Mobil yang dikemudikan Dony terus melaju dengan kencang mengikuti mobil Alana.
"Please..! Alana, berhentilah ."
Dony melihat cara Alana yang membawa mobil seperti sedang berada di lintasan balap mobil.
"Berhenti Alana, jangan bawa mobil seperti itu." Dony terus berbicara sendiri sembari mengikuti mobi Alana.
Sampai seketika, tiba di lampu merah. Mobil Alana menerobos lampu merah, sehingga mobil Alana ditabrak dari samping kanan.
Didepan matanya, Dony melihat mobil kekasih terbalik. Dony shock melihat sehingga mobilnya berjalan dengan oleng dan menabrak mobil didepannya yang berhenti mendadak.
"Tidakkkk...!" teriak Dony, ketika melihat mobil Alana berguling-guling.
"Alana....!" Dony membuka mobilnya yang ringsek bagian depan, dan langsung turun berlari kearah mobil Alana yang berhenti dari dari berguling. Dalam keadaan terbalik.
Melihat kecelakaan yang cukup mengerikan, banyak pasang mata yang tertegun tidak tahu ingin melakukan apapun. ketika mendengar teriakkan Dony, mereka tersadar dan mulai beraksi menyelamatkan beberapa korban yang turut dalam kecelakaan tersebut.
"Al..Alana..!" Dony mendekati mobil Alana dan melihat Alana tidak bergerak .
"Jangan disentuh.." ucap orang yang ada dibelakang Dony.
"Dia kekasihku..!" ucap Dony dengan marah kepada orang yang melarang dirinya mengeluarkan Alana.
"Tapi itu sangat berbahaya, kalau kita main tarik saja. Bagaimana jika keadaan makin parah, kita tidak tahu kondisinya saat ini ." orang tersebut beralih ke pintu samping dan memegang leher dan nadi Alana.
"Dia masih bernafas ." orang tersebut menelpon ambulance.
Sedangkan Dony tidak bisa berpikir lagi apa yang harus dilakukannya, dia duduk disamping mobil yang terbalik dan tangannya memegang dan mengelus pipi Alana yang berdarah.
"Al...sadar Alana, kau salah sangka Alana ."
Air mata Dony sudah bercucuran sedari tadi, dia tidak malu untuk menangis didepan orang-orang yang mengerumuninya.
"Maaf pak, bergeser sebentar. Tenaga medis sudah datang ." ucap orang yang berbicara dengan dirinya tadi.
"Aku harus menghubungi om Marcell, tapi aku tidak ada nomor ponselnya." Dony mencari nomor papa Alana, tapi tidak ada. Karena gugupnya dia lupa bahwa dia punya nomor telepon mamanya Alana.
"Ah..." Dony berlari mengikuti Alana yang sudah berhasil dikeluarkan dari dalam mobilnya yang hancur.
"Sayang.." ucap Dony dengan mengiringi Alana yang berada diatas tandu.
Begitu Alana sudah berada dalam ambulance, Dony ikut masuk kedalam.
"Sayang, bangun.."
Dony melihat paramedis memasang alat bantu nafas, dan melakukan pertolongan pertama.
"Nafasnya masih ada kan ?" tanya Dony dengan perasaan khawatir, yang takut melihat Alana diam saja.
"Ada pak, tapi sangat lemah" jawab paramedis kepada Dony.
"Tolong... tolong, selamatkan Alana ," Dony memohon kepada paramedis yang ada dalam ambulance.
"Tenang pak, kami akan berusaha ." jawab paramedis.
"Mari saya obati pak, kening bapak berdarah ," kata paramedis kepada Dony.
"Tidak apa-apa, hanya tergores sedikit ," ucap Dony yang tidak menyadari, saat dia menabrak mobil didepannya. Keningnya terbentur stir sedikit, untung dia sempat memakai seat belt tadi.
"Walaupun luka sedikit, harus tetap di obati pak ," paramedis mendekati Dony dan memberikan salep pada luka di kening Dony.
***
Dony duduk dengan gelisah didepan UGD, kakinya di gerak-gerakkannya dengan gelisah.
"Dony, apa yang terjadi ?" sepasang pria dan wanita datang, dan langsung mendekati Dony.
Dony mengangkat kepalanya, dan melihat kedatangan mama dan papanya. Yang tadi dihubungi saat berada dalam ambulance.
"Alana Pa..!" ucap Dony dengan suara yang mengandung tangis.
"Kenapa dengan Alana ?" waktu Dony menghubungi mama dan papa nya, dia tidak mengatakan kecelakaan yang dialami Alana. Dony hanya menyuruh papanya untuk datang ke rumah sakit.
