Daniel Terluka

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Di dalam sebuah tenda tampak seorang dokter cantik bernama Jesika. Kini dia telah menyelesaikan laporan kegiatan hari ini dan sudah mengecek seluruh gambar yang Budi kirim. Jesika menutup laptopnya dan beranjak pergi menuju tenda tidur.

Beberapa rekan kerjanya sudah tertidur pulas, sedangkan Jesika masih tidak bisa tidur. Ia menatap langit-langit tenda dan berpikir sejenak.

"Andai saja aku mengenalmu lebih dulu, Daniel. Mungkin sekarang kita sudah menikah dan hidup bahagia. Tapi, Dissa sudah menghancurkan impianku. Wanita itu tidak pantas menjadi pendamping hidupmu, Daniel. Akulah yang pantas hidup bersamamu. Akan ku pastikan kalian tidak akan bisa bersatu karena aku sendiri yang akan memisahkan kalian." gumam Jesika.

Budi merasa haus. Dia terbangun dari tidurnya dan berjalan menuju tenda bagian konsumsi. Namun, sebelum menuju ke tempat tujuan, tanpa sengaja ia mendengar suara yang sangat familiar. Dia berjalan menuju sumber suara.

"Aku tidak menyangka, ternyata, kamu adalah wanita yang berhati iblis, Jesika. Kini kamu bisa melakukan apa pun sesuka hati, tetapi nanti aku yang akan menghalangimu. Aku tidak akan membiarkanmu menghancurkan hubungan Daniel dan Dissa," ucapnya dengan tatapan marah.

***

Dissa dan keluarganya baru saja selesai makan malam. Ia membereskan sisa makanan di meja makan.

"Nyonya, biar saya saja yang mengangkat piring kotor ini. Lebih baik Nyonya langsung istirahat saja." Bi Marni mengambil piring kotor dari tangan Dissa, tetapi wanita itu menolak.

"Biarlah, Bi. Tidak usah. Bibi cukup bantu bawa gelas itu saja." Mata Bi Marni mengikuti jari Dissa yang mengarah pada beberapa gelas berisi jus di atas meja makan.

"Baik, Nyonya." Bi Marni mengambil satu per satu gelas di atas meja dan membawanya ke dapur.

Setelah membantu Bi Marni membersihkan piring dan gelas yang kotor, kini Dissa kembali ke meja makan untuk mengambil beberapa buah untuk dimakan sebagai cemilan di dalam kamarnya.

Ponsel Dissa di meja makan bergetar, menandakan ada pesan masuk. Dissa melihat ada pemberitahuan pesan masuk, tetapi nomor itu tidak dikenalinya.

"Malam-malam begini siapa yang mengirim pesan?" Dissa membuka isi pesan tersebut. Matanya terbelalak. Isi pesan itu berupa foto Daniel yang sedang disuapi oleh Jesika. Buliran bening menetes di wajahnya.

Ia masuk ke kamarnya, lalu membanting pintu dengan kasar. Ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur dengan perasaan marah. Dilemparkannya ponsel itu ke sembarang arah. Dia menangis sejadi-jadinya.

“Sebenarnya, apa yang sedang kamu lakukan di sana?” gumam Dissa.

***

Matahari mulai tampak dari ufuk timur. Kicauan burung terdengar merdu. Tampak seorang lelaki sudah berpakaian rapi mengenakan seragam dokter sedang keluar dari tenda pengungsian.

Daniel memegangi perutnya yang berbunyi. "Sepertinya, aku perlu sarapan pagi." Ia melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 06.30.

"Jesika," panggil Daniel yang melihat Jesika berjalan ke arah luar.

"Iya, Daniel. Ada apa?" tanyanya.

"Kamu mau ke mana? Kamu sudah sarapan belum? Kalau belum, ayo, kita sarapan pagi bersama!"

Jesika melihat kedua bola mata cokelat itu dan memberikan senyum manisnya. "Aku mau bertemu dengan warga di sana. Ah, aku lupa belum sarapan! Baiklah, kita sarapan bersama."

"Eh, tunggu dulu! Kamu lihat Budi? Aku belum melihat dia sejak semalam." Daniel menatap Jesika dengan ekspresi penuh tanya.

"Iya, Budi sekarang sudah berkumpul bersama warga di sana. Hmm ... gimana kalau kita pergi ke sana juga untuk sarapan?" tanya Jesika yang hendak memposisikan dirinya berjalan di samping Daniel. Daniel mengacungkan jempol sebagai tanda setuju.

Mereka berjalan menuju tenda konsumsi. Budi yang merasa bosan berniat untuk jalan pagi. Pria itu melihat Jesika dan Daniel yang asik bersenda-gurau, kemudian menyapa keduanya. Mereka berdua terlihat seperti pasangan serasi. Seandainya ia tidak mengetahui bahwa mereka hanya berteman. Namun, itu membuat Budi semakin tidak menyukai Jesika.

