Daniel Operasi

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

"Sayang, kenapa dibatalin lagi acara kencan malam nanti?" tanya Dissa menatap wajah Daniel yang sedang berdiri di hadapannya.

"Maafkan aku, seharusnya aku tidak merusak rencana kita lagi tapi pemilik perusahaan rumah sakit menyuruhku untuk ikut bersamanya mengisi acara seminar malam nanti. Tolong sayang, mengertilah, aku berjanji tidak akan menunda lagi. Aku bekerja hanya untukmu, untuk masa depan kita. Aku sayang kamu, ku harap kamu mengerti dengan posisiku," jelas Daniel panjang lebar.

Dissa menghela nafas dan mengerti "Baiklah, aku mengerti sayang dan aku berharap ini adalah janji terakhirmu untuk tidak menunda acara kencan kita lagi," ucap Dissa tersenyum.

"Terima kasih sayang, kamu memang wanita terbaikku. I love you," ucap Daniel menarik tubuh munggil Dissa ke dalam pelukannya.

"I love you too," balas Dissa.

Setelah melakukan perdebatan hebat tadi yang dilakukan oleh sepasang kekasih muda. Daniel meminta izin untuk pulang lebih awal dikarenakan dia harus menyiapkan beberapa dokumen yang harus dibawa.

***

Sore telah berganti dengan malam hari, kini Dissa yang telah menyelesaikan makan malam bersama keluarganya. Dia memutuskan melangkahkan kaki menuju lift untuk menuju ke arah kamarnya.

Dissa yang berjalan melewati beberapa ruangan, dia tanpa sengaja mendengarkan argumen kecil yang dilakukan oleh kedua orang tuanya yang sudah dulu berada di dalam kamarnya. Dia berjalan ke arah ruangan itu dan mendekatkan telinganya agar terjelas setiap ucapan yang dilontarkan oleh kedua orang tuanya.

"Papa, jangan seperti itu, biarkan saja Dissa yang menjalani hubungannya bersama Daniel. Jika dia belum siap menikah jangan dipaksakan menikah cepat," ucap Dila yang sedang berdiri di hadapan Dedi.

"Sudahlah Ma, jangan mencoba menghalangiku. Semua yang aku lakukan ini demi kebaikan anak kita. Apa kamu mau anak kesayanganmu dipacari tanpa adanya hubungan kejelasan status. Kalo dibiarkan seperti ini maka hubungan mereka seperti jemuran digantungin terus," jelas Dedi menatap serius untuk menyakinkan istrinya menyetujui keputusannya.

"Baiklah Pa, lakukan saja jika keputusanmu itu benar," balas Dila setuju.

Dissa yang menguping di balik pintu ruangan kamar. Dia menelan Saliva susah, ternyata keputusannya untuk menolak menikah cepat itu keputusan yang salah sesuai hukum agama dan apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Dia sudah memantapkan diri untuk menjalani hubungan serius dengan Daniel ke jenjang pernikahan.

***

Keesokan harinya, Daniel yang setiap hari menjemput Dissa di mensionnya. Kini dia berdiri di hadapan Dissa dan mendengarkan keinginan hatinya.

"Daniel, aku sudah siap untuk menjadi istrimu," ucap Dissa serius.

"Benarkah?" tanya Daniel selidik.

"Kamu tidak sakitkan," Daniel mengarahkan telapak tangannya menuju jidat Dissa untuk mengecek apa benar pernyataannya itu. Dia sempat berpikir, bukankah dulu dia ingin mengajak langsung menikah tetapi Dissa menolak untuk pacaran terlebih dahulu. Tetapi, kalo dihitung sudah 2 tahun lebih lamanya mereka pacaran dan seharusnya mereka melangkahkan kaki menuju pelaminan.

"Baiklah, secepatnya aku akan melamarmu dan persiapan dirimu setelah menikah karena aku tidak ingin menunda kehamilan," ucap Daniel tersenyum nakal.

"Okelah," balas Dissa menatap malas ke arah Daniel karena pikirannya sudah jauh.

"Sayang, percayalah aku akan selalu membahagiakanmu dan kamu bisa menagihnya jika aku berbohong dan jam tangan ini sebagai bukti kalo aku lelaki bertanggung jawab terhadapmu," ucap Daniel memegang lengan tangan Dissa yang memakai jam tangan pemberiannya.

"Kamu jadi orang teliti banget sama barang, jam tangan ini masih bisa digunakan di tangan indahmu ini," ucap Daniel.

"Iyalah... karena aku dulu wanita perfect!" ucap Dissa bangga di hadapan Daniel.

"Perfect dengan kesombongannya, hhhhaa," ledek Daniel siap berlari karena kalau dia tidak berlari nanti dia kena tampol oleh Dissa.

