Happy reading guys 🥰🥰
🌟🌟🌟🌟
Nenek menyuruh Wisnu untuk mengatakan kepada Janah, untuk ke pasar.
"Wis, suruh Janah ke pasar " kata Nenek kepada Wisnu.
"untuk apa nek ?" tanya Wisnu.
"untuk beli ikan, di dapur nggak ada ikan lagi. nggak tahu dua orang ini mau datang, kalau ngabarin tadi bisa cari ikan sungai " kata nenek.
"Namanya mau buat kejutan nek " kata Aisha dan tangannya memeluk lengan neneknya, dagunya diletakkannya di bahu neneknya.
"Janah masih disini Bu, bukannya dia sudah menikah. Ibu bilang dia ikut suaminya ?" tanya Larasati saat ibunya menyebutkan nama Janah.
"Nanti ibu ceritakan, panjang ceritanya " ucap ibu Larasati dengan setengah berbisik.
"Bisik-bisik apa sih nek ?" tanya Aisha, masih bergelayut manja di lengan neneknya.
"Urusan orang tua, anak kecil tidak boleh nimbrung " ucap neneknya.
"Nenek..! Aisha sudah mau 20 tahun Lo.. " ujar Aisha.
"Mau 20 tahun, 25 tahun. Di mata nenek, Aisha tetap cucu kecil nenek " ucap nenek dan tangan keriput neneknya menepuk-nepuk tangan Aisha.
"Wah..! Wisnu dilupakan nenek, sudah datang cucu kesayangannya nenek " ucap Wisnu saat kembali dari dapur, dan dibelakangnya ada seorang wanita yang jalannya pincang.
"Janah..!" seru Larasati, saat dilihatnya Janah yang dulu cantik. Sekarang sangat berubah.
"Mbak Laras " sapa Janah, dan terlihat matanya yang terlihat sudah basah.
Larasati mendekati Janah, dan memeluknya. Janah balas memeluk Larasati.
"Apa yang terjadi Janah ?" tanya Larasati, tapi Janah tidak bisa menjawabnya. Dia tersedu-sedu dalam pelukan Larasati.
Tepukan dipundak Larasati, membuat Larasati mengurungkan niatnya untuk bertanya kembali. Dan melepaskan pelukannya terhadap Janah.
"Janah, pergi ke pasar. Beli lauk yang banyak ya, biar kita masak " kata nenek kepada Janah.
"Baik Bu " ucap Janah, dan menghapus air matanya.
"Bawa Anto, untuk membawakan belanjaan mu " kata nenek kembali.
Janah pergi, setelah menerima uang belanja dari nenek.
"Ais, ayo kita jalan-jalan " ajak Wisnu kepada Aisha, karena dia tahu. Banyak yang ingin dibicarakan nenek dan Larasati.
"kita mau kemana mas ?" tanya Aisha dengan bersemangat.
"Lihat padi mau ?" tanya Wisnu.
"Mau mas, sudah lama tidak lihat sawah " kata Aisha sambil berdiri.
"Jangan jauh-jauh " ingatkan neneknya kembali.
"Baik nek " Aisha mengikuti Wisnu yang beranjak keluar rumah.
Sepeninggal Wisnu dan Aisha, Larasati langsung bertanya mengenai Janah.
"Apa yang terjadi dengan Janah Bu, kenapa dia menjadi seperti itu ?" tanya Larasati, saat melihat Janah menjadi cacat.
"Itu semua perbuatan mantan suaminya ?" ucap nenek, dan kemudian menceritakan semua mengenai Janah kepada Larasati.
"Sekarang suaminya dimana ?" tanya Larasati.
"Sekarang dalam penjara, Wisnu menjebloskannya kedalam penjara " kata Nenek.
"Sekarang Janah kerja disini kembali ?" tanya Larasati.
"Sebenarnya tidak bekerja, saat mengalami penganiayaan itu. Janah trauma, dia beberapa kali ingin melakukan bunuh diri. Wisnu membawanya ke rumah sakit dan dia ditangani psikiater, dan dia sudah berangsur-angsur sembuh. Dulu dia tidak mau bertemu dengan siapapun juga " cerita nenek.
"Keluarganya tidak ada lagi ya Bu ?"
"Tinggal ibunya, tapi ibunya tidak sanggup merawatnya. Ayo ibu tunjukkan sesuatu " ibunya bangkit dan berjalan keluar rumah.
"kita mau kemana Bu ?" tanya Larasati, saat dia mengikuti ibunya berjalan menuju halaman samping rumahnya.
"Kita mau kesatu tempat " ibunya terus berjalan, sampai ke satu bangunan yang bertingkat dan luas.
"Ayo " ibunya membuka pagar.
"Nek " sapa penjaga didepan pagar tersebut.
"Wahyu, kenalkan ini anakku " kata nenek kepada pria yang bernama Wahyu.
"Nenek, mbak Larasati saya kenal. Kami satu sekolah dasar, saya adek kelas mbak Larasati" kata Wahyu.
