Flashback

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Di sebuah kamar bernuasa pink, terlihat seorang wanita cantik sedang menangis.

"Daniel! Hiks... Hiks.. Kenapa kamu tega bermain api di belakangku? Apa salahku?" Dissa melirik ke arah jam dinding telah menunjukkan pukul 3 dini hari.

Tiba-tiba, kepala Dissa terasa sakit. lalu, ia berusaha bangun dari tempat duduknya. Namun, apalah daya tubuhnya terasa lemas karena tidak bisa tidur dari semalam.

Dissa melangkahkan kakinya dengan pelan-pelan dan tangan kanannya memegang tembok sebagai tumpuan tubuhnya. Ia berniat berjalan menuju lemari yang berisi peralatan kotak P3K yang tidak jauh dari tempat tidurnya. Ia mengambil peralatan kotak itu dan memilih beberapa obat pereda rasa sakit untuk diminumnya dan tidak lupa ia menyimpan kembali peralatan kotak P3K itu di tempatnya. Ia berjalan menuju meja belajar yang berada di samping tempat tidurnya dan tanpa sengaja dia menoleh ke arah jam tangan berwarna merah tertata rapi di rak meja belajarnya.

Lalu, ia berjalan ke arah jam tangan itu dan diambilnya jam tangan itu hingga tanpa sadar ingatan kenangan indah bersama Daniel berputar kembali di kepalanya.

------- Flashback On --------

Dissa yang telah menyelesaikan mengenakan gaun brukat mewah berwarna merah, berlengan panjang dan panjang gaunnya di atas lutut bermodifikasi dengan sepatu high heels berwarna hitam. Ia memberikan beberapa polesan make up di wajah cantiknya yang terlihat fresh dan tetap natural. Setelah selesai melakukan ritual kecantikannya, ia melangkahkan kakinya berjalan keluar kamar.

Dissa berjalan dengan memasangkan wajah dinginnya di hadapan semua maid dan bodyguard di mensionnya.

Baru beberapa langkah menuju ke pintu halaman depan mension, Dissa menoleh ke arah belakang. "Hey bodyguard bodoh! cepat siapkan aku mobil! Aku ingin pergi ke acara pernikahan temanku. Aku beri waktu dalam 1 menit dari sekarang. Cepatlah!" perintah Dissa menatap tajam ke arah bodyguardnya.

"Baik, Nona muda," balas bodyguard tersebut berjalan tergopoh-gopoh mempersiapkan mobil yang akan digunakan untuk mengantarkan Nona mudanya.

Kini mobil mewah Dissa telah melaju ke arah hotel bintang lima di pusat kota Sungailiat. Mereka menempuh perjalanan selama satu jam dari mensionnya dan tibalah mereka di sebuah hotel bintang lima ternama.

Bodyguard yang ikut mengawasi nona muda dengan menaiki mobil lain yang berada di belakang nona muda, ikut memberhentikan kendaraan mobilnya.

"Mari silahkan, Nona muda," ujar Pak Tono, supir pribadi Dissa, sedang membuka pintu mobilnya.

Dissa turun dari mobil dan membawa tas sandang berlapis emas di lengan tangannya. Dia langsung berjalan ke arah pintu hotel.

***

Suasana di dalam hotel begitu meriah, adanya kata sambutan dari MC ternama dan penyanyi terkenal di dunia hadir untuk mengisi acara pernikahan temannya.

Semua tamu undangan merupakan orang-orang pengusaha terpenting di dunia, Dissa berjalan dengan gaya anggunnya menuju tempat pelaminan tanpa menghiraukan tatapan kagum serta pujian manis dari para lelaki pengusaha muda.

Tiba-tiba langkahnya terhenti, saat Dissa ditabrak oleh seorang pria yang sedang asyik memainkan ponselnya.

Bruk!

Dissa terjatuh dan Jam tangan yang melekat di lengan putihnya ikut terjatuh.

Dissa menatap jam kesayangannya jatuh tepat berada di hadapannya, wajah Dissa yang datar berubah menjadi memerah menahan kemarahannya, tangannya mengepal dan dia mendongakkan kepalanya ke arah depan dan dia berdiri dan dengan refleks ia menampar wajah pria tampan di hadapannya.

"Dasar bodoh, lihat ini jam tangan kesayangan aku rusak gara-gara kamu," bentak Dissa , dengan memaki-maki seorang pria berdiri tegak di depannya.

"Maaf, saya tidak sengaja menabrak kamu," ujar Daniel merasa bersalah dan dia mengambil jam tangan bewarna merah dari saku celananya. "Untuk sebagai gantinya, tolong, ambillah jam tangan ini. aku baru saja membelinya untuk hadiah ulang tahun adikku sebelum datang ke acara pesta ini dan kamu berhak untuk memilikinya." tawar Daniel menyerahkan jam tangan bewarna merah di hadapan Dissa.

Dissa menatap jam tangan itu dari tangan pria yang tadi menabraknya dan ia langsung mengambil jam tangan bermerek tersebut.

"Ya sudah aku ambil jam tangan ini demi mengganti jam tangan aku yang kamu rusak. Tapi ketahuilah, aku bisa membeli jam tangan ini sebanyak 20 jam tangan model bermerek lebih bagus dari ini. Minggir! aku mau lewat!" ucap Dissa cetus, mendorong tubuh tegap Daniel agar memberikan jalan kepada Dissa.

"Huft... Sombong sekali wanita itu. Hem... cantik sih tapi gak punya attitude yang baik," gumam Daniel dalam hati, menatap punggung mulus milik wanita yang berjalan menjauh dari hadapannya.