"Hai, Daniel, Jesika!" sapa Budi. "Kalian mau pergi ke mana?"

"Budi? Aku kira kamu masih bersama warga pengungsian."

"Aku udah selesai sarapan di sana. Kalian mau sarapan juga?"

Jesika mengangguk, antusias. "Kamu hari ini ganteng, Bud," puji Jesika.

Pria yang dipuji hanya tertawa sumbang. "Tukang cari muka," gumamnya pelan.

"Ya, sudah. Aku duluan, ya." Budi pergi meninggalkan keduanya. Daniel dan Jesika melanjutkan langkah mereka menuju tenda.

"Ayo, kita langsung saja ke sana. Perutku sudah menyanyi dari tadi," canda Daniel sambil tersenyum manis.

***

Beberapa kali terdengar suara ledakan dan tembakan beruntun di sekitar pemukiman warga pengungsian. "Sepertinya, ada suara ribut yang tidak biasa." Daniel hendak melangkah keluar, tetapi tangannya ditahan oleh Jesika.

"Daniel, kamu mau ke mana? Tunggu kami selesai sarapan dulu."

"Baiklah, aku akan menunggu kalian." Daniel kembali duduk, tetapi hatinya sangat cemas.

"Sepertinya, sudah terjadi kekacauan di luar sana. Kita harus cepat bergerak."

Budi dan Jesika segera menghabiskan sarapan mereka. Setelah selesai, mereka bertiga bergegas ke luar tenda.

Tiba-tiba, suara tembakan dan ledakan kembali terdengar. "Ayo, kita harus cepat! Warga-warga di pengungsian sangat membutuhkan bantuan kita," ujar Daniel.

Setiba di sana, mereka melihat ada beberapa warga yang sudah meninggal karena luka tembak, beberapa tenda hancur, dan kepulan debu yang menghitam akibat ledakan beruntun. Bahkan, ada anak kecil yang menangis di samping jasad keluarganya.

"Sepertinya, di sini terjadi peperangan lagi," ucap Daniel.

"Daniel, sebaiknya kita bawa warga yang lain ke tenda UKS." Jesika memberikan saran karena dia tidak sanggup melihat situasi mengerikan ini.

"Baiklah, lebih baik kita berpencar saja supaya kita menemukan warga yang terluka dengan mudah," ucap Daniel.

Jesika dan Budi mengangguk setuju. Mereka mulai berpencar.

Tak jauh dari posisinya, Jesika melihat ada sepasang suami-istri yang terluka parah. Dia menghampiri mereka.

"Bapak dan Ibu, bertahanlah! Saya dan rekan kerja saya akan mengobati luka kalian," ucap Jesika sambil berusaha membopong tubuh salah satu dari mereka.

Budi yang kebetulan lewat, bergegas menghampiri Jesika. "Aku bantu, Jes!"

Jesika mengangguk, lalu membopong dua warga yang terluka itu ke tenda UKS.

"Kumohon, lepaskan aku! Aku belum mau mati." Seorang anak kecil berjongkok sambil menangis ketakutan ketika seorang ******* mengarahkan senjata ke arah kepalanya.

Daniel terkejut melihat anak itu. Dia mendorong ******* itu dan mendekati anak kecil itu. "Tenanglah, ada aku di sini yang akan menyelamatkanmu! Ayo, kita harus segera pergi dari sini!"

Saat Daniel dan anak kecil itu akan beranjak, ada seseorang yang mengarahkan senjatanya ke Daniel. Daniel tidak bisa mengelak. Peluru racun dari senjata itu menembus tubuhnya.

Jesika dan Budi yang sedang membantu warga yang terluka, terheran mendengar suara tembakan.

"Apa ada perang susulan lagi?" tanya Jesika sambil memegang dadanya. "Kenapa hati aku jadi cemas begini, ya?"

"Entahlah. Daniel juga belum kembali sejak tadi," balas Budi.

"Jangan-jangan ... sudah terjadi sesuatu pada Daniel. Kita harus mencarinya, Bud. Aku khawatir," ucap Jesika bernada lirih.

Budi dan Jesika pergi mencari keberadaan Daniel. Di antara sisa reruntuhan gedung, mereka melihat seorang anak kecil meraung-raung sambil berteriak minta tolong. Di sampingnya ada tubuh seseorang yang tidak berdaya.

Mereka bergegas menghampiri.

Sarah menutup mulutnya karena terkejut melihat tubuh Daniel sudah bersimbah darah.

"Da ... niel?" Budi berteriak memanggil rekan kerjanya yang lain untuk mengangkat tubuh Daniel.

...***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*...

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

blackonix_29

blackonix_29

kalau boleh bertanya, nama ceweknya itu jessica atau sarah? trus nama cowoknya juga budi atau benny ya

2021-02-02

1

Aisah Fadillah

Aisah Fadillah

jesika afa sarah sih itu nama dr cweknya?

2021-01-18

0

sella surya amanda

sella surya amanda

visual nya thor

2020-12-29

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!