Setelah menolong warga yang kerasukan mbah Karto meminta semua warga lebih hati hati dan memperbanyak ibadah, karena hanya itu yang dapat menolong mereka dari makhluk makhluk tak kasat mata itu.
Sementara mbah Wongso yang sedang bersembunyi meminta jin peliharaan nya untuk membawa Rania ke lereng gunung agar segera bisa di tumbalkan, dan membuat mbah Wongso bisa mengalahkan mbah Karto serta menguasai semua warga dibawah perintahnya.
Sedangkan Rania yang sedang berada di kamarnya terbangun dari tidur karena Petter mengetuk ngetuk jendela kamar nya dari luar, merasa terganggu dengan ketukan itu Rania menghampiri Petter di luar jendela kamar nya.
Tanpa Rania sadari ternyata yang sedari tadi mengetuk jendela nya bukan lah Petter melainkan jin peliharaan mbah Wongso, yang dengan cepat menangkap Rania dan membawanya ke lereng gunung tempat mbah Wongso bersembunyi.
Mbah Wongso yang kini mendapatkan Rania dengan cepat melakukan ritual persembahan untuk menumbalkan nyawa Rania, yang sebagai ganti nya mbah Wongso akan lebih sakti dan semakin kaya.
Asap dupa yang mengepul di udara dan bunga tujuh rupa beserta ayam cemani sudah ada di depan mbah Wongso yang tengah membaca mantra, udara dingin dan sunyi semakin membuat suasana disana semakin mencekam.
Rania menangis meronta ronta memohon supaya di lepaskan, tapi mbah Wongso hanya mengacuhkan nya.
Di sela sela tangisan nya Rania teringat wajah papa dan mama nya, dia menangis memanggil kedua orang tua nya.
Mbah Wongso yang sudah memotong kepala ayam cemani kini nampak semakin kencang membaca mantra seakan memanggil seseorang untuk datang, angin kencang tiba tiba saja datang membuat pintu gubuk tua itu yang tadi nya tertutup jadi terbuka lebar.
*W*uuuuushhh wuuuushhhh...
*B**raaaaaak* !!!
Suara kayu kayu yang berjatuhan mengiringi kepulan asap yang membumbung tinggi di udara membentuk sosok yang sangat menyeramkan.
Wujudnya sangat mengerikan dengan badan yang tinggi besar berbulu seperti gorila dengan taring yang panjang mencuat ke atas dan ke bawah, mata nya besar berwarna merah menyala menatap Rania dengan dingin tubuh tubuh nya yang di penuhi belatung berceceran jatuh di tanah.
Rania yang semakin ketakutan sudah tidak berdaya lagi melihat wujud mengerikan makhluk pujaan mbah Wongso, saat dia akan di tumbalkan tiba tiba saja ada cahaya putih yang menyilaukan mata menabrak makhluk menyeramkan itu seketika tubuhnya terpental jatuh keluar gubuk.
Mbah Wongso yang berusaha melarikan diri seakan tidak bisa menggerakan tubuhnya, dia berusaha memanggil hantu hantu dan jin peliharaan nya tapi belum sampai mbah Wongso menyelesaikan mantra nya mbah Karto datang dengan seorang pria tua mengenakan jubah putih dengan jenggot panjang yang berwarna putih juga.
Pria tua itu membawa tasbih ditangan nya dan membaca doa doa yang membuat makhluk mengerikan itu kepanasan dan berteriak kencang.
*H**oowwaaaa howaaaaaaa*...
*D*engan gigi taring nya yang mencuat keluar dari mulutnya.
Sementara mbah Karto terus melawan mbah Wongso yang terlihat mulai bisa menggerakan badan nya, kedua pria tua itu nampak bertarung dengan ilmu kanuragan nya.
Ilmu hitam mbah Wongso seperti akan memasuki tubuh mbah Karto, dengan cepat mbah Karto menghindar dan membaca mantra mantra yang kini membuat mbah Wongso berguling guling seperti cacing kepanasan.
Sedangkan diluar sana pria tua yang mengenakan jubah putih itu nampak melemparkan tasbih yang sedari tadi dipegang nya ke arah makhluk mengerikan itu seraya berkata dengan ijin Allah aku akan memusnahkanmu.
*W**wuuuuuush*....
*T*iba tiba api membakar tubuh menjijikan makhluk mengerikan itu dengan cepat dan membuatnya menjadi abu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
🥀princes_novel❤️🥀
cerita a bagus bget Thor baca dari awal menarik simpel tapi dpat rasa merinding a hebat banget author 👍👍👍
semoga author sukses slalu maaf saya jarang komen krna fokus baca🤭🤭🤭
2024-02-09
0
Cahaya Hayati
waw saya suka padat dan berisi
2021-10-15
2
Liani.
keren banget
2021-05-17
1