Setelah Rania dan Petter berjalan melewati beberapa penabuh gendang mereka nampak sibuk mencari letak pendopo di desa ini, karena bentuk rumah di kampung ini hampir sama semua dan membuat mereka sedikit bingung.
Mereka terus berjalan melewati beberapa warga dengan beraneka ragam wujud dan bentuk, meski beberapa wujud ada yang membuat Rania takut dan hampir berteriak Petter selalu mengingatkan nya untuk diam karena sekali saja dia bersuara semua warga desa gaib akan menyadari kehadiran mereka.
Sampailah Rania dan Petter disebuah tempat yang berbeda dari bangunan lain nya, Rania berbisik pada Petter jika ini adalah pendopo desa.
"Petter ayo kita masuk, disini adalah tempat dimana hajatan itu akan berlangsung jadi aku yakin ini adalah pendopo nya", ujar Rania yang berbisik ditelinga Petter.
"Baiklah ayo kita segera masuk dan temukan papan nisan itu", ucap Petter yang sedang menggandeng tangan Rania dan memasuki pintu pendopo.
Setelah itu mereka terus berjalan kesegala arah, sampai pada akhirnya ada cahaya dengan suar emas memantulkan cahaya kebatu berlian yang Rania bawa.
"Petter lihatlah batu ini memantulkan cahayanya ayo kita ikuti saja cahaya ini ada dimana", ajak Rania dengan berjalan terburu buru.
"Pelan pelan saja jalan nya nanti kau akan tersandung Rania".
Setelah menaiki tangga dan masuk kedalam ruangan yang sangat gelap mereka menemukan asal cahaya keemasan itu dibalik kain yang di tutupi dengan bunga bunga.
Rania segera membuka kain penutup itu dan mengambil papan nisan itu menyatukan nya dengan batu berlian yang dia bawa.
Seketika cahaya itu menyatu dan membentuk huruf arab dengan warna keemasan, Rania dan Petter segera pergi dari tempat itu sebelum hal hal yang tidak diinginkan terjadi.
Ketika Rania dan Petter sudah didepan pintu pendopo, makhluk dengan badan setengah kuda dan setengah manusia mengejar mereka.
Mereka yang ketakutan berlari kesegala arah dengan terus bergandengan tangan supaya tidak terpisah.
"Kembalikan nisan itu", ucap makhluk jadi jadian tadi dengan suara yang berat.
"Ti tidaak... Ini bukan milikmu aku akan mengembalikanya ketempat asalnya", jawab Rania dengan badan bergetar karena ketakukan.
"Ayo kita kabur saja Ran, semakin lama kita berhenti sebagian besar dari mereka akan membantunya menangkap kita", bisik Petter ditelinga Rania.
Rania yang mengerti dengan maksud Petter langsung berlari tanpa memberi aba aba, Petter yang terkejut sempat tertinggal ditempat itu.
Dengan cepat Petter menyusul Rania yang sudah hampir sampai di pohon kembar yang didalamnya ada pemakaman seseorang yang papan nisan nya dia bawa.
*W*uuuuusssshhh...
Petter mengambil papan nisan itu dan terbang menuju ke pondok tua asal nisan ini berada.
Makhluk jadi jadian itu murka melihat Petter mengambil nisan itu dia seperti akan memangsa Rania tapi seperti ada kekuatan yang mendorong Rania masuk kedalam pondok dimana kuburan tanpa nisan itu berada sehingga dia selamat dari makhluk menyeramkan itu.
Petter yang baru saja tiba terkejut melihat Rania yang sudah sampai terlebih dulu.
"Waah kau hebat sekali Rania baru beberapa hari menjadi jiwa tanpa raga tapi kau bisa terbang lebih cepat dariku", ucap Petter dengan meletakan nisan itu ketempat asalnya.
"Apa maksudmu Petter aku saja tidak tau bagaimana bisa sampai disini", jawab Rania seraya menancapkan papan nisan itu.
Setelah itu tidak berselang lama keluarlah cahaya keemasan yang begitu menyilaukan mata Rania dan Petter keduanya memejamkan matanya dan merasa ada sesuatu yang menarik badan mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
vi
dia jin islam kaj?kalau gk salah di sebut makmum
2022-07-12
0
Rofi Rohim Fikah
butuh prjuangn..serem jg y
2022-01-22
2
✨ĐⱤ₳₥₳: 🆀🆄🅴🅴🅽 🅱 👑
siapa tuh yg narik 🤔😳
2021-12-15
0