Dissa Panik

PERHATIAN!

Sebelum membaca episode cerita novel ini, Silahkan dukung author dengan mengklik Suka ❤️, Bintang⭐, Beri Komentar pada cerita novel ini.

Jangan lupa *Mengikuti* akun author juga ya☺️ ditunggu ya dukungannya dari kalian. Karena dukungan kalianlah untuk menyemangati author menulis episode selanjutnya.

Setelah pertemuan Dissa dan Daniel untuk makan siang bersama di hotel purna jaya. Dissa yang awalnya acuh tak acuh dengan keberadaan Danial, sedikit demi sedikit terbuka dan mau berkomunikasi dengannya dan menerima pesan dikirim Daniel di setiap hari. Pertemuan ini menjadikan Daniel peluang utama untuk mendekati Dissa. Namun, Dissa menganggap sebagai rekan kerjanya saja karena intelektualnya dalam pekerjaannya dianggap kompenten, keluarganya menariknya sebagai dokter pribadi di mensionnya.

Daniel menerima keputusan yang ditawarkan dan tinggal melangkah lagi ke level mendapatkan hati Dissa.

***

Dissa yang berada di dalam kamarnya, berusaha menyibukkan diri karena sampai saat ini dia belum menulis artikel opininya.

Dengan membolak-balikkan lembaran halaman koran, dia belum menemukan ide masalah untuk menulis artikel opini.

"Bagaimana aku mau menulis opini? Sementara, ide permasalahan belum aku temukan. Sebaiknya aku buka saja salah satu opini orang dan aku membacanya untuk ku pelajari teknik penulisan isi dari antar paragraf," gumam Dissa seraya mengambil ponselnya dan membuka aplikasi google untuk mengecek tulisan opini.

Dissa membuka salah satu opini mahasiswi yang berjudul "Menyangkal Hoax Bagi Generasi Milenial" Penulis oleh: Yuni Ayu Izma. Di setiap kalimat yang dirangkai pada paragraf menjelaskan secara rinci mengenai berita hoax yang menyebar pesat di kalangan masyarakat. Dissa membacanya dan memahami setiap penjelasan yang tercantum pada opini tersebut.

"Oh begini, cara penulisan opini. Baiklah, selamat mencoba diriku," Dissa mengambil laptop di atas lemari buku dan menghidupkan laptopnya untuk memulai menulis opini yang menarik.

Dissa yang telah mengetik hampir 4 paragraf di laptopnya, dia mulai merasa lelah dengan 10 jarinya yang mengetik tanpa henti dan leher jenjangnya yang putih tetap fokus ke arah laptop membuat dirinya merasa pegal-pegal.

"Sebaiknya aku simpan dulu file dokumen ini dan besok lagi aku melanjutkannya," gumam Dissa yang telah menyimpan file dokumen word dan mematikan laptopnya.

Setelah rapi menata laptopnya kembali di dalam lemari, kini dia duduk di meja rias untuk menyisir rambutnya panjang bewarna hitam dan bergelombang indah.

"Baiklah sudah rapi dan cantik. Aduh... kenapa tiba-tiba telingaku terasa gatal sekali?" tanya Dissa pada dirinya dan mulai mengambil katenbat yang berada di tempat obat p3k untuk membersihkan telinganya yang gatal.

Setelah berhasil membersihkan telinga bagian kiri, dia mengorek pelan-pelan katenbat itu di bagian telinga kanan. Namun, tanpa dia sadari ternyata bagian kapas pada katenbat itu copot di dalam telinganya.

Dissa melepaskan katenbat dari telinganya dan dia terkejut bukan kepalang, bagaimana bisa dia seceroboh ini melakukan tindakan yang membahayakan dirinya sendiri.

"Bagaimana ini, kapas di katenbat menyangkut di dalam telingaku," teriak Dissa yang menggema di seluruh ruangan mension.

