"Kita Doakan yang terbaik ya Pak, Bu. Kami hanya bisa mengusahakan yang terbaik, masalah umur itu hanya Tuhan yang tahu ," ucap Dokter.
"Saat ini kita tunggu saja, kami akan melakukan semampu kami ," kemudian Dokter dan suster kembali masuk.
Selesai Dokter menjelaskan keadaan Alana, papa dan mama Alana duduk lemas.
"Permisi pak, Bu. Nanti kami akan kembali saat pasien sudah sadar ," ucap Polisi.
"Dony, apa sebenarnya yang terjadi. Saya dengar tadi kalian tidak bersama dalam satu mobil ?" tanya Papa Alana kepada Dony.
"Maaf Om." Dony bangkit dan bersimpuh didepan mama dan papa Alana.
Papa dan Mama Alana kaget, melihat Dony yang tiba-tiba bersujud didepan mereka duduk.
"Dony..! bangkitlah, jangan bersujud kepada kami. Ceritakan apa yang sebenarnya terjadi ?" ucap Papa Alana, sedangkan mama Alana hanya diam saja. Sudah habis energinya untuk berkata apapun juga, dia hanya ingin kesembuhan putrinya.
Sambil duduk dilantai, dihadapan kedua orang tua Alana. Dony menceritakan semua, seperti apa yang diceritakannya kepada kedua orang tuanya tadi.
"Om, Dony tidak ada hubungan dengan gadis itu. Dony berani sumpah om, biarlah Dony kecelakaan jika...."
"Dony..!"
Ucapan Dony terhenti, ketika papanya menghentikan dirinya. Agar jangan membuat sumpah dalam keadaan hati yang kacau .
"Jangan mengucapkan sumpah sembarangan Dony, sudah cukup Alana dalam keadaan begini," kata Papa Alana.
"Maafkan Dony Om, Dony tidak bisa menjaga Alana ," ucap Dony sambil menangis, dia tidak perduli banyak pasang mata yang memandang dirinya dengan perasaan yang iba.
"Sudahlah Dony, ini juga bukan kesalahan kamu semata. Om tahu, putri om itu juga pencemburu."
"Kamu katakan sejujurnya Dony, kamu tidak ada hubungannya dengan gadis itu kan ?" mama Alana membuka suaranya, dengan bertanya kepada Dony. Mengenai perasaannya kepada gadis yang membuat Alana cemburu.
"Dony jujur Tante, Dony tidak ada hubungannya dengan dia. Dia hanya Dony anggap sebagai sekretaris, kami juga berkomunikasi mengenai pekerjaan saja. Kalau Om dan Tante masih curiga, saya akan memecatnya ," ucap Dony dengan sungguh-sungguh.
"Tidak perlu sampai memecatnya Dony, jangan gara-gara kecemburuan Alana. Dia kehilangan pekerjaan ," kata papa Alana.
***
Mobil berhenti didepan rumah Alana, dan seorang pemuda turun dengan tergesa-gesa.
"Ais...Aisha...!" teriak pemuda tersebut.
"Aisha....!" ulangnya kembali memanggil Aisha.
Pintu rumah Aisha terbuka, dan muncul seraut wajah yang jutek. Karena terganggu mendengar suara pria yang memanggilnya.
"Apa kau kira ini hutan?" suara Aisha jutek.
"Aisha..! kau belum tahu ," kata David.
"Tahu apa, kalau bicara yang jelas. jangan sepotong-sepotong."
"Alana...Alana..!" suara David ragu untuk mengatakannya.
"Kenapa dengan Alana !?"
"Dia...."
"Dia..apa, katakan cepat !" teriak Aisha, yang curiga kepada David yang berat untuk berkata.
"Dony, menghubungi ku tadi. Alana kecelakaan."
Deg...
Aisha lemas seketika, dia oleng. Dengan sigap David yang berada didepannya memegang Aisha, sehingga Aisha tidak sempat mencium lantai.
David membimbing Aisha untuk duduk.
"Apa yang terjadi, kenapa Alana kecelakaan?" tanya Aisha kepada David.
"Aku juga belum tahu ceritanya, Dony menghubungi diriku tadi. Dia bertanya nomor telepon orang tuanya Alana kepada diriku ."
"Kenapa dia bertanya kepada mu, kenapa dia tidak menghubungi diriku ?"
"Aku juga heran, mungkin waktu itu dia kalut. Sehingga tidak tahu siapa yang harus dihubunginya."
Aisha bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju luar rumahnya.
"kau mau kemana Ais..?" tanya David.
