Bertemu Daniel

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Dissa dan Ayu berjalan ke arah parkiran mobil. Namun, langkah terakhir mereka berjalan melewati salah satu ruangan kelas kampus terhenti, ketika mereka mendengar salah satu dari mereka dipanggil oleh seseorang.

"Ayu," panggil Jesika yang merupakan Kakak tingkat Dissa yang sudah wisuda 2 tahun yang lalu, dia berjalan menuju ke arah Ayu dan Dissa.

"Iya," jawab Ayu menoleh ke arah Jesika dan membetulkan posisi berdirinya di hadapan Jesika.

"Kamu dari mana? Kok gak gabung bareng kami? Ikut aku yuk bantuin teman-teman yang lain menyelesaikan skripsinya," ujar Jesika.

"Gak mau, males aku," balas Dissa cepat.

"Ayolah, Dissa dan Ayu, kalian ini sombong banget gak mau bantuin kami menyelesaikan skripsi. Gak susah kok, Kalian cukup cek saja setiap kalimat yang kami tulis itu berdasarkan EYD dan Penggunaan bahasa yang benar dalam penulisan Bahasa Indonesia," bujuk Jesika menatap melas di hadapan Dissa dan Ayu.

"Iya... iya aku ikut," balas Dissa dan Ayu secara bersamaan dan berjalan mengikuti langkah kaki Jesika menuju ke arah ruangan kelas yang pernah mereka tempati.

***

Di dalam ruangan kelas, beberapa mahasiswi cantik yang sedang fokus mengetik di laptop dan memasukkan data yang diambil dari hasil penelitian mereka.

"Bagaimana? Apakah kalian sudah selesai?" tanya Dissa secara spontan dan membuat 6 mahasiswi itu menoleh ke arahnya.

"Aku baru masuk Bab 4," balas Rita menatap ke arah Dissa yang berdiri di depan laptopnya.

"Boleh aku bantu," tawar Ayu yang berdiri di sebelah Dissa.

"Iya boleh, sekalian aku mau bertanya ada aku kurang aku mengerti," jawab Rita.

Ayu berjalan ke arah kursi Rita dan mendudukkan dirinya di sebelah Rita untuk membantu mengisi data yang belum diketik.

Dissa yang merasa bosan melihat dua sejawat sedang berbincang-bincang membahas skripsi, dia berjalan keluar ruangan kelas dan melihat-lihat sekitar pekarangan kampus.

"Dissa, bolehkah aku meminta bantuanmu untuk menemaniku meminta sumbangan sukarela kepada mahasiswa yang lain?" tanya Jesika yang sudah berdiri di sebelah Dissa.

"Hem..." Dehem Dissa, mengikuti langkah kaki Jesika menuju setiap ruangan kelas untuk meminta sumbangan sukarela terhadap orang tua mahasiswa yang meninggal.

Dissa mendengar setiap ucapan Jesika untuk meminta izin kepada dosen sedang mengajar dan menerangkan sumbangan sukarela ini akan diberikan kepada orang tua mahasiswa yang meninggal dunia. Tugas Dissa hanya tersenyum dan mengarahkan kotak sumbangan kepada setiap mahasiswa di hadapannya.

Setelah memasuki beberapa ruangan kelas, tibalah satu ruangan kelas terakhir dan Jesika menarik lengan Dissa sebelum masuk ke ruangan kelas kampus untuk memberitahukan kepadanya bahwa dirinya merasa lelah karena berbicara dari tadi sedangkan Dissa mau enak saja dan dia menyuruh Dissa untuk bergantian berbicara di hadapan mahasiswa. Dissa yang tidak ingin berdebat panjang kali lebar, hanya menyetujui permintaan Jesika dan akhirnya mereka masuk ke ruangan tersebut.

"Tok... tok...tok,"

"Permisi pak, maaf menggangu bapak, bolehkah kami izin masuk," ucap Dissa sopan di depan pintu kelas seraya menatap kedua mata dosen pengajar.

"Iya silahkan," ucap Dosen mempersiapkan Dissa dan Ayu masuk ke ruangan kelas.

"Pak, kami dari semester 7 ingin meminta sumbangan sukarela atas meninggalnya ayahanda Riki dan disini kami meminta teman-teman yang lain turut membantu keluarga yang merasa ditinggalkan," ujar Dissa meminta izin di hadapan dosen yang sedang duduk di dalam ruang kelas.

"Baiklah, saya beri waktu 2 menit dimulai dari sekarang," ucap Dosen.

"Baik pak, terima kasih." balas Dissa dan Ayu.

