"Ais, kapan kau kembali?" tanya Alana.
"Besok, kalau tidak ada halangan. Kenapa ? apa kau sudah rindu dengan diriku yang cantik ini ?"
"Huekk.." Alana mengeluarkan suara orang ingin muntah saat mendengar perkataan Aisha dari seberang telepon.
"He..he.. kenapa kau mau muntah Al, apa kau lagi ngidam ?" goda Aisha.
"Ais, Mas Wisnu ada didekat mu ?"
"Tidak ada, mas Wisnu pergi. kenapa kau tanyakan mas Wisnu, apa kau ingin selingkuh dari Dony ?"
"Kalau dia bisa mendua, kenapa aku tidak boleh " kata Alana.
"Hei.. jangan kau mainkan mas Wisnu ya " kata Aisha.
"He..he... nggak ah, kamu calon tanteku ."
"Sudah ya Al, aku mau pergi dengan nenekku " kata Aisha.
"Kapan kau pulang ?"
"Besok, nanti aku kabarin " ucap Aisha dan memutuskan sambungan teleponnya.
"Hih.. apa yang harus kulakukan, semua pada ada acara sendiri-sendiri."
***
Nenek dan ibunya Aisha berbincang-bincang di serambi, sedangkan Aisha ikut Wisnu mengawasi para pekerja yang sedang menjemur padi.
"Laras, tidak ada keinginan mu untuk kembali kesini ?" tanya nenek kepada Larasati.
"Belum ada Bu, Aisa masih kuliah. Tidak mungkin dia Laras tinggalkan sendiri dikota"
"Jika Aisha selesai kuliah, apa kau mau kembali kesini. Kau bisa buka kursus menjahit disini, bantu ibu-ibu di desa ini untuk mengurangi pengangguran " kata nenek untuk membujuk Larasati.
"Nanti Laras pikirkan ya Bu "
"Apa kau masih menunggu kedatangannya ?" tanya nenek.
Larasati tidak menjawab pertanyaan ibunya, Laras tahu apa yang ditanyakan oleh ibunya. Tapi dia tidak tahu apa yang harus dikatakannya, untuk menjawab pertanyaan ibunya.
"Tidak usah ditunggu lagi, sudah 20 tahun dia tidak ada kabar " kata nenek, saat dilihatnya anaknya hanya diam.
"Dia tidak ingat dengan dirimu lagi Laras, dia bukan pemuda yang baik. Menikahimu dan kemudian meninggalkan dirimu ."
"Apa Aisha pernah menanyakan ayahnya ?" tanya nenek lagi.
"Saat dia sudah besar, Aisha tidak pernah bertanya lagi Bu. Mungkin dia menganggap bahwa ayahnya sudah meninggal " kata Larasati dengan suara yang pelan, karena dia takut nanti Aisha mendengar pembicaraan mereka.
" Baguslah, jika dia menganggap bahwa pria itu sudah meninggal " ucap nenek, dan kemudian bangkit berjalan menuju ketempat Aisha dan Wisnu berada.
"untuk apa diingat lagi, orang yang sudah menganggap diri kita tidak ada " ujar nenek sambil berjalan meninggalkan Larasati.
"Ais, jangan dekat-dekat. Nanti badannya gatal " kata nenek.
"Iya nek, sudah dibilang tadi sama mas Wisnu " kata Aisha.
"Bagaimana? betah tinggal dikampung ?" tanya nenek .
"Betah nek, udaranya sejuk. Nggak bising karena tidak dengar suara kendaraan yang berlalu lalang " kata Aisha.
"Tinggal disini saja, tidak usah kembali kekota " kata neneknya.
"Nenek, bagaimana kuliah Aisha. Tidak mungkin Aisha pulang-pergi dari sini, baru dua hari pinggang Aisha sudah copot satu persatu " ucap Aisha sembari tertawa mendengar ucapan neneknya.
"Sudah tamat nanti, tinggal saja disini. Kita buat usaha untuk ibumu dan kamu disini " usul neneknya.
"Hemhm..boleh juga usul nenek, buat usaha untuk memajukan kampung ini " kata Aisha yang setuju dengan usul neneknya.
"Cucu nenek pintar " puji neneknya dengan mengelus punggung Aisha.
"Siapa dulu neneknya ?" kata Aisha.
"Nek Fatimah " terdengar suara Wisnu dari belakang nenek dan Aisha.
"Hei.. nggak sopan, nyebut nama nenek ya " ujar nenek kepada Wisnu.
"Sorry nenek " ujar Wisnu dengan cengir.
"Sudah selesai semua dipanen padinya Wisnu ?"
