Jumpa lagi dengan Aisha dan friends.
****
Sebelum naik kedalam mobilnya, David sekali lagi mengeluarkan gombalan mautnya mautnya kepada Aisha. Membuat wajah Aisha merona merah.
"Aisha, kita seperti pasangan suami istri ya. Kau mengantarkan aku berangkat kerja " goda David kepada Aisha yang berdiri didepan pintu pagar rumahnya.
Aisha mendelikkan matanya kepada David, membuat David menjadi gemas. Karena Aisha terlihat imut dimatanya.
"Kau semakin imut dan menggemaskan Aisha, ingin rasanya ku bawa pulang kerumah. Sayang nya kita belum halal "
"Emang aku barang, bisa kau bawa pulang seenaknya " jutek Aisha membalas perkataan David, kemudian dia menutup pagar rumahnya dan beranjak masuk kedalam.
"Aisha, kau sangat imut seperti kelinci kecil. Sangat menggemaskan " ucap David sembari menjalankan mobilnya.
Aisha gemas mendengar, David menyamakan dirinya dengan kelinci.
"kau yang kelinci " gerutu Aisha hingga sampai kedalaman rumahnya.
"Aisha, kenapa ngedumel sendiri ?" tanya ibunya, saat dilihatnya Aisha berjalan masuk sembari mengerutu.
"Nggak ada apa-apa Bu" ucap Aisha, dan duduk disamping ibunya.
"Siapa pria tadi Aisha, apakah dia calon mantu ibu ?" tanya ibunya.
"Hih ibu, Aisha tidak punya calon mantu untuk ibu. Sekarang Aisha hanya fokus untuk menyelesaikan kuliah, dan cari kerja " kata Aisha.
"Selagi kuliah punya pacar juga tidak apa-apa Aisha, asal bisa jaga diri. Ibu tidak melarang dirimu untuk punya kekasih "
"Aisha belum ingin punya kekasih Bu, bagaimana jika ibu yang punya kekasih. Aisha ikhlas jika ibu mau menikah lagi " goda Aisha kepada ibunya.
"Hush..ibu sudah tua, giliran anak ibu yang harus punya kekasih. Menikah dan memberikan ibu cucu yang banyak "
"Ah...ibu, Aisha mau kekamar " Aisha bangkit dari duduknya, meninggalkan ibunya yang masih asik dengan pekerjaannya.
"Jangan lupa apa yang ibu katakan, ibu ingin cucu "
"iya..iya, besok Aisha cari calon mantu untuk ibu !" jawab Aisha dari depan pintu kamarnya.
"Yang tadi cakep Ais " kata ibunya.
"Yang tadi banyak hambatan Bu " kemudian Aisha masuk kedalam kamarnya.
"David lumayan, saingan yang membuat pusing. Belum lagi si Gaby, bisa-bisa memutih rambutku memikirkannya " Aisha menelungkupkan badannya.
***
Aisha dan Alana dengan serius mendengarkan Pak Danil didepan berbicara, mereka tidak ingin seperti perkuliahan Minggu kemarin yang kena teguran dari Dosen ganteng tetapi terkenal dengan kedisiplinannya dan killer.
"Ais, lihat ! kena David terus bolak-balik didepan ruangan kita. Terus matanya melihat kearah kita terus " bisik Alana, setelah melihat David yang bolak-balik sembari menatap kearah mereka duduk.
"Mana ku tahu, mungkin saja dia menunggu Pak Danil untuk membahas skripsi nya .
"Skripsi apaan, dua Minggu lagi dia wisuda. Dia satu tingkat dengan Dony, ada yang mencurigakan ini " kata Alana dengan suara yang pelan.
"Mencurigakan ?" sudut mata Aisha melirik Alana.
"Iya mencurigakan, pasti ada yang ditunggunya. kalau tidak, untuk apa dia seperti lalat hijau didepan ruangan kita. Apa ada pacarnya di dalam ruangan ini ? sangat mencurigakan " ucap Alana sembari mengusap-usap dagunya.
"Al, diam. Pak Danil melirik terus kearah kita , apa kau mau mendapatkan hukuman darinya " ucap Aisha, setelah menyadari. Pak Danil sesekali melirik kearah mereka.
Alana diam, begitu mendengar perkataan Aisha.
Lima belas menit kemudian, perkuliahan yang dibawakan Pak Danil selesai.
"Ais, sudah dua hari musuh kita tidak kuliah ya. Kemana dia ?" Alana heran, karena sudah dua hari Gaby dan kedua temannya tidak masuk kuliah.
"Mana ku tahu, emang aku orang tuanya " kata Aisha.
