Bertemu Mama Daniel

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Setelah beberapa hari menunggu, akhirnya penantian Dissa tentang kabar baik dari terbitnya opini di koran nasional. Membuat si penulis formula sangat bersyukur. Dengan keyakinannya yang kuat, perjuangan tak akan mengkhianati hasil sudah terbukti saat ini.

Dengan segera, Dissa mengklik camera pada ponselnya untuk menfoto lembar koran yang berisi tulisan opininya yang terbit di koran nasional. dia melihat hasil fotonya dan mengirimkan hasil foto tulisan opininya kepada dosen pengampu mata kuliah.

"Alhamdulillah, sudah selesai tugas remedialku. Oh iya, aku update status dulu di akun medsosku supaya teman-temanku tahu," gumam Dissa membuka aplikasi medsosnya.

Baru saja, Dissa mengetik caption yang menarik untuk foto opininya. Namun, terdapat notifikasi pemberitahuan pesan masuk di ponsel yang dipegangnya. Dia membuka pesan itu dari seorang kakak tingkat dan betapa terkejutnya saat melihat terdapat satu buah foto yang berisi tulisan opininya yang di fotonya tadi dari ponselnya.

"Kak Andrean, Darimana kakak dapat foto tulisan opiniku," tanya Dissa melalui pesan WhatsApp di ponselnya.

"Dari dosen pengampu kamulah, lalu darimana lagi, aku bukan netizen kali, hhhe..." Andrean membalas pesan Dissa dengan memberikan emoji tertawa.

"Benarkah?" gumam Dissa seraya mengecek akun pribadi medsos dosennya yang ternyata meng-upload foto opininya yang bertuliskan caption memberi semangat penulis opini.

"Oke kak, Terima kasih atas informasinya. Kalaupun kakak ingin update status foto opiniku di akun medsos kampus itu tidak masalah, silahkan dilanjutkan hak yang diinginkan," ujar Dissa menutup ponselnya dan berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri.

Jam telah menunjukkan pukul 11.00 pagi, Dissa yang diundang dalam acara makan siang keluarga oleh Daniel. Kini dia duduk di sofa ruang tengah dan memegang ponsel kesayangannya untuk upload foto selfienya.

Saat sedang asyik berselfie dengan gaya trend di jaman now, Dissa tidak menyadari keberadaan Daniel yang menatap intens ke arahnya.

"Ehem," deheman Daniel berhasil menghentikan aktivitas Dissa. Dissa menoleh ke arahnya dan dia memberikan senyuman canggungnya.

"Enak sekali selfienya, sepertinya hasil fotonya lebih bagus kalo kita berselfie bersama," goda Daniel menatap Dissa yang masih saja membuka kamera ponselnya untuk bersiap-siap mengambil gaya pose selfie berikutnya.

"Ide bagus," balas Dissa cepat, menyuruh Daniel berdiri di sampingnya dan bergaya ala manja ke arah kamera depan.

"Cekrek! Cekrek! Cekrek!"

"Sudah," ucap Dissa seraya memberikan hasil foto mereka dari ponselnya.

"Bagus sekali, tolong dikirim ya foto ini ke dalam pesanku," Daniel mengandeng tangan Dissa dan menyuruhnya berjalan ke sampingnya.

Kini mobil Ertiga bewarna hitam pengeluaran terbaru 2020 telah sampai di sebuah restoran terkenal di kota Sungailiat.

Daniel membuka seat belt dari tubuhnya dan membuka pintu untuk berjalan ke arah pintu Dissa dan membuka pintu itu, agar Dissa berjalan bersamanya.

"Assalamualaikum," ucap Daniel dan Dissa bersamaan di hadapan sebuah ruang makan yang sudah diduduki oleh keluarga Daniel.

"Kalian sudah datang, silahkan duduk di kursi kosong itu," ucap Mama Daniel mengarahkan jarinya agar Daniel dan Dissa duduk saling berhadapan.

"Iya," ucap Dissa singkat dan berjalan ke arah kursi kosong di sebelah kiri Mama Daniel.

"Kamu cantik sekali? Siapa namamu?" tanya Riska, Mama Daniel tersenyum ramah. Riska menatap ke arah Dissa dari bawah sepatu high heels hitam hingga melewati gamis berwarna pink dipadukan warna hitam hingga ke arah atas kepala yang mengenakan hijab berwarna pink oleh Dissa. Iya, Dissa sengaja mengenakan gamis syar'i karena dia mendengar acara ini ada pengajian setelah makan siang.

