suasana ruang kuliah yang tadinya hening, tiba-tiba terganggu dengan kedatangan Gaby dan teman-temannya. Hampir seminggu Gaby hilang dari kampus.
"Hai.. semua, ada yang rindu dengan kami yang cantik-cantik ini tidak ?" Gaby masih berdiri didepan pintu ruang kuliah.
orang-orang yang berada didalam ruangan perkuliahan menatap sebentar kearah Gaby, kemudian mereka melengos dan mengalihkan pandangannya mata mereka kembali dengan kesibukan masing-masing. Termasuk dengan Aisha yang sibuk mencatat mata kuliah yang masih berantakan.
"Hemhm... sepertinya tidak ada yang rindu kepada kita " ujar Gaby, dan berjalan masuk kedalam kelas.
Gaby duduk didepan Aisha berada.
"Tumben sendiri, mana pasangan mu ?" Gaby mulai menganggu Aisha, tetapi Aisha tidak menanggapi. Tetap dengan kesibukannya.
"Mungkin mereka sudah cerai Gaby " ujar Eline.
"Apa mereka menikah ?" tanya Lily.
"huh...kau telat informasi, makanya punya otak jangan jadul. pakai four g, biar nggak lelet otakmu " ucap Gaby dan mentoyor kepala temannya tersebut.
"Sakit Gaby.." Lily mengelus kepalanya yang menjadi korban tangan Gaby.
"Pergi dari hadapan ku !" ujar Aisha yang sudah mulai terganggu dengan kehadiran Gaby dan teman-temannya.
"Hei... mulai bicara dia, aku kira dia buta dan tuli. Tidak melihat keberadaan kita yang cantik dan seksi ini "
"Mungkin dia iri Gaby, melihat badan kita yang baru. Bibir kita yang seksi dan bokong kita yang baru " kata Eline dengan lugunya.
Pletak...
Gaby memukul jidat Eline dengan keras, sehingga banyak pasang mata yang memandang kearah mereka.
"Gaby...!" kaget Eline, begitu juga dengan Lily dan langsung menjauh dari Gaby. Karena takut menjadi korban seperti Eline.
"Apa kau mau memberitahu seluruh kampus, bahwa kita baru operasi bibir dan bokong " bisik Gaby dan matanya menatap Eline dengan tajam.
"Hups...maaf, aku keceplosan " kata Eline dengan menutup mulutnya.
"Pakai otak mu ini, apa perlu kau ganti otakmu dengan otak monyet.." ucap Gaby dengan suara yang sangat jutek dan pedas kepada kedua temannya, yang mempunyai otak dibawah rata-rata.
"Maaf..." ucap Eline.
"Huuh.... badan plastik saja bangga " suara dalam benaknya Aisha, yang tadi mendengar bisikan Gaby kepada Eline mengenai operasi plastik yang dilakukannya.
"Ternyata, mereka menghilang dari kampus. Karena memperbaiki badan " dalam benaknya Aisha.
"Hei.. manusia jadi-jadian, apa yang kalian lakukan disini ?" Alana yang baru dari toilet menegur Gaby dan teman-temannya, yang menganggu Aisha.
"Nah...ini dia pasangan tercinta nya !" ujar Gaby dengan arogannya.
"Pergi tikus buluk,hus...hus..." usir Alana dengan mengibaskan tangannya kearah Gaby dan kedua temannya.
"Apa kau bilang ? aku tikus buluk !" melotot Gaby menatap Alana.
"Apa..!? mau ku congkel mata jelekmu itu " balas Alana, dengan kembali melototkan matanya kepada Gaby.
"Emang kau aja bisa jadi pregirl dikampus ini, aku juga bisa. Malah melebihi preman " ujar Alana sambil bercakak pinggang.
"Pregirl ? apa itu Al?" tanya Aisha yang tidak tahu dengan ucapan Alana mengenai pregirl .
"Kita perempuan itu pregirl, kalau laki-laki itu baru preman " jawab Alana.
Seisi ruangan kelas tertawa mendengar perkataan Alana, begitu juga dengan Aisha yang merasa lucu dengan perkataan Alana.
"Apa tawa-tawa kalian, belum pernah lihat kaki ini melayang " ucap Gaby dengan memainkan kakinya seperti ingin bermain kung Fu.
"Hati-hati dengan kakimu, nanti kaki tidak kuat membawa beban bokong barumu " sindir Alana kepada Gaby.
"Apa kau bilang !?" kaget Gaby mendengar sindiran Alana.
"Bagaimana kau tahu kami operasi bokong ?" tanya Eline dengan polosnya, dia lupa tadi jidatnya sudah menjadi sasaran tangan Gaby.
