Hari yang di tunggu tiba mbah Karto yang baru pulang dari kota langsung menemui Rania di rumah simbah nya, Rania menjelaskan semua penglihatan nya saat dia dirasuki mbak Lastri.
Mbah Karto sangat terkejut mengetahui jika adik kandung nya sendiri yang menjadikan tumbal warga desa ini untuk kesaktian dan kekayaan nya, nampak amarah dari guratan wajah mbah Karto.
Sementara di rumah nya mbah Wongso, dia sudah mengetahui jika akan ada hal buruk yang akan menimpa dirinya, akhirnya dia memilih bersembunyi di lereng gunung yang sangat di keramatkan warga desa.
Mbah Karto memimpin warga bersama pak kepala desa berjalan mendatangi rumah mbah Wongso yang ternyata sudah kosong, bahkan istri dan anak cucu nya juga tidak ada.
Mas Agus yang mengikuti rombongan mbah Karto dari belakang terlihat sangat marah, dia berlari membawa golok masuk kedalam rumah mbah Wongso tapi dia tidak menemukan siapa pun disana.
Mas Agus sudah tau jika mbah Wongso yang telah membunuh istrinya untuk di tumbalkan pada iblis pujaan nya, mbah Karto yang mengerti amarah mas Agus hanya bisa menenangkan nya.
Mbah Karto berjanji akan menyelesaikan masalah ini dan menemukan mbah Wongso secepatnya, bagaimanapun ini sudah menyangkut hukum dunia jadi mbah Wongso harus diserahkan pada pihak yang berwajib karena jika tidak warga yang akan menghukumnya sesuai hukum adat desa.
Semua warga berpencar mencari keberadaan mbah Wongso, sementara mbah Karto dengan ilmu kebatinan nya berusaha melacak dimana mbah Wongso bersembunyi.
Hari semakin larut tapi warga belum berhasil menemukan mbah Wongso, lalu pak kepala desa meminta semua warga untuk pulang ke rumah nya masing masing dan membentuk tim penjaga di pos kampling desa.
Mbah Karto yang masih bersemedi diruangan khusus belum juga keluar dari sana, hanya mas Agus yang menunggu mbah Karto semedi karena tidak sabar ingin mendengar keberadaan mbah Wongso dimana.
Sementara di rumah nya Rania yang mendengar mbah Wongso menghilang, malah semakin ketakutan jika tiba tiba dia akan diculik oleh hantu hantu jahat peliharaan mbah Wongso.
Petter yang selalu berjaga didekat Rania juga nampak gelisah, mengingat situasi di desa Rawa belatung saat ini sangat mencekam karena mbah Wongso yang masih bebas berkeliaran diluar sana bisa mengancam nyawa siapa saja yang di inginkan nya.
Simbah juga nampak takut didalam kamarnya, berkali kali terdengar simbah mengaji dan berdoa memohon perlindungan untuk anak cucunya.
Bude Walimah yang tidak tau apa apa sama seperti Wati hanya bisa berdoa pada yang maha kuasa, meminta perlindungan dari ancaman iblis pujaan mbah Wongso.
Entah kenapa malam ini nampak berbeda seisi desa nampak sunyi tidak seperti biasanya, terkadang ada beberapa warga yang berkeliling di jalanan desa untuk berjaga jaga jika mbah Wongso kembali.
Malam ini terasa sangat panjang untuk dilalui banyak kejanggalan yang tidak bisa di ceritakan oleh warga yang berjaga di post kampling, karena tiba tiba sering ada bayangan bayangan putih yang beterbangan diatas pohon tapi ketika mereka mencari tau bayangan itu hilang berganti dengan bau busuk seperti bangkai.
Tidak hanya bayangan kini hantu hantu itu menampakan wujudnya, warga yang melihatnya berhamburan tidak tentu arah dan ada juga warga yang kerasukan berusaha mencelakai dirinya sendiri.
Mbah Karto yang mendengar kekacauan di post kampling segera menghentikan semedi nya, dan menyembuhkan warga yang kerasukan itu supaya tidak terjadi hal yang lebih buruk lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
Hasnah Siti
kasian sekali sama mas agus...😓
2022-08-05
0
Ida Widia
ceritanya bener bener horor...tp manteep
2022-07-27
0
Eshal Tulle
nggak masuk akal ini...
sejak kapan ada hukum untuk Hal2 gaib?
2022-02-23
1