Para bodyguard yang berjaga di setiap ruangan berlari menuju sumber suara yang sangat familiar didengarnya. Begitupula, Papa dan Mamanya masuk ke dalam kamar anak kesayangannya.

"Kamu kenapa?" tanya Mama dan Papanya yang berjalan ke arah Dissa yang sedang menangis.

"Lihatlah, Mama... Papa... Kapas pada katenbat terlepas di dalam telingaku, aku takut terjadi sesuatu dengan telingaku," ucap Dissa menatap ke arah kedua orang tuanya Yang sedang berdiri dan memegang batang katenbat tanpa kapas.

"Benarkah? sini Papa periksa," gumam Dedi seraya memegang telinga putrinya dan melihat posisi kapas di dalam telinganya. "Iya benar, itu sudah terlihat kapasnya dan sudahlah, tidak terjadi apa-apa padamu. Hari ini sudah pukul 12.00 malam. Tidurlah, besok pagi, papa akan menemanimu ke rumah sakit," bujuk Papa Dedi menatap kedua bola mata anak kesayangannya.

"Tapi Papa, nanti aku..." jawab Dissa terhenti saat mendengar penjelasan dari Mamanya.

"Papa kamu benar, Dissa. Di telingamu hanya kapas yang tertinggal dan kapas tidak akan kemana-mana cukup disitu saja," balas Mama Dila mengusap lengan anaknya agar lebih tenang. Setelah membujuk Dissa, Mama dan Papa memutuskan kembali ke kamarnya yang berada di sebelah kamar Dissa di tingkat lantai 3.

***

Pagi telah menjelang untuk bersiap-siap menerangi seisi bumi. Terlihat seorang wanita cantik berpakaian rapi dan badan berbentuk model papan atas sedang duduk di ruang keluarga untuk menunggu Papanya Yang sedang bersiap-siap pergi bersamanya.

"Dissa, sudah siap semuanya? Ayo langsung berangkat saja nanti tidak macet di jalan," ujar Dedi yang tengah berdiri di hadapan Dissa.

Dissa yang sedang duduk di sofa, memberikan jari jempol sebagai simbol setuju dengan ucapan papanya.

Kini mobil mewah bermerek Alphar.d telah memasuki area halaman rumah sakit ternama di kota Sungailiat. Dissa dan Papanya berjalan ke arah pintu masuk ruangan rumah sakit.

Semua pekerja rumah sakit berkumpul untuk menyambut kedatangan pemilik perusahaan industri terkaya kedua di dunia bersama anak gadisnya yang ikut untuk mengobati sesuatu yang dirahasiakan dan hanya orang tertentu saja yang tahu penyakitnya.

Mereka berjalan tanpa membalas sapaan demi sapaan dari semua pekerja rumah sakit. Setelah menaiki lift menuju tingkat teratas lantai 8 yang hanya boleh dimasuki oleh orang tertentu. Dissa dan papanya duduk di hadapan seorang dokter wanita paruh baya yang merupakan dokter magang kuliah di rumah sakit.

"Baiklah, terima kasih telah berkunjung di rumah sakit kami Tuan Dedi yang terhormat dan terima kasih sudah memberikan waktu untuk menjelaskan keluhan dari putri anda. Izinkan saya untuk memeriksa putri, Tuan," jelas Dokter Lia panjang lebar di hadapan Dissa dan Dedi. dia menuntun Dissa untuk berjalan ke arah tempat tidur itu.

Dissa berjalan ke arah tempat tidur rumah sakit dan menaikinya untuk berbaring di atas ranjang tempat tidur.

