Petter melesat dengan cepat ke arahku sampai bulu kuduk ku meremang karena angin yang menyapu leherku, Petter berkata jika mbah Karto memintanya untuk menemaniku sampai ke rumah.
Setelah sampai di rumah sudah banyak warga dan juga keluarga ku yang berdatangan untuk mencariku, dengan berlinang air mata mama memelukku seraya berkata jangan tinggalin mama lagi ya.
"Aku gak apa apa kok ma, tapi tadi aku hampir di tumbalkan oleh bapak tua itu, dan seorang temanku menolongku pergi dari gubuk tempat bapak tua itu menumbalkan nyawa orang lalu aku bertemu mbah Karto yang saat ini sedang melawan hantu hantu peliharaan orang jahat itu".
"Astagaa... Siapa yang begitu tega ingin mengambil hidupmu nak", tanya mama masih dengan berlinang air mata.
Lalu papa memapahku masuk kedalam rumah menemui simbah yang terbaring sakit karena memikirkanku, aku lihat Wati dan bude sedang memijat simbah.
"Mbah Rania sudah pulang", ucapku seraya memeluk erat simbahku yang nampak lesu itu.
"Kamu di antar siapa itu nduk kenapa dia masuk kesini, bukan nya mbah Karto sudah memagari rumah ini", tanya simbah.
"Dia Petter temanku mbah, dia hantu yang baik dia yang menolongku pulang dan berhasil kabur dari hantu hantu jahat itu".
Semua yang ada di kamar simbah bingung dengan pembicaraan kami, karena hanya aku dan simbah yang bisa melihat keberadaan Petter di rumah ini.
Tanpa banyak menjelaskan aku meminta simbah istirahat kembali karena perutku sangat lapar, karena ternyata aku sudah tersesat di hutan belantara itu selama tiga hari padahal perasaanku baru semalam saja aku tersesat.
Mama meminta ku mandi dulu baru kemudian makan karena baju ku yang sudah sangat lusuh dan kotor itu menimbulkan bau tidak sedap.
"Oke mama Rania mandi dulu titip Petter ya jangan bolehin dia pergi dulu aku masih membutuhkan bantuan nya", ucapku seraya berjalan ke kamar mandi.
Mbah Karto datang menjelaskan semua yang terjadi tapi mbah Karto belum tau siapa dalang di balik semua bencana di desa ini.
Lalu semua warga pulang ke rumahnya masing masing yang tersisa hanya keluargaku dan mbah Karto, mbah Karto harus berdoa dan berpuasa selama beberapa hari untuk menguak semua misteri ini.
Tapi setelah tirakat itupun mbah Karto belum tau pasti apa pelaku sebenarnya bisa terungkap karena usaha yang akan dilakukan nanti bergantung pada kehendak yang maha kuasa.
Kami semua diminta membantu dengan berdoa dan lebih mendekatkan diri pada Tuhan yang maha kuasa, supaya keluarga kami dapat perlindungan juga.
Karena menurut mbah Karto aku sudah menjadi target makhluk pujaan orang yang ngilmu hitam itu, jadi aku akan lebih sering diganggu oleh hantu hantu peliharaanya sampai aku dapat di jadikan tumbal persembahan.
Petter berjanji akan menjagaku dan selalu menolongku mbah Karto pun sangat senang karena Petter sangat baik padaku sehingga mbah Karto memberikan ajian mantra padanya jika kelak dia tidak bisa menolongku karena ketidakmampuan nya mbah Karto meminta Petter membaca ajian mantra itu supaya raga mbah Karto dapat menemukan keberadaanku dan menolongku dari mangsa makhluk haus darah itu.
Petter sangat senang karna dipercaya oleh mbah Karto yang membuatnya bisa bersamaku tidak sendirian lagi didalam gudang sekolahku.
Malam semakin larut kami semua tertidur lelap kecuali mbah Karto, simbahku dan papa yang masih terjaga diruang tamu seakan menunggu sesuatu datang.
Mbah Karto memberitahu papa kalau aku mempunyai seorang teman hantu yang menjaga dan menolongku yang saat ini dia berada di dekatku, dan papa diberitahu supaya tidak takut jika melihatku berbicara sendiri karena pastinya aku sedang berkomunikasi dengan Petter teman hantuku itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
Sintyaa
kenapa gk sekolah d kota aja Rania..knpa sekolah d kampung yg menyeramkan..kn aku jadi akuuutttt.
2022-07-30
0
Hana Humayra
pelan pelan..
tapi pasti..
2022-07-27
0
ailify_
perut agak mual cuy pas baca belatung, tapi rill ceritanya baguss💯
2022-06-26
1