BAB 2

...--------- ·•●●•· ---------...

"Kak, berangkat bareng aku yah?!"

"Nggaklah, Kak Ilham bareng aku!"

"Gak bisa! Gak boleh! Kak Ilham harus bareng aku."

"Napa sih Dek, lo kan bisa berangkat bareng Si Azka! Biasanya juga sama dia."

"Gak mau, pokoknya aku mau berangkat sama Kak Ilham!"

"Ck, apaan sih! Kak Ilham kan searahnya sama gue. Kalo bareng lo, yang ada ntar Kak Ilham bisa telat ngampusnya."

"Not my problem!"

"Anjir ya lo, hobi banget bikin gue emosi!"

"Bodo amat!"

"Udah-udah ih, berantem mulu, heran deh! Keburu siang juga nih, biar Kakak bareng sama Kak Alena aja ya Dek. Lagian, Azka udah nungguin kamu tuh di depan, kasian!"

Aku melihat keluar jendela, ternyata benar Azka sedang menungguku disana. Ck, sebenarnya aku masih malas ketemu sama Azka, apalagi harus berangkat bareng. Aku masih malu, gara-gara kejadian kemarin, aku ketahuan salting di depannya. Tapi ya mau gimana lagi, gak ada pilihan lain, dengan sangat terpaksa aku harus berangkat sekolah bareng dia.

Aku dan Kak Alena masih duduk di bangku SMA. Aku kelas 1, Kak Alena kelas 3, sedangkan Kak Ilham sudah memasuki jenjang pendidikan Universitas / Perguruan Tinggi. Ayah sengaja, tidak menyekolahkan ku di sekolah yang sama dengan Kak Alena. Mungkin Ayah trauma! Karena dulu, sejak masih duduk di bangku SMP, aku pernah rebutan cowo sama Kak Alena. Ah tidak! Lebih tepatnya, aku yang suka sama pacar Kak Alena. Kak Alena begitu marah, saat sudah tahu bahwa aku suka sama Kak Dian. Aku gak tahu kalau Kak Dian adalah pacar Kak Alena, tapi aku juga gak bisa membohongi perasaanku. Akhirnya, kami berantem hebat di sekolah, barang - barang di sekolah banyak yang hancur karena ulah kami berdua. Kami saling lempar - melempar dengan buku dan bahkan vas bunga yang ada di sekolah. Guru - guru sangat marah terhadap aku dan Kak Alena. And finally, Ayah di panggil ke sekolah dan dimintai ganti rugi oleh pihak sekolah, karena kerusakan yang kami buat. Dan parahnya lagi ternyata Kak Dian alias si biang kerok itu adalah cowo brengsek. Dia selingkuh dari Kak Alena. Playboy cap badak, fuckboy cap kaki tiga. Arrgh...., pokoknya gak tahu lagi deh, kenapa dulu aku bisa suka sama orang seperti dia. Nyesel Sumpah, tapi ya sudahlah!

...∻∻∻...

Sedari tadi aku hanya diam, duduk manis di jok motor Azka tanpa berpegangan. Dia juga tidak mengeluarkan sepatah kata pun, sesekali ia hanya ketahuan melirikku dari kaca spion. Kesel juga sih sama Azka, kenapa dia diam saja, gak ada niatan gitu buat nyuruh aku pegangan. Gimana nanti kalau aku jatuh!

Oke shit!, bahkan ketika kami sudah sampai pun Azka tak mau berkata - kata, ia langsung pergi meninggalkanku begitu saja, menuju ke kelasnya. Kenapa sih ni anak? Salah apa aku sama dia?. Tapi aku gak mau ambil pusing, mencoba berpositif thinking. Mungkin saja hari ini moodnya sedang tidak baik, paling juga nanti kalau butuh dia pasti baik - baikin aku lagi!

Oh iya! Aku sama Azka beda kelas, tapi tetep satu jurusan, kelas IPA. Aku kelas X-IPA 3, dan Azka kelas X-IPA 1. Aku sekolah di SMAN 3 Merdeka, sekolah yang lumayan menjadi terfaforit di Dampit.

"Tumben!"

"Apa?"

"Biasanya siang"

"Apasih, biasanya juga jam segini."

"Hhe iya. PR fisika mu udah belum? kalau belum, aku udah nih!"

"Udah kok"

"Oh iya, baguslah!"

Itu Galih, dia adalah seksi keamanan di kelasku, yang selalu menawarkan hasil pekerjaan rumahnya untuk dicontek. Entahlah! Dia menawarkannya hanya kepada ku, atau juga pada semua orang. Tapi, teman - temanku pernah bilang, katanya mereka tidak pernah ditawari contekan oleh Galih. Boro - boro ditawari, dimintai saja dia pelit, katanya. Ah tapi sudahlah! Aku tidak ingin menanggapi lebih tentang hal itu. Bagiku, ya baguslah! Orang seperti Galih sudah semacam spesies yang sangat langka. Dia pintar, dan biasanya orang pintar akan sedikit egois dan sombong, biasanya sih!

Waktu semester satu kemarin, Galih mendapat peringkat ke-2 dari 39 siswa. Sedangkan aku, hanya memasuki posisi 5 besar, menduduki peringkat ke-4. Ya, lumayan lah..., pencapaian yang cukup bagus, menurutku.

Eh, tapi gomong - ngomong! Kayanya bener deh aku datang kepagian. Soalnya di kelas baru ada 22 dari 39 siswa, hhe aku iseng ngitung! bahkan teman - temanku aja belum ada.

Emh, pantes aja sih! Ini semua gara - gara Si Azka yang so cuek - cuek bebek itu. Karena biasanya sebelum sampai di sekolah, Azka selalu mengajakku dulu pergi ke mini market membeli beberapa cemilan, untuk kemudian dia makan saat jam pelajaran sedang berlangsung. Ck, memang kebiasaan yang sangat buruk.

Tapi memang aku akui, Azka sedikit bersikap aneh sekarang.

"BRUUK, BRAAK..!"

"Eh, apaan tuh?"

"Minggir dong, gue pen liat!"

"Ada yang jatuh woy!"

"Apa sih, ada apa?"

"Anjir, ceroboh banget tu anak!"

"Banyak gaya sih!"

"Kenapa nih?"

Orang - orang pada ramai di luar, entah apa yang terjadi. Tadi sempat aku dengar ada suara gebrakan, dan samar - samar juga ku dengar ada orang yang jatuh katanya. Aku penasaran, segera kuhampiri kerumunan orang - orang itu.

...✎﹏𝔻𝕊...

.......

.......

.......

.......

.......

.......

.......

.......

.......

Thanks udah mau mampir😊

Sorry for typo and absurd🙏

Menerima kritik dan saran☺️

Jangan lupa like, vote, and comment🙃

Terpopuler

Comments

ꪶꫝHIDAYAT

ꪶꫝHIDAYAT

Oke

2023-10-15

0

Ndin Ndin

Ndin Ndin

,

2022-11-05

1

@Farhan Muiz

@Farhan Muiz

Like👍

2022-10-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!