dengan niat membunuh yang kuat menatap kearah 9 orang di depannya yang terkejut.

Zhang Xifeng merajut alis indahnya dengan pandangan penuh kejutan melintas. Ia tidak pernah berharap bocah mungil disisinya dapat memiliki aura dingin dan haus darah dengan usianya yang sangat muda. 'Apa kiranya yang telah terjadi padanya hingga membuat bocah ini seperti ini?'

"Apakah kau akan membunuh warga biasa? Bukankah kau adalah militer?" Pria itu kembali bersuara dengan sedikit ketakutan di matanya.

"Militer? Hahha. Lalu apa? Dunia sudah gila! Siapa yang peduli jika beberapa orang lagi mati? Lagi pula hukum dan militer sudah lagi tidak berguna. Yang kuat yang akan memegang kendali!"

Ye Mei Ling tertawa gila memandang para manusia di depannya. Ia tidak perduli. Walau pun di hadapannya adalah seorang pemimpin negara atau pun Jendral besar. Jika mereka mencari masalah maka Mei Ling hanya akan membunuhnya.

Tentu saja itu berbeda dengan Jendral iblis disisinya. Bukan hanya karena ia adalah seorang Jendral besar, tapi ia adalah seorang Iblis sejati, yang juga memiliki adik Iblis! Jika ia membuat masalah dengannya! Hanya kematian yang menantinya! Jika pun ia lolos ia tidak akan dapat hidup dengan damai dan hanya mati lebih mengerikan pada akhirnya.

Zszzsrtt. . . .

BAM. . .

Sebuah petir melintas menghantam semua orang di hadapan Mei Ling dan hanya menyisakan 2 orang. Seorang wanita yang tadi berbicara seraya menunduk keras dan seorang gadis kecil dengan wajah ngeri.

Mata Ye Mei Ling melotot kaget dengan pemandangan di hadapannya. Ia melirik kearah Zhang Xifeng di sampingnya yang tetap memiliki wajah datar. Bagaimana pria ini begitu dingin? Hingga dapat membunuh tanpa berkedip dan mengatakan apapun? Dia hanya benar-benar iblis!

-end of chapter

Terpopuler

Comments

alin juwita

alin juwita

bknnya pemeran utama wanita jg punya kekuatan multi knp penakut sekali....🙁 ...

2023-12-04

0

im3ld4

im3ld4

Go go go othooor

2021-08-19

1

Jannah Aisyah

Jannah Aisyah

Semangat thor, jangan putus dijalan ya. 😘😘😘😘😘

2020-02-26

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!