Jumpa lagi dengan cerita recehan.
***
Larasati, ibu Aisha terus memandangi gambar suaminya Josh. Hanya gambar ini yang dia punya, karena saat terjadi kebakaran dilokasi perumahan. semua yang berhubungan dengan suaminya, ikut terbakar.
"ibu " suara Aisha didepan pintu kamarnya, membuat Ibunya buru-buru menyimpan kembali gambar tersebut kedalam buku dan meletakkan kedalam laci kembali.
Pintu kamar terbuka, Aisha masuk kedalam.
"Ibu kenapa ? ibu rindu ayah lagi ya ?" tanya Aisha sembari duduk disisi ibunya, dan memeluk ibunya dari samping.
"Tidak " ibunya menggelengkan kepalanya.
"Ibu jangan bohong, di mata ibu saja masih ada sisa-sisa air mata " ujar Aisha.
Aisha tidak mengetahui bahwa ayahnya belum meninggal, ibunya menceritakan kepada Aisha bahwa ayahnya meninggal saat Aisha masih bayi.
"Bu, ayah sudah senang disana. kalau ibu mengeluarkan air mata terus menerus, ayah akan sedih " ucap Aisha.
"Ibu tidak sedih, ibu bahagia. Karena ada putri cantik, yang ditinggalkan ayah menjadi teman ibu disini " tangan Larasati menyentuh wajah Aisha yang sangat mirip dengan Josh suaminya, hanya rambut Aisha yang hitam menurun dari Larasati.
"Terimakasih Bu, sudah merawat Aisha sendiri. Menyekolahkan Aisha sampai ke Universitas " ucap Aisha, dan meletakkan dagunya dipundak ibunya.
"Itu sudah tugas ibu, tapi maafkan ibu Aisha. Ibu belum bisa memberikan hidup yang mewah " kata ibunya.
"Bu, Aisha tidak butuh hidup yang mewah. Untuk apa hidup mewah tapi tidak bahagia, kehidupan yang kita jalani ini sudah sangat membahagiakan Aisha " kata Aisha.
"kamu anak yang pengertian "
"iya dong, anak siapa dulu. Anaknya Larasati penjahit terkenal " ucap Aisha dengan membanggakan ibunya.
"Hih.. penjahit terkenal, malu-maluin aja jika didengar orang " ujar ibunya.
"He...he..." Aisha tertawa, begitu juga dengan ibunya ikut tertawa.
"Akhirnya, ibu tertawa juga " dalam benaknya Aisha.
"Ayo kita lanjutkan pekerjaan kita, biar cepat selesai dan Kuta cepat beristirahat " kata ibunya.
"Dan kita cepat dapat uangnya " sambung Aisha.
"Betul " jawab ibunya sembari tertawa.
****
Alana memainkan game di handphonenya sambil tiduran di sofa yang ada didalam kamarnya.
"Alana " terdengar suara mamanya yang sudah berada didalam kamarnya.
"Mama..! ngagetin aja, kalau Al punya sakit jantung tadi. Bisa-bisa Alana sudah pingsan " kata Alana yang kaget, saat mendengar suara mamanya sudah berada disampingnya.
"Mama sudah ketuk pintu kamar ya, kamunya saja yang tidak dengar. Kalau sudah main game lupa segalanya " ucap mamanya dan menarik handphone yang berada ditangan Alana.
"Kembalikan ma " ujar Alana seraya bangun dari tiduran di sofa.
"Nanti dulu, mama mau bicara. Kalau handphone masih ditangan, kamu pasti tidak akan mendengarkan apa yang mau mama katakan " kata mama Alana.
"Mama mau bicara apa sih, cepat ma ?" tanya Aisha.
"Itu si Dony, Bulak-balik datang. kenapa kamu tidak mau menemuinya, apa kalian ribut ?" tanya mamanya.
"Sedikit ribut ma, tidak besar sih. Baru ribut kecil " kata Alana.
"Kenapa tidak mau menemuinya, kalau hanya ribut kecil ?"
"Lagi malas ma "
"Jangan menghindar jika ada masalah, kalau masalah kecil akan jadi besar. Jika di antara kalian tidak ada yang mau saling mendengarkan, kalau menurut pengamatan mama. Kamu ini yang tidak mau mendengarkan "
"Hih... mama, kenapa menyalahkan Alana sih. Dony tu yang salah " cemberut air muka Alana saat mengatakannya kepada mamanya.
"Apa salahnya Dony ?" tanya mamanya.
"Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya ma " kata Alana.
"Bagus dong, jika dia sibuk dengan pekerjaannya. Daripada dia bermalas-malasan saja, dia tidak mau bekerja. Apa kau mau Dony jadi cowok manja, tinggal terima saja. Tanpa mengetahui betapa sulitnya mencari uang " kata mamanya.