"Namaku Dissa," jawab Dissa memberikan senyuman manisnya di hadapan Mama Daniel.

Mama Daniel menoleh ke arah Daniel dan menanyakan semua tentang Dissa. Dissa tersenyum menanggapi pembicaraan antara seorang ibu dan anaknya.

Dina yang merupakan adik satu-satunya Daniel membuka pembicaraannya karena sedari tadi dia hanya diam dengan wajah datarnya mendengarkan semua cerita yang dilontarkan di hadapannya.

Tidak hanya Dina yang senang menyambut kedatangan Dissa. Melainkan, Rangga, Papa Daniel juga mulai berbincang-bincang di hadapan mereka.

Suasana di ruang makan begitu hangat, mereka menikmati kebersamaannya dan tidak lupa berselfie bersama layaknya satu keluarga.

Setelah menyelesaikan makan siang bersama, mereka berjalan ke arah aula hotel untuk menyambut para tamu dan membaca surah Yasin yang dipimpin oleh ustadz terkenal yang mereka undang untuk mengisi acaranya.

***

Acara pengajian yang dilakukan untuk merayakan hari keberhasilan Daniel yang baru saja diangkat sebagai direktur di tempat kerja rumah sakit, berjalan lancar dan sesuai konsep rencana.

Sore harinya, Daniel mengantar Dissa pulang ke mensionnya. Dissa berjalan menuju ke dalam kediaman mensionnya. Di sepanjang jalan, dia tersenyum mengingat kebersamaan keluarga Daniel yang menyambutnya begitu hangat kepadanya. Berbeda dengan suasana keluarganya yang semakin hari semakin dingin sejak Papa Dedi pergi keluar daerah untuk mengibarkan bisnisnya agar terhubung dengan perusahaan lain. Begitu juga, dengan Mama Dila yang diberikan ruko untuk jualan onlinenya yang sukses, dia selalu pulang larut malam dan mengabaikan keberadaan Dissa yang menantikan keberhasilan mereka dulu.

Dissa membuka hijab yang berada di kepalanya dan memberikan cream pada kapas di wajahnya untuk menghapus make up yang menempel di wajahnya. Setelah selesai, dia mengumpulkan kapas yang berserakan di atas meja menjadi satu dan merapikan kembali cream ke tempatnya semula.

Dissa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah kotak sampah mini di kamarnya. dia mulai melepaskan resreting depan gamis. Namun, tangannya merasa ada sesuatu menyakut dan dia menoleh ke arah lengan tangannya, disitu jam tangan berwarna merah menyangkut oleh benang gamisnya.

Dissa tersenyum mengingat pertemuan pertamanya dengan Daniel. Baru saja hatinya berdetak kencang, tiba tiba dia mengingat hal yang paling memalukan di sepanjang hidupnya. Bagaimana tidak malu, saat dia turun dari atas pelamianan teman dekatnya yang sedang melangsungkan acara pernikahan. Tiba-tiba, kakinya tersandung oleh kabel speaker dan untung saja dirinya ditarik dari belakang oleh Daniel. Mau tidak mau tubuhnya dipeluk dari belakang oleh Daniel.

Dissa yang terpental secara keras membuat tubuh Daniel tidak bisa menyeimbangkan posisi berdirinya dan terjadilah dirinya menimpa tubuh Daniel dari atas dengan posisi membelakangi tubuh Daniel.

Membuat suasana yang awalnya tenang, kini menjadi histeris. Daniel saat itu, mengaduh kesakitan karena hidungnya terbentur oleh telapak tangan Dissa. Hidung mancung Daniel berubah menjadi kemerahan dan saat Dissa berdiri di hadapannya, bukannya mau membantu Daniel tetapi dia ikut tertawa kencang di hadapan para tamu yang sedang menertawakan mereka dan sudah puas tertawa barulah mereka membantu Daniel memberikan salep penghilang rasa sakit yang berada di hidungnya.

...***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*...

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

blackonix_29

blackonix_29

btw krim pembersih wajahnya bau gk ya?

2021-02-16

1

Chococips

Chococips

hai author aku mampir lagi nih dengan membawa like❤️ semangat terus author😻 jangan lupa feedback ke cerita "IPA IPS Jadi Penghalang"💓

2021-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!