Dokter Lia yang telah menyiapkan beberapa peralatan medis untuk memeriksa telinga Dissa, mulai memulai memeriksakan telinganya menggunakan alat Otoskop, merupakan alat dengan ujung runcing yang disebut spekulum. Ukurannya bervariasi dan bisa disesuaikan dengan ukuran lubang telinga pasien. Alat otoskop juga dilengkapi dengan lampu sehingga bisa menerangi lubang telinga saat dokter THT mengecek kondisinya. Dia mulai mengecek keadaan di dalam telinga Dissa. Namun dia tidak melihat sebuah kapas tetapi yang terlihat hanyalah sebuah kotoran telinga. Lalu, dia mengambil peralatan tht berupa besi stainless untuk mengambil keberadaan kapas itu di dalam telinga Dissa.

"Nona Dissa, tidak ada kapas yang menyangkut di dalam telinga. Melainkan, hanya kotoran telinga saja, itupun kecil dan sedikit keras untuk diambil," ucap Dokter Lia yang masih mengorek pelan telinga Dissa. Dissa yang sedari tadi menahan rasa sakit saat telingganya dimasukkan oleh alat otoskop mengaduh kesakitan.

"Tapi dok, semalam kapas katenbat itu masih berada di dalam telinga saya dan sudah jelas telingga saya terasa sedikit berdengung," keluhan dari Dissa menatap dokter yang berada di hadapannya.

"Tidak ada Nona Dissa, kalo secara logika kalo diperiksa dan dikorek di dalam telinga pasti tidak ada," jelas Dokter Lia tegas.

"Cukup! Tidak becus kamu menangani anak saya! Sudah dibilang masih ada tetap ada! Coba kamu periksa lagi!" bentak Dedi berdiri di hadapan Lia.

"Baiklah, sebaiknya saya beri obat tetes telinga untuk Nona Dissa. Setelah digunakan selama 3 hari nanti datang kesini lagi," saran Lia.

"Tidak perlu! Panggilkan dokter yang lain! Kamu tidak pintar mengatasi masalah kecil ini, cepatlah," teriak Dedi menggema di ruangan itu dan secepat mungkin Lia berlari menuju telepon rumah sakit untuk memanggil dokter yang lain.

Setelah menunggu beberapa menit, terdengarlah suara langkah kaki menuju ruangan yang ditempati oleh Dissa, Dedi dan Lia.

"Tok! tok! tok!"

"Masuk," ucap Lia menoleh ke arah pintu yang sedang dibuka oleh seseorang dan berjalan ke arahnya untuk membantunya memeriksa pasien di hadapannya.

"Permisi tuan Dedi, maaf saya datang terlambat tadi saya sedang menangani pasien," jawab Daniel berjalan ke arah tempat tidur dan menatap kedua bola mata berwarna coklat milik Dedi.

"Tidak apa-apa, silahkan kamu periksa anak saya karena dia tidak bisa mengeluarkan kapas di katenbat yang menyangkut di dalam telinga anak saya," ucap Dedi menatap sinis ke arah dokter magang itu berdiri di sebelah kiri Daniel.

"Baiklah, saya izin periksaaa...," Daniel menoleh ke arah pasien yang sedang duduk di atas kasur dan dia tidak menyangka akan bertemu lagi dengan seorang yang berhasil mencuri hatinya.

"Kamu!" ucap Daniel menatap ke arah seorang wanita itu.

...***Jangan Lupa dukung cerita ini ya, dengan cara mengklik vote, rate, like dan beri komentar ya pada cerita ini*...

...*Untuk mengetahui episode selanjutnya silahkan follow aku juga ya supaya aku lebih semangat up ceritanya***...

