Sepeninggal Aisha yang pergi ke toilet, Alana masih berbicara dengan Om Richard nya.
"Om, Alana ingin tanya. Om harus jawab dengan jujur ya ?"
"Seperti berada dikantor polisi saja Om Alana, apa yang ingin Alana tanyakan ?"
"Om, sudah punya calon istri tidak ?"
"Hemhm...jawab tidak ya " Richard menaikkan bola matanya keatas kebawah, membuat Alana kesal.
"Om..!" kesal Alana.
"Kenapa Alana tanyakan ?" tanya Richard.
"Kan Alana ingin jodohkan Om dengan sahabat Alana tadi " kata Alana.
"Al, dia saja tidak ingin berkenalan dengan Om "
"Dia masih malu Om, teman Alana cantik om. Dia mahasiswi berprestasi " tutur Alana menceritakan Aisha.
"Alana tidak berprestasi ?" tanya Om Richard.
"Al, biasa saja Om. bodo tidak, dan pintar sekali juga tidak " ucap Alana dengan tertawa.
"Harus belajar ya, masa keponakan om tidak berprestasi "
"Iya Om, kembali keawal. Om sudah ada pacar ?" tanya ulang Alana.
"No..! Om masih betah sendiri "
"Jadi masih ada kesempatan pada teman Alana ya ?" tanya Alana.
"Apa dia tidak terlalu muda untuk menjadi calon tantemu Alana ?"
"Idih.. Om serasa tua !" ledek Alana.
"Om sudah tua, umur om sudah 30 tahun "
"Baru 30 tahun, umur segitu lagi Mateng-matengnya om "
"Semakin pandai keponakan Om ini bicaranya ya "
"Alana sudah dewasa ya Om " cengir Alana.
"Mana temannya tadi Al, jangan-jangan dia kabur meninggalkan mu " kata Richard.
Di ingatkan Om nya, Alana jadi teringat Aisha yang pergi ke toilet. Dan belum kembali.
"Oh ya, lupa Alana dengan Aisha "
"Siapa namanya ?"
"Aisha Om "
"Sudah ya om, Alana mau cari calon Tante Alana yang kabur tadi "
"Ya, bye...bye .Miss you " kata Om Richard.
"Miss you too om" balas Alana sebelum memutuskan sambungan teleponnya.
Alana berjalan menuju toilet, dia celingukan mencari keberadaan Aisha didalam toilet. Tetapi yang dicarinya tidak kelihatan batang hidungnya.
"kemana dia ?" Alana kembali kedepan, dan dilihatnya Aisha sudah duduk di kursinya kembali.
"Hei Non, dari mana ? aku cari di toilet tidak ada ?"
"Aku duduk di taman luar tadi, saat kulihat kau masih asik dengan om Richard mu "
"Kenapa kau tidak mau berkenalan dengan Om Richard?"
"Hih..Alana, semangat sekali kau menjodohkan aku dengan Om Richard mu"
"Kan sudah ku bilang, kau harus menjadi istrinya Om Richard "
"Kalau aku tidak mau !"
"Harus mau, titik..!"
"Sukamu Alana, jodoh sudah ada yang ngatur.Ayo kita Balik, aku mau pergi dengan ibuku " kata Aisha, seraya bangkit dari duduknya. Dan Alana ikut juga bangkit dari duduknya.
"Oke Tante ku tersayang " goda Alana.
"Hih...sebel..!" bibir Aisha manyun mendengarkan ucapan Alana.
***
Setelah menutup sambungan teleponnya dengan Alana, Richard masih duduk di sofa dan digenggaman tangannya ada gelas yang isinya tinggal sedikit.
"Sayang, kenapa belum tidur " tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang, membuat Richard kaget. Dan melihat yang memeluknya tersebut.
"Hei...kenapa belum tidur ?" tanya Richard, kepada gadis yang memeluk dirinya tersebut.
"Aku belum bisa tidur, aku mendengar kau bicara tadi " kata Jeslyn.
"Tadi nelpon ke Indonesia " kata Richard.
"Ada masalah dengan perusahaan di Indonesia ?" tanya Jeslyn, dan duduk disamping Richard.
"Tidak "
"Aku bicara dengan Alana " ucap Richard, dan menyesap minuman hingga habis.
"Rich, jangan terlalu sering minum. Nanti kau kecanduan alkohol " ucap Jeslyn.
"Aku tidak selalu minum Jeslyn, jika pikiran ku kacau saja. Baru aku minum " kata Richard dan tangannya merengkuh gadis yang sudah lima bulan dekat dengan dirinya.
