Dissa Sakit Hati

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Daniel mencoba menelepon Dissa lagi, seperti yang diperintahkan oleh Budi. Ketika mendengar suara Dissa, Daniel sedikit lega. Daniel merindukan sesosok Dissa yang biasanya selalu memberikan senyuman sebagai bentuk semangat untuknya.

“ Hallo,” sapa Dissa.

“Halo, Sayang! Kamu baik-baik saja, kan? Kenapa nomor kamu tidak aktif tadi?” tanya Daniel.

“Aku baik-baik saja, Daniel. Tadi ponsel aku low bat," balas Dissa.

“Syukurlah, Dissa. Aku kira ada apa-apa sama kamu," ucap Daniel yang mengkhawatirkan Dissa.

“Daniel, kamu masih ingat janji kamu, kan? Pernikahan kita sebentar lagi,” kata Dissa.

“Aku masih ingat janjiku, Dissa. Secepatnya aku akan pulang," balas Daniel.

“Aku rindu kamu, Daniel," ucap Dissa.

“Aku lebih rindu kamu. Ya sudah, aku matikan teleponnya. Nanti aku hubungi kamu lagi," ucap Daniel mematikan teleponnya.

Daniel berkeliling sekitar Gaza untuk memantau dan melihat keadaan masyarakat di sana. Keadaannya memang sudah baik daripada keadaan sebelum Daniel dan timnya terbang ke Gaza. Jika kondisi di Gaza sudah sedikit membaik seperti ini, Daniel akan terbang ke Indonesia pada hari ini juga.

Daniel menghampiri Budi untuk menanyakan penggantinya jika dia kembali ke Indonesia.

“Bud, tadi aku sempat berkeliling dan melihat masyarakat di sini sudah beraktivitas seperti biasanya," ucap Daniel.

“Iya, Dan. Dua hari setelah kamu belum sadarkan diri, kondisi di sini sudah membaik seperti yang kamu lihat," balas Budi.

“Tapi, Bud, aku takut kamu dan Jesika kekurangan tim. Apa ada tim Dokter yang akan menggantikanku?” tanya Daniel.

“Tenang saja, Daniel. Kamu takut di sini tidak ada yang berjaga-jaga gitu?”

“Tidak perlu panik. Dokter Agus malam ini akan terbang ke Gaza untuk menggantikan kamu," tambah Budi. “Tapi kamu beneran udah gapapa? Kesehatan kamu belum pulih. Yakin gak mau nunda lusa atau dua hari setelahnya baru pulang ke Indonesia?” tanya Budi dengan wajah khawatir. Tentu saja khawatir, karena Daniel baru bangun dari komanya dan kondisinya belum pulih betul.

“Aku baik-baik aja, Bud. Kamu kenapa jadi manis begini?” tanya Daniel tersenyum menampilkan gigi putihnya.

Budi memutar bola matanya malas, lalu berbalik pergi meninggalkan Daniel yang tengah tertawa.

“Ya sudah. Sekarang kamu siapkan semua barang-barangmu. Tapi aku minta maaf karena tidak bisa datang di acara pernikahan kamu dengan Dissa. Sampaikan permintaan maafku ke Dissa.”

“Tenang aja, Bud. Akan saya sampaikan pada Dissa. Saya pergi dulu, Bud. Jaga dirimu baik-baik di sini. Selamat berjumpa lagi di Indonesia, Bud," ucap Daniel sambil melambaikan tangannya.

Daniel langsung menuju tenda untuk segera merapikan barang-barangnya dan tentunya langsung ke Bandara setelah mendapatkan tumpangan dari salah satu rekan kerjanya.

Daniel juga memberitahukan perihal kepulangannya pada Dissa. Dia tersenyum ketika mendengar pekikan senang dari wanitanya itu. Bahagia sekali hanya mendengarnya.

Setelah menghubungi Dissa perihal

kepulangannya, dia langsung berangkat siang itu juga. Sejujurnya kondisi tubuhnya di tentang keras untuk bepergian dengan pesawat. Namun, Daniel mencoba meyakinkan bahwa dia benar-benar bisa mengatasi soal tubuhnya itu. Perjalanan panjang yang ia tempuh hampir 24 jam perjalanan. Jakarta punya langit cerah yang mampu membuat Daniel rindu dengan suasananya. Dia menelepon Dissa bahwa dia sudah sampai di Jakarta. Pria itu memutuskan untuk menunggu sambil duduk di salah satu kafe yang ada di sana.