Terpopuler

Comments

Nou_Rha

Nou_Rha

Like nyicil kka dari Ryu👍😍

semangat ya💪🥰💜

2021-04-21

0

Nureti

Nureti

sukses kak
sudah mampir boom like

2020-12-31

0

Chococips

Chococips

Hai Thor aku mampir lagi nih dengan membawa like😻 jangan lupa feedback keceritaku "IPA IPS Jadi Penghalang" yaa ditunggu❤️

2020-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Fitting Baju Pengantin
3 Hari Pertama Kerja
4 Daniel Terluka
5 Flashback
6 Persyaratan Wisuda
7 Daniel Menyapa
8 Belajar Menulis Artikel
9 Bertemu Daniel
10 Dissa Panik
11 Daniel Memeriksa Dissa
12 Bertemu Mama Daniel
13 Pria yang Menyebalkan
14 Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15 Daniel Operasi
16 Kekecewaan Dissa
17 Dissa Mencari Kebenaran
18 Dissa Sedih
19 Rencana Kepulangan Daniel
20 Dissa Sakit Hati
21 Jesika Kalah
22 Membatalkan Acara Pernikahan
23 Heron Marah
24 Penawaran Jesika
25 Hati Yang Kau Sakiti
26 Visual Pemain
27 Daniel Menenangkan Dissa
28 Epilog
29 S2. Bertemu Budi
30 S2. Bulan Madu
31 S2. Kedatangan Zico
32 S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33 S2. Dugaan Dissa
34 S2. Melakukan Pencarian
35 S2. Criss Meminta Pertolongan
36 S2. Mengobati Criss
37 S2. Model Dadakan
38 S2. Kebusukan Jesika
39 S2. Menjemput Daniel
40 S2. Vaksin Simulasi
41 S2. Dissa Tertabrak
42 S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43 S2. Informasi Menarik
44 S2. Perang lagi
45 S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46 S2. Menyelamatkan Dissa
47 S2. Janji Suci Kenzo
48 S2. Adikku Tersayang
49 S2. Kau Milikku
50 S2. Permainan Terakhir Kenzo
51 S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52 S2. Menyembunyikan Dissa
53 S2. Jangan Menghalangiku
54 S2. Lepaskan Aku
55 S2. Dissa Terkejut
56 S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57 S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58 S2. Kebaikan Dila
59 S2. Nick Professional
60 S2. POV Diki
61 S2. Dedi Terkejut
62 S2. Perhatian Nick
63 S2. Papa
64 S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65 S2. Diki Adalah Anakmu
66 S2. Dissa Terharu
67 S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68 S2. Morning Kiss
69 S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70 S2. Daniel Menyusul Dissa
71 S2. Daniel, Minumlah
72 S2. Dedi Pulang
73 S2. Takdir Diki
74 S2. Dissa Curiga
75 S2. Dedi Terlihat Tua
76 S2. Keputusan Criss
77 S2. Kebosanan Diki
78 S2. Jika Kita Berjodoh
79 S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80 S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81 S2. Merawat Diki
82 S2. Menunggu Kedatangan Novi
83 S2. Kejutan
84 S2. Menahan Tawa
85 S2. Memeriksa Dissa
86 S2. Keputusan Novi
87 S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88 S2. Saran Dedi
89 S2. Kabar Jesika Hamil
90 S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91 S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92 S2. Harapan Nick
93 S2. Dissa Kritis
94 S2. Daniel Posesif
95 S2. Menemui Bidan Ratna
96 S2. Mimpi Buruk
97 S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98 S2. Nick Terkejut
