Keesokan harinya simbah dan bude Walimah pergi ke rumah Lek Ngatini untuk memberitahu mas Agus jika semalam Rania dirasuki arwah mbak Lastri yang meminta tolong disempurnakan jasadnya, mendengar ucapan simbah mas Agus sangat terkejut tidak percaya jika istrinya sudah meninggal.
"Ayo Gus kita cari jasad istri mu, kasihan sudah lama dia menunggu di hutan sana", ucap simbah seraya menepuk pundak mas Agus.
"Tapi mbah kenapa Lastri bisa meninggal di hutan sana mbah sedangkan jarak hutan itu dengan rumah kami jauh, apa yang Lastri lakukan disana", jawab mas Agus dengan berderai air mata.
"Sudah Le nanti biar mbah Karto yang menjelaskan padamu kalau dia sudah pulang dari kota, lebih baik sekarang kamu cepat cari jenazah istrimu dan segera disempurnakan biar dia tenang di alam sana", ucap simbah yang masih menenangkan mas Agus.
Sementara Lek Ngatini hanya terdiam memeluk cucu nya anak dari mbak Lastri dan mas Agus yang masih balita, kemudian simbah dan bude pamit pulang disusul mas Agus dan beberapa warga yang akan berangkat ke hutan mencari jenazah mbak Lastri.
Di rumah Rania sudah bersiap dengan Wati dan Petter untuk mengantar mas Agus mencari dimana letak jenazah mbak Lastri, Petter jalan terlebih dulu di depan kemudian Rania dan semua orang yang berjalan mengikuti dibelakang Rania.
Petter terbang mengambang ke gorong gorong belakang hutan karet dan menemukan tengkorak yang masih memakai baju gamis terusan dengan kerudung berwarna coklat, Rania terperanjat melihat ada tengkorak manusia di depan nya langsung berhenti tiba tiba.
Mas Agus langsung mendekati tengkorak itu dan menemukan kalung dan cincin milik mbak Lastri yang ada didekat tengkorak itu, dan mas Agus juga bilang jika terakhir mbak Lastri menghilang memang memakai baju yang sama seperti yang ada di tengkorak itu.
Mas Agus sudah tidak bisa membendung kesedihan nya langsung menangis sejadi nya, semua warga membantu mas Agus mengangkat tengkorak mbak Lastri dengan hati hati.
"Uwes Gus ikhlasno wae istrimu dia sudah tenang di alam sana, ayo kita segera kuburkan secepatnya kasihan Lastri Gus jangan di tangisi terus", ucap pak kepala desa yang ikut membantu membawa jenazah mbak Lastri.
Mas Agus membawa pulang jenazah mbak Lastri untuk disucikan dan menguburnya hari itu juga, Rania Wati dan Petter kembali ke rumahnya untuk memberitahu simbah dan bude jika jenazah mbak Lastri sudah ditemukan dan akan dikuburkan sekarang juga.
Simbah dan bude walimah belum berani mengatakan yang sebenarnya pada mas Agus penyebab kematian mbak Lastri karena tidak ingin membuat keributan di antara warga, jadi simbah dan bude memutuskan menunggu mbah Karto pulang dan memintanya menjelaskan pada semua warga jika yang bertanggung jawab atas semua kejadian mengerikan yang terjadi di desa rawa belatung adalah karena ulah adik kandung nya sendiri yaitu mbah Wongso.
Simbah dan bude Walimah pergi lagi ke rumah Lek Ngatini untuk melawat mbak Lastri yang akan segera dikuburkan, Rania yang ingin ikut pergi dilarang simbah karena takut kalau Rania akan diincar oleh makhluk peliharaan mbah Wongso dijalan mengingat jarak rumah Lek Ngatini dan mbah Wongso sangat dekat beda RT saja.
Sesampainya simbah dan bude di rumah mas Agus suasana duka sangat terasa apalagi mbak Lastri meninggalkan anak yang masih balita, mas Agus yang sudah lebih tegar berusaha kuat menghadapi kenyataan dan membawa jenazah istrinya ke peristirahatan terakhir.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
Nakano miku
ceritanya simple tapi berasa banget gitu horror nya aduh jadi keterusan bacain nya bikin ketagihan 🤣
2022-03-09
0
Santhy Liem
lanjuttt,thor
2022-01-15
0
Cahaya Hayati
baru enak ceritanya ada rada serem gitu
2021-10-15
0