"Tenang saja suasana kelas karena mereka tidak ada, tapi bosan juga karena tidak ada teman ribut "
"Teman ribut kok dicari "
"Iyalah, boring suasana jika tidak ribut dengan rombong plastik itu "
"Rombongan plastik, siapa ?"
"Gaby dan kedua temannya, semua ditubuh mereka itu hasil operasi " jawab Alana.
"Darimana kau tahu Al, jangan fitnah. Nanti dosa "
"Mereka bilang sendiri "
"Kepadamu ?" tanya Aisha.
"Tidak, saat mereka membahasnya. Aku mendengarnya " kata Alana.
"Hai Aisha " obrolan Aisha dan Alana terputus, karena kedatangan David.
"Hai " balas Aisha.
Alana melirik David dan Aisha secara bergantian, dia curiga. mereka berdua ada hubungan.
"David, kau tidak menyapa diriku. Apa kau tidak melihat aku ada disampingnya Aisha ?"
"Maaf Alana, mataku terkunci dengan wajah Aisha. Sehingga aku tidak menyadari keberadaan dirimu" kata David.
"Buset...! badanku gede begini tidak kelihatan ?"
"Mataku hanya ada sosok Aisha, sehingga dirimu tidak ada dalam pandangan mataku"
"Cukup David !" seru Aisha, dan wajahnya sudah merah.
"Ha..ha..kau sedang faling in love dengan my best friend ya ?" tanya Alana kepada David, walaupun dia sebenarnya sudah tahu. Bahwa David ada rasa kepada Aisha.
"Yup.." jawab David.
"Kau harus bersaing dengan diriku " kata Alana.
"Alana !" ujar Aisha, untuk menghentikan arah ucapan Alana jika diteruskan.
"Apa !?" kau suka dengan Aisha ? apa kau sudah tidak waras, Mau kau buang kemana Dony ?" terlihat kaget David mendengar perkataan Alana, yang mengatakan dirinya harus bersaing dengan dirinya.
"Kau jangan salah paham dulu, kami tidak menyimpang. Aku mau Aisha menjadi calon tanteku "
"Cukup Alana...! Kau jangan ikut-ikutan David, yang suka bicara ngawur " ingatkan Aisha kepada Alana, agar menghentikan perkataannya.
"Apa kau mau menjodohkan Aisha temanmu, dengan orang yang sudah bau tanah !"
"Hei..om ku belum tua, om ku sangat ganteng dan macho "
"Namanya sudah om..om, pasti sudah tua " ledek David, sedang Aisha hanya dapat mendiamkan keduanya. Aisha menyusun bukunya, setelah selesai mencatat catatan yang tadi tidak sempat dicatatnya.
Aisha berdiri dari bangku yang didudukinya.
"Aisha, kau mau kemana ?" tanya David, melihat Aisha sudah berdiri dan tasnya sudah di sampirkannya di pundaknya.
"Pulang, apa kalian berdua mau tidur disini " ucap Aisha dan beranjak dari dalam ruang perkuliahan.
"Ais..! tunggu " Alana memasukkan bukunya, dan kemudian berlari mengikuti Aisha dan David yang sudah berjalan duluan.
"Aisha, ayo kita jalan-jalan dulu. Nanti ku antarkan pulang " David menawarkan dirinya, untuk mengantarkan Aisha pulang.
"Hei..kami ada kerjaan " kata Alana buru-buru, saat didengarnya David menawarkan dirinya untuk mengantarkan Aisha.
"Kalian mau kemana, biar ku antar kan " kata David.
"Aku mau ke kantor papaku, Aisha ku ajak untuk menemani " ucap Alana dan menariknya, menuju parkiran mobilnya berada.
"Ayolah Alana, kau pergi saja sendiri. Beri aku kesempatan untuk pergi bersama Aisha " kata David.
"Maaf David, aku tidak bisa. Aku sudah janji dengan Alana" kata Aisha, karena dia takut akan mendapatkan masalah dengan Gaby. Walaupun Gaby tidak masuk, mata-matanya ada di sekitar kampus.
"Aisha, aku ingin bicara " kata David, membujuk Aisha agar mau ikut dengan dirinya.
"Lain kali ya " ucap Aisha.
"Betul ya, lain kali. Aku pegang janji mu " kata David.
"Ya " jawab Aisha.
"Itu juga kalau tidak lupa " ujar Alana .
"Awas kau Alana " jengkel David.
Next .
Hai reader minta like...like...ya
Trims 🥰🥰
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Mayla Ningrum
kok bahasanya rada baku ya Mom.?
2023-04-29
0
Ciripah Mei
Pepet trs Alana biar David g deket2 aisah
2021-10-13
0
Yunee Quinn
emangnya lesby😂😂
2021-09-28
0