Dissa mulai menjelaskan bahwa sumbangan sukarela itu akan diberikan oleh mahasiswa bernama Riki atas meninggalnya ayahanda semalam. Saat Dissa memulai memberikan kotak sumbangan, tanpa sengaja dia melihat seorang pria tampan yang pernah menghujatnya dulu. Tiba-tiba hatinya berdebar menatap wajah itu. Entahlah dia tidak tahu cara membedakan mana yang dia benci menjadi suka.

Setelah menerima kotak sumbangan yang sudah diisi oleh setiap sumbangan dari mahasiswa semester 7 jurusan Administrasi, dia meminta izin untuk mengundurkan diri dan disaat bersamaan pula orang itu menatapnya penuh arti. Dia yang tidak mau banyak drama lebih baik mengabaikan keberadaan orang itu dan segera mengucapkan terima kasih kepada dosen di ruangan kelas tersebut.

"Lihatlah, ternyata banyak sekali yang memberikan sumbangan dan setelah ini bantu aku menghitung uang ini untuk dimasukan ke dalam amplop," ucap Jesika polos di hadapan Dissa yang sedang menunjukkan wajah datarnya.

Dissa terus berjalan tanpa menghitung perkataan dari Jesika. dia berjalan lebih dulu dan meninggalkan Jesika yang terus saja memanggil namanya. tanpa sengaja Dissa menabrak seorang pria yang sedang berjalan berlawanan dengannya.

"Haduh," ucap pria berpakaian jas putih seraya mengambil tas kerjanya terjatuh dari genggaman tangannya.

"Maaf," Dissa membantu mengambil tas itu dan ketika Denise menoleh ke arah pria itu, dia dan Daniel sama halnya terkejut dengan situasi ini selalu saja membuatnya terlibat dengan Daniel.

"Nona cantik, bertemu lagi dan apa ini kau yang menabrakku hingga semua barang medisku terjatuh dari dalam tasku. aku tidak mau tahu kamu harus ganti! sebagai gantinya kamu harus menemaniku makan siang nanti," ucap Daniel di hadapan Dissa.

"Apa-apaan ini, kok itu permintaan gantinya? Aku bisa memberikan 10 kali lipat alat medis bututmu itu." jawab Dissa menatap remeh Daniel yang sedang memegang tas medisnya.

"Tidak! Aku tidak mau! Pokoknya kamu harus menemaniku makan siang nanti bersamaku," Daniel menarik tangan Dissa untuk mengikuti langkah kakinya menuju sebuah ruangan yang akan dia datangi untuk mengisi seminar di kampus itu.

"Lepaskan! Aku bisa berjalan sendiri! Kenapa kamu kasar sekali padamu! lepaskan!" Dissa mencoba melepaskan cengkraman kuat dari tangannya.

"Aku akan melepaskan tanganmu, asal kamu janji mau menerimaku dalam seminarku ini sampai kita pergi makan siang bersama nanti," ucap Daniel memberikan jari Kelingkingnya di depan Dissa.

"Iya janji," jawab Dissa acuh dan mengarahkan jari Kelingkingnya menuju jari kelingking Danial dan cepat-cepat melepaskannya.

"Anak pintar, ayo ikuti aku," ujar Daniel mengacak-acak rambut Dissa dan menyuruhnya berjalan ke arah ruangan kelas yang digunakan sebagai acara seminarnya.

***

Daniel sebagai pengisi acara seminarnya, antusias memberikan materi penjelasannya karena di bantu paling belakang terdapat seorang calon panutan hatinya sedang duduk mendengarkan menjelaskan materinya.

Tanpa sadar, Dissa tersenyum menatap Daniel yang sedang memberikan materinya dari sorotan Power pointnya di hadapan mahasiswa.

"Haduh, apa-apan aku ini? Tersenyum sendiri saja seperti orang gila," gumam Dissa menyadari dirinya merasa konyol dengan tingkah lakunya.

"Ternyata Daniel lebih tampan dari Reza, hem... apa perlu aku membuka hatiku kepadanya menjadi panutan hatiku," ucap Dissa. "Haduh, tidak-tidak! Tidak mungkin dan tidak boleh pokoknya aku tidak boleh menyukainya, titik gak pake koma," ucap Dissa memantapkan diri untuk berkomitmen dengan keputusannya.

...***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*...

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

sella surya amanda

sella surya amanda

mana nih visual nya thor?

2020-12-31

0

Chococips

Chococips

hai author aku mampir lagi nih dengan membawa like❤️ semangat terus author😻 jangan lupa feedback ke cerita "IPA IPS Jadi Penghalang"💓

2020-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!