Alana menarik tangan Aisha terus menghampiri satu toko ketoko yang lain, sehingga kaki Aisha menjadi sakit. Karena jalan terus dibawa Alana.
"Al, sebenarnya kau ingin cari apa sih ? sudah hampir seluruh Mall kita kunjungi " Aisha menghentikan langkahnya, dan duduk di bangku yang ada di Mall. Dan Aisha melepaskan sepatu nya.
"Om ku Minggu depan ulang tahun " Alana ikut duduk disampingnya Aisha.
"Om mu bukan nya tidak tinggal di sini ya ?" tanya Aisha, karena Alana suka sekali menceritakan tentang om nya tersebut.
"Iya, Om Richard tinggal di Luar negeri. Setiap tahun aku kirim kado untuk om Richard " kata Alana.
"Di luar negeri semua ada, apa yang akan kau kirim dari sini ?" tanya Aisha, sembari tangannya memijat-mijat betisnya yang terasa kaku.
"Otakku buntu, ayo kita isi lambung dulu. Biar bisa mikir apa yang harus aku beli " Alana menarik tangan Aisha untuk bangkit dari duduknya.
"Tunggu Al, sepatu ku belum di pakai " Alana menarik tangannya Aisha, sehingga sepatu Aisha tertinggal.
"He..he. sorry Ais " ngekeh Alana melihat Aisha tidak memakai sepatu saat ditariknya tadi.
"Ayo " keduanya memasuki satu restoran yang tidak terlalu ramai dan mengambil tempat duduk disudut.
Saat menunggu makanan yang mereka pesan datang, Alana bertanya kepada Aisha apa yang harus dibelinya.
"Mana ku tahu Al, selera om mu bagaimana. kenapa tidak kau tanyakan saja kepada Tante mu, apa yang dibutuhkan om mu saat ini " kata Aisha.
"Tante siapa ?" tanya Alana kepada Aisha.
"Istriku om mu Al " kata Aisha.
"Ha..ha..selama ini aku cerita tentang om Richard, kau tidak nyimak ya. Om aku itu belum married " kata Alana.
Pembicaraan mereka terhenti, saat pesanan mereka datang.
" Mungkin aku lupa " ucap Aisha sambil menyuapkan mie yang dipesannya.
"Heit...aku tahu, bagaimana kau saja aku kirim kepada Om Richard sebagai calon istri !" teriak Alana tiba-tiba.
"Huk....huk..." Aisha terbatuk-batuk mendengar ucapan Alana yang tiba-tiba.
Alana mengambil air putih yang ada diatas meja, dan memberikannya kepada Aisha.
Aisha menyeruput air putih tersebut sampai habis.
"Kau gila Alana, ucapan mu hampir membuat napas ku putus " Aisha mengusap-usap dadanya.
"Kenapa ?"
"Kau suruh aku menikah dengan orang tua " ujar Aishah.
"Hei.. Aisha, om Richard masih muda. Om Richard baru berumur 30 tahun, om Richard itu anak bungsu nenekku. Beda umur dengan mama ku hampir lima belas tahun " kata Alana.
"Apa pun kau katakan, tidak mungkin aku married dengan om mu. Aku baru 21 tahun, cita-cita ku saja belum tercapai" kata Aisha.
"Aisha, om ku ganteng. Tinggi dan badannya perfect " Alana membanggakan Om Richard nya.
"Nggak minat " Aisha meneruskan makannya.
"Apa kau minat dengan David, biar jadi saingan Gaby memperebutkan nya ?" tanya Alana.
"Hih..dia lagi, playboy kelas teri. Sok cakep " ujar Aisha dan mengedikkan bahunya.
" Ayo Ais, mau ya dengan om Richard "
"Apa om Richard mu itu belum ada kekasih di luar negeri, sehingga kau ingin menyodorkan diriku ini ?"
"Oma bilang tidak ada, makanya Oma sangat gencar mencarikan jodoh untuk om Richard "
"Mungkin saja om mu tidak bilang, bukan karena dia belum punya calon " kata Aisha.
"Kita sisihkan kekasih om Richard, jika dia sudah punya kekasih. Kau sahabat ku yang harus jadi calon tanteku " ucap Alana.
"Enak saja main sisihkan, emang kau tidak takut dengan om Richard mu itu ?"
"Om Richard sangat sayang kepada ku, dia tidak akan menolak apa yang ku pinta " kata Alana.
"Sungguh sial om Richard mu, punya keponakan seperti dirimu. Suka memaksakan kehendak " kata Aisha.
