"Apa kau lihat-lihat, tidak pernah lihat cewek cantik ya ?" ucap Mayang kepada David.
"Ha..ha. .ha...kau orang yang sangat aneh, bisa-bisanya memuji diri sendiri. Mungkin tidak ada yang pernah memuji dirimu ya, sehingga kau memuji dirimu sendiri." ejek David.
"Sudah..! kalian berdua jangan ribut saja. David jangan lupa, kita kerumah sakit karena apa ," ucap Aisha kepada David, untuk menghentikan perdebatannya dengan Mayang.
"Tuh..kan, gara-gara orang aneh ini. Sampai lupa ." David menepuk jidatnya.
"kau yang aneh." balasan dari mulut Mayang.
"Mayang, Alana dirawat disini. Kami ingin menjenguknya," ucap Aisha kepada temannya, yang baru saja bertemu kembali.
"Apa yang terjadi kepada gadis tengil itu ?" tanya Mayang, karena dia juga bersahabat dengan Alana.
"Dia kecelakaan."
"Wow...dia masih suka ngebut." Mayang tahu, Alana kalau sudah bawa mobil, juga suka lupa dengan batas kecepatan. Jalan raya seperti diarena sirkuit, saat SMA saja dia sudah berani bawa mobil. Walaupun belum punya SIM.
"Aku juga tidak tahu ceritanya, ayo kita masuk ," ucap Aisha, dan di ikuti oleh Mayang dan David.
"Hei..jangan dekat-dekat," ucap Mayang, saat David berjalan disampingnya.
"Hih... siapa yang mau dekat dengan dirimu." David beralih ke sisi kanan Aisha, sedangkan Mayang tetap disisi kiri Aisha.
Aisha bergegas masuk kedalam rumah sakit, Aisha celingukan tidak tahu ingin berjalan kemana.
"Ayo kita tanya," ucap David.
"Pasti di UGD," ucap Mayang.
"Sok tahu," kata David.
"Diam David," kata Aisha.
"Jelas aku tahu, karena sini tempat kerjaku," ucap Mayang.
"Oh..kau kerja disini ?" tanya Aisha.
"Palingan sebagai cleaning servis," ucap David lagi.
"Biar, walaupun sebagai cleaning servis. Yang penting kerja ." balas Mayang tidak mau kalah.
"Kenapa kalian suka sekali bertengkar, aku nikahkan kalian nanti," ucap Aisha kepada keduanya.
'Ogah," jawab David dan Mayang secara bersamaan.
"Jawabannya saja, kompakan."
"Amit-amit nikah dengan grondong jagung," ucap Mayang.
"Kau kira aku mau dengan cewek jutek." balas David.
Karena merasa bosan mendengar perdebatan keduanya, Aisha berjalan menjauhi keduanya.
"Hei..Ais ! mau kemana ?" Mayang dan David mengejar Aisha dengan berlari kecil.
"Mau mencari UGD."
"Bukan sini jalannya, tuh jalan nya ," ucap Mayang dengan menunjukkan jalan berlawan arah dengan jalan yang dituju Aisha saat ini.
Mayang jalan duluan dan diikuti oleh Aisha dan David.
"Apa dia cleaning servis, dia cukup cantik. Kenapa dia mau bekerja jadi cleaning servis ." dalam benaknya David.
Pandangan Aisha tertuju kepada orang yang duduk diruang tunggu, Aisha berlari menuju orang tua Alana.
"Tante..! apa yang terjadi pada Alana ?" mata Aisha sudah basah, saat melihat raut wajah mama Alana yang sudah bengkak. Karena sudah lama menangis.
"Aisha..!" Mama Alana berdiri dan langsung memeluk sahabat anaknya tersebut.
"Kenapa dengan Alana Tante, Om ?" tanya Aisha kepada papa dan mama Alana .
"Dia mengalami kecelakaan Aisha, sahabatmu kecelakaan. keadaannya sangat mengkhawatirkan, Tante takut dia akan pergi meninggalkan kita ," ucap mama Alana yang masih memeluk Aisha.
"Tidak Tante, Alana tidak akan kemana-mana. Dia akan tetap bersama kita, Alana orang yang kuat ," ucap Aisha yang tidak ingin mendengar bahwa Alana kritis.
Mayang berdiri disamping Aisha dan mama Alana yang berpelukan sambil menangis, dan tangannya mengusap-usap pundak mama Alana. sedangkan David menghampiri Dony yang duduk agak menjauh.
"Bagaimana dengan mu Bro, cedera mu tidak parah?" tanya David.
