Mobil Alana bergerak meninggalkan area parkiran kampus, David memandang mobil yang membawa pujaan hatinya makin menjauh meninggalkan dirinya.
"Hih ..sial, Alana menganggu saja. Enak saja, mau menjodohkan Aisha dengan om nya. Aku harus mendapatkan Aisha, jangan sampai om Alana menikung " gunam David sendiri, sehingga seorang temannya menyapa dirinya. Sehingga dia tersadar mobil Alana sudah hilang dari pandangannya.
"David, apa yang kau lakukan berdiri di bawah terik matahari. Apa sekarang kau kerja jadi petugas parkir ?" ledek temannya.
"Buset..! ganteng-ganteng begini kau bilang aku petugas parkir " ujar David dengan perasaan yang kesal.
"Kalau tidak jaga parkir, apa yang kau lakukan disini ?" tanya Andi.
"Mau pulang, tuh.. mobil ku " David beranjak menuju ke mobilnya, dia masuk kedalam dan tak lama mobilnya juga meninggalkan parkiran kampus.
"Dasar David, sudah mulai error otaknya. Cinta tak kesampaian " Andi tahu bahwa David suka dengan Aisha.
****
"Tadi katanya, mau kekantor papamu. Kenapa kita belok ke resto ?" tanya Aisha dan menyeruput minuman dinginnya.
"Alasan saja, aku tahu kau pasti tidak nau pergi dengan David " kata Alana.
"Kalau pergi dengannya, mau cari musuh lagi. Sudah cukup hanya Gaby saja musuh ku " kata Aisha.
"Sebenarnya David orangnya asik juga, dan dia sebenarnya bukan playboy. Cewek-cewek itu saja yang kegenitan, selalu dekat-dekat dengan David "
"Kenapa? apa kau mau putus dengan Dony, mau pindah hati ?" tanya Aisha.
"Bukan Non, untukmu. Tapi tidak, kau harus bersama dengan om Richard " ucap Alana dengan serius.
"Cukup Non, yang kau bahas selalu om Richard mu. Mungkin om Richard mu sudah ada calon" kata Aisha.
"Kau harus jadi pelakor " ucap Alana dengan spontan.
"Huuk...huuk.." Aisha terbatuk-batuk mendengar ucapan Alana.
"Gila..! kau kira aku cewek apan, Mau merebut suami orang "
"Bukan rebut suami orang, om Richard belum menikah. Catat itu, kau hanya harus merebut om Richard dari pacarnya saja " kata Alana dengan santai saja.
"Itu juga kalau Om Richard sudah punya pacar, tapi sepertinya belum "
"Mungkin nanti Om Richard mu pulang, dengan membawa anak dan cewek bule " ucap Aisha dengan Aisha.
"Oma pasti akan pingsan " kata Alana.
"Baguskan, perbaikan keturunan " kata Aisha.
"Untuk perbaikan keturunan apa, Om Richard kan setengah bule. Kalau dengan mu juga keturunan Om Richard pasti cakep, kamu kan setengah bule juga " ledek Alana.
"Hih.. nggak usah ingatkan lagi asal usul ku, membuat diriku nggak nyaman " gerutu Aisha dengan suara yang pelan.
"Sorry Ais, aku lupa. Maaf ya " ucap Alana dengan menampilkan wajah puppy eyes nya, dan mengedip-ngedipkan matanya.
"Tidak usah sok imut " ujar Aisha saat melihat raut wajah Alana.
"Aku emang imut " balas Alana.
"Sebel !"
Drrrt.... drrtt suara gawai Alana yang berada di atas meja berbunyi, Alana melihat nomor yang tertera di gawainya.
Om sayang, itu nama yang tertera di gawainya Alana.
"Om Richard, kau harus kenalan ya Aisha "
"Apa ! aku tidak mau " ujar Aisha.
Alana tidak mendengarkan, dia sudah terlalu gembira menerima telepon dari Om Richard kesayangannya "
"Om Richard..!" teriak Alana dengan gembira, dia tidak sadar dimana dia berada sekarang. Sehingga banyak pasang mata yang memandang ke arah dirinya.
"Al, suaramu kurang kencang " kata Aisha, tetapi Alana tidak mengindahkan ucapan Aisha. Dia masih asik bicara dengan Om Richard nya.
"Alana, dimana sekarang. Apa tidak kuliah ?" tanya Om Richard, karena melihat dari video call yang mereka lakukan.