"Apa yang membuat pikiran mu kacau, apa ada masalah dengan keputusan mu untuk kembali ke Indonesia ?" tanya Jeslyn.
"kau yang membuat ku begini, seminggu lagi kita tidak bisa bersama-sama lagi. Aku akan pulang ke Indonesia, dan kau masih disini " kata Richard, dan mendaratkan kecupan dipipi kekasihnya tersebut.
"Dimana pun kita berada, jika kita jodoh. Kita pasti akan bersatu " kata Jeslyn.
"Kita tidak bisa bertemu setiap hari " kata Richard.
"Richard, aku mau mengatakan sesuatu. Aku harap kau tidak marah" ucap Jeslyn.
"Apa ? ada masalah yang kau sembunyikan dari ku ?"
" Dua hari lagi, aku akan ikut misi kemanusiaan ke Afrika " kata Jeslyn.
"Apa ! kenapa baru kau katakan sekarang ?" kaget Richard mendengar Jeslyn akan ikut misi kemanusiaan.
"Sebenarnya aku tidak ikut, tetapi orang yang seharusnya ikut. Tiba-tiba tidak bisa ikut, karena diketahuinya dirinya sedang hamil,l. Aku mengusulkan untuk mengantikan dia " kata Jeslyn.
"Berapa lama kau berada disana ?" tanya Richard.
"Belum tahu, tetapi biasanya 2 sampai tiga tahun " kata Jeslyn.
"Bagaimana dengan rencana pernikahan kita, kita udah rencanakan tahun depan ?"
"Maaf Rich, kau tahu. Aku dari dulu ingin ikut kerja sosial ini, saat aku tidak terpilih. Aku sangat sedih, tetapi Tuhan memberikan jalan untuk aku ikut partisipasi dalam kegiatan sosial ini "
Richard menghela napasnya dengan kasar, dia tahu betapa berartinya kerjaan ini bagi Jeslyn. Sejak mengenal Jeslyn dua tahun yang lalu dan menjalin hubungan percintaan hampir lima bulan ini, Jeslyn selalu menceritakan tentang kerja sosial yang dilakukannya.
"Rich, aku tidak marah atau kecewa. Jika kau menemukan gadis yang lain dan kau juga mencintai dirinya, untuk mengantikan diriku. Aku rela " tangan Jeslyn menangkup wajah Richard dan mendaratkan ciuman sekilas dibibir kekasihnya itu.
Richard hanya diam, dia tidak mengeluarkan sepatah kata juga dari mulutnya.
"Please...Rich, jangan diam saja " kata Jeslyn.
"Apa yang harus aku katakan Jeslyn, kau sudah memutuskan semua. Aku tidak bisa berkata apa pun juga, sedangkan beberapa hari lagi kau akan berangkat " terlihat netra coklat Richard mengandung kesedihan.
"Maaf..sekali lagi maaf.." hanya maaf yang dapat diungkapkan Jeslyn kepada kekasihnya.
"Hubungan kita sampai disini " ucap Richard dengan suara yang pelan.
"Apa kau mau menunggu kepulangan diriku, yang tak pasti ?"
Richard tidak menjawab pertanyaan Jeslyn, dia menatap kearah jendela kaca yang ada di apartemennya.
"Seperti yang kukatakan tadi, jika kau menemukan gadis yang baik. Aku rela jika kau menikahinya " kata Jeslyn dengan mata yang berkaca-kaca.
Jeslyn bangkit dari sofa dan tangannya terulur menarik tangan Richard.
"Ayo kita tidur Richard, biar besok kita kerja dengan tubuh yang fit." kata Jeslyn, dan menarik tangan Richard.
"Duluan, aku masih ingin disini" kata Richard.
"Jangan tidur diruangan kerjamu lagi " kata Jeslyn, karena setiap Jeslyn nginap di apartemennya. Richard selalu tidur di sofa yang ada didalam ruangan kerjanya.
"Iya." jawab Richard.
"Jangan takut Richard, aku tidak akan menerkam mu " Jeslyn berupaya untuk membuat gurauan, agar suasana diantara dirinya dan Richard seperti semula. Tidak seperti sekarang, seakan ada pembatas diantara mereka.
Richard hanya menampilkan senyum tipis dari bibirnya.
"Sweet dream Darling " ucap Jeslyn, tapi Richard tidak membalasnya.
Next
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
KaylaKesya
Richard nya bohong🤧
2024-11-28
0
Meriana Erna
is ini calon pelakor si jeslyn🤦🏼♀️🤦🏼♀️cwe egois
2023-08-30
0
Meriana Erna
gk jelas juga ni ruchard
2023-08-30
0