"Aku tidak apa-apa, Alana yang cukup mengkhawatirkan. Ini semua kesalahanku." Dony mengepalkan tangannya.
"Apa yang terjadi ?" tanya David.
Dony menceritakan semua apa yang diceritakannya kepada orang tuanya dan orang tua Alana kepada David.
"Sudah kubilang, kau itu jangan terlalu baik dengan wanita. Untuk apa kau menggendongnya, apa kakinya begitu memprihatinkan ?"
"Tidak, tapi dia tiba-tiba sakit. Aku hanya kasihan dan ingin membawa dirinya kerumah sakit." cerita Dony.
"Kenapa tidak kau suruh orang lain membawanya ?"
"Aku salah...aku salah.." Dony meremas-remas tangannya.
"kau sudah punya kekasih, kau harus menjaga perasaannya.
Obrolan David dan Dony terhenti, saat pintu ruang UGD terbuka dari dalam.
Pintu ruang UGD terbuka, dua orang berjas Dokter keluar dan diikuti Suster.
"Bagaimana Dokter dengan anak saya ?" tanya papa kepada Dokter yang memberitahukan tentang keadaan Alana awal tadi.
"Anak bapak dan ibu sangat kuat, operasi terhadap tangan dan kakinya sukses. Sedangkan pendarahan di otaknya untuk saat ini sudah berhenti, saat ini dia lagi kami awasi. Apakah pendarahannya benar-benar berhenti." Dokter menceritakan tentang kondisi Alana.
"Alhamdulillah..," ucapan syukur keluar dari bibir orang yang menunggu kabar Alana diluar.
"Apakah tidak ada gangguan dengan kakinya Dokter?' tanya papa Alana yang takut kondisi kaki Alana pasca patah yang dialaminya.
"kita lihat nanti pak, saat dia benar-benar sadar, " jawab Dokter.
"Kapan dia sadar Dokter ?" tanya mama Alana.
"Dia akan sadarkan Dokter ?" tanya mamanya lagi, yang takut Alana tidak tersadar kembali.
"Kita serahkan semua kepada Tuhan ya Bu, kami sudah berusaha. Hanya Tuhan sebagai pengatur rencananya.
"Mayang, apa kau mengenal pasien ?" tanya Dokter yang memberitahukan kondisi Alana tadi.
"Dia sahabat saya Dokter ," jawab Mayang.
"Dia nanti kami menjadi pasien mu ," ucap Dokter tersebut.
"Iya Dokter."
"Sekarang pasien masih berada di ruang ICU, Doa kan saja. Agar pasien bisa melewati ini semua." selesai berkata, kedua Dokter dan suster yang bersamanya kembali masuk kedalam.
"Lihat Tante, Alana itu kuat. Dia akan kembali bersama kita tante ," ucap Aisha kepada mama Alana yang sudah terlihat sedikit cerah.
"Nak, kenapa Dokter mengatakan Alana akan menjadi pasien mu ?" tanya papa Alana kepada Mayang.
"Saya kerja dirumah sakit ini om, saya kerja di bagian terapis," jawab Mayang.
"Oh..dia terapis ," guman Dony sambil melirik Mayang.
"Sepertinya, wajahmu sangat familiar. Apa kau dulu sering datang kerumah ?" tanya mama Alana kepada Mayang.
"Iya Tante, kami dulu tidak terpisahkan," jawab Alana.
"Selesai SMA, saya pulang kampung."
"Pantas kamu tidak pernah datang kerumah lagi," kata mama.
"Mayang, kau harus membuat Alana bisa bangkit lagi ya," ujar Aisha kepada Mayang.
"Aku akan berusaha."
"Kenapa aku lupa mengabari mama !" seru mama Alana, nenek Alana juga seorang Dokter. Tapi neneknya spesialis bedah plastik.
"Pa, hubungi mama," kata mama Alana kepada papa Alana.
"Papa bagaimana ?"
"Papa jangan, begitu juga dengan Richard. Mereka diluar negeri, kasihan nanti mereka sangat khawatiran keadaan Alana disini. Nanti jika keadaan Alana sudah tidak mengkhawatirkan baru kita kabarin ," kata mama Alana.
****
Richard duduk didalam ruangan kantornya yang sangat besar dan berwarna gelap, dulu kantornya berwarna putih. Tapi Richard memerintahkan Tony untuk mengganti wallpaper nya menjadi gelap.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
KIA Qirana
NINETEEN
2021-08-26
0
Dania
19
2021-08-26
0
Lusia Tanti
lanjut thor 😘😘
2021-08-22
0