Pagi hari, saat Aisha sedang membersihkan halaman rumahnya dari dedaunan yang jatuh dari pohon yang tumbuh di pekarangan rumahnya. Dia dikejutkan dengan kedatangan orang yang selama ini selalu dihindarinya.
"Aisha " terdengar suara orang dari luar pagar rumahnya.
Aisha menoleh, dan dia cukup terkejut. Karena David berdiri didepan rumahnya.
"David, dari mana kau tahu rumah ku ?" tanya Aisha.
"Aku mencari semua tentang dirimu, alamat rumahmu. Nomor handphone mu , apa yang kau sukai dan yang tidak kau sukai aku semua tahu " kata David dan menampilkan senyum lebar dibibirnya, dan terlihat lesung pipit di wajahnya.
"David cukup tampan, gila kenapa aku mengagumi ketampanannya " ucap Aisha, saat tersadar dia tidak boleh dekat dengan David. Karena dia tahu Gaby sangat menyukai David.
"Mau apa kau kesini ?" Aisha membuang pesona David yang sempat menerpa dirinya tadi.
"Menemui dirimu, di kampus kau selalu menghindari diriku. Disini semoga kau mau menerima diriku dan berbincang-bincang layaknya seorang teman " kata David.
"Apa aku bisa masuk, atau kita berbincang-bincang di antara pagar ini saja " kata David.
Aisha membuka pintu pagar, dan membiarkan David untuk masuk kedalam rumahnya.
"Terimakasih " kata David, karena Aisha membukakan pintu untuk dirinya masuk.
"Kau ku suruh masuk, karena kau seperti penagih hutang jika berdiri didepan rumahku " kata Aisha.
David tertawa mendengar perkataan Aisha.
Aisha membawa David duduk di teras rumahnya.
"Kenapa sepi, ibumu kemana ?"
"Ibu mengantarkan baju pesanan tetangga " kata Aisha.
Mau minum apa ?"
"Terserah Aisha, apa yang kau suguhkan akan aku minum. Walaupun racun juga kau suguhkan, akan aku minum" kata David.
"Kau mau aku jadi pembunuh, karena kau mati dirumah ku " Aisha masuk kedalam rumahnya, dan tak lama kemudian Aisha keluar dengan membawa minuman dingin.
"Hanya ini yang ada, sepuluh ribu " Aisha meletakkan minuman dingin yang dibawanya ke atas meja.
"Kalau kau mau, setiap hari bisa ku berikan sepuluh ribu seumur hidup untuk mu Aisha" kata David dan mengambil minuman tersebut, dan meneguknya.
"Aku kira kau ini pendiam David, ternyata kau perayu ulung juga " ujar Aisha.
"Karena kau tidak pernah mau tahu tentang diriku, kau hanya mau berteman dengan Alana. Kau melupakan orang-orang yang berada disekitar mu " kata David kepada Aisha, membuat Aisha merenungkan perkataan David.
Selama ini Aisha selalu menjaga jarak dengan teman laki-laki, karena dia tidak ingin kuliah nya terganggu dengan kehadiran pria dalam hidupnya.
"Hei..Aisha, kenapa kau diam. Maaf, jika perkataan ku menyinggung perasaan mu "
"Tidak apa-apa, apa yang kau katakan semua itu tentang diriku. ku akui emang ku lakukan, aku menghindari pertemanan juga. Masih ada saja orang yang tidak menyukai diriku ini " tutur Aisha.
"Gaby " tebak David.
"Kau tahu juga permusuhan kami, no.. bukan permusuhan. Hanya dia yang memusuhi aku dan Alana, sedangkan kami tidak pernah menganggu dirinya.
"Kenapa dia memusuhi kalian berdua ?" tanya David.
"Kau tidak tahu, atau pura-pura tidak tahu ?" Aisha menatap David dengan serius, dia menunggu apa yang akan diucapkan David mengenai pertanyaannya.
"Aku sungguh tidak tahu " ucap David dengan wajah yang serius.
"Kau tidak tahu, dia menyukai dirimu ?"
"Oh..karena itu, terus kenapa dia membenci dirimu Aisha ?"
"Karena ada beredar gosip, yang mengatakan. Bahwa kau menyukai diriku " ucap Aisha secara terus terang kepada David.
"Kalau itu bukan gosip, aku menyukai dirimu Aisha. Tapi kau tidak pernah menganggap kehadiran diriku ini, aku seperti pria yang patut dikasihani ya. Karena tergila-gila dengan seorang gadis, tapi gadis itu tidak pernah menganggap ada keberadaannya ?" ucap David , dengan dibarengi tawa kecil dari bibirnya.
Aisha tidak menanggapi apa yang dikatakan David, dia mengalihkan pembicaraan. Tetapi David tahu Aisha tidak mau membicarakan tentang perasaan.