"Sudah selesai Om Richard, di Indonesia sudah jam 12 siang ini. Om itu lagi apa sekarang, bukan kah sekarang di Inggris masih malam ?" tanya Alana curiga, melihat omnya masih terbuka matanya. Belum tidur.
"Om tadi ada temuan bisnis dengan client, dan langsung cari hiburan diluar bersama teman-teman" tutur Om Richard Alana.
"Jangan bilang, kalau Om Richard habis dari clubs malam ?" selidik Alana, matanya dipicingkan nya menatap Om nya dari sambungan telepon.
"Ha..ha.. keponakan Om tersayang, Om sudah dewasa ya. Kalau ke club' malam tidaklah apa-apa, yang tidak boleh itu Alana yang masih bau susu " ledek Om Richard nya.
"Om, Alana sudah besar ya. Alana sudah punya pacar, Om saja yang masih betah ngejomblo " balas Alana.
"Awas ya, jika orang itu menyakiti keponakan Om yang bawel ini. Om akan hancurkan dia " ucap Om Richard Alana dengan perkataan yang serius.
"Sudah cukup membicarakan Alana Om, Alana ingin mengenalkan seseorang kepada Om. Agar Om tidak ngejomblo sampai tua " kata Alana.
"Mulai Alana ini " dalam benaknya Aisha, dan mulai siaga apa yang akan dilakukan temannya tersebut.
"Siapa sayang ? apa dia secantik Alana dan sebawel Alana. Kalau bawel seperti Alana Om nolak, ngadapi Alana seorang saja Om sudah pusing" ngekeh Om Richard.
"Huh.. Om, Alana tidak bawel ya " Alana pura-pura merajuk, dan bibirnya manyun kedepan.
"Iya, keponakan Om nggak bawel. Alana anak terbaik "
"Mau kan Om, kenalan dengan Aisha. Anaknya baik Om " promo Alana terhadap teman baiknya tersebut.
"Jelas baiklah, kalau sakit tidak mungkin keluar kan. Makan-makan di restoran dengan Alana " kata Richard.
"Huh om..ntar ya Om, Aisha sini " Alana memanggil Aisha agar mendekat kedirinya.
"Ogah..!" Aisha menggelengkan kepalanya.
"Sini..!" seru Alana dengan suara yang keras, sehingga Richard yang melihat dari layar gawainya tertawa geli.
"Kenapa sayang, apa temanmu tidak mau berkenalan dengan Om ?" tanya Richard.
"Iya Om, malu-malu meow dia Om " ledek Alana kepada Aisha.
"Al, awas kau " ancam Aisha kepada Alana.
"Ini dia Om " tiba-tiba Alana mengarahkan gawainya kewajah Aisha, sehingga Aisha kaget dan langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"Aish..buka tangan mu, biar Om Richard bisa melihat kecantikan mu " kata Alana.
"Kau kira aku barang pajangan, untuk dilihat dulu. Baru dibeli " ujar Aisha, dan kedua tangannya masih berada di wajahnya.
Richard tertawa melihat tingkah laku keponakannya dan temannya.
"Alana, mungkin temannya takut melihat Om " ujar Om Richard.
Saat gawai Alana tidak kearah lagi, dengan cepat Aisha bangkit dan beranjak pergi .
"Ais ! mau kemana ?"
"Toilet " jawabannya, tanpa menolehkan wajahnya.
"Lihat Om, kabur dia ke toilet " Alana mengarahkan gawainya kembali kearah Aisha, tetapi Richard hanya dapat melihat badan ramping dan tinggi Aisha dari belakang.
"Saat ini Om hanya bisa melihat punggungnya saja "
"Apa Alana tidak ada fotonya ?"
"Ha..ha..Aisha anti foto Om, dia takut kecantikannya hilang saat di foto " kata Alana.
"Hah..masa ada orang yang tidak suka di foto ?"
"Ya ada Om, Aisha orangnya "
"Satu pun juga tidak pernah ada gambarnya ?"
"Ada Om, tapi jelek-jelek ekspresi wajahnya dibuat Aisha "
"Sungguh menarik " ucap Richard.
Next
Maaf jika ceritanya alur lambat, kalau mau alur cepat. Baca cerpen saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
VANESHA ANDRIANI
jeslyn mau di kemanain om
2021-10-15
0
🍃❄️ WAHYUNINGTIYAS❄️🍃
kata" sakral "menarik" 🤭
2021-10-03
0
Yunee Quinn
malu2 meow
2021-09-28
0