Setelah Rania melihat wajah perempuan itu, dia berlari mencampakan sepedanya begitu saja.
"Hai Rania kenapa kau berlari dimana sepedamu", ucap Wati yang sudah menduduki sepedanya.
"Aku aku aah tidak apa apa ayo temani aku mengambil sepeda", ujar Rania tidak memberitahu Wati karena dia tidak mau membuat Wati ketakutan.
Setelah Rania mengambil sepedanya mereka berdua langsung pulang ke rumahnya.
"Lho nduk kok cepat sekali pulangnya", ucap bude Walimah yang sedang membersihkan halaman rumah.
"Iya bu tadi ada penemuan mayat di belakang sekolah, makanya kepala sekolah memulangkan kami semua dan besok kami akan libur untuk sementara waktu", jawab Wati dengan berjalan memasuki rumah.
Sementara Rania yang sedang berganti baju di kamar dikejutkan dengan kehadiran hantu perempuan yang dibuang dibelakang sekolah, dia memberitahu namanya adalah Marni.
Marni menjelaskan pada Rania jika dia dibunuh oleh paman nya sendiri yang berusaha mengambil kehormatanya.
Karena Marni menolak dan melawan paman nya dia dipukul menggunakan gagang golok, dan yang membuatnya meninggal adalah karena besi dari golok itu jatuh mengenai perutnya yang membuat semua isi perut Marni terburai keluar.
"Tolong beritahu ibuku jika paman yang sudah membunuhku", ucap Marni dengan berlinang air mata.
"Baiklah mbak Marni, tapi aku takut mereka tidak percaya padaku", jawab Rania dengan menundukan kepalanya.
"Tenanglah beritahu ibuku jika aku merekam pembicaraan paman pada malam dimana dia membunuhku tapi ponselku terjatuh disaat paman membuang tubuhku dibelakang sekolah, minta polisi mencari ponselku itu karena itu bisa menjadi barang bukti".
Disaat Rania sedang berbicara dengan Marni tiba tiba saja Evana dan Petter datang, membuat Marni yang masih baru didunia perhantuan takut dan menghilang.
"Ah kalian mengagetkan saja", seru Rania dengan memegangi dadanya.
"Sory honey, aunty kesini karena mencium bau mayat yang masih baru", ucap Evana.
"Iya Rania kami hawatir jika kau diganggu makanya kami datang mencarimu", ujar ,petter yang memandang ke segala arah.
"Kalian tidak usah hawatir, tadi memang ada hantu yang baru saja meninggal, dia meminta bantuanku untuk mengungkapkan kematian nya".
"Lalu apa yang bisa kami bantu honey", tanya Evana dengan memandang wajah Rania.
"Kalian bisa menemaniku saja tapi jangan membuat hantu mbak Marni takut pada kalian, kasian dia dibunuh paman nya sendiri", jawab Rania seraya merebahkan tubuhnya ke tempat tidur.
Setelah itu Evana dan Petter berusaha mencari arwah Marni yang bersembunyi karena takut pada mereka, Marni kembali ketempat dimana mayatnya dibuang.
"Hai kemarilah jangan takut pada kami, kau sama seperti kami sekarang", ucap Evana yang terbang mendekati Marni.
"Hai aku Petter dan ini mamaku, kami teman nya Rania gadis yang kau mintai tolong untuk mengungkap kematianmu".
"Maaf aku tidak mengganggu Rania, aku hanya meminta bantuan nya saja", ucap Marni dengan wajah ketakutan.
"Kami tidak akan menyakitimu, tenanglah kami akan membantumu menguak kematianmu supaya jiwa mu tenang di alam keabadian", ujar Evana dengan menenangkan Marni.
"Ayo ikut kami kerumah Rania, mulai besok kita akan mengungkapkan misteri kematianmu", ajak Petter dengan meraih tangan Marni.
Mereka bertiga terbang dikegelapan malam menuju rumah Rania.
Simbah yang baru saja melakukan ibadah terkejut karena melihat kehadiran hantu baru selain Evana mama Petter.
"Kau siapa", pekik simbah dengan wajah terkejut melihat Marni ada didalam rumahnya.
"Dia Marni mbah teman baru Rania", jawab Petter menjelaskan.
"Aduh Rania kenapa kamu membawa pulang semua teman hantumu, lama lama rumahku ini penghuninya akan lebih banyak hantu daripada manusia", ucap simbah seraya berjalan masuk ke kamarnya.
...Bersambung. ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
🥀princes_novel❤️🥀
langsung ketawa saya Thor baca keluhan nenek a Rania 🤣🤣ada serem2 dan lucu a🤭🤭
2024-02-09
0
Aya Vivemyangel
😂😂😂 si Mbah kocak
2022-05-31
0
Rusli Adi
kwkw
2022-05-16
0