"Oh..kenal.." ujar nenek.
"Saya yang kenal nek, mbak Larasati mungkin nggak kenal " kata Wahyu.
"Saya juga kenal, Wahyu anak penjaga sekolah kan ?" tanya Larasati kepada Wahyu .
"Hehe..iya mbak, mbak ingat saya to.." cengir Wahyu.
"Ingatlah "
"Ayo." nenek mengajak melanjutkan langkahnya.
"Tempat apa Bu ?"
"Lihat sendiri " nenek membawa Larasati masuk, dan menuju satu ruangan.
Dalam ruangan tersebut ada beberapa wanita yang sedang duduk melingkar dan ditengah lingkaran ada seorang wanita yang sedang bercerita sambil menangis dan didekatnya ada seorang wanita yang berdiri sembari mengusap-usap pundak wanita yang menangis tersebut.
"Tempat apa ini ?" tanya Larasati, dan pandangan matanya mengitari ruangan yang ada disekitar ruangan tersebut.
"Ini tempat berkumpul wanita korban kekerasan yang didapatnya dari suaminya atau keluarga dan lingkungan " kata nenek kepada Larasati.
"Siapa yang mendirikannya Bu ?"
"Wisnu dan teman-temannya, karena kasus Janah ini sering menimpa wanita-wanita di pedesaan " cerita nenek.
"Wanita-wanita itu sedang konseling dengan para relawan yang membantu mereka untuk pulih dari trauma " kata nenek mengenai wanita yang ada dalam ruangan tersebut.
"Dari mana dana yang diperoleh Wisnu untuk membangun tempat ini ?" Larasati keluar dan melihat area sekitar bangunan yang sangat luas.
Dan disekitar bangunan ada kebun sayuran dan ada beberapa wanita yang sedang bekerja.
"Awalnya, dari dana masing-masing. Termasuk dari Wisnu dan teman-temannya, sedangkan tanah ini. Nenek wakaf kan untuk Yayasan ini.
"Oh.."
'Harta tidak dibawa mati " ucap ibunya Larasati.
"Mereka siapa Bu ?" Larasati menunjuk kearah wanita yang berada di kebun.
"Mereka yang tinggal disini, mereka diberikan kesibukan. Agar lupa apa yang mereka alami diluar sana, dan juga jika mereka sudah siap untuk dilepaskan kembali kedalam keluarga. Mereka ada keahlian untuk mencari nafkah" cerita neneknya.
****
"Aisha suka sekali mas Wisnu " Aisha merentangkan tangannya, dan angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya dan memainkan rambutnya.
"Kalau suka, tinggal disini saja " kata Wisnu sambil berjalan dibelakang Aisha yang berjalan di pematang sawah.
"Kuliah Aisha bagaimana?" tanya Aisha.
"Kapan Aisha tamat ?" tanya Wisnu.
"Kalau bisa, tahu depan Aisha ingin selesaikan "
"Baguslah, selesai nanti kembali saja kesini. Mas khawatir hanya ibu dan Aisha di sana "
"Apa yang dikhawatirkan mas, kami sudah biasa tinggal berdua. Lingkungan rumah juga baik " kata Aisha.
"Ais.." panggil Wisnu.
"Ya.." jawab Aisha.
"Kau takut pacet kan ?" tanya Wisnu, dan terlihat senyum di bibirnya.
"Oh iya mas, kenapa Aisha lupa dengan binatang kecil itu. Apa masih banyak sekarang ?" tanya Aisha, dan badannya berbalik melihat kearah Wisnu.
Saat yang ditanya tidak menjawab, Aisha melihat Wisnu menatap kearah kakinya.
Aisha juga mengarahkan matanya, kearah tatapan Wisnu.
Betapa kagetnya Aisha, saat melihat kaki putihnya ada satu pacet yang nempel.
"Aww.....!" teriak Aisha dengan menghentak-hentakkan kakinya.
"Haha.ha.." Wisnu tertawa melihat Aisha loncat-loncat.
"Mas Wisnu....!" teriak Aisha dengan menjulurkan kakinya yang ada Pacet nempel.
"Tenang Aisha, bagaimana mau mas ambil pacet nya. Jika Aisha loncat-loncat begini " ucap Wisnu dengan tertawa.
"Mas.. jangan tertawa saja, cepat ambilkan. Habis darah Aisha, nanti mati Aisha kehabisan darah !" seru Aisha dengan terus menjulurkan kakinya kepada Wisnu.
Bersambung
Bantu like..like kakak-kakak, terima kasih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Putri Sera
wisnu jodoh nya jeslyn yg memiliki hoby kemanusiaan yg sama nanti akan di pertemukn dlm program yg sama
2022-11-26
0
Lilisdayanti
athur orang Sunda ya,,ko tau pacet 🤔🤔
2022-08-28
0
Maulida Umaya S
lau keluarga sederhana tp terasa hangat
2022-05-09
0