Dissa meneliti penampilannya dari pantulan cermin. Rambutnya dia urai dan tentunya sedikit polesan bedak dan lipstik. Hari ini ia akan bertemu Daniel. Dia sudah tidak sabar. Setidaknya penampilannya harus terlihat baik. Jarak antara Bandara dan rumahnya tidak terlalu jauh, jadi dia sengaja menunggu Daniel sampai di Jakarta baru ia akan berangkat ke Bandara. Wajah riangnya membuat Dila—Ibunya ikut tersenyum.

“Jemput Daniel? Dia sudah sampai?" tanya Dila menatap wajah putrinya.

“Sudah, Ma. Dissa berangkat, ya.” pamit Dissa sembari mencium punggung jari mamanya.

“Hati-hati, Nak. Ajak Daniel ke sini dulu, ya. Mama sudah masak banyak.” ujar Dila menatap punggung putrinya.

“Siap!” ucap Dissa.

Di sisi lain, Daniel tengah menyeruput kopinya sambil membaca sebuah majalah yang memang tersedia di sana, hingga sebuah tepukan di bahu mengagetkannya. Pria itu menoleh ke belakang dan agak terkejut mendapati Jesika berdiri di sana, dengan koper di sebelahnya.

“Kejutan!” katanya sambil tersenyum.

“Jesika? Kamu?” ucap Daniel terkejut menatap Jesika yang berdiri di belakangnya.

Jesika duduk di kursi yang ada di depan Daniel lalu menatap pria yang kini tengah menunjukkan ekspresi terkejutnya.

“Pasti kamu bertanya-tanya kenapa aku bisa di sini.” ucap Jesika menatap kedua bola mata Daniel.

"Tapi, Jesika, bukankah kamu tidak dibolehkan pulang? Tugasmu di sana masih belum selesai." jelas Daniel.

Wanita itu tertawa sumbang. "Tugasku itu mendapatkan hatimu, Daniel," batin Jesika.

Wanita itu tersenyum singkat. Jujur saja, sulit sekali meluluhkan hati pria yang satu ini. Sudah berbagai cara dia lakukan untuk membuat Daniel melihat ke arahnya, namun yang dia lakukan rasanya hanya sia-sia.

Dari kejauhan, dia melihat Dissa yang berjalan menuju ke arah mereka. Terbesit pemikiran untuk membuat Dissa marah. Setidaknya, sebelum menyerah, dia harus terlihat menang setidaknya sekali.

Jesika menarik lengan Daniel, membuat pria itu menoleh dan Cup! Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir Daniel. Pria itu membulatkan kedua bola matanya, sedangkan Jesika melirik ke arah Dissa untuk melihat ekspresi wanita itu.

Dissa membeku di tempatnya. Awalnya dia mendekat karena ingin memastikan siapa wanita yang bersama calon suaminya itu. Namun ketika mendekat, yang Dissa temukan adalah mereka berdua sedang bercumbu.

Hatinya sakit, dadanya sesak.

Daniel mendorong Jesika menjauh.

Dia menatap wanita di hadapannya dengan ekspresi marah. Namun melihat Jesika yang tengah menatap ke arah lain, Daniel berbalik mengikuti arah pandang wanita itu. Betapa terkejutnya dia mendapati Dissa yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Wajahnya memerah, dan ... Basah. Meskipun cukup jauh, tapi Daniel bisa memastikan bahwa wanitanya itu menangis.

Dissa berbalik pergi. Lebih baik dia tidak di sana jika hanya akan menjadi pihak yang paling bodoh. Daniel ingin mengejarnya, namun tangannya di tahan oleh Jesika.

"Kenapa kamu lebih memilih dia?" tanya Jesika.

...******Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*****...

...*****Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya*******...

Terpopuler

Comments

blackonix_29

blackonix_29

Dasar si pelakor ya, gk tau malu banget, ngeselin banget, pokoknya kasih dia pelajaran yg berat thor😏😏😏😏

2021-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!