------- Flashback Off --------

Dissa yang puas menangis di sepanjang malam, dia terjatuh tidur dan tetap memegang erat jam tangan itu di tangannya.

Berbeda dengan suasana pemukiman warga pengungsian di area perbatasan Gaza. Disana, terlihat seorang pria jatuh tersungkur di hadapan seorang anak kecil yang berhasil dilindunginya.

Budi dan Jesika pergi mencari keberadaan Daniel. Di antara sisa reruntuhan gedung, mereka melihat seorang anak kecil meraung-raung sambil berteriak minta tolong. Di sampingnya ada tubuh seseorang yang tidak berdaya. Mereka bergegas menghampiri. Jesika menutup mulutnya karena terkejut melihat tubuh Daniel sudah bersimbah darah.

"Da ... niel?"

Budi berteriak memanggil rekan kerjanya yang lain untuk mengangkat tubuh Daniel.

Sekelompok rekan kerja Budi menghampirinya dan membantu membopong tubuh Daniel yang dipenuhi oleh darah segar, tubuhnya seolah tak berdaya.

Di Sepanjang jalan menuju tenda kesehatan umum, Jesika tak henti-hentinya menangisi keadaan Daniel. Dia selalu mendoakan Daniel supaya baik-baik saja.

Mereka mengangkat tubuh Daniel ke atas ranjang tempat tidur pasien dan mengecek luka tembakan yang berserang di tubuh Daniel.

"Sepertinya, luka tembakan di dalam tubuh Daniel cukup serius dan kita harus secepatnya melakukan operasi untuk mengeluarkan peluru racun yang bersarang di tubuh Daniel, jika tidak dilakukan dengan segera maka kondisi Daniel akan semakin buruk," ucap Dimetri mengarahkan 6 rekan kerjanya termasuk Budi dan Jesika untuk membantu melakukan operasi.

"Tolong, siapkan peralatan medis untuk melakukan operasi. Jesika, tolong cek stok darah kita karena dalam hal ini Daniel membutuhkan banyak darah," jelas Dimetri menatap wajah Jesika yang berdiri di sebelahnya.

"Baiklah," ucap Jesika berjalan menuju ruang penyimpanan stok darah.

Saat ini, sebagian dokter menangani Daniel yang sedang kritis dan rekan kerja dokter yang lain membantu mengobati warga yang terluka. Berbagai pakaian lengkap operasi beserta alat medis untuk melakukan operasi sudah mereka siapkan. Kini mereka berusaha menolong Daniel untuk mengeluarkan peluru beracun tersebut.

Hampir 2 jam lamanya mereka melakukan aktivitas operasi. Akhirnya, mereka berhasil mengeluarkan peluru kecil tapi berisi racun yang sangat mematikan apabila tidak dikeluarkan dengan cepat.

Daniel dipindahkan di bagian ruang tenda khusus kesehatan dokter, yang disana sudah dijaga ketat oleh beberapa dokter yang diberi tugas untuk menjaga Daniel.

Sudah tiga hari, Daniel belum sadarkan diri akibat luka tembakan di tubuhnya. Jesika memanfaatkan kesempatan itu untuk merawat dan menemani Daniel selama 24 jam.

Jesika yang merupakan rekan kerja Daniel sekaligus menjadi sekretarisnya, dengan mudahnya dia selalu mencari cara untuk mendekati Daniel.

Saat ini, Jesika duduk di samping ranjang sambil menggenggam tangan Daniel.

“Apa pun yang terjadi, aku akan selalu berada di sampingmu, Dan. Aku ingin menjadi orang pertama yang kamu lihat ketika kamu sadar nanti. Aku mencintaimu, Daniel. Sangat, sangat mencintaimu.” ucap Jesika menatap wajah pucat Daniel yang masih setia menutupi kedua matanya dan dirinya dibantu oleh beberapa peralatan medis yang melekat di bagian tubuhnya.

“Semua usahamu itu sia-sia saja, Jesika.”

Jesika menoleh ke arah Budi. “Apa maksud kamu, Bud?” tanya Jesika selidik.

Budi tersenyum tipis. “Kamu tidak perlu berpura-pura baik di depan semua orang lagi, Jes. Aku sudah tahu kebusukan hati kamu. Bahkan, aku juga tahu rencana kamu yang ingin menghancurkan hubungan Daniel dengan Dissa. Aku tidak menyangka kamu sekeji itu terhadap temanmu sendiri, Jes.” ucap Budi berjalan ke arah Jesika dengan tatapan tajam bak elang di hadapan Jesika.

...*******Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*****...

...*****Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya*******...

Terpopuler

Comments

blackonix_29

blackonix_29

Si Jessica sepertinya hrs dikasih pelajaran ya biar gk mcm2

2021-02-20

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!