"Tidaklah ma " jawab Alana.
"Itu tahu nya " kata mama nya.
"Masa dia tidak ada istirahat ma "
"Lihat papa mu Al, betapa sibuknya dia. Apalagi jika akhir tahun, setiap perusahaan pasti sangat sibuk " kata mamanya lagi.
Alana diam mendengarkan perkataan mamanya, sedikit banyak dia mulai paham dengan pekerjaannya Dony. Apalagi Dony bergerak di bidang pariwisata, akhir tahun begini sangat sibuk. Menyambut para turis yang liburan akhir tahun.
"Ingat anak mama, jadi orang itu jangan cemburuan sekali " kata mamanya lagi .
"Apa kita tidak boleh cemburu ma, apa mama tidak pernah cemburu kepada papa ?" tanya Alana.
"Cemburu boleh, tapi jangan terlalu. sampai tidak mau bertemu, mama dulu juga cemburuan dengan papa. Apa lagi jika melihat sekretaris papa yang cantik dan sexi dulu, tapi mama menaruh kepercayaan kepada papa. Bahwa papa pasti tidak akan menghianati cinta mama " tutur mamanya.
"Kita harus percaya dengan semua ucapannya mama ?"
"Tidak semua harus kita percayai, kira-kira yang masuk akal juga. Kalau perkataannya tidak masuk akal, dan seakan-akan menutupi sesuatu ya jangan dipercayai seratus persen " kata mama dengan tersenyum.
"Terimakasih ma " Alana memeluk mamanya.
"Sudah sana mandi, pasti dari tadi belum mandikan ?"
"Males mandi ma " ujar Alana dan kembali merebahkan badannya di sofa, dan ditangannya tergenggam handphone yang tadi di ambil oleh mamanya.
"Jangan lama-lama main game, nanti matanya rusak " ucap mamanya, sebelum keluar dari dalam kamar Alana.
***
Dengan bergegas Dony menghampiri Alana dan Aisha yang sedang berjalan menuju parkiran, karena hari ini jam kuliah terakhir kosong. Alana dan Aisha berencana untuk nonton.
"Al...Alana !" panggil Dony.
Alana dan Aisha menghentikan langkahnya, dan menoleh ke asal suara.
"Al, kenapa sulit sekali menghubungi mu ?"
"Karena aku bukan cewek gampangan " ujar Alana dengan jutek.
"Al, jangan begitu " Aisha menyikut lengan Alana, agar jangan berbicara jutek terhadap Dony.
"Ada apa mencari-cari diriku, bukankah di kantormu banyak yang bening-bening " ucap Alana.
"Sayang, kenapa jutek sekali. Di kantor itu pegawai semua " tangan Dony menggenggam jemari Alana.
"kalian selesaikan masalah kalian ya, aku pulang dulu. Jadi tiang listrik disini aku " kata Aisha dan kemudian meninggalkan Dony dan Alana.
"Aisha, tunggu !" panggil Alana, dan ingin mengejarnya. Tetapi Dony menggenggam tangan Alana dengan erat, sehingga Alana tidak dapat mengejar Aisha.
"Lepas Dony, aku mau pulang dengan Aisha " ujar Alana, tetapi Dony tidak mengindahkannya. Dony menarik tangan Alana kearah mobilnya terparkir.
"Masuk " perintah Dony, setelah pintu mobilnya terbuka.
"Aku bawa mobil sendiri " ujar Alana.
"Nanti kita ambil " Dony mendorong Alana untuk masuk kedalam mobilnya.
"Pemaksaan " ketus Alana.
"Kamu kalau tidak dipaksa, kita tidak akan ketemu " kata Dony.
"Untuk apa kita ketemu, lihatin saja cewek-cewek di kantor mu "
"Al, mereka itu anak buah ku semua "
"Oh ya, anak buah kenapa mesra sekali "
"Saat kita bertemu itu, aku dengan Sarah akan bertemu client diluar "
Flash back
Alana dan Aisha memasuki satu restoran, saat mereka masuk. Mata mereka langsung melihat pemandangan sepasang wanita dan pria sedang menikmati hidangan sambil tertawa.
Alana menghampiri pasangan tersebut dan diikuti oleh Aisha.
Next....
Visual menyusul mencari sosok yang pas dihati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Dirah Guak Kui
segala sesuatu itu jgn dibawa emosi, diselesaikan dgn baek, emosi tdk menyelesaikan masalah, malah menghancurkan segala yg sdh baek
2021-09-15
1
Arinda_Na
alanaa posesif sekali
2021-09-12
0
Arinda_Na
wkwkkw.alanaaa alanaaaa
akuu rasaaa akuu seperti inii hehehee
makanya gak pernah mau jalin hubungan wkwkkw
2021-09-12
0