"He...he...memaksa demi kebaikan, tidak apa-apa Ais" kata Alana.
Drrrt... derrttt..
Handphone Alana yang berada diatas meja berbunyi, tetapi Alana tidak merespon bunyi handphonenya.
"Al, angkat tu handphonenya. bunyi dari tadi " ucap Aisha.
"Biar, telpon tidak penting " ucap Alana dengan ketus.
"Kenapa, ribut lagi dengan Dony ?" tanya Aisha.
"Sebel aku dengan Dony, sudah dua hari dia tidak ke kampus "
"Mungkin dia sibuk dengan skripsinya " kata Aisha.
"Skripsi apaan, mungkin dia sibuk dengan gadis-gadis dikantornya."
"Gadis-gadis itu pegawainya, tidak perlu kau cemburu Al " kata Aisha.
"Sudah ah, bosen bahas cowok playboy itu. Ayo kita berburu kado untuk Om Richard "
"Playboy gitu juga, tapi kamu cintai kan ?" goda Aisha.
"Ayo Tante Aisha, kita cari untuk Om Richard " balas Alana kepada Aisha dengan memanggil dirinya dengan panggilan Tante.
"Enak saja panggil aku Tante, emang aku tante-tante " kata Aisha.
"Iya, kau calon tanteku tersayang "
"Sudah cukup, bicara jodoh-jodohan. Cepat cari kado, sudah mau sore ini " Aisha menarik tangan Alana untuk keluar dari restoran.
Hampir dua jam Aisha menemani Alana untuk mencari kado ulang tahun Om Richard Alana, akhirnya setelah hampir putus asa. Alana memilih untuk memberikan topi motif batik kepada Om Richard nya.
***
Diseberang lautan yang jauh dari Indonesia, seorang pemuda yang sudah sangat matang sedang berbicara dengan seorang gadis dengan cukup serius.
"Richard, kau benar-benar serius ingin kembali ke Indonesia ?" tanya gadis tersebut kepada orang yang dipanggilnya dengan nama Richard.
"Iya serius, Tony sudah duluan ku kirim ke Indonesia " kata Richard.
"Bagaimana dengan hubungan kita ?"
"Jeslyn, aku ingin kau ikut aku ke Indonesia " kata Richard kepada Jeslyn.
"Kerjaan ku disini bagaimana Richard ? kau tahukan aku sangat menyukai kerjaan ku ini " Jeslyn sangat senang bekerja di Dinas sosial yang ada di Negara Ratu Elizabeth tersebut.
Jeslyn bekerja dalam bidang membantu orang-orang tidak mampu.
"Di Indonesia juga kau bisa bekerja seperti itu, Indonesia banyak orang yang bisa kau bantu. Banyak lembaga-lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan seperti pekerjaan mu sekarang " kata Richard, sambil meneguk minuman yang tinggal tersisa sedikit di gelasnya.
"Jangan banyak-banyak minum Richard, kau nanti bisa ketergantungan " ingatkan Jeslyn, saat Richard ingin menuangkan botol minuman ke gelasnya kembali.
Mendengar perkataan Jeslyn, Richard urung menuangkan minuman tersebut. Dia mengambil air mineral dan meminumnya.
"Bagaimana Jeslyn, apa kau mau ikut ke Indonesia. Kedua orangtuaku mu juga sudah tidak tinggal disini lagi, untuk apa kau disini sendiri " kata Richard untuk membujuk Jeslyn agar mau kembali ke Indonesia.
"Aku masih berat untuk meninggalkan pekerjaan ku ini " Jeslyn mengutarakan keberatannya untuk meninggalkan Inggris, untuk kembali ke Indonesia.
"Biar ku pikirkan dulu " kata Jeslyn.
"Aku akan menunggumu di Indonesia " kata Richard.
"Kapan kau akan kembali ke Indonesia ?" tanya Jeslyn.
"Mungkin bulan depan, aku harap kita bisa kembali bersama " kata Richard.
Jeslyn hanya diam, dia tidak menjawab perkataan Richard. Dia berat meninggalkan Inggris, karena dia sangat menyukai pekerjaannya.
Next
Jangan lupa bantu like dan tekan tanda bintang 🌟
Trims.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Qaisaa Nazarudin
Noh Alana om munudah ada kekasih tuh,,
2023-06-07
0
susi 2020
😍😍😘🥰
2023-03-27
0
susi 2020
😍😍😘🥰😘🥰
2023-03-27
0