"Aku mau kerumah sakit ," jawab Aisha dengan meneruskan langkahnya.
"Dengan memakai baju daster begitu ?" tanya David yang melihat saat ini, Aisha hanya memakai daster batik.
Aisha berhenti dan melihat kearah badannya, dan baru sadar dia hanya memakai baju tidur dan tidak memakai sendal.
"Ganti baju mu, kita pergi bersama ," ucap Dony kepada Aisha.
Aisha masuk kedalam rumahnya, dan tak lama kemudian dia sudah keluar dan tas selempang sudah bertengger dibahunya.
"Kenapa cepat sekali Ais, apa kau tidak mandi dulu ?"
Tapi pertanyaan David tidak ditanggapi Aisha, jika pertanyaan itu diucapkan David saat pikirannya tidak kusut. Pasti mulut Aisha sudah panjang lebar menanggapi perkataan David.
David tahu, pikiran Aisha tidak bersamanya. Aisha memikirkan keadaan sahabatnya.
"Ayo." David membukakan pintu mobil dan Aisha masuk tanpa ada mengeluarkan sepatah kata pun juga.
Dalam perjalanan menuju rumah sakit, hanya keheningan yang ada. David sudah berulang kali mengajak Aisha berbicara, tapi Aisha hanya menjawabnya dengan sepatah dua patah kata. Selanjutnya dia hanya diam saja.
Begitu mobil memasuki area rumah sakit, dengan tidak sabaran Aisha ingin turun.
"Sabar Ais.." kata David dan melihat kearah Aisha, sehingga mobil David hampir menyerempet orang yang sedang melihat kearah ban mobilnya.
"Oww...hati-hati, ada orang Segede ini apa tidak kelihatan !" seru orang tersebut.
"David..!" Aisha juga kaget, melihat David hampir menabrak orang.
"Hushh.. hampir saja, orang itu juga kenapa mundur-mundur begitu. Apa dia tidak lihat ada mobil mau parkir ," ucap David dengan perasaan yang kesal, Karena dirinya hampir menabrak orang tersebut.
Aisha turun, begitu mobil David berhenti dengan sempurna.
"Maaf mas, teman saya ceroboh ," ucap Aisha kepada orang yang hampir menjadi korban David.
"Mas..? apa kau kira aku mas..mas.." ucap orang yang memakai topi dan masker diwajahnya.
"Maaf Tuan." Aisha mengulangi lagi permintaan maafnya.
"Kau bilang aku tuan ?" ucap orang tersebut.
"Sudah Aisha, tidak usah di urus orang ini. Ayo kita masuk ." David menghampiri Aisha yang sedang berbicara dengan orang tersebut.
"Hei..kau harus minta maaf, kau tadi hampir membuat nyawaku melayang !" seru orang tersebut kepada David sambil berkacak pinggang.
"Kau yang salah, kenapa mundur-mundur ," David tidak mau kalah.
"Sudah David, minta maaf saja ," ucap Aisha kepada David .
"Tidak mau, aku tidak salah ," David tidak mau untuk minta maaf.
"Dia tidak mau minta maaf, biar aku saja yang minta maaf. Aku mohon maaf pak, temanku tidak sengaja," kata Aisha.
"Tadi mas, kemudian Tuan dan sekarang bapak. Apa kau tidak tahu melihat aku begitu cantiknya ," kemudian orang tersebut membuka topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.
Begitu masker dan topi terbuka, rambut panjang terurai dengan indah terlihat. Membuat Aisha dan David kaget, Apalagi Aisha ketika melihat wajah yang ada dibalik masker tersebut.
"Mayang...!" teriak Aisha.
"Hehehe..." Mayang hanya tertawa menunjukkan giginya.
"Aisha...!" Mayang memeluk Aisha dengan perasaan gembira, dia bertemu kembali dengan sahabatnya disaat SMA.
"Mayang, apa kabarmu. bukan nya kau pulang kampung setelah SMA ?" tanya Aisha.
"Kampung ku tidak mau menerima anak gila seperti diriku ," ucap Mayang.
"Ternyata kau sadar, bahwa kau gila ," ejek David.
"Hei..kau..! belum minta maaf kepada diriku ya ." melotot Mayang menatap David.
"Cantik-cantik jutek ." dalam benaknya David.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Mayang
waaaaah author bener2 ya nama q ada d sni...awas aja kmu thor klu bkin aq jdi org jahat d sni....😀😀.
2023-03-24
1
Putri Sera
haha judoh nya david nih pasti si mayang
2022-11-26
0
emil lia
David sama Mayang aja
2022-04-20
0