"Dia mengalami kecelakaan ma, ini semua salah Dony ." Dony memukulkan tangannya ke kursi dengan perasaan yang kecewa.
"Apa yang kau lakukan ?" tanya papanya.
"Sudah Pa, biar Dony tenang dulu. Apa orang tua Alana sudah tahu ?" tanya mamanya.
"Belum ma, Dony tidak ada nomor handphone mereka ."
"Papa saja yang menghubungi mereka ?" tanya mama kepada suaminya.
"Ada.." papa Dony menghubungi papa Alana, begitu selesai menghubungi rekan bisnisnya tersebut.
"Apa sudah dihubungi pa ?" tanya mama.
"Sudah, tapi tidak papa beritahu keadaan Alana ," kata papa.
"Ceritakan Dony, apa yang terjadi ?" kata papanya.
Dony menceritakan semua dari pertama sampai kecelakaan yang menimpa Alana.
"Apa kau ada hubungannya dengan wanita itu ?" tanya mama.
"Tidak ma, Dony tidak ada niat untuk menjalin hubungan dengan Sarah. Dia hanya Dony anggap sebagai bawahan saja," kata Dony.
"Papa jadi curiga dengan wanita itu, papa harap kau jangan kasih kesempatan dia berdekatan dengan dirimu ," kata papa.
"Insting wanita biasanya benar Lo.., mungkin Alana ada melihat gelagat yang tidak benar dengan pegawaimu itu ," kata mama.
Percakapan mereka berhenti, saat kedatangan papa dan mama Alana dengan tergesa-gesa.
"Ada apa Pak Yudha ?" tanya Papa Alana, sedangkan mama Alana sudah kelihatan pucat. Menunggu apa yang diucapkan papa Dony.
"Alana mengalami kecelakaan ."
Duh....
Mama Alana langsung merosot terduduk di lantai, badannya lemas seketika. Saat mendengar kalimat yang diucapkan papa Dony.
"Ma.." papa Alana mengangkat badan istrinya dan mendudukkan ke kursi.
"Tante.." Dony berdiri dari duduknya, saat mama Alana merosot kelantai.
"Apa yang terjadi, kenapa kalian kecelakaan ?" tanya papa Alana.
"Maafkan Dony, Dony sudah lalai menjaga Alana ," ucap Dony sembari terisak.
"Apa yang telah kau lakukan Dony, apa yang kau lakukan kepada anak Tante. Kau tahu, tadi sebelum pergi dia sangat gembira." cerita mama Alana sambil menangis.
"Sudah ma, kita tunggu apa yang dikatakan oleh Dokter ," ucap papa Alana dan merangkul bahu istrinya.
polisi datang ingin menanyakan kronologis kecelakaan kepada Alana.
"Permisi pak, kami ingin menanyakan kronologi kejadian kecelakaan kepada korban ," ucap polisi kepada papa Alana.
"Maaf pak, putri saya juga belum ada kabarnya. Dokter belum ada yang keluar ," ucap papa Alana kepada polisi.
"Anda juga ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut ?" tanya polisi kepada Dony .
"Iya pak, mobil saya menabrak mobil yang berhenti mendadak didepan saya." cerita Dony.
"Anda tidak satu mobil dengan korban ?" tanya polisi lagi kepada Dony.
"Tidak pak, mobil saya dibarisan kedua ," kata Dony.
Sedangkan orang tua Alana merasa heran, karena mereka mengira tadi Alana dan Dony berada dalam satu mobil saat kecelakaan. Baru mereka ketahui ternyata Alana mengendarai sendiri mobilnya.
Pintu ruangan UGD terbuka, dan muncul Dokter dan seorang perawat.
"Keluarga pasien Alana ," ucap suster.
"Saya.." jawab papa Alana.
"Bagaimana dengan keadaan anak saya Dokter ?" tanya mama Alana.
"Keadaannya cukup mengkhawatirkan, ada pendarahan di otaknya. Lengan kirinya patah dan kaki kanannya patah, dan untuk sementara baru itu yang bisa kami sampaikan ," ucap Dokter.
Mendengar apa yang dialami Alana, membuat papa dan mama Alana lemas.
"Apa ada kemungkinan untuk sembuh Dokter ?" tanya mama Alana dengan pelan, karena dia ragu untuk bertanya mengenai itu kepada Dokter. Dia takut jawaban Dokter yang tidak sesuai dengan yang diharapkannya.
"Itu...
Bersambung..
Bantu like dan Rate 5
Trims😍😍
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Rini Anggraini
pokoknya Alana harus sembuh thorrr🙏🙏🙏
2021-10-04
0
Arinda_Na
astagaa kasiann sekalii Alana
2021-09-12
0
Lamria Manalu
mendengar kabar Alana pasti geby senang
2021-08-28
0