"Belum nek, ada beberapa petak sawah lagi " jawab Wisnu.
"Nanti, kalian pulang. Bisa bawa beras baru " kata nenek kepada Aisha.
"Nek, bagaimana kami bawa beras naik bus. Berat nek, tidak sanggup kami bawanya " kata Aisha.
"Kalian pulang, biar Wisnu yang antarkan "
"Hore.. kalau begitu, kami bawa banyak nek " kata Aisha.
"Bawa banyak, kita mau jual beras dirumah " ucap ibunya yang baru saja ikut nimbrung.
"Untuk dimakan lah Bu " kata Aisha.
"Aisha, kita hanya berdua. 10 kg saja kita baru habis sebulan" kata ibu Aisha.
****
Di Inggris, seorang pemuda keluar dari Apartemennya dengan membawa koper kecil.
Hari ini, hari terakhir dia berada dikantornya. Setelah ini dia akan kembali ke Indonesia, untuk memulai bisnisnya di kota asal ibunya. Sedangkan Papa nya campuran Indonesia Turki, sehingga Richard mempunyai postur tubuh yang tinggi besar.
Setibanya didalam ruangan kerjanya, asistennya yang baru datang dari Indonesia masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Pak, semua urusan dengan para pengawai sudah dikerjakan. Ada beberapa pengawai yang akan ikut bergabung kembali ke Indonesia " lapor Tony kepada Richard.
"Kapan mereka ke Indonesia, apakah mereka orang sini atau orang Indonesia ?"
"Ada yang orang Indonesia, dan ada juga orang Inggris pak . Mereka ingin mencoba suasana yang baru dengan bekerja bukan di Negaranya ." jelaskan Tony kepada.
Richard.
"Perumahan untuk para karyawan baru, sudah selesai diurus ?"
"Sudah pak, mereka semua akan ditempatkan di apartemen yang berdekatan dengan Perusahaan " kata Tony.
"Tidak ada yang tahu tentang kepulangan ku ke Indonesia kan ?" tanya Richard kepada Asistennya Tony.
"Tidak ada pak " jawab Tony.
"Apa mama ada menemui mu di kantor ?" tanya Richard.
"Tidak Pak, Nyonya tidak datang ke kantor saat saya disana "
"Sudah itu saja, kembali kau selesaikan apa yang belum diselesaikan "
Tony keluar dari ruangan kerja Richard.
Richard kembali fokus dengan pekerjaannya, dia melupakan rasa sakitnya ditinggal Jeslyn.
****
"Hai Aisha.." ujar Alana dengan meletakkan bokongnya dikursi disamping Aisha.
"Kenapa baru datang, aku kira kau tidak masuk " kata Aisha.
"Aku terlambat bangun, mama tidak dirumah. Tidak ada yang membangunkan diriku " ucap Alana dengan berbisik karena mata kuliah sudah mulai berjalan, Dosen yang sangat ditakuti para mahasiswa sudah masuk.
Begitu bel berakhir, Alana dan Aisha langsung menghela nafas dengan lega .
"Selama pak Wahyu menerangkan didepan, aku nahan nafas Ais.. " kata Alana yang sangat takut dengan pak Wahyu, karena Alana pernah kena hukum tidak menyerahkan tugas dari pak Wahyu.
"Kenapa, apa kau masih takut dengan pak Wahyu ?"
"Siapa yang tidak takut, apa kau tidak rasakan tadi. Begitu bapak itu datang, ruangan ini langsung hening. Mungkin jika jarum jatuh juga akan terdengar ."
"Ha.ha...!" tawa Aisha.
"Aku ingin pipis, jika pelajaran pak Wahyu ditambah tadi. Mungkin aku akan ngompol disini " ucap Alana sambil bangkit meninggalkan Aisha yang menunggu jam kuliah kedua.
"kau tidak mau ke toilet ?" tanya Alana, saat dilihatnya Aisha hanya duduk. Tidak mengikutinya.
"Nggak..kau saja "
"Aku mau kekantin" kata Alana.
"Titip belikan roti dan minum saja ya, aku lagi malas jalan. Aku lagi palang merah " kata Aisha.
"Ok " Alana dengan bergegas berjalan ke toilet.
Bersambung
Hai...bantu like dan tekan rate 5 ya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Anisnikmah
10kg 1bulam hemat banget ya
2022-08-30
0
Putri Leo
Di kampung ada Wahyu,dosenny Wahyu jga
2021-09-22
0
Sinsin Nur Syifa Karimah
aku aja beli beras 5L abis nya 2 minggu an..
2021-09-15
0