Jam pelajaran hari ini selesai, semua murid mulai meninggalkan sekolah Rania dan Wati masih menunggu papa Rania yang akan menjemputnya disekolah.
*W*uuuuuussshh...
Petter melesat dengan cepat ke arahku yang membuat Wati merinding karena angin yang melewatinya, Rania hanya tersenyum geli melihat tingkah Wati yang ketakutan dengan kehadiran Petter.
Lalu Rania menjelaskan jika angin yang membuatnya merinding itu adalah teman nya Petter hantu di gudang sekolah ini, tapi Wati malah semakin ketakutan mendengar penjelasan Rania.
"Duh Ran bilang sama teman hantumu itu jangan menakutiku karena aku tidak melakukan kesalahan padanya", ucap Wati seraya duduk menempel pada Rania.
"Kamu gak usah takut Wati, Petter bukan hantu yang jahat bahkan dia sering menolongku saat hantu hantu menyeramkan itu berusaha menangkapku", jawab Rania dengan mendorong tubuh Wati supaya sedikit menjauh darinya.
"Tapi teman hantumu itu wujudnya tidak menyeramkan bukan, karena aku sangat takut Rania".
"Ha ha ha... Petter sangat tampan Wati dia memiliki mata biru yang indah", jawab Rania dengan melirik ke arah Petter yang berada di belakangnya.
Mobil papa Rania sudah tiba segera mereka pulang ke rumah karena orang tua rania harus berkemas untuk kembali ke jakarta malam nanti.
"Papa beneran mau pulang ke Jakarta malam ini", tanya Rania pada papanya.
"Iya sayang bos papa sudah membelikan tiket pesawat untuk lusa besok papa dan mama harus berangkat ke Kalimantan Rania", ujar papa nya dengan membelai rambut Rania.
Sesampainya di rumah nampak Anggi mamanya Rania sedang memasukan baju kedalam kopernya, Rania yang baru keluar dari mobil langsung berlari memeluk mamanya dengan menangis karena sedih akan ditinggal pergi orang tua nya.
"Hei Rania sayang kenapa kau menangis", tanya mamanya seraya mengusap air mata putri kesayanganya.
"Mama jangan tinggalin Rania ya hu hu hu", ucap Rania dengan nada terbata bata karena isak tangisnya.
"Mama dan papa harus pergi sayang, nanti jika papa mendapatkan cuti kami akan kesini untuk bertemu denganmu lagi sayang".
"Tapi jangan lama lama ya ma, Rania takut disini sendiri".
"Kamu gak sendiri kok Ran kan ada aku ibu dan simbah", jawab Wati seraya memeluk Rania dan mamanya.
Kemudian mereka membantu mama dan papa Rania berkemas merapikan barang yang akan dibawa ke Jakarta, sementara Petter yang tidak bisa membantu hanya melesat kesana kesini memperhatikan keadaan sekitar rumah.
Simbah yang melihat Petter bertanya padanya tentang kejadian di sekolah cucunya, Petter berkata jika Rania di ikuti makhluk jadi jadian itu saat pelajaran di luar kelas dan hampir saja tertangkap jika Petter tidak memanggil mbah Karto.
Dan mbah Karto yang melawan makhluk itu, tapi Petter tidak tau kejadian selanjutnya karena mbah Karto meminta Petter mengantar Rania kembali ke sekolahnya.
Simbah nampak berpikir keras kenapa cucunya ingin ditumbalkan oleh orang yang tidak dia kenal, sedangkan Rania dan orang tuanya baru saja tiba di desa ini selama beberapa hari.
Sore hari nya orang tua Rania nampak sudah siap berangkat menuju jakarta dengan mobilnya, Rania yang bersedih akan di tinggal pergi orang tua nya hanya bisa menangis dipelukan simbahnya.
"Mbakyu simbah kami titip Rania ya maaf kalau merepotkan kalian", ucap Anggi dengan memeluk simbah dan bude bergantian.
"Iyaa nduk kalian tenang saja kami akan menjaga Rania dan tidak akan membiarkan hal yang buruk terjadi padanya", jawab simbah dengan berlinang air mata.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 311 Episodes
Comments
airy ruyoe
koment nya mewakili....
2023-06-25
0
Aliz
petter katnya hantu anak laki laki, dia umurnya brp?
2023-06-25
0
Dedeh Herawati
ortunya Rania...ko gt....ilang kmrn kwstir ...ko ninggalin Rania yg jls" jd inceran orang jahat bt tumbal ...ko santai aja .... anehhhh
2023-06-21
0