"Eline....!" sergah Gaby, membuat Eline tersadar. Dan dia mundur dengan tangannya di mulutnya.
"Eline, apa kau mau mati " bisik Lily kepada Eline yang berdiri didekatnya.
"Ha...ha...kau kira aku tidak tahu, kalian selama seminggu ini kemana. Kalian operasi plastik kan, asal kalian tahu saja. Tempat kalian operasi bibir dan bokong kalian itu. Tempat kerja nenekku, yang mengoperasi bibir dan bokong kalian juga nenekku " Alana tertawa puas, melihat wajah Gaby dan kedua temannya yang mengandung malu.
Mereka tak menyangka operasi plastik yang ingin mereka tutup-tutupi ketahuan juga.
"Jangan dekat-dekat dengan api kalian ya, nanti bokong dan bibir kalian meleleh " ucap Alana dengan perasaan senang, karena telah berhasil mempermalukan Gaby dan teman-temannya.
Gaby keluar dari dalam ruangan dengan mulut yang mengeluarkan sumpah serapah terhadap Alana.
"Ha...ha..kabur..!"
Seisi kelas tertawa melihat Gaby dan teman-temannya kabur.
"Cantik-cantik ternyata palsu " suara-suara yang mengejek Gaby.
"Al, pasti mereka akan semakin membenci kita "
"Biarkan saja, baru tahu dia. Bagaimana rasanya dipermalukan didepan umum " ucap Alana dan duduk disamping Aisha.
'Nih... pesanan mu "
Sedangkan Gaby dan kedua temannya, terus berjalan menuju parkiran. Disana Gaby terus mengeluarkan umpatan dan makian kepada Alana dan Aisha.
"Lihat Alana, aku akan membuat kau menangis darah. Karena telah berani bermain-main dengan Gaby alfares !" seru Gaby dengan wajah yang penuh dengan emosi dan dendam terhadap Alana dan Aisha.
"Apa yang akan kau lakukan Gaby, apa kau ingin membunuhnya ?" tanya Lily, karena ucapan Gaby yang akan membuat Alana menangis darah.
"Ya...tapi yang pertama kali ingin ku musnahkan adalah mulut kalian berdua " semprot Gaby.
"Kenapa kami ?" tanya Lily dan Eline bersamaan.
"Karena mulut kalian yang membuat Alana membuka soal operasi kita didalam kelas tadi."
"Itu mulut Eline, bukan mulut aku Gaby " kata Lily.
"Sama saja, mulut kalian perlu ditambal ." Gaby meninggalkan kedua temannya, dia masuk kedalam mobilnya. Dan melesat meninggalkan Eline dan Lily yang masih terpaku ditempat.
"Hei... kenapa kita ditinggalkan ?" ucap Eline.
"Biar saja, apa kau mau menjadi korban tangannya lagi. Dia masih dalam keadaan emosi, lebih baik kita menjauh darinya. Lebih aman, ayo kita pulang ." kata Lily.
"Ayo.."
****
Barang-barang penting Richard sudah keluar semua dari dalam apartemen, sedangkan yang tidak terlalu dibutuhkannya ditinggalkannya di apartemennya.
"Pak, tidak ada yang ingin dibawa lagi ?" tanya Tony kepada Richard.
"Tidak, biar yang lain tinggalkan saja. Nanti jika berkunjung kesini, tidak perlu bawa banyak barang " kata Richard sambil mengambil jaket dan kacamata hitamnya.
Richard keluar dari apartemen dan diikuti oleh Tony dengan menyeret dua Koper Richard.
Dalam perjalanan menuju Bandara, mata Richard melihat kearah taman. Tempat dia biasanya lari pagi bersama Jeslyn, Karena apartemen Jeslyn berdekatan dengan taman ini .
"Selamat tinggal.." dalam benaknya Richard.
Richard melihat ponselnya, dia menunggu balasan pesan yang dikirimkannya sedari kemarin. Tapi pesan itu tidak ada balasannya.
Richard memasukkan ponselnya kedalam saku jaketnya dan memakai kacamata hitamnya, setelah mobil yang dikendarainya memasuki area bandara.
Bersambung..
Apa yang akan dilakukan Gaby ???
Bantu like n rate 5 ya..
lope... lope...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Rini Anggraini
Richard udah dua kali ditinggalin cewek ya🤦
2021-10-04
0
NAZERA ZIAN
aku bertanya2 pregirl bahasa apa lg tuh, emang ada istilh baru ya..??
ehh ternyata pregirl lawan kata dr preman..🤣🤣🤣
2021-09-23
1
Arinda_Na
gabyy Gaby
semakin bodoh y
2021-09-12
1