"Ayolah Aisha, jika kau belum bisa membuka hatimu untuk ku. Bagaimana jika kita berteman dahulu ?"
"Aku tidak mau membuat Gaby semakin membenci diriku, aku ingin menyelesaikan kuliah dengan hati yang tenang " kata Aisha, setelah berpikir apa yang harus dikatakannya kepada David.
"Aku hanya ingin berteman, aku bulan depan sudah wisuda " ucap David.
"Aku masih setahun lagi dikampus, bisa-bisa selama setahun ini Gaby akan membully diriku " kata Aisha.
"Bagaimana jika kita berteman diluar lingkungan kampus, aku juga tidak berada dikampus lagi. Aku sudah sibuk kerja " David berusaha terus agar Aisha mau menerima pertemanannya.
Karena desakan dari David yang tidak kenal menyerahkan, akhirnya Aisha mau menerima pertemanan David.
"Tapi ingat, kita hanya berteman. Jangan bawa perasaan " kata Aisha.
"Kita berteman dulu, mungkin lama-lama kita akan saling suka. No bukan kita, tapi kau Aisha. Karena dalam hatiku sudah tertanam namamu selalu " ucap David dengan penuh perasaan.
"Ha..ha..kau sungguh perayu ulung " sindir Aisha.
"Aku bukan perayu Aisha, apa pernah kau lihat aku merayu gadis di kampus ?" tanya David.
"Di kampus mungkin tidak, di luaran mungkin bertebaran di setiap gang" kata Aisha.
"Ha...ha..Aisha, aku bukan playboy. Tanya Dony, aku cukup akrab dengan dirinya selama dikampus "
"Kau berteman dengan Dony ?" tanya Aisha.
"Itulah, kau tidak pernah melihat sekitar. Jangan-jangan kau hanya tahu perpustakaan, kantin dan toilet "
"Kau kira aku tidak gaul, aku hanya tidak suka bertegur sapa dengan para cowok saja. Karena pasti ujung-ujungnya jatuh cinta " tutur Aisha.
"Kenapa dengan Dony kau mau berteman ?"
"Aku sudah mengenal dirinya sudah lama, karena orangtuanya dan orang tua ku saling berteman."
"Apa perlu aku membawa kedua orang tua ku juga ?"
"Untuk apa kau membawa orang tuamu ?"
"Untuk melamar mu Aisha " ujar David sambil tertawa.
"Gila !"
"Aku tergila-gila dengan dirimu Aisha "
Obrolan tidak jelas Aisha dan David terhenti, ketika ibu Aisha kembali dari mengantarkan baju pesanan tetangganya.
"Hei..ada tamu " sapa ibu Aisha.
'Saya David Tante, saya temannya Aisha " kata David dan menyalim tangan ibu Aisha.
"Teman kuliah ?"
"Satu kampus Tante, tapi tidak satu tingkat. Saya bulan depan sudah wisuda " kata David.
"Baguslah sudah selesai, sudah mau terjun ke masyarakat. Sudah kerja ?"
"Sudah Tante, bersama dengan teman-teman kami merintis berbisnis kecil-kecil " kata David.
"Bagus itu, awalnya kecil dulu. Nanti baru besar " kata ibunya Aisha.
"Iya Tante " jawab David.
"Ibu tinggal dulu ya, Aisha kenapa tidak dikeluarkan cemilan " ucap ibunya, saat dilihatnya hanya ada minuman kaleng tanpa ada cemilan di atas meja .
"Biar Bu, biar cepat pulang tamunya " kata Aisha.
"Hus.. ngomong apa itu, maaf ya Nak David. Aisha emang anaknya jutek " ujar ibunya.
"He..he.." tawa David.
"Ibu.!"
"Sudah, ibu masuk dulu " ibunya masuk kedalam rumahnya.
"Kapan mau pulang ?"
"Ngusir nih ?" goda David.
"Iya.."
"Ok, mas David pulang dulu ya cantik " goda David dengan menyebutkan dirinya dengan panggilan mas.
'Idih..mas "
"Aisha, aku lebih tua dua tahun ya "
"Sana...sana pulang " usir Aisha.
"Ok, besok kita jumpai lagi ya" ucap David sebelum meninggalkan teras rumah Aisha.
"Hemh "
Next
Maaf tidak bisa update setiap hari, jika ada yang punya platform hijau silahkan mampir ya. ada cerita bawang disana.
Trims 🤩🤩🤩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
mamika
aq kq suka ya cr david ,maju terusss david ...sapa tau si om ga mau pulang indo,trs nanti ganti judul😅😂maaf maaf😅🤭
2021-10-01
1
Aurelia Camelia
suka deh sama cerita nya
2021-09-15
1
Arinda_Na
wkwkkk
David
davidddd
semangat
2021-09-12
1