Dissa berjalan ke arah tempat pelaminan.

"Rini, selamat atas pernikahan kamu dengan Reky. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah." Doa Dissa tulus kepsda teman dekatnya.

Rini yang sempat berbicara dengan seorang pria di depan Dissa, ia menoleh dan membalas ucapan Dissa.

"Iya, terima kasih. Kapan kamu menyusul seperti aku, Dis?" tanya Rini menatap kedua bola mata Dissa.

"Nanti saja, aku gak suka pacaran dengan hubungan ketidakpastian dan aku juga tidak ingin mendengar banyaknya inilah itulah, duh... Aku muak dengan alasan klasiknya," imbuh Dissa tersenyum menampilkan gigi putihnya.

"Kamu ini ada-ada saja," balas Rini.

"Daniel! Daniel!" panggil Rini saat melihat seorang pria berjalan melewati pelaminan pengantin menuju meja makan.

Dissa yang melihat seseorang yang dipanggil oleh temannya, tiba-tiba, ia terkejut menatap wajah orang itu yang tadi sempat menabraknya dan membuat jam tangannya rusak.

"Iya ada apa," jawab Daniel menoleh dan berjalan ke arah Rini.

"Daniel, tolong panggilkan fotografi itu untuk mengambil foto aku bersama temanku yang cantik ini," perintah Rini, dengan memasang wajah memohon di hadapan Daniel.

Daniel menoleh ke arah teman Rini, dia juga sama halnya terkejut ketika melihat wajah seorang wanita sombong yang tadinya ia tabrak. "Dia," gumam Daniel kecil tetapi masih di dengar oleh Dissa. Dissa menatap kedua bola mata malas ke arahnya.

"Baiklah, Rin," balas Daniel singkat dan dia berjalan ke arah salah satu fotografi dan fotografi tersebut mulai mengambil gambar Rini bersama Dissa.

Daniel yang merasa tidak dibutuhkan lagi, kini melanjutkan rutinitasnya untuk menuju meja makan.

"Daniel... Ayo kesini," panggil Rini lagi.

"Iya ada apa lagi," balas Daniel menatap malas ke arah Rini karena dia tahu nantinya akan disuruh lagi.

"Daniel, kesini dong kamu ini masa sendiri terus. Kenalin ini teman aku bernama Dissa, dia adalah anak dari perusahaan Industri terkaya kedua di dunia," ujar Rini menyuruh Daniel untuk berkenalan dengan temannya.

"Iya, salam kenal ya namaku Daniel," ucap Daniel mulai mengulurkan tangannya di hadapan Dissa dan ia menarik kembali tangannya karena tidak dibalas oleh Dissa.

Dissa tersenyum dan dia mulai berjalan turun ke arah bawah pelaminan. Namun langkah kakinya terhenti saat ia merasakan tangannya ditarik oleh seseorang.

"Dissa, kamu mau kemana? Tetaplah disini dulu. Apa kamu tidak bosan dengan status Jomblo kamu itu dan tidak ingin merasakan jatuh cinta lagi, cobalah kenalan sama Daniel siapa tahu kalian berjodoh," jelas Rini panjang lebar menatap wajah Dissa.

"Baiklah," jawab Dissa singkat menatap malas ke arah Rini di hadapannya.

"Dissa, tahu gak Daniel ini seorang dokter muda loh dan dia juga lulusan mahasiswa terbaik di kampusnya. Sebentar lagi, ia di tempat kerjanya akan diangkat sebagai Direktur di rumah sakit ternama. Tidak hanya itu saja, dia orangnya baik dan penyayang. Hewan peliharaannya saja disayang dan dikasih makan apalagi kamu yang nantinya jadi sebagai panutan hatinya," jelas Rini.

"Terus perlu aku bilang wow gitu," balas Dissa cuek.

"Duh kamu kok gitu sih, masa cowok ganteng dan dokter muda seperti Daniel masih kamu abaikan saja, gak sayang apa nanti digebetin sama cewek lain," ujar Rini berusaha membujuk Dissa agar membuka hatinya kembali.

"Oh, terus kalo aku abaikan saja, kenapa? Ngiri bilang bos," balas Dissa di hadapan Rina.

"Ehem," suara deheman Daniel menghentikan perdebatan mereka.

Rina dan Dissa menoleh ke arah Daniel.

"Nona muda, bolehkah saya meminta nomor ponselmu?" tanya Daniel.

"Maaf saya tidak hapal nomor ponsel saya dan saya tidak terbiasa memberikan nomor ponsel saya kepada orang asing," jawab Dissa cetus menatap remeh ke arah Daniel.

"Tenanglah Daniel, nanti setelah acara ini selesai maka aku akan kirimkan langsung nomor ponsel Dissa kepadamu," jawab Rina menenangkan Daniel karena hampir terpancing emosi oleh sikap Dissa.

"Terima kasih Rina, Kamu adalah temanku yang baik setelah suamimu," ujar Daniel tersenyum penuh kemenangan menatap ke arah Dissa.

***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

Rafid Dwi wicaksana

Rafid Dwi wicaksana

kok bingung aq bacanya

2021-05-25

0

blackonix_29

blackonix_29

Wizz mantap, suka banget chapter ini, apalagi yg pas flashbacknya, manis banget mereka, tapi kasian aku sama danielnya

2021-02-02

1

nuraqila

nuraqila

hai Thor aku mampir dan like, jangan lupa baca

➡️ ' MENEMUKAN TAKDIR CINTA'
➡️ ' SARAH '

☝️ langsung cek profil ku
like, comment, dan favorit semuanya ya terimakasih ❤️❤️

2020-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!