99 S2. Menolong Jesika
100 S2. Kemarahan Nick
101 S2. Nick Yang Sebenarnya
102 S2. Jesika Keguguran
103 S2. Terima Kasih
104 S2. Melamar Jesika
105 S2. Rencana Acara Pernikahan
106 S2. Kejujuran Diki
107 S2. Satu Minggu
108 S2. Selalu Bersama - Tamat
109 Informasi
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Prolog
2
Fitting Baju Pengantin
3
Hari Pertama Kerja
4
Daniel Terluka
5
Flashback
6
Persyaratan Wisuda
7
Daniel Menyapa
8
Belajar Menulis Artikel
9
Bertemu Daniel
10
Dissa Panik
11
Daniel Memeriksa Dissa
12
Bertemu Mama Daniel
13
Pria yang Menyebalkan
14
Daniel Mencintai Kekurangan Dissa
15
Daniel Operasi
16
Kekecewaan Dissa
17
Dissa Mencari Kebenaran
18
Dissa Sedih
19
Rencana Kepulangan Daniel
20
Dissa Sakit Hati
21
Jesika Kalah
22
Membatalkan Acara Pernikahan
23
Heron Marah
24
Penawaran Jesika
25
Hati Yang Kau Sakiti
26
Visual Pemain
27
Daniel Menenangkan Dissa
28
Epilog
29
S2. Bertemu Budi
30
S2. Bulan Madu
31
S2. Kedatangan Zico
32
S2. Rencana Kerja Di Daerah Mematikan
33
S2. Dugaan Dissa
34
S2. Melakukan Pencarian
35
S2. Criss Meminta Pertolongan
36
S2. Mengobati Criss
37
S2. Model Dadakan
38
S2. Kebusukan Jesika
39
S2. Menjemput Daniel
40
S2. Vaksin Simulasi
41
S2. Dissa Tertabrak
42
S2. Menerima Tawaran Kerjasama
43
S2. Informasi Menarik
44
S2. Perang lagi
45
S2. Pernikahan Yang Tak Diinginkan
46
S2. Menyelamatkan Dissa
47
S2. Janji Suci Kenzo
48
S2. Adikku Tersayang
49
S2. Kau Milikku
50
S2. Permainan Terakhir Kenzo
51
S2. Menekankan Dissa Agar Mencintaiku
52
S2. Menyembunyikan Dissa
53
S2. Jangan Menghalangiku
54
S2. Lepaskan Aku
55
S2. Dissa Terkejut
56
S2. Perkelahian Tak Bisa Dihindarkan
57
S2. Diki Mendapatkan Vaksin
58
S2. Kebaikan Dila
59
S2. Nick Professional
60
S2. POV Diki
61
S2. Dedi Terkejut
62
S2. Perhatian Nick
63
S2. Papa
64
S2. Kenyataan Yang Sebenarnya
65
S2. Diki Adalah Anakmu
66
S2. Dissa Terharu
67
S2. Dissa Mendoakan Kenzo Dengan Tulus
68
S2. Morning Kiss
69
S2. Menemui Diki dan Meminta Maaf
70
S2. Daniel Menyusul Dissa
71
S2. Daniel, Minumlah
72
S2. Dedi Pulang
73
S2. Takdir Diki
74
S2. Dissa Curiga
75
S2. Dedi Terlihat Tua
76
S2. Keputusan Criss
77
S2. Kebosanan Diki
78
S2. Jika Kita Berjodoh
79
S2. Kapan kah Mulai Mencintainya?
80
S2. Sikap Dissa Yang Berlebihan
81
S2. Merawat Diki
82
S2. Menunggu Kedatangan Novi
83
S2. Kejutan
84
S2. Menahan Tawa
85
S2. Memeriksa Dissa
86
S2. Keputusan Novi
87
S2. Kabar Kedatangan Jesika di Indonesia
88
S2. Saran Dedi
89
S2. Kabar Jesika Hamil
90
S2. Dissa Salah Mengambil Paket Barang
91
S2. Membawa Dissa Ke Rumah Sakit
92
S2. Harapan Nick
93
S2. Dissa Kritis
94
S2. Daniel Posesif
95
S2. Menemui Bidan Ratna
96
S2. Mimpi Buruk
97
S2. Obat Penahan Rasa Sakit
98
S2. Nick Terkejut
99
S2. Menolong Jesika
100
S2. Kemarahan Nick
101
S2. Nick Yang Sebenarnya
102
S2. Jesika Keguguran
103
S2. Terima Kasih
104
S2. Melamar Jesika
105
S2. Rencana Acara Pernikahan
106
S2. Kejujuran Diki
107
S2. Satu Minggu
108
S2. Selalu Bersama - Tamat
109
Informasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!